Direnggut, dianggap remeh dan dihancurkan. Semua itu sirna saat diriku mengalami kebangkitan. Ingatan yang diwariskan akan menjadi saksi bisu untuk mengembalikan kehormatanku. Apa yang ditakdirkan untukku akan kembali padaku. Langit dan bumi, seluruh penjuru dunia, akan kuukir sebuah kisah, kisah tentang reinkarnasi sang dewa naga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sam Ilfar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
XYD 26 - Darah Naga Surgawi
XYD 26 - Darah Naga Surgawi
Melihat tekad yang dimiliki Jia Yu membuat Xiao Yang ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri potensi manusia yang kelak akan menantang Dewa.
Dunia Sembilan Naga adalah tempat yang tepat untuk meningkatkan kultivasinya dan membantu Jia Yu. Bukan hanya Jia Yu saja yang Xiao Yang bawa ke dalam Dunia Sembilan Naga melainkan disana juga ada Yuan Mei, Mu Jinxi, Lu Shin Rui dan Ling Yui.
Keempat wanita dewasa dalam kondisi tidak sadarkan diri. Xiao Yang sengaja meminta Roh Naga Bunga Persik untuk membantu memulihkan kondisi tubuh keempat wanita itu. Dengan bantuan Taohua, keempat wanita itu berada dalam pengawasan Xiao Yang untuk menerima energi spiritual langsung darinya.
Kelak jika keempat dewasa itu mampu menerima energi spiritual miliknya yang tidak lain adalah Darah Naga Surgawi maka Xiao Yang akan menjadikan keempat wanita itu sebagai partner kultivasinya.
Orang yang pertama ingin Xiao Yang lihat adalah Jia Yu. Setelah menetap di Dunia Sembilan Naga, Xiao Yang dan Jia Yu mulai akrab dan lebih dekat. Dibawah arahan Xiao Yang, Jia Yu menerima secara langsung Darah Naga Surgawi miliknya yang merupakan murni dari Reinkarnasi Sang Dewa Naga.
“Jia, minum semua darahku ini dan serap semua khasiat yang ada didalamnya. Aku ingin melihatmu memiliki potensi atau tidak...” ujar Xiao Yang sambil melukai jari jempolnya hingga berdarah.
Lalu dengan hati-hati Xiao Yang mengumpulkan darahnya didalam sebuah gelas kayu, kemudian ia memberikannya kepada Jia Yu untuk meminumnya.
“Yangyang, aku tidak akan pernah mengecewakanmu. Mari kita berdua lihat apakah diriku ini memiliki potensi untuk menerima darahmu atau tidak...” Setelah berkata demikian, Jia Yu mulai meminum darahnya Xiao Yang dan menelan semuanya.
GLEK...
Kedua mata Jia Yu dan terpejam sepenuhnya setelah meminum semua darahnya Xiao Yang. Sedetik kemudian kedua mata Jia Yu langsung melebar sepenuhnya saat merasakan detak jantungnya berpacu cepat.
‘Apa ini? Aku merasa pandangan mataku lebih luas dan kenapa indera penciuman dan pendengaranku semakin peka?’ Jia Yu membatin sebelum akhirnya ia mengalami reaksi lainnya setelah meminum darah milik Xiao Yang.
“Yangyang, kau lihat sendiri-” Jia Yu hendak memamerkan dirinya yang dapat menerima darahnya Xiao Yang namun tiba-tiba tubuhnya seperti dihancurkan oleh sesuatu hingga membuat berteriak secara alami.
“Haaaak!” Jia Yu tersentak kaget dan berteriak kesakitan sambil memegangi dadanya, “Argh! Tubuhku! Apa yang terjadi dengan tubuhku?!”
Jia Yu yang terkapar ditanah tandus menatap Xiao Yang yang berdiri dengan dinginnya menatap dirinya. Xiao Yang tidak menunjukkan kepedulian saat dirinya berteriak kesakitan bahkan ekspresi wajahnya membuat Jia Yu seperti tertusuk sebuah belati dihatinya.
‘Yangyang, apa kau tidak peduli denganku?’ Jia Yu membatin dalam hati dan terlihat pasrah saat tubuhnya menerima rasa sakit yang membuatnya menangis dan berteriak.
Xiao Yang memperhatikan dengan seksama dan tersenyum tipis saat melihat tubuh Jia Yu terbakar oleh api yang muncul dari dalam pori-pori tubuhnya. Fenomena itu membuat Xiao Yang semakin tersenyum lebar saat ledakan energi spiritual didalam tubuh Jia Yu menggema.
BOOOMMM!!!
Satu jam pertama Jia Yu merasa ingin mati karena rasa sakit di tubuhnya dan rasa panas yang membakar dirinya. Walaupun tidak terluka oleh api yang membakar tubuhnya, namun Jia Yu menerima rasa sakit yang teramat luar biasa.
“Yangyang! Aku! Aku...” Jia Yu terlihat memegang kedua kaki Xiao Yang seperti memohon untuk menyelamatkan dirinya.
Xiao Yang pun berjongkok dan mengelus kepala Jia Yu sambil memperlihatkan senyuman tipisnya.
“Roh Naga Api mulai menyatu dengan dirimu. Bertahanlah Jia, aku bersamamu...” Xiao Yang dengan lembut dan hangatnya membuat Jia Yu kembali berharap untuk melewati semua ini.
BOOOMMM!!!
Akhirnya suara energi spiritual didalam dantian Jia Yu meledak. Suara ledakan itu terus menggema hingga akhirnya Jia Yu terisak dan berhenti menangis sepenuhnya.
BOOOMMM!!!
BOOOMMM!!!
BOOOMMM!!!
Melihat Jia Yu tidak sadarkan diri setelah menerima Darah Naga Surgawi, Xiao Yang pun menggendong tubuhnya dan membaringkan kepalanya dipangkuan pahanya.
“Jia, kau memiliki potensi yang luar biasa. Dengan menerima darahku, kau bukan lagi seorang manusia biasa. Kau bukan lagi seorang Tuan Putri Kekaisaran Jia melainkan milikku, Xiao Yang.”
Xiao Yang mengatakan itu dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia seperti menemukan sesuatu yang telah lama hilang.
“Mao, Taohua, aku akan menghidupkan kembali saudara kalian di tubuh mereka. Kalian akan selalu bersamaku, melindungiku dan menjadi milikku.” Xiao Yang berkata sendiri dan tatapan matanya jauh terbang ke masa lalu yang ia kenang.
_____
Jia Yu mulai mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum ia terbangun sepenuhnya. Dengan perasaan yang lega serta tubuh yang terasa lebih ringan, Jia Yu mulai bangkit untuk berdiri dan memperhatikan sekitarnya.
“Aku tadi menerima darah milik Xiao Yang dan aku merasa kesakitan...” Jia Yu menggumam dan mengingat apa yang telah menimpa dirinya.
“Oh iya, dimana Yangyang?” Jia Yu yang mendapatkan kesadarannya secara penuh langsung mencari keberadaan Xiao Yang.
Jia Yu menemukan Xiao Yang sedang duduk bersila dan energi spiritual disekitarnya terlihat sangat kental dan pekat. Setelah melewati fase untuk menerima Darah Naga Surgawi, Jia Yu mengerti jika Xiao Yang saat ini tengah mengolah Seni Nafas Naga Surgawi secara penuh.
Melihat Xiao Yang tengah meningkatkan kultivasinya membuat Jia Yu mengikuti apa yang dilakukan anak lelaki tersebut. Jia Yu pun mulai mengolah Seni Nafas Naga Surgawi dan duduk bersila disampingnya Xiao Yang.
Berkat potensi yang ada didalam dirinya dan tekad yang ia miliki, Jia Yu mendapatkan ingatan milik Xiao Yang dan mempelajari beberapa teknik kultivasi yang biasa Xiao Yang latih.