Arcelio Lazzaro tiba-tiba kehilangan kepercayaan terhadap tunangannya, Samantha Bellucci. Rasa curiga yang dipendam, ternyata membuat dia terjebak dalam pikiran tak menentu. Akhirnya, Arcelio menjalin kedekatan dengan Delanna Verratti, wedding planner yang seharusnya membantu persiapan pernikahan Arcelio dan Samantha.
Serapi-rapinya Arcelio menyembunyikan hubungan gelap dengan Delanna, tetap saja semua terungkap ke permukaan. Bagaikan petir di siang bolong, ketika Delanna mengaku bahwa dirinya hamil akibat hubungan gelap tersebut. Pernyataan Delanna tadi, tentu saja memengaruhi hubungan Arcelio dengan Samantha yang akan menikah dalam beberapa hari lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antiklimaks
Alessandro melangkah gagah ke hadapan Samantha dan Arcelio. Raut wajah serta tatapan aktor tampan tersebut tak bersahabat sama sekali. Kebencian terpancar jelas dari sorot matanya. “Bajingan tengik!” umpat Alessandro kasar.
Samantha yang melihat gelagat dari sang tunangan, segera bertindak sebagai penengah. Dia mencegah pria itu agar tak membalas ucapan tak menyenangkan lawan mainnya dalam film yang baru diluncurkan.
“Minggir, Sayang. Aktor kacangan ini rupanya belum puas dengan pukulan yang sudah kuberikan padanya,” ujar Arcelio tak mau kalah.
“Kau pikir aku takut? Kau seorang pengecut yang menyerang saat lawanmu sedang lengah. Pria tak tahu malu! Kau pikir aku tak berani membalas apa yang kau lakukan terhadapku?” tantang Alessandro.
Arcelio tersenyum sinis. “Jika kau berani melawanku, maka dirimu tak akan mengancam dengan membawa masalah ini ke jalur hukum. Kita bisa menyelesaikannya secara jantan,” balas Arcelio penuh cibiran. “Kau dan aku. Hanya kita berdua!” tunjuknya lurus pada Alessandro yang tak gentar.
“Kau ….” Telunjuk Alessandro tertuju pada Arcelio. Dia sudah siap menyerang pelukis berambut gondrong itu.
Akan tetapi, dengan segera Samantha bertindak sebagai penengah. Dia mencegah dua pria yang sudah sama-sama saling melemparkan kata-kata ejekan, sehingga suasana menjadi panas. “Bisakah kalian bersikap sedikit lebih dewasa? Kalian berdua bukan lagi anak remaja belasan tahun. Memalukan!” sergahnya.
“Aku heran bagaimana bisa kau bertahan dengan pria seperti ini, Sam?” Telunjuk Alessandro kembali terarah kepada Arcelio yang berada di belakang Samantha.
“Aku juga heran kenapa banyak orang yang mengidolakan pecundang sepertimu!” balas Arcelio tak mau kalah.
“Sudah! Hentikan!” cegah Samantha lagi tegas. “Aku ingin kalian berdua sama-sama saling berpikir jernih.” Samantha menatap kedua pria tampan itu secara bergantian.
“Aku ingin kita berunding dan menyelesaikan kesalahpahaman ini secara kekeluargaan,” ucap Samantha lagi. Dia mengarahkan perhatiannya kepada Alessandro. “Luangkan waktumu besok, seusai acara. Aku ingin kita berkumpul dan berbicara secara baik-baik,” ucap Samantha serius.
“Bicara baik-baik? Seharusnya kau katakan itu pada kekasihmu,” cibir Alessandro.
Samantha menoleh pada pria tampan di belakangnya, yang langsung tersenyum. Raut tegang Arcelio berubah drastis, ketika berhadapan langsung dengan wanita pujaan hatinya. Setelah melihat ekspresi wajah Arcelio, Samantha kembali mengarahkan pandangan kepada Alessandro. “Kau tak perlu mengkhawatirkan Arcelio,” ucap wanita cantik berambut pirang tersebut.
“Aku tidak yakin. Kekasihmu ini hanya penampilan luarnya saja yang terlihat kalem,” cibir Alessandro kembali memantik suasana panas antara dirinya dan Arcelio.
“Kau benar-benar harus kuhajar lagi.” Arcelio sudah bersiap maju. Namun, dengan segera Samantha menahannya. “Kau pengecut yang selama ini menerorku dengan pesan-pesan tak penting. Jika dirimu memang jatuh cinta pada Samantha, maka sebaiknya berpikir ulang untuk hal itu. Aku tidak akan pernah membiarkannya!”
“Jangan bicara sembarangan!” sergah Alessandro. “Kau sudah melakukan tindakan kekerasan padaku. Aku akan menambahkan tuntutan, yang menyatakan bahwa kau juga telah melakukan fitnah tak beralasan. Kupastikan, kariermu sebagai pelukis akan segera berakhir di balik jeruji penjara!” ancam Alessandro tegas.
“Tidak, Ale!” cegah Samantha. “Tolonglah jangan berkata seperti itu,” pinta wanita cantik tersebut. “Aku sangat menghargai pertemanan kita. Kuharap, kau bisa mempertimbangkan hal itu.”
Alessandro menggeleng tak mengerti. Pria itu mengembuskan napas diiringi keluhan pendek. “Jangan terlalu berlebihan, Sam. Aku juga bukannya tak mempertimbangkan persahabatan kita. Akan tetapi, untuk urusan satu ini aku tak berniat memberikan toleransi sedikit pun,” tegas Alessandro.
“Seharusnya, kau memberikan penjelasan kepada tunanganmu ini. Satu hal lagi yang paling penting. Jika kau terus bersikap lembek atas nama cinta dengan segala kebrutalan pria ini, maka jangan salah apabila kariermu akan ikut hancur suatu saat nanti.” Nada bicara Alessandro menyiratkan rasa kecewa yang teramat besar kepada Samantha, karena telah membela Arcelio secara berlebihan.
Sebenarnya, Alessandro mengerti kenapa Samantha bersikap demikian. Akan tetapi, ada perasaan lain dalam diri pria itu yang membuatnya merasa jengkel dengan sikap Samantha yang demikian. “Maaf, Sam. Aku menghormati hubungan persahabatan kita, tapi kutegaskan bahwa diriku tak akan mundur untuk menuntut pria ini hingga dia membusuk di penjara!” Setelah berkata demikian, Alessandro membalikkan badan. Dia berlalu meninggalkan pasangan kekasih itu dengan membawa ganjalan besar dalam hati.
Sepeninggal Alessandro, hanya ada Arcelio dan Samantha di sana. Sang pelukis tampan itu patut berbangga hati, atas sikap Samantha yang membelanya habis-habisan di depan Alessandro. Perasaan bersalah karena telah mengkhianati wanita cantik tersebut, kembali menyeruak dalam dada Arcelio.
Tanpa mengatakan apapun, Arcelio langsung memeluk erat Samantha. Dia tak ingin melewatkan kesempatan itu, untuk menunjukkan seberapa besar rasa cinta berbalut penyesalan yang teramat menyiksanya. Namun, Arcelio tak mungkin berkata jujur bahwa dirinya telah melakukan perselingkuhan dengan Delanna.
Arcelio berpikir untuk membiarkan semua yang telah dilakukannya bersama Delanna, hanya menjadi sepenggal kisah yang membuat rasa cintanya terhadap Samantha menjadi kian besar dan kuat. Arcelio sudah bertekad untuk memulai kembali jalinan cinta, yang sempat terganggu kenyamanannya bersama Samantha.
“Aku mencintaimu, Sayang. Mulai saat ini, kau akan selalu menjadi prioritas utamaku,” ucap Arcelio tanpa melepas pelukannya. “Kau yang terbaik, Sayangku. Samantha Bellucci. Kekasih terbaik dalam hidup Arcelio Lazzaro.”
Arcelio merenggangkan pelukannya, kemudian mengecup mesra kening Samantha. “Aku memang tak salah karena telah memilihmu dalam hidupku.”
“Kenapa kau terasa berbeda, Arcelio? Ada apa?” tanya Samantha penuh selidik.
“Apa maksudmu? Apanya yang berbeda?”
“Kau. Entah mengapa, aku merasakan sesuatu yang lain dalam dirimu. Perubahan yang terjadi dengan terlalu tiba-tiba dan … apa yang telah memengaruhimu, Arcelio?” tanya Samantha setengah mendesak. Raut wajahnya menyiratkan rasa penasaran yang teramat dalam.
Sedangkan, Arcelio berusaha terlihat biasa saja. Harus dirinya akui bahwa semua kekacauan yang terjadi, berasal dari pengirim pesan misterius, hingga dirinya terbawa emosi dan jatuh dalam kehangatan Delanna.
Arcelio harus lebih serius mengungkap siapakah pengirim pesan-pesan misterius itu. Dia berniat untuk membuktikan, apakah orang yang dicurigai memang benar-benar Alessandro Balducci atau bukan.
“Kau harus segera beristirahat. Sebaiknya, aku akan kembali ke hotel." Arcelio sengaja tak menanggapi rasa penasaran Samantha. Dia sudah memutuskan untuk mengubur dalam-dalam, semua kesalahan kelam yang telah dilakukannya.
Arcelio mencium lembut bibir Samantha sebelum mengecup keningnya. Sesuatu yang sudah biasa dia lakukan, setiap malam saat bersama tunangannya. “Terima kasih untuk semua yang kau berikan untukku. Aku tak akan pernah mengecewakanmu lagi,” ucap Arcelio yakin.
“Jangan menjanjikan sesuatu yang tak bisa kau tepati, Arcelio,” protes Samantha. Sorot matanya menyiratkan sesuatu yang tak dapat diartikan oleh pelukis tampan itu.
“Sayang, aku ....”
“Apa-apaan ini!” tegur Sara yang memotong kata-kata Arcelio.
“Apa kau bodoh, Samantha?” tegur Sara lagi.
“Hei, hentikan!” sela Arcelio. “Apa maksudmu menghina tunanganku seperti ini?”
“Ah, ini dia biang keroknya!” Sara mengalihkan fokusnya pada Arcelio. “Dasar kau pria tak berguna!” cercanya.
“Sara! Aku menghargaimu sebagai sahabatku. Akan tetapi, aku tak membenarkan kata-kata kasarmu!” sergah Samantha.
“Itulah kenyataannya, Sam! Karena ulah tunanganmu ini, tour promo kita terancam gagal! Belum lagi, media yang malah mengulas skandal penyerangan Arcelio terhadap Alessandro di muka umum, bukannya membahas tentang film terbarumu!” gerutu Sara jengkel.
“Kau tahu apa yang paling liar dari semua ini? Mereka mengembuskan gosip liar tentang kemungkinan bahwa kau dan Ale benar-benar berselingkuh! Hanya tinggal menunggu waktu, sampai karier yang kau perjuangkan habis-habisan ini hancur dalam sekejap!” lanjut Sara berapi-api.
“Biarkan media dan masyarakat berbicara sesuka mereka. Yang jelas, aku tak pernah berselingkuh dengan siapa pun. Aku siap digantung demi membuktikan kebenarannya!” balas Samantha tak mau kalah. Dia lelah karena terus dipojokkan.
“Astaga! Aku tak mengenalimu lagi, Sam!” Sara berdecak pelan. Sejuta rasa kecewa terpancar dari wajah cantiknya.
“Tunggu! Samantha tidak ada sangkut-pautnya dengan kekacauan yang telah kubuat,” sela Arcelio, yang sedari tadi hanya menyimak.
“Aku tak ingin terjadi hal buruk pada tunanganku, sekecil apapun itu,” imbuhnya.
“Seharusnya kau berpikir begitu sebelum melayangkan pukulanmu pada Alessandro Balducci!” sindir Sara.
“Maafkan aku. Namun, waktu itu aku memang tak bisa mengendalikan diri. Aku langsung terpancing emosi, saat pengirim pesan misterius itu mengirimiku video mesra Samantha bersama Alessandro. Aku sama sekali tidak bisa berpikir jernih," sesal Arcelio.
“Penyesalanmu tak sda gunanya lagi sekarang. Aku menuntut pertanggungjawabanmu!” sentak Sara seraya mengarahkan telunjuknya pada Arcelio.
“Kalau begitu, adakan saja konferensi pers. Aku akan meminta maaf secara terbuka pada Alessandro. Tolong kabari para awak media, agar meliput dan menayangkannya secara langsung,” putus Arcelio yakin.
yang di selingkuhi jadi salah
hidup lakilaki