Usia 17 tahun dihadapkan dengan masalah pernikahan yang dilandaskan perjodohan. Sebuah pernikahan rahasia. Akankah pernikahan mereka berakhir bahagia?
///
Ternyata calon suamiku merupakan pria yang menyaksikanku diputuskan pacarku saat memergokinya selingkuh.
///
Di sisi lain pria itu terpaksa menggantikan sang kakak untuk menerima perjodohan demi mendapatkan kebebasan. Dan ternyata sahabatmu menyukai instrimu. Apa yang harus dilakukan? Mendukung? Mencegah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rtgnda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Saat bangun tidur Fariz memeriksa ponselnya. Ada pesan. Pesan yang ditunggu-tunggunya dari tadi malam.
Pesan itu berisi foto Sava calon istrinya.
Foto pertama Sava turun dari taksi.
Foto kedua Sava tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah taksi.
Foto ke tiga Sava di depan pintu rumahnya.
Fariz memperbesar foto Sava satu persatu. Ada boneka dipelukan Sava dan beberapa kantongan digenggamannya.
Dari foto itu Fariz menyimpulkan Sava menerima pernyataan cinta dari pria yang katanya namanya Al itu.
"Oke sekarang kita impas. Kita sama-sama memiliki kekasih. Jadi jangan harap pernikahan ini sungguhan", batinnya.
///
SMK Seni Panca Budi
Setelah bel istirahat berbunyi tiba-tiba saja Tika menyikut Sava dan berkata, "Gimana semalam?".
"Dapat pernyataan cinta gak dari kak Al?", balas Rania.
"Kebanyakan nonton drama nih kalian", jawab Sava.
"Gimana? Gimana? Cerita dong", ucap Tika.
"Dia itu cuma mau berterimakasih. Karena ia sudah bekerja sekarang jadi sekalian merayakannya", jawab Sava.
"Jadi dia sudah kerja? Bagus dong dia jadi mandiri sekarang. Jadi ingat gimana kamu mengurusnya dulu", balas Kanaya.
"Gak asyik huh!", seru Tika.
"Sudah ah ke kantin yuk", ujar Rania.
"Gue titip jus semangka ya", ucap Sava sambil mengambil bontot dalam tas nya.
///
"Ayuk buruan ke kantin nanti cewek gue keburu pergi", seru Kenzie.
"Sadar woi sadar", ucap Shadiq.
"Bodo amat dah", balas Kenzie lalu berlari menuju kantin.
Kenzie menatap seisi kantin mencari Sava sambil berjalan menuju kursi kerajaan mereka.
Shadiq dan Kenzie menghampiri Kenzie lalu berkata, "Belum datangkan? Lo sih terlalu semangat pake acara ninggalin kita".
"Shadiq lo mending duduk. Ngehalangin pandangan gue aja", ucap Kenzie.
Shadiq akhirnya duduk dan ikut menatap isi kantin. Ia mencoba membantu sahabatnya mencari Sava. Saat menatap arah pintu kantin Shadiq berkata, "Lihat arah pintu luar. Orang yang menuju kantin".
"Di mana? Di mana?", ujar Kenzie mencari Sava ke arah pintu.
Orang yang dimaksud Shadiq telah masuk kantin. Kenzie menunggu beberapa menit lalu berkata, "Cuma sahabatnya. Savanya gak ada. Di mana Sava? Apa dia gak masuk? Apa dia sakit?".
"Tanyain", ucap Shadiq.
"Gak ah. Dikira apaan lagi gue nyamperin mereka. Gak ada Sava juga", jawab Kenzie.
///
Beberapa hari kemudian.
"Hampir seminggu gue gak lihat Sava", ujar Kenzie.
"Samperin. Cemen lo", ucap Shadiq.
"Kalau gitu gue ke kafenya nanti sore", jawab Kenzie.
///
Malam hari di kamar Fariz membaca pesan laporan Kenzie ketika di kafe Sava di grup mereka.
Kenzie
"Gue tadi ke kafe Sava jam 5 sore"
"Gue gak ada lihat Sava"
"Jadi gue nunggu sampe jam 7 malam"
"Gue mau tanya teman kerjanya eh malah bosnya nyamperin gue"
"Dia ingat gue yang bikin acara minggu lalu"
"Jadi gue tanya bosnya Sava di mana"
"Katanya tadi Sava datang tapi cuma minta izin"
"Sava izin cuti kerja sampai 2 minggu ke depan"
"Alasannya dia mau pulang kampung"
"Sediihhhh"
"Gue rinduuuuuuuu"
Shadiq
"Terima nasib lo"
Kenzie
"Huft"
Fariz hanya membaca isi pesan itu. Kemudian berpikir kenapa Sava mengambil cuti terlalu cepat. Apa yang mau dia persiapkan. Sementara ia mengaturkan fitting baju dilakukan besok. Lalu berangkat ke medan jumat dan acara pernikahan mereka dilaksanakan hari minggu.
Lelah dengan pikirannya sendiri akhirnya Fariz tertidur.
mudhn ceritanya masih lanjut,semangat ya buat author nya💪💪💪
giliran faris udah bucin sava malah nyebelin