Maxim Stroge Anderson tidak pernah tertarik menjalin hubungan dengan siapa pun. Dia merasa bosan dengan para wanita yang hanya menginginkan harta saja tanpa mengetahui apa itu cinta.
Sampai di mana kedua orang tuanya ingin menjodohkannya dengan seorang wanita dari salah satu rekan kerja sang Daddy. Namun, di saat itu pula Maxim malah bertemu dengan seorang gadis buta yang membuatnya jatuh hati.
Akankah sang Mafia bisa mendapatkan cinta dari wanita buta tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26
"Dari mana?" tanya Larissa ketika melihat Maxim yang baru saja hendak masuk ke dalam kamarnya.
Maxim sendiri langsung kaget ketika mendengar suara Larissa tiba-tiba saja berada di belakangnya.
"Oh, kamu Cha. Maaf, aku baru dari luar. Aku baru saja bicara dengan Clara dan kami juga sudah selesai. Hubungan kami berdua benar-benar sudah selesai." ucap Maxim pada Larissa karena dia tidak ingin ada yang di sembunyikan di antara mereka.
Jika tadi Maxim yang kaget, maka kali ini Larissa yang kaget karena mendengar bahwa Maxim baru saja mengakhiri hubungannya dengan Larissa.
"Oh, maaf. Aku tidak tau," ucap Larissa yang merasa tidak nyaman bahwa Maxim baru saja mengakhiri hubungannya.
"Kenapa kamu minta maaf Cha? kamu tidak bersalah sama sekali jadi kamu tidak perlu meminta maaf atas kesalahan yang tidak pernah kamu perbuat. Lalu, kenapa kamu meminta maaf?" tanya Maxim yang benar-benar dipercaya bahwa Larissa meminta maaf atas kesalahan yang tidak diperbuat olehnya.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin meminta maaf saja." ucapnya lagi hingga membuat Maxim membuka pintu kamarnya dan mengajak wanita itu untuk masuk ke dalam.
"Mari kita bicara di dalam. Kamu harus mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di antara kamu. Tidak semua yang kamu lihat itu kebenarannya. Jadi aku tidak ingin kamu merasa bersalah atas hubungan yang kami tidak berujung." terpaksa Larissa ikut dengan Maxim dan mereka masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamarnya, Maxim mengajak Larissa untuk membicarakan masalah yang seharusnya tidak mereka bicarakan. Ini adalah pertama kalinya bagi Larissa masuk ke dalam kamar Maxim setelah beberapa hari tinggal di rumah ini. Melihat kamar Maxim membuat Larissa terpana dengan desain interiornya.
Kamar bernuansa gelap itu membuat Larissa menatap kagum padanya dan dia menyukai itu.
"Cha,"
"Ya?" jawab Larissa ketika Maxim memanggilnya.
"Aku mohon jangan pernah lagi memikirkan apapun itu tentang hubunganku dan juga Clara. Aku sudah cukup berjuang selama ini dan aku rasa bahwa hubungan kami memang tidak akan pernah berakhir bahagia. Kamu, jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri atas apa yang tidak kamu perbuat. Mungkin terlalu cepat bagi kamu, tapi ini tidak bagiku. Aku mencintai kamu dan itu kenyataannya. Soal hubunganku dengan Clara itu pelanggan sudah berakhir. Kami sudah berakhir dan tidak ada lagi yang tersisa diantara kami berdua. Maaf, aku juga sudah memberikan cincin yang selama ini ku simpan untuknya. Cincin yang aku pikir akan ku semangatkan di jari manisnya nanti jika aku melamarnya. Tapi ternyata takdir berkata lain, kami tidak ditakdirkan untuk bersama dan ternyata Tuhan telah menakdirkan kamu untukku." ucap Maxim dengan begitu tenang.
Dia ingin Larissa mengerti dengan apa yang dia katakan dan apa yang dia rasakan saat ini. Kenyataannya adalah, bahwa dia memang sangat mencintai Larissa.
"Apa secepat ini? Tidak mungkin kamu secepat ini mencintai ku bukan? Aku takut jika-"
"Stttt...." Maxim menghentikan apa yang ingin Larissa katakan lagi karena dia tidak ingin mendengar apa pun itu tentang hubungan mereka.
"Cukup Cha, sudah cukup. Kamu tidak perlu lagi membicarakan tentang hal itu. Intinya kami sudah berakhir dan tidak ada lagi yang tersisa di antara kami berdua. Aku mohon jangan lagi pernah mengungkit apapun tentang aku dan jaga dirinya, Karena sekarang yang terpenting adalah kita berdua. Aku hanya ingin memulai kehidupan yang baru dengan kamu. Hanya dengan kamu Cha," ucap Maxim dengan bersungguh-sungguh karena memang seperti itu kenyatannya.
***
selesaikan 1 per 1 cerita agar tdk bingung dan membuat kami menunggu
mknya typo nya byk sekali krn thornya sdr bingung kali yg mana yg mana cerita nya dibuat setengah2 jdnya kacau deh..
bikin cerita tentang Reyden donggggg