NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Yang Memilihku

Ketika Takdir Yang Memilihku

Status: tamat
Genre:CEO / Chicklit / Tamat
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Mia Novita

Tidak ada yang bisa dilakukan ketika takdir sudah memilih mu. Kamu hanya bisa diam dan mengikuti alur skenario yang sudah di tetapkan.

Tepat seperti Alena atmajaya. Gadis cantik yang harus menelan pil pahit setelah kepergian bunda nya, Hidup yang dulunya bisa di bilang sempurna seketika berubah menjadi menyedihkan.

Mampukah Ale melewati semua masalah yang selalu saja datang menghampiri hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertipu

Huufftt, Aku mengambil nafas panjang setelah mendengar apa yang di katakan oleh pak Ari, Tidak pernah menyangka jika Aisyah adalah anaknya. Apalagi tentang kecelakaan yang di alami Aisyah dua tahun yang lalu.

Selama ini, Aku memang bersahabat dengan Aisyah. Hanya saja aku tidak pernah tau siapa orang tuanya dan di mana tempat tinggalnya, Karna memang Aisyah anaknya cukup tertutup kalau soal kehidupan pribadinya. Sampai-sampai aku tidak tau jika Aisyah adalah anak dari salah satu sahabat dekat papaku.

Aku keluar dari tempatku dengan Dimas yang mengekor di belakangku, Kali ini aku meminta Dimas untuk mengantarku ke tempat pemakaman Aisyah yang ada di salah satu pemakaman umum di daerah jakarta selatan.

Di tengah perjalanan, Entah kenapa wajah Aisyah terus saja melintas dalam pikiranku. Hal itu tentu saja membuatku semakin merasa bersalah, Tak pernah berfikir jika Aisyah akan tekad melakukan hal yang tak seharusnya dia lakukan. Hal dimana dia harus kehilangan nyawanya. Sekarang aku baru sadar, Jika orang yang patah hati akan melakukan apa saja bahkan mengakhiri hidupnya sendiri tanpa pikir panjang.

Sejenak aku tersadar, Jika apa yang Aisyah lakukan cukup persis dengan apa yang aku lakukan satu tahun yang lalu, Tepatnya saat aku tanpa sengaja melihat serta mendengar wanita yang begitu aku cintai melakukan adegan panas dengan sahabat dekatku, Aditya.

Rasa kecewa itu memang bisa membuat seseorang gelap mata. Walaupun kecelakaan yang menimpaku tak semuanya murni karna kecelakaan, Tapi karna sabotase yang sudah di lakukan oleh pak Ari. Ayahnya Aisyah.

Dimas membawa mobil itu dengan kecepatan sedang. Selama perjalanan aku hanya diam tak banyak bicara, Masih terbayang dan terngiang perkataan Aisyah yang mengutarakan perasaannya padaku.

Aku mencintaimu, Al. Aku sangat mencintaimu. Maafkan aku yang sudah salah mengartikan semuanya

Kata-kata itu kembali terngiang dan berhasil mengganggu pikiranku. Rasa bersalah itu semakin menggebu. Aku tidak pernah menyangka jika akan jadi seperti ini.

"Al, Kita sudah sampai" ucap Dimas sambil menepuk pelan pundakku.

Aku cukup terkejut. Karna memang selama perjalanan aku selalu terbayang akan kejadian di puncak, Hingga tanpa aku sadari, Kami sudah sampai di tujuan.

"Al, Are you oke?" tanya Dimas sambil kembali menepuk pelan pundakku

Aku mengangguk sambil sekilas menoleh ke arahnya"I'm fine. Kamu mau tunggu di sini atau ikut ke sana?" tanyaku

"Ikut saja" jawabnya"Baiklah, Ayo turun" ucapku dan langsung turun dari dalam mobil.

Kami berdua berjalan beriringan menuju makamnya Aisyah. Dari arah jauh aku sudah bisa melihat nisan yang tertulis nama Aisyah ashari. "Kenapa aku baru sadar dengan nama panjang Aisyah" gumamku sangat pelan. Sehingga Dimas tak dapat mendengarnya.

Setelah tiba di sana. Aku menaburkan kelopak bunga mawar dan juga menyiramnya dengan air yang sengaja kita beli di perjalanan beberapa saat yang lalu. Melihat nisan itu entah kenapa tiba-tiba saja hatiku terasa sangat sakit. Aku terduduk lemas sambil mengusap batu nisan milik Aisyah...

"Maafkan aku, Aisyah. Maafkan aku yang sudah membuat kamu seperti ini. Aku tidak pernah menyangka jika kamu akan melakukan hal itu setelah mendengar jawaban yang aku berikan. Aku benar-benar minta maaf" ucapku lirih, Hingga tanpa sadar air mata itu jatuh begitu saja.

"Sudahlah, Al. Semua sudah berlalu. Kamu tidak perlu merasa bersalah, Ini memang sudah takdir yang di gariskan untuknya" ucap Dimas sambil menepuk pundakku pelan.

Mendengar itu membuatku mengangkat wajahku"Aku tau, Dim. Tapi semua ini juga karna ku. Jika saja waktu itu aku tidak menolak Aisyah, Mungkin hari ini dia masih hidup" balasku yang masih terus saja menyalahkan diri sendiri.

"Al, Tidak usah menyalahkan dirimu atas apa yang sudah terjadi padanya. Kamu tau kan, Jika takdir sudah memilihnya, Apa yang bisa kamu lakukan? Tidak ada. Kita sebagai manusia hanya perlu mengikuti alur skenario dengan semestinya. Serta menjalankan peran kita dengan sebaik mungkin. Sudahlah, Mungkin saat ini Aisyah sudah tenang di alam sana. Kamu hanya perlu mendoakan serta memaafkan kesalahan yang mungkin pernah dia lakukan"

Mendengar perkataan Dimas membuatku terdiam. Jika di pikir memang tidak ada gunanya menyesali hal yang sudah berlalu. Dan mungkin juga ini adalah takdir yang sudah seharusnya di lalui oleh Aisyah.

Aku mengusap sisa air mataku, Menatap nisan Aisyah kembali. "Semoga kamu tenang di sana ya, Ai. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik buat kamu. Buatku, Kamu bukan hanya seorang sahabat, Tapi juga sosok adik perempuanku" ucapku dan langsung bangun dari sana.

Di saat aku dan Dimas sudah mau pulang, Tiba-tiba saja suara yang cukup familiar menerpa indra pendengaranku. Mendengar suara itu membuatku menghentikan langkahku, Aku membalikkan tubuhku menatap ke arah sosok seorang pria paruh baya yang berdiri di ujung sana.

"Pak, Ari" ucapku sambil terus menatap pak Ari yang sedang berjalan mendekat.

"Untuk apa kamu kesini? Masih tidak puas melihat Aisyah seperti ini. Dengar ya Alkan, Saya tidak akan pernah memaafkan apa yang terjadi pada Aisyah. Dan satu hal yang harus kamu ingat, SAYA TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAMU HIDUP BAHAGIA!" ucapnya dengan penuh penekanan.

*****

Tanpa terasa siang sudah berlalu. Malam datang dengan membawa sejuta keindahan di atas sana. Aku menatap ribuan bintang yang bertaburan dan terlihat sangat indah. Hingga tak berselang lama, Ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku, Siapa lagi kalau bukan mama.

Tok...Tok ..Tokk ..

"Al, Apa mama boleh masuk?"

Suara itu membuatku berjalan cepat menuju tempat tidurku. Kembali berpura-pura menjadi seorang pria buta yang hanya bisa berdiam di atas ranjang. .

"Al, Apa kamu dengar mama" panggil mama lagi karna aku masih diam tak menjawab sepatah katapun.

"Iya, Ma. Masuk saja, pintunya tidak di kunci kok" jawabku

Mendengar perkataanku, Mama langsung membuka pintu kamarku, Berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang.

"Al, Apa mama boleh bertanya sesuatu sama kamu?"

"Tanya apa, Ma. Tanya saja. Selama aku bisa menjawab pasti akan ku jawab" balasku sambil menatap lurus ke depan.

"Sudahlah tidak usah lagi berpura-pura buta, Mama tau kalau sebenarnya kamu sudah bisa melihat" ucap mama sambil menggenggam tanggaku. Entah dari mana mama bisa tau kalau sebenarnya aku sudah bisa melihat.

"Mama tau dari mana kalau aku sudah bisa melihat?"tanyaku sambil menatap mama.

"Nah kan benar apa dugaan mama. Jadi kamu sudah benar-benar bisa melihat sayang?" ucap mama lagi dan langsung memelukku erat.

Astaga, Ternyata aku sudah tertipu. Mama sebenarnya tidak tau jika aku sudah bisa melihat. Hanya saja dia menebak dan membuatku mengatakan dengan sendirinya.

1
Andariya 💖
wah..alkana Uda mulai bicara dengan Alina👍😘
Andariya 💖: ya dik, tak tunggu up nya
semangat 💪🥰
total 2 replies
Andariya 💖
kopi buat Miss miq yg Uda up....di tunggu episode berikutnya
☠ Novita ☘𝓡𝓳『⃟𝐉 zc❖ : Makasih kakria🥰
total 1 replies
Andariya 💖
semangat kak, untuk lanjut ceritanya 👍👍🥰
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
cerita yang menarik. luar biasa menguras emosi tapi karena itulah ceritanya jadi bagus😁
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
yakin sekali anda buk...
aku malah yakin kalian akan menderita setelah ini🙂🙂
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
loh... bukannya kenzo kenal sama alena.. masa sama keluarga nya dia gak tau
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
mata mu neng.. jaga tuh mata. maen lirik aja😒
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
waduh... alamat lamarannya berbelok ini mah
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
dan yang bikin aku heran kok ayahnya cepat banget nikah lagi.. belum juga setaon loh om istrimu meninggal...
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
pengen ku geprek sja nih orang 😤
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
oohhhh... sepertinya meninggalnya mama nya ale juga direncanakan sama mereka 🤔
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
dih! masak sendiri lah! punya tangan kan?
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
ya emang, tapi rasa nyesek itu gak bisa hilang dengan keyakinan itu. tetep aja masih ada🤧
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
mamah sinta ini kyknya sayang banget sm alena,sikapmya begitu lembut, semoga aja bisa selamanya begini gk berubah
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
sabar ale,semoga perihmu akan terbayar lunas dengan kebahagiaan suatu hari nanti
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
Kenzo dan alena masih saling mencintai ternyata,knp takdir tak berpihak ke mereka
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
insyaallah Alkan menerima kamu Alena, moga kamu bisa sabar menghadapi cobaan ini..
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
jika menangis tanpa keluarnya suara uru sangatlah amat sakit, karena tidak bisa di ucapkan oleh kata-kata..
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
aku juga do'akan kamu ya, moga bisa mendapatkan apa yang kamu harapkan 🤲
Risa Virgo Always Beau
Kasihan Kenzo harusnya yang menikah dengan Alena itu dia bukan malah kakaknya Kenzo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!