NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Kakak Ipar (Cinta Pertama)

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar (Cinta Pertama)

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:459.6k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Alur : Luar Negeri

Apa jadinya jika terpaksa menikahi kakak ipar di mana wanita tersebut adalah cinta pertamanya yang sudah ia upayakan semaksimal mungkin untuk lupakan?

Takdir seakan mempermainkan perasaannya kembali saat dirinya akan menikahi wanita lain sebagai calon istrinya.

Liam Conrad Putra Abraham terpaksa menikahi Nola Claudia Abraham yang berstatus sebagai kakak iparnya. Cinta pertamanya sejak kecil yang bertepuk sebelah tangan karena Nola mencintai Lio Bintang Putra Abraham, kakak kandung Liam. Pernikahan penuh keterpaksaan yang tak mudah bagi keduanya demi anak semata.

Saat Nola mulai membuka hati untuk Liam yang berstatus sebagai suaminya, mendadak kabar mengejutkan datang bahwa Lio ternyata masih hidup dan dalam kondisi koma.

Ke mana kah takdir cinta Nola akan bermuara? Lantas bagaimana pula kelanjutan hubungan Liam dan Julia Baldwin, calon istrinya?

Update chapter : Setiap hari

Bagian dari novel Darah dan Air Mata Suamiku🍁Terpaksa Menikahi Kakakku🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 - Tidur Satu Kamar

Entah mengapa seberapa kuat Nola menolak ciuman mesra dari Liam, tetap pada akhirnya pertahanannya pun runtuh juga. Sebab suaminya itu menciumnya dengan lembut nan hangat. Liam tak berlaku kasar seperti praduga awalnya saat ia berusaha menolak.

Dan tubuhnya kini tak mampu menolak rasa baru yang ditawarkan sang suami. Desir tak biasa yang tengah melambungkannya ke awan-awan. Liam pun juga tak menyangka akan melakukan hal ini pada Nola.

Walaupun Nola telah halal untuknya. Namun kini seolah dirinya tengah menelan ludahnya sendiri. Ia tak mampu membendung rasa yang ingin ia luapkan pada wanita yang namanya menjadi cinta pertamanya ini.

Memang benar kata pepatah, cinta pertama itu sangat sulit dilupakan. Semakin kita berusaha melupakan maka namanya semakin tertancap di hati dan sulit pergi. Itu lah yang terjadi pada Liam saat ini.

Akibat didera rasa emosi kala mendengar kata perpisahan dari bibir Nola, seketika mengaburkan kewarasan pikirannya. Namun beruntung hatinya masih mengamankan logikanya bahwa yang ada di bawah kungkungannya saat ini adalah cinta pertamanya. Dan sudah barang tentu hatinya menolak untuk berlaku kasar pada Nola. Akhirnya hanya kelembutan yang hadir saat ia memesrai Nola.

"Eumhh..."

Saat ini ciuman Liam sudah melewati area leher Nola. Bahkan meninggalkan beberapa jejak cap bibir tanda kepemilikan darinya. Tiga buah kancing teratas dari kemeja Nola pun sudah terbuka oleh tangan Liam.

Nola dan Liam tengah memejamkan mata guna menikmati momen indah ini. Rasa membuncah yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata oleh keduanya.

Saat tangan Liam meraaba bagian belakang dan ingin membuka pengait braaa Nola, seketika terdengar jeritan serta isak pilu yang keluar dari bibir Nola.

"Berhenti..."

"Aku mohon, hentikan. Hiks...hiks...hiks..."

Nola tidak berontak atau memukul Liam. Ia hanya menangis dalam kondisi mata yang masih terpejam. Air matanya mengalir dari sudut matanya. Turun membasahi pipinya.

Seketika Liam membuka mata dan terbangun dari euforia bahagianya saat memesrai Nola. Namun kini ia juga merasakan rasa bersalah yang hinggap di hatinya. Sebab ia sadar bahwa yang ia lakukan pada Nola adalah sebuah pemaksaan sepihak darinya. Bukan persetujuan kedua belah pihak yang sama-sama mau dan rela.

"Ma_af. Maafkan aku," ucap Liam dengan nada terbata-bata.

Hatinya mendadak sedih bagai tersayat sembilu saat melihat Nola menangis. Liam pun membantu menutup kembali kancing baju Nola yang sempat terbuka.

Kedua telapak tangan Nola sudah menutup wajahnya. Wanita ini semakin menangis tersedu-sedu.

"Maaf. Aku belum bisa melakukan itu," ucap Nola di sela-sela isak tangisnya.

Grepp...

Tanpa dikomando, Liam pun langsung memeluk tubuh Nola dari belakang. Sebab kini istrinya tersebut dalam posisi tidur ke samping sekaligus membelakanginya.

"Tidak apa-apa. Maafkan aku," bisik Liam penuh kelembutan di telinga Nola.

"Maaf, aku belum bisa memberikan hak Adek yang satu itu. A_ku belum bisa jadi istri yang seutuhnya. Maaf," ucap Nola lirih yang masih sedu sedan dengan tangisnya.

"Bukan kamu yang salah tapi aku. Maaf," ucap Liam.

Ditelaah dari sudut mana pun memang bukan salah Nola. Suaminya yang membuat batasan bahwa tidak ada kontak fisik dan perasaan dalam pernikahan yang terjadi. Semua hanya karena menjalankan wasiat mendiang Lio dan juga demi anak semata. Namun seiring berjalannya waktu, sang pembuat gagasan sendiri lah yang melanggarnya.

Ya, tentu saja Liam yang bersalah dalam hal ini. Akan tetapi dalam benak Nola beranggapan bahwa pernikahan antara dirinya dengan Liam tetaplah sakral. Ada hak serta kewajiban yang sepatutnya dijalankan antara suami dan istri di dalamnya.

Namun entah mengapa saat Liam akan melangkah jauh untuk meminta haknya di atas ranjang, seketika bayangan sakit hati nan perih serta ucapan Liam ketika awal pernikahan mereka mendadak datang di ingatannya.

Membuat luka di hatinya terbuka dan semakin menganga. Seketika tubuhnya seolah tersadar dan langsung menolak sentuhan dari sang suami. Alhasil hanya tangisan dan jerit pilu yang keluar dari bibirnya.

Sepanjang malam keduanya habiskan dengan saling berebut kata maaf di atas ranjang. Liam yang bersalah karena sudah memaksa Nola. Sedangkan Nola merasa bersalah pada Liam karena belum bisa memberikan haknya tersebut pada sang suami.

Kelelahan terus menangis serta mengantuk berat, akhirnya Nola terlelap lebih dahulu dalam dekapan hangat Liam.

Tak berselang lama, tangannya terulur membenahi anak-anak rambut yang berserakan di dahi Nola. Lalu perlahan ia rapikan di belakang telinga sang istri. Hembusan napas Nola benar-benar halus dan teratur. Tanda bahwa sang istri sudah dilingkupi nyenyak dalam tidurnya.

Liam menatap Nola dalam diam dengan waktu yang cukup lama. Bulu mata lentiknya meninggalkan jejak basah hingga ke area pipinya. Setelah ia perhatikan dengan seksama, paras cantik yang sedang terlelap dalam tidurnya itu semakin tirus. Ia baru menyadari bahwa tubuh Nola semakin kurus daripada beberapa bulan yang lalu.

Pasti semua itu imbas dari kepergian Lio untuk selama-lamanya yang serba mendadak dan juga tekanan batin dari pernikahan yang dijalaninya saat ini. Terlebih dirinya juga ikut andil menorehkan luka batin pada Nola semakin mendalam atas sikapnya selama ini. Tentu semua perih itu dipendam sendirian oleh Nola.

Cup...

Tiba-tiba sebuah kecupan hangat yang cukup lama mendarat di kening Nola dari bibir Liam. Tak lupa ia menarik selimut lebih ke atas dan mengatur suhu kamarnya agar istrinya tidak merasa kedinginan.

"Selamat tidur," ucap Liam seraya menatap lekat-lekat paras cantik yang kini tidur dengan nyenyak di atas ranjangnya.

"Sayang," batin Liam.

Bersambung...

🍁🍁🍁

*Emak-emak soleha pada minta main ularr tangga ajee. Xixixi... sabar yee💋

1
Martha Bani Pertiwi
sejujurnya saya suka novel goresan safira. pendek, tidak bertele2 , dramanya tak dibuat2 ,menguras emosi serta happy ending. ditunggu karya lainnya, ya, mbak😍😍😍
Hera sasuwe
👍
Marufah Rufah
wah trnyta Julia musuh dalam selimut
Marufah Rufah
ya Allah thorr nangis aq bacanya😭
TATI PUTRISOLO
kocak bgt bs aj nih
Mei Saroha
alurnya bagus, ngga bosenin, kadang suka plot twist. maju teyuusss vantang mundurrr kakak othorr...
sudarti darti
semangat Thor
memang jalan menuju sukses itu berliku liku
tapi aku yakin author bisa melewatinya dengan baik
tetap semangat
sudarti darti
Luar biasa
werdi kaboel
membaca karya karya Safira bikin gemes, bikin menguras emosi tapi endingnya bahagia. banyak hikmah yg dapat kita petik dalam karyanya. ambil contoh baiknya. terus semangat outhor saya pendukung setia dunia akhirat. aamiin, sukses terus dan dapat rangking teratas.
werdi kaboel
hahahaha
werdi kaboel
Nola sabar, Liam lg berusaha mencari kebenaran. sabaaar
werdi kaboel
ternyata Gerald dan julia pegang peran jahat, seru Thor jalan ceritanya penuh lika liku, makin menarik kelanjutannya.
werdi kaboel
ternyata julia dibalik semua itu
werdi kaboel
selamat kan Lio
werdi kaboel
papa Leo kenapa buat deg degan aja
werdi kaboel
rumit tapi kita ikuti aja
werdi kaboel
jangan2 julia
werdi kaboel
Nola, jujur aja kamu cerita, apa yg di ceritakan kakak Flow
werdi kaboel
semangat Nola, sabar yaa
werdi kaboel
semoga Andre dan Flow selamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!