NovelToon NovelToon
Mengejar Butiran Tasbih Cinta-Nya

Mengejar Butiran Tasbih Cinta-Nya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: SkySal

Ameer Alfatih adalah seorang ustaz muda yang menolak dijodohkan dengan Hana Karimah. Sepupunya yang cantik dan penghafal Qur'an.
Satu-satunya alasan Ameer menolak wanita yang hampir sempurna itu adalah Meizia, seorang wanita yang terkesan misterius tetapi berhasil merebut hati Ameer di pertemuan mereka.
Namun, sebuah kenyataan pahit harus Ameer terima ketika ia tahu Meizia adalah seorang wanita malam bahkan putri dari seorang mucikari.

Maukah Ameer memperjuangkan cintanya dan membawa Meizia keluar dari lembah dosa itu?
Dan maukah Meizia menerima pria yang merupakan seorang Ustaz sementara dirinya penuh dosa?
Lalu bagaimana dengan nasib Hana?

"Aku terlahir dari dosa, membawa dosa, sebagai dosa bagi ibuku dan hidupku pun penuh dosa. Kau terlalu suci untukku." Meizia

"Tak ada manusia yang luput dari dosa, tetapi juga tak ada manusia yang lahir membawa dosa meski ia terlahir dari dosa." Ameer Alfatih

"Ikhlas dengan takdir Tuhan adalah kunci ketenangan hidup." Hana Karimah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 - Menutup Kertas Hitam

Tak ada lagi alasan untuk menolak laporan Ameer dan Meizia, meski menurut kepolisian cerita saja tidak cukup, tetapi kali ini mereka menggunakan rasa kemanusiaannya untuk bergerak.

Sehingga hari itu juga mereka bergerak ke alamat bordil yang ditunjukan oleh Meizia.

Mami Lala yang masih murka atas kaburnya Meizia kini semakin murka karena tiba-tiba ada polisi yang datang ke kerajaannya. Ia bersilat lidah untuk menyelamatkan dirinya juga tempatnya mencari uang, tetapi kali ini polisi bertindak tegas.

"Tidak ada transaksi apapun di sini, ini hanya hiburan malam biasa," kata Mami Lala. "Tidak ada perdagangan manusia di sini."

"Kalau begitu, sebaiknya Ibu ikut kami ke kantor polisi dan jelaskan di sana apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini," tegas polisi itu.

Para gadis yang ada di sana juga diintrogasi tetapi mereka yang takut pada Mami Lala memilih bungkam. Tak terkecuali Jenny, apalagi sejak tadi Mami Lala memelototinya dengan tajam.

Sementara Mami Lala kini hanya bisa menghela napas berat, ia masih tidak siapa yang berani melaporkannya sekarang. Namun, ia tak punya pilihan lain selain mengikuti perintah polisi. Mungkin, ia bisa bebas dengan bayaran, pikir Mami Lala.

Sementara di luar, Meizia ditemani Ameer dan Shafa tetap di dalam mobil. Wanita itu terus menunduk dalam sejak tadi, tatapannya masih kosong.

Hingga tak lama kemudian seorang polisi datang dan memberi tahu tak ada bukti prostitusi yang mereka temukan di sana. "Tidak ada bukti apapun, gadis-gadis di sana katanya pelayan, bartender dan semacamnya. Jadi mereka hanya diminta datang ke kantor polisi untuk diintrogasi, tidak untuk ditahan."

Mendengar hal itu sorot Meizia langsung mengangkat wajah, sorot matanya tiba-tiba berubah tajam dan ia langsung melompat turun dari mobil.

"Mau kemana, Meizia?" teriak Ameer yang langsung mengikuti Meizia. "Biar ini menjadi urusan Polisi."

"Wanita itu pintar berbicara dan bertindak," geram Meizia yang kini menghentikan langkahnya, ia berbalik dan menatap Ameer kemudian melanjutkan. "Sudah ada beberapa polisi yang datang tapi pada akhirnya mereka semua kalah entah karena sogokan kertas dengan nominal tertentu atau tubuh wanita cantik secara gratis."

Ameer terhenyak mendengar kata-kata Meizia, tak pernah menyangka bahkan hal mengerikan ini juga terjadi. "Sekarang sudah saatnya mereka menutup neraka ini, Ameer. Semua yang terlibat harus bersaksi dan berhenti."

Setelah mengucapkan kalimat penuh penekanan itu, Meizia melanjutkan langkahnya ke tempat yang telah menjadi neraka untuknya itu.

"Meizia!" teriak Jenny saat melihat Meizia.

Mami Lala pun langsung menatap Meizia dan sekarang ia tahu siapa yang membuat para polisi itu datang ke tempatnya. "Mei, kamu dari mana saja?" tanya Mami Lala sembari menghampiri Meizia. Ia bertindak seperti Ibu yang sedang merindukan putrinya.

Namun, Meizia tak memperdulikan ibunya, ia justru mendekati Jenny dan teman-temannya yang lain.

"Mei, kamu yang—"

Meizia langsung mengangguk sebelum Jenny menyelesaikan ucapannya. "Kenapa bisa?" bisik Jenny yang kini melotot terkejut.

"Karena aku lelah, Jen, memangnya kamu tidak lelah? Kalian semua tidak lelah?" teriak Meizia.

"Meizia!" tegur Mami Lala, bahkan ia hendak menarik Meizia tetapi seorang polisi wanita langsung menghalanginya.

"Silakan ikut kami ke kantor polisi," tegasnya. "Jalan sendiri atau haruskah kami menyeretmu?"

Mami Lala terpojok, ia menatap Meizia penuh kemarahan sebelum akhirnya ia terpaksa mengikuti polisi itu. Ia juga berpapasan dengan Ameer. "Saatnya menutup kertas hitammu, Tante," ujar Ameer yang membuat Mami Lala tampak sangat kesal.

Sementara Meizia kini mencoba meyakinkan Jenny dan yang lainnya agar mau bersaksi dan berbicara jujur bahwa mereka telah dijual, dipaksa menjual diri dan diperlakukan dengan sangat buruk.

"Aku mohon, kejujuran kalian akan sangat membantu kita semua," kata Meizia tetapi mereka semua hanya bisa bungkam.

"Jangan takut," kata Meizia. "Kita akan dilindungi, tidak akan ada yang mengancam apalagi mencelakai kita."

"Jenny...." Meizia menggengam tangan temannya itu. "Ayo pergi, ini 'kan yang kita mau sejak dulu? Pergi ke luar, dimana kita bisa bernapas dengan tenang."

"Kenapa kamu bisa melangkah sejauh ini, Mei?" tanya Jenny. "Aku pikir kamu cuma kabur, tapi kenapa sampai membawa polisi ke sini?"

Meizia terdiam sejenak, ia mengingat apa yang dikatakan Shafa saat ia bertanya kenapa mereka membantunya.

"Karena kita sama-sama wanita," jawab Meizia. "Dan kita berhak menuntut hak kita, Jen."

Jenny langsung memeluk temannya itu dan tangisnya pun pecah. "Aku memang mau berhenti, Mei, aku mau tapi aku pikir aku tidak akan pernah bisa berhenti."

"Sekarang sudah bisa," kata Meizia sembari membalas pelukan Jenny. "Karena itulah, kita harus bersaksi untuk melawan Mama."

"Kamu yakin, Mei?" tanya seorang gadis lain di sana.

"Iya," jawab Meizia dengan tegas.

"Tapi setelah itu apa yang akan terjadi pada kita? Apa kita juga akan dipenjara?" tanya gadis lain.

"Tidak akan," jawab Ameer sembari mendekati mereka. "Kalian adalah korban, tidak ada korban yang akan dipenjara. Justru kalian akan dilindungi."

"Tapi setelah ini kita harus apa? Kita harus melakukan apa di luar sana? Tidak akan ada yang menerima kita bekerja di mana pun."

Ameer kembali tercengang, kata-kata orang itu seolah mengatakan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan sekarang adalah satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan.

Ameer tak tahu harus menjawab apa karena apa yang dikatakan wanita itu bisa jadi benar.

"Aku dengar kamu pacar Meizia, makanya kamu menyelamatkan dia. Dan mungkin kamu mau menerima dia apa adanya, sementara kami?"

Ameer semakin bingung, ia kehilangan kata-kata bahkan tiba-tiba tangan dan lututnya seperti gemetar. Benarkah dia tidak bisa melakukan sesuatu untuk orang yang tersesat ini karena mereka tidak ada hubungan apapun dengan Ameer?

Meizia menoleh pada Ameer, menunggu jawabannya karena apa yang dikatakan wanita itu memang benar.

"Kalian semua bisa bekerja denganku," kata Ameer kemudian. "Aku akan membuka usaha yang bisa diurus kalian semua," kata Ameer sambil tersenyum dan menatap Meizia. "Aku tidak bisa berjanji orang-orang akan menerima kalian atau tidak, karena setiap orang berbeda cara pandangnya. Tapi bagiku, kita semua sama. Semua orang pernah tergelincir pada dosa, tetapi pada jenis dosa yang berbeda. Lalu untuk apa membedakan diri?"

Jiwa Ustadznya keluar, hanya itu yang bisa Ameer lakukan untuk menghibur sekaligus membujuk mereka.

"Jadi sekarang aku mohon, kalian harus bersaksi dengan jujur dan buat tempat ini ditutup. Aku yakin, di luar sana ada kehidupan yang jauh lebih baik."

"Aku mau," kata Jenny dengan tegas. "Meski awalnya aku yang masuk ke sini dengan suka rela, tapi tidak seharusnya tempat seperti ini ada."

1
Vivo Blue
Luar biasa
Erina Munir
kok aku ga ketemu ya thoor...judulnya
Erina Munir
thoorr..akuu bacanya bapeeerr bangeett....daleemm bangeet thoor...😍😍😍
Erina Munir
/Ok//Ok//Good//Good//Good/
Erina Munir
banyak pelajan yg bisa d petik dri kisah ini ya thor....terimakasih othoor...udb bikin cerita yg sangat memotifikasi pembaca.../Angry//Angry//Angry/
Erina Munir
😍😍 senangaat hanaa....
Erina Munir
fotocopyan Meizia
Erina Munir
ada yg baik..ada yg tdk baik ya thor
Erina Munir
klo aku ga sanggup ituu...
Erina Munir
apa akhir dri kisah ini...hana akan berjodoh dngn Ammeer ya thoor
Erina Munir
😭😭😭😭😭😭😭😭 meweek akuuhh
Erina Munir
sdh ku duga padti begini jdinya..othooor...jdi sediih niihh
Erina Munir
thooor...jngn d bikin zia meninggoy ya thoorr
Erina Munir
mulai deh bergosip..biasa ngebongkar k busukan orang paling hoby mak2
Erina Munir
ya Allah...jadi syafik n ibunya hana meninggal d tempat...klo kata orang tua dulu..klo udh mau nikah jngn kemana nana dulu....
Erina Munir
innalillahii...ya Allah..
Erina Munir
ya Allah Meiziaa...semoga meizia baik2aja
Erina Munir
Aamiin Allahuma Aamiin..
Erina Munir
ibu hamil laper aja bawaannya...🤣🤣🤣
Erina Munir
semoga d lancarkaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!