NovelToon NovelToon
Pesona Sang Pemilik Sistem

Pesona Sang Pemilik Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Harem / Romansa
Popularitas:108.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kiyohyun

Di malam hari yang begitu tenang, Arvin menemukan sesosok peri dengan tubuh yang dingin bagaikan es. Karena merasa penasaran sekaligus kasihan, Arvin mencoba menghangatkan tubuh si peri dengan berbagai upaya agar peri tersebut bisa kembali sadar.

Ketika si peri tersadar, Arvin yang ingin lebih akrab dengannya mencoba untuk berkenalan. Namun, walau si peri menerimanya, tetapi sebenarnya ia tidak memiliki sebuah identitas yang pasti.

Dengan ketulusan hatinya, Arvin yang merasa kasihan kepada si peri langsung saja memberikannya sebuah nama. Namun, mengapa si peri tiba-tiba berubah menjadi Sistem?

*Cerita sedang dalam tahap revisi ulang, mohon untuk tidak segera membacanya karena kemungkinan akan bingung atas perubahan-perubahan yang terjadi.*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiyohyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter:26

Sebelumnya, pada saat Sintia naik ke taksi yang ia pesan secara online. Dia bisa mencium aroma tak sedap saat sedang duduk di kursi penumpang. Namun, Sintia tak mempedulikannya dan tetap berfokus pada jalanan yang kini telah sepi kendaraan.

Semuanya semakin menegang ketika taksi berhenti di pinggir jalan, awalnya Sintia melakukan protes kepada supir taksi tersebut. Namun tak lama kemudian muncul beberapa pria menghampiri taksi yang sedang ditumpangi olehnya. Dia semakin terkejut ketika pintu taksinya di buka dengan mudahnya oleh mereka.

Tak siap untuk bertarung, Sintia langsung di berikan pil secara paksa. Ketika pil tersebut tak sengaja tertelan olehnya, Sintia baru bisa lepas dari kekangan tersebut, kemudian memasang kuda-kuda bertarung. Namun, tak lama kemudian tubuhnya semakin kehilangan tenaga dan semakin memanas, yang pada saat itu dipikirkan olehnya hanyalah hasrat akan sesuatu yang belum pernah ia rasakan.

Dengan begitu, dirinya dipermainkan oleh mereka, tubuhnya diraba dan bahkan mulutnya hampir dicium oleh mereka. Namun, dengan kesadaran yang masih tersisa sedikit, Sintia mencoba untuk terus memberontak, hingga pada akhirnya muncul Arvin yang berhasil menghabisi mereka semua.

Melihat kehadiran Arvin, tentu saja membuat hatinya bahagia. Dia tidak pernah membayangkan jika dirinya akan diselamatkan oleh seseorang ketika masih menyandang gelar sebagai pesilat yang hebat. Meski begitu, ini kali pertama dia melihat pembantaian sepihak seperti yang dilakukan oleh Arvin. Begitu kejam dan tanpa ampun.

"Lalu, kenapa kamu pulang ke arah yang salah?" Tanya Arvin membuat Sintia menjadi sedikit gelisah, namun ketika dibujuk beberapa kali, akhirnya dia berkata jujur.

"Emm... jadi sebelumnya, aku selalu di telfon oleh ayah yang terus-menerus memintaku untuk segera pulang dan menemui pria yang akan dia kenalkan kepadaku. Ini bukan kali pertama dia melakukan semuanya, bahkan aku saja sampai muak mendengarnya.

Niat aku untuk pulang tak lain karena ingin menegaskan jika aku masih belum ingin menikah, dan jika memang akan menikah, aku ingin memilih pria idamanku sendiri. Namun sesuatu yang tak terduga tejadi, bukan hanya akan kehilangan kesucian, tapi aku pastinya akan kehilangan akal sehat jika kamu tak tepat waktu untuk menyelamatkan ku... Anu... terimakasih."

Mendengar penjelasan dari Sintia, lambat laun Arvin memahami kondisinya. Semua itu ternyata tak jauh dari perkiraannya, ayah Sintia tak kalah egois dengan mendiang ibunya. Dengan lembut Arvin memegang tangan Sintia, kemudian tersenyum lembut kepadanya.

"Tenang saja, aku akan membantumu jika kamu mau!" Ucap Arvin sambil menggenggam erat tangan Sintia.

Untung saja saat ini Maria sedang berada di kamar mandi, sehingga momen romantis mereka tak terganggu. Melihat senyuman Arvin, entah kenapa hati Sintia sangat berdebar, dia ingin segera mengalihkan pandangannya, namun sayang jika harus melewatkan momen ini.

"B-begitu, ya...? Apakah itu tidak apa? Dan juga... bagaimana caranya kita melakukan semua itu?" Pertanyaan Sintia merujuk pada masalah utamanya.

"Kenapa kamu harus berpikir keras? Kenapa tidak kita buktikan saja kepada ayahmu jika kamu telah menemukan pria yang telah kamu cintai!" Arvin tersenyum lebar saat mengungkapkan itu.

Memahami apa maksud dari Arvin, perlahan wajah Sintia berubah menjadi merah merona. Mulutnya hampir berteriak, namun segera Arvin menempelkan mulutnya dengan mulut Sintia. Hal ini wajib dilakukan untuk sebagai tanda jika Arvin telah menerima wanita itu sebagai kekasihnya.

Itu karena dia melihat notifikasi bahwa Sintia telah sepenuhnya mencintainya, karena itu juga Arvin berani melakukan hal seperti ini kepadanya. Dengan kondisi yang benar-benar kacau dalam artian baik, Sintia menerima tindakan Arvin dengan lapang dada, meskipun dia merasa tersiksa karena hatinya terus berdebar.

Setelah melakukan itu, Arvin kembali ke posisi semula. Tak lama kemudian, terdengar suara langkah cepat menuju ke arahnya.

Belum sempat untuk menoleh, Arvin telah diterjang oleh Maria yang melompat dan memeluknya penuh kehangatan. Sungguh, dia sangat ketakutan jika Arvin sampai di rebut oleh Sintia.

"Maria? Kamu selalu mengejutkan ku, tau!" Ucap Arvin sambil menerima pelukan dari Maria.

"Hehe... maafkan aku! Tapi aku benar-benar mengantuk, bagaimana jika kita tidur sekarang saja!?" Tanya Maria begitu antusias.

(Hahahaha!! Saya ngetik ng3he aja di sensor. Dikira jorok kali ya. Tapi sekarang udah saya ubah jadi Hehe.)

Merasa tak ada salahnya juga, Arvin mengangguk, "Baiklah. Tapi apakah kamu mengizinkan Bu Sintia untuk bermalam di sini?"

Pertanyaan Arvin tak hanya mengejutkan Maria, namun Sintia juga ikut terkejut. Dia tak pernah mengatakan akan bermalam di rumah Arvin, tapi kenapa?

"Ummm..." Maria menatap intens Sintia, lalu dirinya kembali menatap Arvin, "Apa dia akan tidur bersama dengan kita?" Tanya Maria begitu menggemaskan bagi Arvin.

Sambil terkekeh, Arvin mengelus kepala Maria sambil berkata, "Tidak... Dia akan tidur di kamar yang satunya lagi! Aku juga tak ingin ada seseorang yang mengganggu malam kita!" Kalimat terakhir Arvin sengaja untuk berbisik, tapi suaranya masih terdengar jelas oleh Sintia yang seketika merubah ekspresinya menjadi datar.

"Hei, kalian jangan tertawa ketika membicarakan ku secara terang-terangan seperti itu, ya!" Sintia merasa sedikit kesal ketika melihat Arvin dan Maria terkekeh sambil menatapnya.

Setelah itu, mereka bertiga secara bergiliran masuk ke kamar mandi untuk membasuh kaki, tangan, dan juga menggosok gigi sebelum tidur. Meskipun Maria telah melakukannya, tapi dia tetap masuk ke kamar mandi untuk mengekor kepada Arvin.

Setelah bertukar "Selamat malam" mereka pun masuk ke kamar dan tidur dengan pulas. Bahkan bisa terlihat Arvin yang merasa nyaman ketika dirinya dan Maria saling berpelukan untuk melewati malam. Sungguh, pemandangan itu tak cocok untuk pelajar seperti mereka.

***

Matahari terangkat ke atas, menunjukkan eksistensi nya sambil memancarkan cahaya hangat yang berhasil menembus sela-sela jendela dari kamar Arvin. Dia terbangun, matanya belum terbuka sepenuhnya, namun dia bisa merasakan jika Maria masih berada di dalam pelukannya.

"Selamat pagi, sayang!" Ucap Maria ketika melihat Arvin telah terbangun, dia mencium kening Arvin sebagai ciuman selamat pagi.

"Selamat pagi juga, Maria." Dengan lemah Arvin menjawab, setelah itu dia duduk dan menggosok keduanya matanya. Butuh waktu yang cukup lama untuk Arvin selesai dalam pengumpulan nyawanya.

Setelah itu mereka berdua keluar kamar, begitu juga dengan Sintia yang sama-sama baru terbangun. Mereka berpapasan di depan pintu masing-masing, kemudian kembali bergiliran untuk ke kamar mandi. Selesai dengan itu, Arvin dibantu oleh Maria membuat sarapan untuk dimakan oleh mereka bertiga sebelum berangkat sekolah.

Sebenarnya Sintia ingin untuk membantu, namun dia jelas mendapatkan penolak dari mereka berdua. Apalagi Maria yang tak terima ada pengganggu ketika dirinya menikmati waktu bersama dengan kekasihnya.

Selesai sarapan, mereka langsung pergi bersama menuju sekolah. Namun sebelum itu, Arvin sempat melakukan perjanjian dengan Sintia untuk pergi sepulang sekolah. Tentu saja Sintia mengetahui tujuan dari Arvin, pasalnya mereka berdua telah sepakat untuk pergi ke rumah orang tua Sintia.

Arvin berencana untuk pergi tanpa diketahui oleh Maria. Namun dirinya sempat izin kepada Maria untuk bekerja paruh waktu di mini market milik pamannya. Dia juga baru sadar telah lama meninggalkan pekerjaannya tanpa memberikan sedikitpun kabar kepada pamannya itu.

****

Chapter ini sudah saya revisi, jika memang masih ada yang typo atau keliru. Mohon beritahu saja. Sungguh, kalian ini terlalu baik karena tak pernah memberikan kritikan kepada saya. Emmm, terimakasih.

1
Slamet Riyadi
Lumayan
jingga
novel yg menyebabkan
jingga
memang dasar goblok banget
Ryan
sistemnya amatiran....ceritanya juga terlalu berputar2 kelamaan,bertele2 ...
Andromeda: Wakakak anda baca chapter yang belum di revisi, padahal udah saya taro di sinopsis kalo novel ini bakal di revisi secara keseluruhan.

Anda aneh, tapi makasih udah komen kekekek
total 1 replies
Andromeda
Bab yang telah di revisi memiliki judul yang berbeda dengan bab lainnya. Sehingga tidak perlu bingung, karena saya berencana merombak ulang ceritanya dengan menambahkan beberapa karakter baru, konflik yang baru, dan akan menghapus beberapa konflik.
SHEN
aku prcy elu bisa thor..
jgn krn mslh malah nggantung cerita..
aku salut sama elu krn menyadari ksalahan..
coba deh d revisi ulang beberapa hingga kmbali k cerita..
Andromeda: Waduh siap deh, mungkin butuh satu Minggu buat revisi ulang dari bab yang saya anggap jadi titik kesalahan
total 1 replies
SHEN
revisi d beberapa bab hingga kembali k cerita..
jgn patah semangat, d situlah tantanganmu buat bangkit lg..
jgn tiba² ceritanya berhenti d tengah jln..
Andromeda: Makasih banyak loh, dukungan anda berarti bagi saya. Makasih, makasih.
total 1 replies
MR. X
tk payah buat Thor mc nya sampah
Andromeda: Tak payah macam tuh lah, MC membutuhkan development. Tapi tenang, saya mau membuat semuanya kembali normal tanpa adanya unsur mafia atau hal lain. Sekali lagi maaf, karena waktu itu saya terlena sama kesuksesan novel mengenai mafia atau sistem bank.
total 1 replies
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😀💪👍👍👍
Hades Riyadi
No Coment 😛😀💪👍👍👍
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😀💪👍👍👍
Hades Riyadi
Wuihh...jadi YouTubers, semoga sukses dan bisa ngalahin Raffi Ahmad... wkwkwk 😛😀🤣💪👍👍👍
Hades Riyadi
Lanjuuutt Thor 😀💪👍👍👍
Hades Riyadi
Selalu tinggalkan jejak petualang baca 👣👣👣😀💪👍
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😀💪👍👍👍
Hades Riyadi
Terjebak diantara 2 harimau betina ini, bagaimanakah caranya Arvin mengatasinya...?? hanyalah Authornya yang tahu dan merangkumnya dalam cerita yang menarik tentunya... win-win solution.. Lanjutkan Thor 😀💪👍👍👍
Hades Riyadi
Like and Coment 😛😀💪👍👍👍
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😀💪👍👍👍
Hades Riyadi
Tadi mo dianterin Sintia kagak mau, sekarang malah dibegal mo diperkosa, bukannya dy ahli beladiri yaaakk...🤔🙄😩😠💪👍👍👍
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😀💪👍👍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!