Ini merupakan sequel dari Pembalap Idola. Masih bercerita tentang Nicken yang harus LDRan Jakarta - Jogjakarta bersama Satria tapi tidak mengurangi rasa kepercayaan satu sama lain. Sampai pada akhirnya banyak pihak ketiga yang semakin menguji kekuatan cinta mereka berdua.
Munculnya Danise agak menggoyahkan hubungan Nicken dan Satria. Namun Danise melakukan itu karena diimingi impiannya menjadi fotografer terkenal oleh Deandra yang pada akhirnya diketahui motif Deandra ingin membalas dendam kepada Nicken dan semua kakaknya dan juga kepada.. Satria.
Bantuan dari Adam yang berpura-pura pacaran dengan Nicken membuat Nicken dan Satria berhasil membongkar rencana Deandra. Perlahan Adam dan Nicken pun ikut larut dalam perannya sebagai pacar gadungan. Akankah cinta Satria dan Nicken berakhir akibat Deandra dan Danise? Ataukah Nicken benar-benar terlibat cinta sesaat oleh Adam? Atau mungkin cinta Nicken dan Satria semakin mendalam dan mereka tidak terpisahkan?
Inget yaa.. Apabila ada kesamaan nama karakter atau tempat, itu hanya kebetulan. Karena semuanya fiktif belaka. Enjoy!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caroline Gie White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyusun Rencana
Nicken memainkan air kolam renang dengan kakinya tapi matanya menerawang menatap bintang. Adam yang duduk di sampingnya pun tersenyum. Dia lalu mengelus rambut Nicken sekilas yang membuatnya tersadar lalu menoleh ke Adam sambil tersenyum.
“Jangan bengong ntar kesambet. Lagian jugakan sebentar lagi masalah lo sama Satria selesai dan kalian bisa ‘pacaran’ lagi.”
Nicken tertawa. “Maaf ya, itu tandanya gue sebentar lagi mesti putusin lo.”
Adam tersenyum sambil mengacak rambut Nicken. “Enggak masalah, Cken, kan kontrak gue emang cuma sampai masalah kalian selesai.”
“Gue mesti bayar pakai apa, Dam? Buat bantuan lo selama ini?”
“Kalau pakai mobil balap lo saja gimana?”
“Yah jangan dong, itu asset guekan.”
Adam tertawa lalu menatap Nicken. “Pakai satu hari saja gimana?”
Nicken tersenyum lalu mengangguk.
“Adam jatuh cinta sama adik lo, Kak.”
Vicky menghisap rokoknya lalu menghembuskan asapnya sambil terus menatap ke arah Nicken dan Adam dari balkon kamarnya. Tidak berapa lama Nicky menghampiri lalu mengambil rokok yang ada di tangan Vicky dan mematikannya.
“Enggak bakal ada yang enggak jatuh cinta sama Cken.” Nicky mengikuti pandangan Vicky dan melihat Nicken dan Adam asyik bercanda. “Tapi gue senang, Adam enggak kaya yang ada di pikiran gue pertama kali. Yang jadi concern gue sekarang, kalau dia enggak mau pisah sama Cken gimana? Gimana kalau dia malah enggak membiarkan Cken balik ke Satria?”
“Kalau emang itu yang dia mau, pasti dia enggak bakal bantu Ade secepat ini, Kak. Yang gue suka Ade enggak salah pilih orang.”
Nicky tersenyum. “Dari dia enggak membiarkan Cken menyetir sendirian ke Jogja, gue sudah yakin dia bisa diandalkan.”
JOGJAKARTA.
Satria berkerjasama dengan café yang sering dijadikan tempat ketemunya Danise sama Deandra. Dia mengutus sebagian anak buahnya Dude dan beberapa intel dari papanya buat menyetting tempat itu dengan kamera dimana-mana. Dia juga memesan ke pihak café buat tidak menerima tamu manapun selain orang-orangnya Dude biar mereka tetap berpikiran café berjalan seperti biasa tanpa sadar kalau mereka sedang diawasi.
Pada malam harinya Satria pun sudah standby bersama Axel dengan 2 orang intel papanya diruangan khusus buat memantau 2 orang itu dari monitor yang tersambung dengan kamera-kamera tersembunyi di café. Persis reality show yang suka ada di TV.
Tidak berapa lama, tampak seorang cowok dengan memakai topi-dan dia bukan salah satu orangnya Dude- lalu duduk di meja yang lagi-lagi sudah ditaruh mikrofon kecil di vas bunga di meja.
Karena saking seringnya melihat mereka berdua, pihak café pun hapal dimana mereka akan duduk. Menyusul kemudian Satria mengenali Danise yang memasuki café walaupun dia merubah penampilannya dengan menggunakan wig dan kacamata minus.
“Dia enggak bakal bisa membohongi kita, Kak.” Sahut Axel dan Satria tersenyum sinis menatap monitor.
“Permainan mereka sebentar lagi selesai.” Axel pun tersenyum sambil mengangguk dan kembali menatap monitor.
“Gue bisa pastikan ke lo, kalau Satria sudah sepenuhnya jatuh ke pelukan gue. Jadi lo harus menepati janji lo soal Milan.”
Deandra tersenyum. “Satria emang sudah enggak sama Nicken, tapi masalahnya, Nicken belum bisa gue rebut.”
“Perjanjian awalkan, gue urus Satria, dan lo urus ceweknya, jadi kalau lo belum bisa mengurus ceweknya, itu bukan masalah gue, yang penting gue sudah menyelesaikan bagian gue. "
“Iya, tapi gue bilangkan sama lo, lo pasti ke Milan kalau Cken sudah jadi milik gue. Satria emang sudah lo pegang, tapi gue mesti mengurusi cowok settingannya yang sekarang dulu.”
“Bukannya lo sudah bikin dia babak belur ya?”
“Iya, tapi itu enggak buat dia kapok deketin Cken. Jadi gue mesti cari cara lain buat menyingkirkan dia dan Cken bisa jadi milik gue.”
“Sampai kapan? Gue enggak mau keburu Satria pergi dari gue.”
“Itu jadi tugas lo selanjutnya, buat Satria makin jatuh cinta sama lo.”
“Kenapa sih lo bisa cinta banget sama cewek itu?”
“Mungkin karena dendam lama.”
“Maksud lo?”
“Dulu dia pernah menolak gue, dan ada masalah lain yang buat gue mau banget melihat dia jatuh.”
“Berarti lo enggak cinta sama dia. Lo cuma mau mengerjai dia.”
Deandra tersenyum sinis lalu menyeruput cappucinonya. “Bisa dibilang begitu. Biar dia menyesal sudah menolak gue dulu. Dan semua kakaknya bisa sadar sudah berhadapan sama siapa.”
Danise tersenyum. “Lo gila juga ya ternyata.”
“Gue enggak peduli, yang pentingkan lo dapatkan apa yang lo mau, dan gue dapatkan apa yang gue mau.” Deandra tersenyum sinis.
Ada satu alasan lagi, Nise, kenapa gue dendam sama mereka, dan ini menyangkut Satria. Hidup emang penuh kebetulan.
“Bajingan tuh cowok. Gue bakal samperin.”
Axel menahan Satria yang ingin keluar. “Kalau lo keluar dan melabrak dia, rencana kita gagal total.”
“Tapi Kak, lo enggak dengar dia bilang apa?”
“Gue tahu, tapi kita harus kasih lihat bukti ini ke Cken dulu, baru pikirin rencana selanjutnya.”
“Axel benar, Sat.” Satria dan Axel berpaling ke salah satu intel papanya. “Kalau kamu keluar sekarang, apa yang sudah kita kerjakan ini kaya enggak ada artinya. Kamu mesti sabar dan kumpulkan bukti sebanyak-banyaknya dulu baru kamu pikirkan jebakan selanjutnya buat mereka.”
“Lo dengarkan?”
Satria mencoba menahan emosinya sambil menatap ke monitor dan melihat Danise pergi dan menyusul kemudian Deandra. “Besok gue ke Jakarta, Kak buat menunjukkan rekaman ini ke Cken sama Nicky.”
“Itu bagus. Sekarang, tenangin diri lo.”
JAKARTA.
Nicken membuka pintu lalu tersenyum dan memeluk orang yang ada di depannya. Satria. “Miss you so much.”
“Miss you more, Honey.”
Nicken tersenyum lalu melepas pelukannya dan menggandeng tangan Satria masuk ke dalam.
“Kakak kamu semuanya ada? Ada yang mau aku tunjukkin ke kalian.” Satria duduk di sofa. “Dan aku pinjam laptop kamu ya.”
Dengan tampang bingung Nicken akhirnya naik menuju lantai atas dan tidak berapa lama kembali dengan ketiga kakaknya lalu ikut duduk di dekat Satria dengan laptop di meja. Satria memasukkan sebuah USB ke slotnya yang ada di laptop.
“Sebelum ini gue kasih lihat, gue harap kalian jangan langsung emosi ya, terlebih lo, Ky.” Tanpa menunggu anggukan kepala dari semuanya, Satria memutar video.
Kaya sudah bisa Satria tebak, tidak berapa lama video itu mereka tonton, ekspresi muka mereka perlahan berubah. Satria pun bisa melihat mata Nicken berkaca-kaca ketika tahu kalau Adam babak belur karena ulah Deandra. Dia lalu merengkuh Nicken ke pelukannya.
“You have to do something, Kak." (Lo harus lakukan sesuatu) Nico berusaha menahan emosinya dengan berjalan mondar-mandir sambil berkacak pinggang.
“We will, as soon as possible, no need to worry." (Kita bakal lakukan sesuatu cepat atau lambat, enggak usah khawatir). Sahut Nicky dengan mata masih melekat ke layar laptop dengan tangan terkepal.
To be continued......
Author : Terimakasih buat yang sudah mampir. Like dan komen kalian sangatlah berarti..
yuppy datang lagi bawa 8 like buat KK
terus semangat berkarya ya 💐
bdw mampir juga ya kak di novelku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"
dikaryamu yang hebat
Tetap semangat
salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"
Maaf lama baru mampir
Ditunggu kelanjutannya
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"