Avery Edwards melampiaskan kemarahannya pada Lucas Aylmer. Tiba-tiba saja gadis itu mencium Lucas, hanya demi memperlihatkan jika bukan dia yang dicampakan oleh Alden, yang telah menjalin kisah cinta dengannya sedari masa sekolah menengah atas. Sementara Alden baru saja mulai bekerja, dan tertangkap basah berselingkuh. Tepat di hari kelulusan Avery. Sedang patah hati, malah dimintai pertanggung jawaban.
"Kau telah menciumku?" imbuh Lucas seraya berkata lagi, "Kau harus bertanggung jawab!"
Avery tidak habis pikir dengan pria yang sedang meminta pertanggungan jawaban darinya. Merasa dirinya masih terlalu muda, menikah bukanlah priorotas utamanya. Akankah Avery bisa lepas dari tuntutan Lucas, atau sebaliknya malah tunduk dan patuh akan ingin dan mau Lucas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KUTUKAN KAKEK
“Mereka bilang stock habis terjual dalam satu hari,” jawab Manajer Purchasing.
“Siapa orang gila yang langsung membeli stok sebanyak itu, apa orang itu sedang kerasukan!” hardik marah Tuan Lynch lagi.
Pada saat ini Manajer Purchasing masuk ke ruangan rapat. “Permohonan pengurangan suku bunga pinjaman kita ditolak!”
“Apa!” imbuh Tuan Lynch seraya mengambil surat konfirmasi penolakan dari bank dan membacanya.
Masalah datang bersamaan, emosi Tuan Lynch pun semakin tersulut. “Cari cara, temukan supplier baru. Negosiasi lagi tentang pengajuan kita!” perintah Tuan Lynch pada bawahannya.
“Anggap saja ini angin puyuh yang akan segera berlalu!” imbuh Tuan Lynch seraya pergi meninggalkan ruang rapat.
Baru saja meninggalkan ruangan, ponselnya menerima notifikasi tautan link berita dari nyonya Stela. Itu adalah tentang berita acara pertunangan antara Aldein dan Harper.
“Pesta yang di kutuk!” gumam pelan Tuan Lynch membaca judul berita yang jadi tajuk utama hari ini, benar-benar menambah pusing kepalanya.
Dia merasa heran media hari ini sepertinya sedang menggila, sedang menguliti keluarga Edwards. Teringat dengan Avery dia pun menghubungi Mary. “Cek keadaannya?”
Tanpa berkata lain Mary langsung menjawab. “Aku akan memberinya makan, meski Tuan tidak akan suka!”
Tuan Lynch terdiam sesaat, lalu langsung memutuskan sambungan ponselnya. Marry langsung saja meminta pelayan untuk menyiapkan makanan. Sementara dia langsung pergi ke Gudang anggur untuk mengecek keadaan Avery.
Mary membawa selimut, dia langsung membuka pintu Gudang itu. “Oh ya ampun sayangku!” imbuhnya yang merasa hatinya terenyuh ketika melihat Avery tertidur dengan gaya meringkuk di lantai tanpa alas tidur.
“Avery… Avery!” panggil Mary sembari sedikit menggoyangkan bahu gadis itu, wajah dan bibirnya terlihat pucat. Kedua mata gadis itu sedikit membengkak.
Mary langsung memeluknya dan berkata, “Semua akan baik-baik saja!”
“Ayo, makan dulu. Kau pasti lapar bukan?” imbuh Mary lagi seraya memapah Avery duduk di kursi kayu, Pelayan datang dan meletakan makanan di atas meja kecil yang ada di depan Avery.
Melihat makanan lezat tersaji di atas meja, Avery menoleh kepada Mary. “Apak ini tidak akan membawa masalah untukmu?”
“Sudah makan saja dengan tenang. Hah! Masalah apa memangnya. Habiskan saja makananmu degan tenang!” imbuh Mary lagi.
Avery mengangguk, lalu segera membasahi bibirnya dengan jus jeruk kesukaannya. Dia menyesapnya dengan cepat. Mary tersenyum lalu menuangkan segelas jus lagi untuk gadis itu. Sementara itu di kamar Harper, Nyonya Stela sedang memaksa Harper agar berkata jujur tentang kehamilan yang dikatakan Harper waktu itu.
“Jangan katakan, jika kau tidak benar-benar hamil!” imbuh Nyonya Stela.
Harper hanya terdiam saja. Melihat ini Nyonya Stela pun berkata, “Oh ya ampun, kau benar-benar mencari mati!”
“Lalu apa yang harus aku lakukan, saat itu yang terpikir hanya itu!” imbuh kesal Harper.
“Semua ini karena si jalang itu!” imbuh Harper merutuki Avery.
“Apa sudah tahu siapa yang mengirimi bunga mawar hitam itu, sejak kapan dia memiliki pengagum rahasia!” imbuh Harper dengan nada semakin kesal.
Nyonya Stela juga merasa sama kesalnya.
“Sebelum menyingkirkan Avery dia harus menyingkirkan Mary terlebih dulu. Dia pun mengambil ponselnya dan berkata pada lawan bicaranya. “Sekarang!”
Harper yang mengerti maksud dari ibunya pun tersenyum licik. Merasa ada akhirnya dia akan menjadi satu-satunya nona muda di rumah keluarga Edwards. Di Gudang anggur, Avery baru saja menyelesaikan makannya.
“Ayo, kita kamar. Kau harus membersihkan diri dan beristirahat dengan layak!” imbuh Mary sembari memapah Avery.
Pada saat di koridor mansion, Mereka bertemu dengan Tuan Lynch. Tapi, Mary tetap berani membawa Avery ke kamarnya. Melihat jika Ayahnya sedang berdiri menatapnya, Avery pun langsung ingin melepaskan diri dari pelukan Mary.
“Tidak usah takut, kita masih punya hukum di negara ini!” imbuh Mary sembari menatap tegas kepada Tuan Lynch. Melemparkan tatapan permusuhan kepada Tuannya itu.
Perlahan mendekat, Tuan Lynch berkata kepada Mary. “Sepertinya sikap bar-bar Avery benar-benar mencontoh darimu ya!”
“Anggap saja itu adalah mekanisme pertahanan dirinya agar bisa melindungi dirinya dari serangan orang-orang yang iri kepadanya!” imbuh Mary kepada Tuannya itu lagi, lalu segera membawa Avery ke kamarnya.
Tuan Lynch hanya bisa membasahi bibir bawahnya, sambil menatap Mary membawa putrinya itu. Tiba-tiba saja ingatannya melayang kepada malam itu. Hari Di mana dia memergoki istrinya bertemu dengan pria lain di sebuah pondok kayu.
Semenjak saat itu, hubungan mereka jadi tidak harmonis lagi. Istrinya itu lebih banyak diam, bahkan sudah mulai enggan berkomunikasi dengannya. Ketika ditanya tentang pria itu, malah tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Sementara dia ada beberapa kali melihat istrinya itu bertemu dengan pria itu lagi.
Emosi Tuan Lynch sudah tidak terbendung lagi, pada akhirnya dia memutuskan untuk memasukan istrinya itu ke sanotarium karena sepertinya setelah dia mengurung istrinya agar tidak bertemu dengan pria itu lagi, malah terjadi perubahan yang drastis. Seperti tidak bisa mengenali orang-orang disekitarnya.
Pada saat ini, Nyonya Stela dan Harper juga berpapasan dengan Tuan Lynch. “Mau kemana?”
“Tentu saja memberikan bukti kehamilan kepada keluarga Anslem!” imbuh Nyonya Stela kepada suaminya itu.
Mendengar tentang masalah ini, Tuan Lycnh pun kembali memijit-mijit pelipisnya. “Kau urus dengan baik!” imbuh pria itu sembari berlalu pergi.
“Apa kita akan benar-benar pergi ke rumah sakit, pergi ke dokter kandungan?” tanya Harper dengan rasa penasaran.
“Bodoh, tentu saja tidak!” imbuh Nyonya Harper lagi.
Nyonya Stela membawa Harper ke klinik kenalannya. Dia akan meminta surat kehamilan palsu tapi asli. Ini akan dia jadikan senjata untuk memaksa keluarga Anslem agar mau Bersatu dengan keluarga Edwards.
Di Karaken Enterprise, Lucas sedang berbicara dengan yang tak kasat mata . “Bermain-mainlah dengan mainanmu selama sehari."
Siblon adalah makhluk yang tak kasat mata yang selalu gentayangan di Bumi sambil membawa sekantong tulang. Makhluk itu dulunya adalah seorang anak lelaki tunggal yang tinggal bersama orangtuanya di. Sebagai anak tunggal, ia habis-habisan dimanjakan orangtuanya.
Anak itu menjadi pembangkang dan besar kepala. Setelah permintaannya untuk makan malam dengan daging rusa tidak dipenuhi, ia mengamuk. Karena ayahnya tidak bisa menyediakan, anak itu keudian menikam perut si ayah, menarik ususnya untuk diberikan kepada ibunya agar dimasak.
Ketika si ibu sedang memasak, ia menjadi curiga melihat tampilan daging tersebut dan kemudian menyadari hal yang telah dilakukan anak lelakinya. Ibu itu menjadi sedih dan anaknya kemudian bersitegang dengan kakeknya. Si kakek mencambuki anak itu hingga nyaris tewas dan kemudian melumuri luka-luka dengan cabai dan air perasan lemon.
Si kakek kemudian memberikan anak itu suatu kantong berisi tulang-tulang ayahnya, lalu melepaskan anjing-anjing ketika cucunya melarikan diri. Sesaat sebelum anjing-anjing itu menewaskan cucunya, si kakek melontarkan kutukan yang mengubah anak itu menjadi makhluk bernama Siblon.
Mahluk yang dikutuk agar selalu gentayangan sambil bersiul-isul. Ia akan memasuki rumah warga tanpa ketahuan siapapun. Ia akan menebar tulang-tulang itu di lantai dan menghitungnya dalam rumah. Jika tidak ada yang memergoki, maka seorang anggota keluarga dalam rumah itu akan mati. Sebaliknya, jika ada yang memergoki, konon anak itu bisa mengubah nasib sial menjadi keberuntungan.