Anggi sama sekali tidak bisa menolak ia harus menikahi seorang pria tajir yang belum pernah dilihatnya sekalipun.
Rumah tangga yang ia jalani ternyata penuh lika-liku karena seorang wanita muda mengaku-ngaku telah hamil anak Agus Soeripto.
Bagaimana nasib Anggi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Pakaian
Anggi ternyata diam-diam mendengar dan melihat semua yang dilakukan Agus.
Dia masih beranggapan kalau Agus tidak akan pernah mau jujur kepadanya.
"Kau sudah mengecewakan aku lagi mas, aku mengira kau sudah melupakan wanita itu ternyata tidak," batin Anggi.
Anggi kembali masuk ke dalam ia meraba tubuhnya yang lelah, pintu tertutup Agus melihat Anggi berubah posisi tidur.
"Kenapa dia membelakangiku?" ucap Agus tidak suka.
Agus memilih memeluk Anggi dari belakang dia senang akhirnya bisa kembali memeluk istri tercintanya itu.
"Kenapa kamu mas belum berubah? Dari awal kita menikah sampai saat ini aku tetap berusaha untuk kuat tapi, kau malah membuatku jadi wanita jahat," batinnya sambil memejamkan mata.
Sampai tengah malam Anggi tidak bisa tidur, dia memilih ke kamar baby boy sampingan dengan ya.
Anggi menatap wajah putranya itu sangat mirip dengan Agus. Anggi mengusap wajah baby boy yang halus.
"Nak, mami tidur denganmu ya," bisik Anggi.
Kamar itu cukup luas karena Agus sengaja melakukannya agar bisa bermain dengan putra kecilnya itu.
Baru pun Anggi bisa tidur setelah memeluk tubuh mungil itu, sampai pagi tidak ingat apapun karena mereka berdua tidur sambil berpelukan.
Agus tersentak bangun karena tidak mendapati Anggi sebelahnya.
"Di mana kau Anggi?" panggil Agus tidak sadar kalau istrinya itu tidur dengan puteranya.
Anggi mendengar suara panggilan langsung ke luar untuk menemui Agus.
"Mas, kalau sudah bangun?" tanya Anggi gugup.
Agus tidak menjawab pertanyaan Anggi justru memilih membawa masuk ke dalam pelukan hangatnya.
"Jangan tinggalkan aku ya," bisik Agus.
Anggi masih dapat mengingat yang dilakukan Agus kemaren malem namun dia tetap berusaha tenang.
"Mas, cepatlah siap-siap kamu sudah telat ke kantor," ujar Anggi.
"Ya, tapi mandikan ya sayang," goda Agus.
Wajah Anggi terlihat memerah mendapatkan godaan langsung dari mulut pria itu.
"Mas harus bisa terbiasa jangan seperti baby," rengeknya.
Agus tertawa kecil dia kembali menuju ke
Agus menuju ke kamar untuk membersihkan tubuhnya Anggi menuju ke dapur.
"Hai Mak, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Anggi.
"Nona sedang apa di sini nanti tuan melihat anda," keluh ya.
"Aku ingin memasak bubur untuk baby boy," ucapnya sambil mengambil peralatan masak.
"Biarkan kami yang yang melakukannya Nona." Anggi tidak mau dan tetap memasak sampai bubur matang.
Agus menunggu Anggi dari tadi sekarang tidak kunjung kembali, padahal dia sudah lama sekali duduk di sana hanya mengenakan handuk.
"Apa dia lupa aku membutuhkan dia?" batin Agus.
Pada akhirnya pria itu mengambil pakaiannya sendiri namun badai yang aneh terhadap diri Agus.
"Mas?" pekik Anggi, Agus tidak menggunakan pakaian serasi.
"Apa?" sahut Agus datar.
"Kamu tidak salah memakai pakaian kan?" Agus memperhatikan dirinya baru sadar celana yang dia gunakan tidak kena sesuai.
"Kenapa aku tidak sadar yang kukenakan?" kesal ya.
Anggi ingin tertawa namun ditahan karena tidak mau Agus kecewa.
"Maaf ya, lupa menyediakan pakaian karena aku terlalu sibuk di dapur membuat bubur baby boy," ucapnya lalu memberikan celana tersebut.
"Aku bisa melakukannya," jawab Agus lalu menerima celana itu.
Anggi terkejut dengan apa yang terjadi barusan, dia tidak salah kan mendengar ucapan Agus barusan.
"Apa mas Agus marah ya? Seharusnya dia mengerti yang ku katakan tadi," rutuk ya.