NovelToon NovelToon
Bukan Ikatan Cinta

Bukan Ikatan Cinta

Status: tamat
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:97.2k
Nilai: 5
Nama Author: teteh lee

Pernikahan berlatar belakang perjodohan terpaksa harus Ares dan Queen jalani meskibtidak ada cinta di antara keduanya, bahkan mereka juga sama-sama sudah memiliki kekasih masing-masing, mereka sepakat untuk menerima perjodohan yang di atur oleh orang tua mereka demi tujuan mereka masing-masing, lantas bagimana Ares dan Queen menutupi rumah rangga mereka yang penuh kepalsuan itu, dan bagaimana kisah cinta mereka dengan pasangan mereka masing-masing, jika ternyata sebuah bencana justru menumbuhkan benih-benih cinta di antara keduanya, yuk ikuti kisahnya di sini ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyonya?

Tik,,,tik,,,tik,,,

Suara detik jarum jam yang tergantung di dinding kamar Queen kini terdengar jelas di telinga Ares yang meski berusaha keras untuk memejamkan matanya namun tidak juga bisa tertidur.

Lain halnya dengan Queen yang sejak tadi sudah terbang ke alam mimpi, setelah Ares mengatakan jika dirinya bukan termasuk tipe wanitanya, meski ada sedikit rasa agak kesal dalam hatinya, namun Queen menjadi merasa tidak khawatir untuk berbaring bersebelahan dengan pria yang menyatakan diri tidak tertarik padanya itu, namun demikiandia tetap membatasi tubuhnya dengan tubuh Ares dengan menempatkan dua buah guling di tengah ranjang untuk menyekat tubuh mereka, setelahnya Queen langsung terlelap karena besok ada kuliah pagi, sementara Ares sejak tadi hanya menatap langit-langit kamar tanpa ada rasa kantuk sedikit pun.

"Ah sial, aku seperti pria bodoh yang baru pernah tidur dengan wanita saja! Oh ayolah,,, jangan berpikir yang tidak-tidak!" rutuk Ares pada dirinya sendiri yang sejak tadi matanya malah terus melirk pada wajah Queen yang sedang terpejam dengan lelapnya, entah mengapa wajah polos istrinya itu seperti mempunyai daya tarik tersediri, sehingga seberapa kuat pun usaha Ares untuk tidak menoleh ke arahnya, namun matanya selalu saja tidak bisa di ajak kompromi dan selalu berakhir dengan menatap wajah yang makin lama membuat Ares merasa ada daya tarik tersendiri dari paras istrinya itu.

"Ah,,, menatap wajah istri sendiri sepertinya bukan hal salah dan melanggar hukum!" gumam Ares lagi berusaha meyakinkan dirinya sendiri jika apa yang dilakukannya saat ini bukanlah suatu kesalahan.

Ares sudah tidak ada di ranjangnya saat Queen bangun pagi, entah jam berapa suaminya itu keluar dari kamarnya, setelah memeriksa baju tidur yang di pakainya dan memastikan kalau itu masih lengkap, Queen lantas beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamarnya.

"Mas Ares mana bu Siti?" tanya Queen pada bu Siti yang sedang sibuk di meja makan menyiapkan sarapan.

"Sudah pergi sejak tadi non, malah tuan tidak sempat sarapan, atau non mau mengantarkan sarapan Tuan ke kantor, sekalian berangkat? Padahal bibi sudah memasakkan makanan kesukaan tuan." bu Siti yang menyebut dirinya bibi itu memperlihatkan nasi goreng telur mata sapi kesukaan Ares.

Tring!

Sebuah pesan masuk ke ponselnya, rupanya pemberitahuan jika jam kuliah di undur dua jam.

"Oke, siapin aja bu, nanti aku antar sarapannya ke kantor mas Ares." ujar Queen yang merasa tidak ada salahnya jika sesekali dia berbuat baik pada pria yang berstatus suaminya itu, lagi pula jam kuliah dia di undur, jadi dia punya banyak waktu untuk mampir ke kantor suaminya yang belum pernah sekalipun dia sambangi selama ini.

**

Queen sudah sampai di sebuah bangunan tinggi, gedung tempat suaminya bekerja, selama ini biasanya dia hanya sering lewat dan mendengar cerita tentang kesuksesan perusahaan Batara grup yang lumayan mempunyai pamor di dalam negeri itu, ternyata tanpa dia duga kini takdir menjadikan dirinya nyonya dari pemilik sekaligus pemimpin perusahaan bonafide itu.

Sementara di dalam ruang kerja Ares, Elsa sedang duduk di pangkuan kekasihnya yang merupakan direktur utama Batara grup itu.

Tangan nakalnya sibuk bergerilya di antara celah kemeja Ares yang telah sengaja dia buka sampai sebatas dada, sehingga memperlihatkan dada bidang dan berbulu pria tampan yang hanya pasrah dan menikmati sentuhan kekasihnya itu. Mata Ares terpejam, entah siapa yang dia sedang bayangkan wanita yang kini mulai menciumi dada nya itu, yang jelas sejak semalam dia memang sudah menahan hasrat itu hanya karena memandangi wajah Queen yang terlelap di sisinya, beruntung baginya pagi ini dia dapat melampiaskannya pada Elsa yang datang ke pangkuannya dengan suka rela sehingga apa yang menjadi ganjalan dalam batinnya bisa tersalurkan.

Biasanya Ares tidak pernah mau bermesraan dengan Elsa di kantor, karena baginya kantor adalah tempat bekerja, dia tidak mau mencampur adukkan urusan percintaan dirinya dengan Elsa meski Elsa merupakan sekretarisnya dan setiap sat selalu menemaninya di kantor, tak jarang juga Elsa menggoda Ares untuk bermesraan di ruangan itu, namun biasanya yang dia dapatkan adalah penolakan, Elsa merasa kali ini dia sedang beruntung karena Ares tidak menolak cumbuannya.

"Sayang,,, aku sangat rindu pada mu, kenapa akhir-akhir ini kamu jadi jarang sekali datang menemui ku? Apa kamu sudah mulai jatuh cinta pada istri palsu mu itu dan sudah mulai melupakan ku?" tanya Elsa dengan sapuan tangannya yang terus menggoda di dada dan rahang Ares, membuat pria itu kewalahan untuk menjawab karena sedang menikmati jamuan yang sedang di suguhkan Elsa padanya.

Nafas Ares terengah-engah menahan sesuatu dalam dirinya yang semakin memanas, " Emh,,, a-aku ju-ga merindukan-mu, bukankah kamu tau jika pekerjaan ku sedang menumpuk akhir-akhir ini?" kilah Ares beralasan.

Meskipun memang pekerjaannya sedang banyak dan menumpuk akibat ekspor kopra yang tertunda karena bencana itu, namun sejatinya semua itu bukanlah hal yang besar, dia dengan sangat mudah bisa mengatasinya, hanya saja dia tidak punya alasan lain untuk dia gunakan mengapa dirinya kini menjadi jarang menemui Elsa di apartemennya, tidak mungkin juga dia mengatakan dengan jujur jika absennya dirinya dikarenakan kini dia lebih nyaman dan betah di rumah bersama Queen, dan selalu merasa rindu jika berlama-lama berada di luar rumah.

"Kamu tidak menjawab ku, apa kamu mulai tertarik dengan istri palsu mu itu?" tanya Elsa sekali lagi, karena merasa jika pertanyaannya yang pertama justru tidak mendapatkan jawaban dari Ares.

"Jangan mengada-ada, itu tidak akan mungkin terjadi!" tepis Ares.

"Bagaimana jika hari ini kita bersantai saja di apartemen, kita sepertinya harus menuntaskan sesuatu!" kata Elsa dengan nada menggoda, dan di akhiri dengan kecupan di bibir tebal Ares.

Sebagai pria dewasa normal tentu saja hal itu tidak dapat Ares tolak begitu saja, terlebih memang sudah lama dia tidak mendapatkan kesenangan batinnya semenjak dia jarang menemui Elsa dan hanya berada di rumah menemani Queen yang tengah patah hati karena perselingkuhan yang di lakukan Reza dan Mega.

Ares beranjak dari tempat duduknya setelah Wlsa terlebih dahulu turun dari pangkuannya, setelah memastikan pakaiannya rapi dan tidak menimbulkan kecurigaan pada karyawan lain, mereka keluar ruangan, bagaimana pun semua karyawan taunya Ares adalah suami dari Queen, karena saat pernikahan mereka beberapa waktu lalu, beberpa perwakilan karyawan juga hadir di acara itu, adapun mengenai Elsa, meski di antara para karyawan ada kecurigaan dan desas desus mengenai kedekatan bos dengan sekretarisnya itu, namun mereka tidak ada yang berani bersuara.

"Tuan!" panggil salah satu resepsionis lantai atas dimana ruang kerja Ares berada.

Ares menoleh dan mengerutkan keningnya saat petugas resepsionis itu menghampirinya dengan sebuah tas kecil di tangannya.

"Tadi nyonya menitipkan ini, katanya sarapan untuk tuan." ujar petugas resepsionis itu.

"Nyonya----nyonya?" kening Ares semakin berkerut membuat kedua alisnya kini menyatu.

"Nyonya Queen, tuan." jawab petugas resepsionis itu ikut mengerutkan kening karena bosnya seperti kebingungan saat dirinya menyebut jika yang menitipkannya adalah nyonya, memangnya ada berapa nyonya yang di miliki Ares sehingga dia kebingungan seperti itu? Pikir petugas itu.

"Queen? Ke-kemana dia? D-dimana sekarang? Kenapa au tidak mengabari ku kalau nyonya datang?" tiba-tiba Ares menjadi terlihat panik.

"Tadi nyonya hanya menanyakan dimana ruangan anda, katanya akan mengantarkannya sendiri, tapi tak berapa lama nyonya kembali lagi dan menitipkan nya di sini." terang petugas resepsionis itu dengan gamblang.

"Ah,,,, shiiiiiiiit,,!" umpat Ares langsung menyambar tas berisi kotak makan di tangan petugas resepsionis itu dan berlari menuju lift untuk segera turun, tanpa memperdulikan Elsa yang kini haya melongo melihat betapa paniknya Ares hanya karena tahu Queen datang ke kantor dan lantas pergi lagi entah mengapa/

Jauh dalam hatinya dia berharap jika kepergian Queen karena dia melihat kemesraan nyang di lakukan dirinya dengan Ares tadi.

1
Yuhesti
udhlah brengseknya Ares capek
Virgo Girl
Luar biasa
cucu rosmalia
aku pikir ares ga suka celap celup nyatanyaa.. jadi males bacanyaa..
cucu rosmalia
laki2 pecundang.. seharusnya bagaimana oun keadaan istri krn sudah janji dihadapan alloh.. tetap sudah menjadi tanggung jawabnya..
katanya reza brandalan dan memanfaatkan quin.. lalu apa bedanya dg ares laki2.brenhsekmdan tdk bertanggungjawab.. selingkuh pula.. bukannyaembaea istei ke jalan yg benar malah menjerumuskan..
Riny Ponganan
Kecewa
Riny Ponganan
Buruk
Shifa Burhan
novel munafik

kau melaknat pelakor dan membinasakannya kayak bukan manusia

tapi kau begitu spesial kan pebinor thomas
*Thomas bisa merasakan tubuh queen
*queen sangat lembut dan pengertian dengan Thomas
*Thomas berkali merendahkan bahkan melecehkan harga diri suami queen dan queen diam saja

author ini kelakuan menjijikan lelaki yang begitu kau spesial kan di novel ini(Thomas)
*penjahat
*lelaki murahan yang nyesek sana sini
*lelaki menjijikan yang membayangkan tubuh istri orang
*lelaki menjijikan yang menjamah tubuh istri orang dengan ancaman
lelaki kayak begini yang kau spesial kan thor, miris polah pikirmu thor

pola pikir wanita dan istri jablay mereka akan kebaaperan dengan pria lain yang suka padanya, bahkan jika lelaki itu menghalalkan tubuh nya bahkan sampai menjamah tubuh, istri kayak gini tetap akan lembut pada pria itu, dan kalau wanita2 kayak gini berkarya buat novel jadi novel2 kayak gini yang sangat memuja2 pebinor, begitu lembutnya merekan memperlakukan pebinor bahkan mereka biarkan pebinor menjamah tubuh pemeran utama wanita (sudut pandang authornya)

ingat novel kalian adalah cerminan karakter kalian
Azizah az
bye...bye ... Queen semoga bahagia selalu menyertai kita dimana pun berada
Lita: aamiin 🤲❤️❤️❤️🤲
total 1 replies
octa❤️
siapp meluncur ke karya teteh yg lain..terima kasih utk ceritanya yg kyk naik roller coaster..😘
Lita: terimakasih,,,,,,❤️❤️❤️
total 1 replies
octa❤️
habis ini bahagia selalu y queen dan babang ares..
octa❤️: kayak teteh bahagianya...😁😘
total 2 replies
Azizah az
kelar juga masalah Queen
octa❤️
fiuuuh akhirnya..setelah berpuluh purnama...😁
Lita: akhirnyaaaa yaaaa 🤭😆😆
total 1 replies
Azizah az
akhirnya pakpol turun tangan 🤭
Lita: polisinya agak gercep sekarang mah bukan polisi india soalnya /Facepalm/
total 1 replies
Azizah az
baru sadar dirimu mas klo mbe Reng sek
Azizah az: entah khilap atau menikmati
total 2 replies
Ahsin
dasar bangke pemeran utamanya bodoh sok baik
Ahsin
pemeran utama kelewat bodoh hadeeh
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga kakak sehat dan bahagia selalu ❤️
total 1 replies
Ahsin
terlalu bodoh dan sok baik
Abdul Rahma
kelanjutannya y bgm si... episode yg 86 y...lagi seru y gk ad kelanjutan y
Lita: di tunggu besok ya kak,,, 🥰
total 1 replies
neni onet
pasti emaknya sendiri yang jadi tameng buat queen. . .
Azizah az
kira2 pkpol berapa hari baru nyampe ke tempat penembakan teh 🤭✌️
Azizah az: aku siap sedia 😂
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!