Cahya Kirana gadis berusia 17 tahun, yang hidup dipanti asuhan setelah kedua orang tuanya meninggal, dan hidup dalam derita dan dendam membara, karena kehancuran keluarganya, hidupnya pun berubah setelah berjumpa dengan Leon, seorang Presdir yang sombong, dibumbui intrik dan romantisme yang membuat hidupnya berliku, gimanakah akhir kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vibyza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 ice cream cinta
Udara pagi terasa begitu menyegarkan, kicauan burung bersahutan diranting pohon, kupu kupu beterbangan diantara bunga bunga yang merekah dengan indahnya. Anak anak kecil berlarian bermain kejar kejaran. banyak juga para muda mudi yang memadu asmara duduk di setiap sudut taman. Kini Cahya duduk disebuah bangku dekat dengan danau buatan. Matanya memandang lurus ke depan dimana perahu perahu kecil membawa penumpangnya mengelilingi danau itu.
Sesekali ia tersenyum geli melihat pemandangan yang cukup menarik baginya dimana ada dua anak kecil berebut ice cream.
Wajah keduanya sama sama belepotan terkena ice cream. mereka sama sama menangis karena ice cream yang mereka rebutkan jatuh ke tanah.
" Adik adik jangan menangis lagi ya, ayo kakak belikan es cream lagi,,, mau?"
Cahya berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan anak anak itu. Mereka pun mengangguk. Ketiganya pun melangkah menuju penjual ice cream yang tak jauh dari situ.
" Pak beli ice creamnya pak, rasa apa sayang? Tanya Cahya lembut pada keduanya.
"Coklat dan stroberry kak!" jawab mereka serempak.
" Coklat stroberry tiga ya pak!"
" Ini neng ice creamnya, totalnya 30 ribu neng"kata penjual itu.
Setelah membayar dengan uang limapuluh ribuan dan memberikan kembaliannya pada penjual ice cream,
Cahya pun mengambil satu persatu dan dikasihkan pada kedua anak itu, yang satu untuknya sendiri.
Sedang asyik menikmati ice cream di bangku taman, mereka dikejutkan dengan suara seseorang yang memanggil mereka.
" Cahya,,,, Kirana,,,?"
Ketiganya pun menoleh ke arah suara, tampak seorang wanita cantik dan pria tampan menghampiri mereka.
"Mama,,,!" teriak kedua anak itu sambil berlari menuju wanita cantik tersebut dan mereka saling berpelukan.
" Kalian sama siapa sayang? Trus yang belikan ice cream ini siapa?"
Sambil mencium kening keduanya.
" Cahya dan Kirana dibelikan sama kakak itu mam,,, ia juga ngejaga kami sampai mama nemuin kami!" ucap keduanya polos.
Mereka pun menghampiri Cahya yang masih duduk di taman.
" Hai,,, namaku Salsa mama kedua anak ini, terima kasih ya sudah mau ngejaga mereka tadi!" sambil mengulurkan tangannya berjabat tangan dan Cahya pun menyambutnya seraya tersenyum tipis.
" Cahya,,," jadi kedua anak kembar ini putri anda, mereka sangat manis dan pintar, dari tadi mereka yang menghiburku dengan. celoteh dan sikap lucu mereka. Sungguh mereka begitu menggemaskan!"
Ucapnya seraya mencubit pelan kedua pipi si kembar.
" Kakak,,, om itu pacarnya kakak?"
Tanya Kirana sambil menatap kearah Leon yang baru saja datang, berdiri disamping Cahya dengan membawa dua cup ice cream
" Om ini suaminya kakak sayang,,, memangnya kenapa? tersenyum tipis dan mengelus pucuk rambut keduanya.
" Om itu ganteng kak, mirip opa opa korea, boleh tidak kami minta fotonya?" ucapnya bersamaan sambil tersenyum genit.
" Maafkan anak saya,,, mereka memang sangat mengidolakan artis K pop, tolong maafkan kekurang ajaran mereka!" tuturnya sopan
" Nggak apa mbak namanya juga anak anak, ayo sayang kita foto bersama tapi sama om ganteng aja ya, sini ponselnya biar kakak yang foto in!"
" Nggak kak,,, kami ingin foto bareng sama kakak dan om ganteng,,, ayo donk kak!"
Menarik tangan Cahya mendekat ke arah Leon.
Sedang Leon tersenyum melihatnya, hatinya begitu senang karena kedua anak ini bisa ia manfaatkan untuk meluluhkan kemarahan istrinya selama seminggu ini.
Cahya dengan terpaksa menuruti kemauan si kembar dan berfoto bareng bersama Leon, menggunakan kamera milik mama si kembar.
Sudah berkali kali mereka mengambil foto kini tinggal Leon dan Cahya yang foto berdua dan diarahkan oleh sikembar, mereka menyuruh Leon memeluk Cahya dari belakang dengan wajah Leon berada disamping wajah Cahya dan tangan Cahya memegang pipi Leon dan sama sama tersenyum, dan yang terakhir diposisi yang sama tapi Leon mencium pipi Cahya.
" Jangan anggap dengan begini aku akan memaafkan kamu!" bisik Cahya
"Sayang,,, apa belum cukup menyiksaku selama seminggu ini, aku minta maaf,,, katakan apa yang harus kulakukan agar kau memaafkanku, apa perlu aku berlutut dikakimu!" jawabnya lirih masih diposisi yang sama.
" Aku tak butuh semua itu, cuma ingin kau pergi dariku itu sudah cukup!" ucapnya sinis
" Sayang,,, aku tak mau jauh darimu, mengertilah akan hatiku!" Rey semakin mengeratkan pelukannya.
" Cie,,,cie,,,cie,,, om romantis banget yah, mirip drama Korea, pasti kakak lagi ngambek ya om,,, kasihan ya om nya ganteng ganteng dicuekin sama istri,,, gimana coba kalau om nya jelek pasti dihempas sama kakak cantik,,, tapi tenang om,,, aku mau kok nikah sama om kalau kakak buang om,,,!" kata Kirana sambil tersenyum genit dan memeluk Leon.
" Bener kamu mau nikah sama om, kalo om udah tua gimana, apa kamu masih mau sama om!" Leon mencubit pipi Kirana.
" Iya,,,!" jawabnya antusias.
" Ok kita sepakat kalau kakak buang om, maka om akan cari Kirana dan menikah dengan Kirana, janji!" melingkarkan jari kelingking dengan jari kelingking Kirana.
Salsa dan Cahya hanya tersenyum melihatnya.
" Maaf ya sudah merepotkan kalian, dan terima kasih untuk semuanya kami permisi dulu, sopir kami sudah datang menjemput, lain kali moga bisa bertemu lagi!" ucap salsa.
" Kak,,, om ganteng kami pulang dulu ya!"
ucap si kembar berbarengan.
" Boleh kakak mencium kalian?"
" Tentu saja boleh kakak!" jawab keduanya lalu memeluk Cahya dan menciumnya. Momen itu diabadikan Leon di ponselnya.
" Kami pergi dulu kak,,, om ganteng,,,bye,,, bye,,,ummuahh,,, uummuuaahh,,,!" mereka meninggalkan Cahya dan Leon yang kini duduk berdua dibangku taman sambil menikmati ice cream yang baru dibeli oleh Leon karena yang tadi udah mencair.
Leon tersenyum saat melihat ada sisa ice cream di hidung dan bibir Cahya.
"Ngapain senyam senyum gak jelas kayak gitu, dasar mesum!" ucapnya cemberut.
" Sayang,,, kamu itu sudah besar tapi kenapa makan ice cream aja masih belepotan,, tu lihat!" Sambil memperlihatkan wajah Cahya di ponselnya.
Cahya pun membersihkan dengan tangannya, kemudian makan ice cream lagi.
" Lihat sayang jangan panggil aku Leon kalau tidak bisa meluruhkan hatimu, cantik!" bisik hati Leon, ia pun tersenyum tipis.
" Sayang liat mukamu penuh dengan ice cream, biar aku yang bersihkan kan kamu nggak tau ada dimana saja!" Tersenyum penuh kemenangan, alih alih membersihkan ia justru mengusapkan ice cream di hidung, pipi dan bibir Cahya.
" Kamu ngerjain aku ya Le,, awas kamu ya kalo macem macem, cepat bersihkan!"
Cahya cemberut.
" Jangan marah donk cantik,,, kan dari tadi aku udah bersihkan karena tanganku juga udah kotor jadi nggak bersih, sini biar kubersihkan dengan caraku, tapi jangan marah ya, janji!" Leon melingkarkan kelingkingnya dan Cahya pun menyambutnya.
" Baik ku janji nggak marah tapi jangan macem macem!" masih sewot.
Leon pun mendekatkan wajahnya ke arah Cahya sambil melingkarkan tangannya ditengkuk Cahya. Dengan lembut iapun membersihkan ice cream itu dengan bibirnya dari hidung, pipi lalu bibir Cahya. Sesaat mereka terlena akan buaian hasrat mereka hingga,,,
" Doorr,,, doorrr,,,"
"Leooonnn!"
bersambung,💖💖💖💖💖