Tidak pernah ada dalam benak seorang Aisha Permata Jingga menikahi adik ipar tak lama setelah suaminya berpulang. Bermaksud menyendiri dahulu guna menata hati yang tengah rapuh sekaligus ingin melepaskan diri dari belenggu ibu mertuanya.
Namun Tuhan berkehendak lain. Sang Pemilik Kehidupan memberikan Faizan Atmajaya, sang adik ipar sebagai pengobat laranya. Tetapi perbedaan usia yang terbentang lima tahun diantara keduanya sering menjadi onak berduri dalam rumah tangganya.
"Sudah lama hati ini tertutup untuk wanita lain. Kecuali kamu, aku tidak menginginkan yang lain. Aku mencintaimu Aishaku. Percayalah hanya kamu," ucap Faizan.
Bagaimana perjalanan rumah tangga keduanya bersama sosok ibu mertua yang menjadi sebuah toxic?
Karya ini telah menandatangi kontrak eksklusif dengan NovelToon dan hanya boleh dipublikasikan di platform ini. Segala bentuk pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 - Pergi ke Bandung
Faizan meyakinkan kembali pendengarannya dengan meminta Aisha mengulang beberapa kali mengenai kalimat yang baru saja meluncur dari bibir istrinya itu. Ungkapan cinta dari belahan jiwanya yang terjadi di atas ranjang kamar tidurnya.
Tak ia duga dan tak ia sangka akan secepat ini Aishanya membalas ungkapan cintanya tempo hari. Walaupun cinta itu sesungguhnya sudah terpatri dalam hati seorang Faizan Atmajaya untuk Aisha Permata Jingga sejak lima tahun yang lalu secara diam-diam.
Sungguh saat ini, dia merasa menjadi pria yang paling begitu bahagia dan beruntung. Sebab cintanya tidak lagi bertepuk sebelah tangan.
Bahkan saking bahagianya, ia sampai merekam ungkapan cinta Aisha untuknya itu di ponselnya. Faizan beralasan pada Aisha, setiap hari ia akan putar ulang rekaman suara sang istri tersebut sebagai pengingat pada dirinya bahwa ia memiliki bidadari surga yang setia menantinya di rumah untuk selalu ia hargai dan cintai dengan segenap jiwa raga.
Sebagai benteng diri dari godaan apapun di luar sana. Selain itu kala dirinya nanti harus keluar kota atau keluar negeri untuk urusan pekerjaan maupun hal lainnya tanpa didampingi sang istri, maka rekaman ungkapan cinta Aisha bisa ia jadikan sebagai pengobat malarindu tropi kangen untuknya. Bahkan mungkin bisa juga sebagai lagu pengantar tidurnya agar nyenyak saat berjauhan.
Sore itu keduanya saling meresapi hati masing-masing untuk memperdalam cinta keduanya setelah acara deklarasi cinta Aisha untuk Faizan. Setelah itu mereka pun keluar kamar untuk segera menyantap hidangan yang telah dimasak Aisha bersama Bik Imah tadi. Sebab setelah ini Faizan akan berangkat ke Bandung.
Kali ini Faizan tak sendiri ke Bandung. Setelah Aisha memohon dengan sangat dan sedikit rayuan akhirnya Faizan pun luluh dan membawa Aisha pergi ke Bandung bersamanya.
Bahkan Faizan sudah menyuruh Agung untuk memesan dua kamar di hotel Pullman Bandung Grand Central. Satu untuk Faizan dan Aisha, yang satu lagi untuk Agung dan sopir Atmajaya Corp yang mengantar mereka ke Bandung.
Hotel ternama sekelas bintang lima Pullman Bandung Grand Central yang berada tepat di seberang Gedung Sate dipilih Faizan sebab hotel tersebut berada di jantung kota Bandung. Tidak jauh dari sana ada museum dan juga taman yang indah bisa menjadi tempat sang istri berjalan-jalan sembari menunggu Faizan meeting dengan Tuan Ronald yang lokasinya tak jauh dari sana.
Aisha sungguh bahagia karena sang suami mengijinkan dirinya untuk ikut ke Bandung. Setibanya di hotel Pullman, Bandung, Faizan dan Agung langsung berangkat ke tempat meeting.
"Kalau ada apa-apa, sayang segera hubungi ponselku. Jangan pergi jauh-jauh. Jika ada lelaki yang mengajakmu kenalan maka langsung katakan bahwa kamu sudah menikah dan tengah menunggu suamimu yang sedang bekerja. Tunjukkan padanya cincin pernikahan kita ini agar ia pergi menjauh darimu," tutur Faizan posesif seraya menunjukkan cincin pernikahan yang dikenakan di jari manis Aisha.
"Iya Mas. Sudah ditunggu Agung. Semoga meetingnya lancar dan sukses, cintaku".
"Ah... rasanya kenapa aku jadi malas berangkat meeting," ucap Faizan yang mendadak merajuk.
"Lho sudah di Bandung kok malas meeting sih, Mas. Kenapa?" tanya Aisha heran.
"Pengin berdua saja sama sayang di kamar. Bikin Faizan junior," bisik Faizan mesra di telinga Aisha.
Blusshh...
Pipi Aisha langsung merah padam bak kepiting rebus. Wajah Aisha langsung tersipu malu dan berusaha ia sembunyikan dari suaminya. Dirinya jadi membayangkan malam pengantin yang tertunda bersama sang suami. Apakah malam ini dirinya bisa melakukan ritual itu dengan baik?
🍁🍁🍁