Setiap dari kita mungkin pernah merasa benci kepada diri sendiri, penyesalan, iri dengan yang punya, terganggu dengan penilaian orang lain, hingga membuat kita memilih untuk menutup diri sampai kita sadar bahwa dunia ini indah dan masih ada cahaya yang bersinar untuk kita.
****
Cassie memilih untuk menjauh setelah pernyataan cintanya di tolak dengan cara yang kejam. Lalu menjadi bulan -bulanan teman-teman nya. Namun siapa sangka, Cassie justru bertemu dengan Aaron, yang dijadikan Cassie sebagai pelarian. Ia bahkan mengubah penampilannya demi Aaron. Sementara itu, Aaron justru bersikap ketus kepada Cassie
Di sisi lain, Aaron juga memiliki sifat yang tak terduga oleh Cassie yang melihat cowok ganteng itu kadang perhatian terhadapnya kadang pula acuh tak acuh bahkan cenderung dingin dan ketus sekali.
Namun, semua itu berubah ketika Cassie mengetahui rahasia Aaron, si cowok cantik...
Bagaimana kisah mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.
Aaron meletakkan tas kerja dan hpnya di tempat tidurnya sepulangnya ia dari kantor lalu tangan kanannya mengambil handuk yang digantung di balik pintu kamarnya dan mengambil baju rumah dari lemari pakaiannya bermaksud untuk pergi mandi.
Namun ekor matanya mendapati Cassie gadis tetangga sebelah rumahnya sudah duduk anteng di kursi beranda kamar tidur gadis itu sendiri dan memandangnya dengan masam.
"Kenapa dia memandangi aku seperti menelan cuka satu botol?" tanya Aaron di dalam hatinya.
Ia menggeleng kepalanya lalu melangkah keluar dari kamarnya menuju ke kamar. Setelah pintu kamar mandi di tutup dengan rapat oleh Aaron. Cassie diam-diam memanjat masuk ke kamar tidur Aaron lalu mengambil sesuatu dari salah satu laci meja belajar Aaron lalu bergegas untuk kembali ke kamarnya dengan cara yang sama yaitu memanjat balkon kamarnya
Cassie membuka genggaman tangannya yang di letakkan di saku baju piyama yang dikenakannya pada malam hari senin malam selasa sebelum ia akan pergi ke desa untuk tugas dari sekolahnya.
"Kak Aaron,aku akan bawa saputangan milikmu ini sebagai pelipur laraku di desa sukabumi yang dimulai dari esok hari sampai hari selasa akan datang yaitu selama tujuh hari aku tidak akan melihatmu. " batin Cassie.
Cassie termenung seorang diri karena dia saat ini sedang teringat akan pesta pertunangan yang dilakukan oleh Kakaknya Reno dengan Kimberly di rumah kediaman Kimberly pada akhir pekan kemarin yang membuatnya ingin sekali menjadi Kimberly dengan cara yang berbeda yaitu andai ia dapat bertunangan dengan Aaron alangkah bahagianya hatinya itu.
"Pacaran aja belum, hmm gimana aku si gadis bodoh bisa bertunangan dengan Kak Aaron yang tidak pernah ada menunjukkan tanda-tanda dia suka sama aku seperti aku yang suka sama dia.. " batin Cassie.
Cassie menghela napas panjang lalu merapikan koper dan tas sekolahnya yang diletakkan di sudut kiri kamar tidurnya lalu berjalan turun ke bawah untuk menemui Mamanya yang sedang memasak menu makan malam di dapur.
"Cas, daripada kamu ngelamun tak jelas lebih baik kamu bantu Mama masak menu makan malam sebelum Papa dan Kak Reno pulang dari kerja. " kata Mamanya yang mengulurkan bahan -bahan makanan menu makan malam kepada nya.
"Mama mau masak menu makan malam apa emangnya? " tanya Cassie membantu Mamanya mengupas bawang merah di meja dapur.
"Sayur katuk jagung manis dan ayam rica-rica juga emping." jawab Santi sambil menggoreng emping di kuali panas di atas kompor gas di depannya.
Satu jam kemudian, Cassie beserta keluarganya berkumpul bersama di kursi meja makan dengan menikmati makan malam yang menyenangkan dengan sesekali mereka saling berbagi cerita dari pengalaman mereka di hari ini.
"Ohya, Cas.Apakah persiapanmu untuk livin ke desa daerah Sukabumi sudah lengkap? " tanya Papanya sambil minum air putih dari gelas yang bergambar wajah Papanya sendiri.
"Sudah, Pa. " jawab Cassie segera kepada Papa.
"Kamu nanti disana harus hati-hati dan jangan suka pergi sendiri ke sembarangan tempat tanpa ada teman atau gurumu juga Papa pesan kamu harus kirim pesan ke WA Papa atau Mama sesampainya kamu di sana. " kata Papanya.
"Iya, Pa. "
"Jam berapa kamu kumpul di sekolahmu? " tanya Kak Reno yang sedang mencuci piring dan gelas kotor di wastafel di dapur.
"Jam 6 pagi, soalnya bus akan berangkat dari sekolah kami jam 6.30 pagi." jawab Cassie yang masih makan malam dengan santai.
"Oke, besok pagi Kak Reno yang akan anterin kamu ke sekolahmu, Cas.Ohya, ini cemilan yang telah Kak Reno siapkan untuk perbekalanmu di desa itu." kata Kak Reno yang memberikan satu kantong plastik berisi cemilan enak untuk Cassie yang segera menerima bungkusan tersebut dari kakaknya.
"Cas, apakah kamu sudah siapin kotak obat dan kantong plastik untuk muntah apabila kamu itu mabuk darat di perjalanan? " tanya Mamanya di sampingnya sambil menyiapkan perlengkapan perjalanannya berupa obat-obatan seperti obat pusing, maag, plester, obat oles nyamuk, gunting dan kantong plastik khusus untuk muntah di dekat kursinya.
"Belum, Ma.Hehehe maaf aku lupa.. "jawab Cassie nyengir menatap Mamanya yang hanya bisa menggeleng-geleng kepala.
" Kau ini Cassie memang selalu membuat Mama dan Papamu selalu merasa cemas apabila kami harus membiarkanmu untuk pergi sendiri tanpa kami kemana-mana. "kata Papanya yang berdiri di samping Mamanya dan memeluknya dengan erat.
" Papa, tak perlu khawatir karena Cas tidak pergi sendiri kok untuk kegiatan livin melainkan ramai- ramai bareng teman-teman sekolah dan guru- guru pembimbing dari sekolahnya Cas. "kata Cassie membelai pergelangan tangan Papanya.
" Iya, Papa tahu, nak.Cuma hati Papa masih agak khawatir karena kami tak bisa menemanimu dan menjagamu selama kegiatan livin dari sekolah kamu berlangsung di desa Sukabumi selama tujuh hari lamanya. "kata Papanya mengangkat dagunya dengan kedua tangan dan menatapnya dengan tatapan mata sayang.
" Oh, Papa. Cassie jadi mellow nih kalau Papaku yang ganteng tak rela kalau aku pergi tanpa di temani oleh Papa, Mama dan Kak Reno.. "kata Cassie dengan suaranya yang manja pada Papa.
"Cas, Kak Reno dengar kalau Aaron akan acara dinas kerja di Sukabumi selama tujuh hari yang dimulai dari esok hari lho, gimana kalau Kak Reno tanyain dia tentang di desa apa dia akan dinas kerja di Sukabumi mungkin saja dia dinas kerjanya di desa yang sama dengan desa livin mu itu? " Kak Reno tiba-tiba bicara soal dinas kerja Aaron kepada Cassie dan kedua orangtua mereka.
"Aha bagus sekali kalau begitu cepat kau tanyain ke Aaron gih tentang dimana dia akan dinas kerja di Sukabumi nya. " kata Papanya dengan antusias sekali dan wajah Papanya tak terlalu cemas seperti tadi.
"Iya, Reno cepat gih kau tanyain ke Aaron pakai HP kamu saja atau kau langsung pergi saja ke rumahnya. " kata Mamanya yang menyuruh Reno yang sedang berjalan ke arah Cassie usai ambil ice cream dari lemari es.
"Iya, Ma." jawab Reno segera mengambil hpnya di meja makan lalu menghubungi Aaron.
"Kak Reno, apa benar kalau Kak Aaron ada dinas kerja di Sukabumi juga?" tanya Cassie nyaris tak percaya kalau dia akan pergi livin ke desa daerah Sukabumi dengan ditemani oleh Aaron si cowok kulkas yang menggemaskan itu.
"Iya, tunggu bentar Kakak nngomong dulu sama dia. " jawab Reno tanpa suara sambil menutup bagian lubang bicara pada hpnya dengan tangan kanannya untuk bicara kepada Cassie.
*****
Rumah Pak Hermanto.
Aaron yang baru saja selesai mandi dan makan malam bersama dengan keluarganya sedang berjalan naik ke lantai atas untuk menuju ke arah kamarnya dan mendengar suara hpnya yang di letakkan di atas ranjangnya itu berdering.
Bersambung!!