"kalau kamu melanggar kesepakatan kita maka kamu akan denda sebesar 1miliar.."
karena ingin menghindari perjodohan paksa yang dilakukan oleh ibu sambungnya Sean Wiratama ,duda tampan kaya raya melaksanakan pernikahan kontrak secara rahasia dengan Berliana.gadis cantik pemberani yang mengaku jago bela diri yang secara tak sengaja ia temukan dipinggir jalan.
penolakan demi penolakan sering ditunjukkan oleh berlian yang merasa terpaksa menjadi seorang istri diusia muda.namun ancaman yang diberikan oleh Sean membuat nyalinya ciut! dan terpaksa menjadi istri yang penurut.
bagaimana seru nya kisah pasangan beda usia itu ? akankah berlian yang masih menyandang status pelajar itu bertahan dengan pernikahan nya atau dia lebih memilih meninggalkan Leon?
yuk simak bareng!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon calondra gayatri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
nursery room?
"saya tadi duduk dibawah, tapi rasanya gak nyaman banget ,leher saya pegal. Saya perhatikan dari tadi bangku ini kosong,apa saya boleh duduk di sini?" izin perempuan muda itu.
"oh, silahkan dek.."
Sahut Kenan ramah dan Berliana langsung menegakkan badannya, tangannya sudah gatal ingin mencubit pinggang suaminya. Tapi masih berusaha untuk ia tahan.
"makasih mas...!"
gadis itu persis duduk di samping kenan sambil menyilangkan kedua kakinya. walaupun keadaan gelap tapi berlian bisa melihat, betapa cantik dan anggun nya gadis itu.
"Perkenalkan saya bunga..."
"Kenan...,"
jawabnya hendak mengulurkan tangannya, namun lengan terasa perih bak tersengat lebah. Akibat cubitan tak berperasaan dari istri kecilnya.
"mas mau popcorn gak? Saya beli banyak nih, kita share aja yuk!"
Tawar gadis itu yang langsung membuat kuping berlian keluar asap, apa wanita itu tidak melihat berlian yang duduk disamping kenan? Atau ia menganggap kalau berlian hanya sebuah Foster dalam bentuk hidup.
"gak usah, makasih...saya udah beli tadi"
Tolak Kenan cukup ramah, lalu kembali fokus pada film yang sedang diputar.
"mas sendirian..?"
Tanya wanita itu lagi ,membuat kesabaran berlian yang setipis kapas lenyap tertiup Ace.
"temenin ketoilet..!" bisik berlian pada suaminya dengan gigi yang dirapatkan.
"buruan om...!"
Berlian menarik paksa lengan suaminya,dan melewati wanita cantik itu.
"Aduh, kalau jalan hati-hati dong..Lo menginjak sepatu gue.."
Keluh wanita itu ,ketika berlian dengan sengaja menginjak kaki nya.
"oops, sorry..gue gak lihat ada orang duduk di sini tadi, kirain Lo sound system." seru berlian sambil berlalu seraya menarik lengan suaminya.
Berlian membawa suaminya kesana kemari , mulai dari keluar gedung bioskop turun hingga ke basement lalu naik lagi menggunakan lift menuju parkiran rooftop.
Kenan yang sudah pusing dengan kelakuan sang istri, langsung melepaskan genggaman tangan gadis itu.
"sebenarnya tuh kita mau kemana sih? Tadi katanya mau ketoilet , ini kenapa kamu malah ngajak saya tour keliling mall."
Berlian tersadar jika ia tidak memiliki arah dan tujuan, ia hanya ingin menjauhkan Kenan dari jangkauan wanita-wanita yang sengaja merebut perhatian suaminya.
"saya tuh mau nyari tempat yang sepi buat ngobrol serius sama om, tapi tau nya dimana-mana ramai semua."
"yang namanya mall dimana-mana, ya banyak orang lian.ke segitiga Bermuda aja sana kalau kamu mau gak ada orang nya."
Kenan mulai kesal lalu melangkah duluan, namun jangan harap seorang berlian akan melepaskan mangsanya. Kembali lengan sang suami menjadi seretan hingga mereka tiba di suatu ruangan.
"nah disini nih, pasti sepi.."
Kenan mengernyitkan alis saat tiba didepan ruangan itu.
"nursery room..?ini kan ruangan menyusui?" pikiran Kenan pun traveling tanpa tiket pp. Seringai terbit disudut bibirnya.
"jangan mikir yang aneh-aneh ya om.."
berlian menepuk pipi suaminya yang membuat Kenan langsung tersadar ke alam nyata.
"jadi kamu mau ngomong serius apa...?" tanya Kenan setelah memasuki ruangan nyaman yang bernuansa pink itu. Dan berlian sudah bersikap elegan, ia hendak membuka sweater karena merasa sedikit kegerahan. Tapi ketika mengingat lipatan di kedua lengannya yang lengket akibat hair spray,ia pun mengurungkan niat.
"jadi om, kita harus tambahin kesepakatan kita."
Bola mata Kenan bergerak ke kanan ke kiri mengikuti gerakan berlian.
"kalau saya gak boleh bersentuhan fisik dengan lawan jenis...maka om juga harus melakukan hal yang sama.."
Berlian menunjuk perut sang suami karena Kenan jauh lebih tinggi darinya, dan Kenan membawa telunjuk gadis itu ke dada.
"okey,,,terus..!"
"om gak boleh kegenitan , apalagi sama cewek-cewek ABG kaya tadi tuh, yang namanya kembang sepatu. Om sok-sokan bilang ,silahkan dek.. silahkan dek..pret!"
Berlian ngerocos sambil memiringkan bibirnya. dan Kenan berpikir sejenak, kalau gadis tadi bernama bunga dan bukan kembang apalagi sepatu.
Kenan menarik nafas ingin menanggapi ,tapi berlian sudah memajukan telunjuknya.
"satu lagi..!" sergahnya dan Kenan pun kembali menyimak.
"om gak suka kan kalau saya pakai baju yang terbuka? Saya juga gak suka kalau om berdandan ala-ala ABG begini. Jadi berdandan lah sewajarnya dan jangan sok kecakapan."
Berlian berucap dalam satu helaan nafas , sebelum akhirnya menarik nafas panjang meraup oksigen yang banyak.
"sudah..?" tanya Kenan penuh kelembutan, sambil menangkap kedua pipi istri nya. Berlian mendongak menatap mata teduh sang suami, mulutnya seakan terkunci tak sanggup mengucapkan sepatah katapun.
Kepalanya mengangguk cepat dan entah ini dinamakan apa ,hatinya tiba-tiba menghangat.
"oke, saya bakal turutin semua kemauan kamu. Kita bisa balik kedalam lagi kan?"
Kenan mengecup kening istri nya dengan penuh perasaan. Dan tekanan darah berlian yang sebelumnya melambung tinggi , mendadak menurun drastis.
berlian menurut saja saat Kenan menggandeng lengan nya, keluar dari ruangan menyusui. Dan seorang ibu muda yang menggendong bayi tertegun saat berpapasan dengan pasangan itu, cukup heran saat melihat berlian keluar dari ruangan tak membawa seorang bayi pun untuk disusui.
***
berlian dan Kenan kembali memasuki gedung bioskop, dan saat hampir tiba dibangku yang mereka duduki semula. tiba-tiba saja lampu didalam gedung itu sudah menyala cukup terang. Ternyata pertunjukan film sudah berakhir dan berlian langsung melepaskan genggaman tangan Kenan, saat teman-temannya serentak menatap ke arahnya.
"mas Kenan, makasih ya sudah mau ngasih saya bangku tadi.." seru bunga ,gadis yang duduk bersampingan dengan Kenan tadi.
Takut akan pelototi mata sang istri , Kenan hanya mengangguk singkat saja. Bahkan ia telah berpindah posisi berdiri disamping kiri berlian.
"om Kenan , kenapa tadi gak duduk disamping saya saja sih?" seru Anya manja yang langsung melingkarkan tangan nya di lengan kenan.
"Ng, kita lanjut makan aja yuk..gimana? Pada laper kan?"
Kenan melepaskan pegangan tangan Anya demi menjaga keselamatan gadis itu dari amukan istri jagoannya.
"makan Korean food aja ya om.." rengek Anya yang masih saja berusaha berdekatan dengan Kenan.
"sekali lagi Lo deketin om gue, gue cabut paku yang ada dikepala Lo..!" bisik berlian menggeram di kuping sahabat centilnya.
"Lo kira gue mbak Kunti?"
Dengus gadis itu, tapi kala mengingat berlian adalah cewek yang suka melakukan sesuatu tanpa pemikiran yang matang, Anya merasa takut juga dan mulai menjaga jarak dengan Kenan.
"Lian...tali sepatu kamu copot tuh.."
Abian spontan membungkuk badan hendak membantu berlian memasang tali sepatu nya, tapi dengan sigap Kenan melakukan terlebih dahulu. Ia mengikat kencang sampai telapak kaki berlian seakan tercekat Sulit untuk bernafas. Namun berlian tak berani protes karena sepertinya wajah Kenan terlihat tegang.
"tali sepatu saya juga lepas nih om.." Anya dengan sengaja melepas kedua tali sepatunya.
"biar gue yang pasangin Nya, tapi habis ini beliin Thai tea ya.."
Tawar alul sang cowok bayaran , yang membuat Anya langsung memasang tali sepatu nya dengan cepat.
udh kelas XII jga kan ampun ceritanya Kya cewe desa
semakin lama semakin modis dong bukan malah semakin udik