NovelToon NovelToon
Seatap Dengan Mantan

Seatap Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Pada masa putih abu-abu. Jeviza menjalin cinta dengan Keandra, tetapi baru 1 tahun pacaran, hubungan keduanya harus berakhir karena sebuah kesalah pahaman. Lalu keduanya dipertemukan lagi setelah 2 tahun berpisah, lebih gilanya, Jevi dan Kean berada di satu rumah. Seatap dengan mantan itu lah yang terjadi setelah perpisahan.



Mantan tapi masih cemburu, cinta tapi gengsi menjadi bumbu kehidupan keduanya setelah berada di satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menerjang Hujan Berdua

Pukul 10 siang. Keandra baru saja selesai mengikuti rapat seperti biasa. Ia melonggarkan dasinya, lalu menutup laptop miliknya. Suasana rumah masih sangat sepi, Puspa dan Arlo belum pulang, sementara penghuni lain selain dirinya sedang kuliah.

Keandra berdiri dari duduknya, ia segera mengambil almamater miliknya, lalu menaruh laptop kecil ke dalam tas, sementara laptop yang digunakan untuk bekerja ia biarkan tetap berada di kamarnya.

Tepat ketika Keandra melewati meja makan yang terlihat dari ujung tangga. Semangkok bubur ayam yang tadi dia beli untuk Jeviza masih utuh, Keandra hanya melirik sekilas sebelum akhirnya menuju ke motor miliknya dan berangkat.

Jeviza masih memberi jarak padanya, dan bahkan menolak dengan sangat halus kebaikan yang Keandra tawarkan, tanpa berniat apa-apa, Keandra murni ingin mengantar Jeviza tadi.

Sampai di parkiran fakultasnya. Keandra langsung menghampiri teman-temannya. Bian yang sebenarnya sudah selesai kelas sengaja menunggu kedatangannya, hari ini ada banyak yang ingin Bian katakan pada Keandra.

"Baru rapat?" pertanyaan Bian melihat pakaian yang Keandra kenakan.

Dibanding untuk kuliah, lebih cocok untuk orang yang duduk di singgah sana perusahaan, dan itu lah yang Keandra kenakan saat ini.

Tidak langsung menjawab, Keandra mengusap wajahnya kasar, guratan rasa lelah dapat Bian lihat dari wajah tampan itu. Anehnya, Keandra masih bisa datang ke kampus di tengah kesibukannya, bahkan mengurus bengkel kecil miliknya.

Menganggukan kepalanya. Keandra menepuk bahu Bian seakan sudah paham apa yang akan Bian katakan. "Gue ke ruang musik dulu," ujarnya pelan.

"Ke," panggil Bian menghentikan langkah Keandra.

"Lo cuma mau ambil gitar lo aja kan?" khawatir Bian malah mengundang kekehan Keandra.

"Menurut lo aja, Bi," balasnya kembali melangkah.

Bian terdiam di tempatnya, mengamati Keandra yang mulai menjauh dari tempatnya. Ada kelegaan yang ia rasakan, tetapi juga rasa khawatir yang masih menghimpit di dadanya.

Jika orang melihat kehidupan Keandra teramat sempurna, visual yang tidak bisa diragukan, dari wajah dan bahkan tubuh yang menjulang tinggi dan tegap, ditambah kekayaan yang dimiliki keluarganya, berbeda dengan Bian yang sangat tahu persis seperti apa seorang Keandra, sosok yang dilihat sempurna itu sangatlah rapuh, ia butuh rumah dan butuh orang untuk mendengar keluh kesahnya, beban yang dipikulnya selama ini.

Dengan langkah pasti dan tenang, Keandra masuk ke ruang musik, di sana sedang ada anak band yang latihan, melihat kedatangan Keandra membuat suara yang tadinya bising seketika hening, mereka melihat kedatangan Keandra dengan baju rapih seperti CEO muda yang nyasar sampai ke kampus.

"Lihat, siapa yang datang?"

Cowok dengan kaca mata yang beberapa hari lalu ditemui Bian itu menatap kedatangan Keandra.

Ada sorot tidak suka dari matanya, tetapi raut wajahnya begitu ramah.

"Kangen nge-band lo?" tanyanya lagi.

Keandra tidak langsung menjawab. Ia tetap melangkah dengan sangat tenang dan terkesan santai, lalu berhenti pada gitar muda yang terpajang di sudut ruangan, gitar dengan ukiran namanya.

"Udah nggak dipakai lagi kan?"

Bukannya menjawab pertanyaan Semi-cowok berkaca mata tadi. Keandra justru bertanya pada anak-anak lain yang berada di sana. Seakan mengabaikan pertanyaan Semi yang sebenarnya Keandra tahu sangat basa-basi juga sengaja memancing emosinya.

"Enggak, Ke. Aman aja sekarang, kalau gue butuh nanti bilang ke lo," salah satu dari mereka menjawab.

Keandra mengangguk pelan, lalu menatap gitar coklat muda itu di depannya, ada perasaan sesak ketika tangannya menyentuh gitar itu untuk diambilnya, tetapi ada perasaan lega juga karena salah satu barang yang ia sukai aman tanpa goresan sedikit pun.

"Good luck ya, gue balik," ujarnya pada anak-anak yang masih berada di posisinya.

"Thank you Ke, lo juga," seru yang lain.

Melihat Keandra yang tetap tenang dan tanpa memperdulikannya, tangan Semi mengepal, rahangnya mengeras dengan sorot mata tajam dibalik kaca mata miliknya.

Keandra membawa gitar itu ke warung Koh Amat, di sana ada Gio dan Bian, sementara Januar sedang ada urusan bersama dosen pembimbingnya.

"Eh, buset, ganteng amat lu," ujar Gio melihat kedatangan Keandra dengan kemeja putih juga gitar di tangannya.

Bian mendongak, menatap Keandra dan melirik gitar coklat muda itu di tangannya.

"Bang, nitip ya?" ujar Keandra menaruh gitar tersebut di sudut warung.

"Aman man Ke, eh kok ganteng banget ini? abis sidang sama dosen mas?"

"Enggak, kerja," balasnya singkat.

Keandra duduk di depan Gio dan Bian yang sedang menikmati soto, sementara ia melirik jam tangannya. Masih ada waktu sekitar 45 menit lagi sebelum kelas dimulai.

"Janu, masih nemuin dospen?" tanya Keandra diangguki Gio.

"Hooh, nggak sabaran banget dia, katanya mau temui si MBG setelahnya," jelas Gio membuat kening Bian mengernyit.

Begitu juga dengan Keandra yang sedikit penasaran.

"MBG?" ulang Bian diangguki Gio.

Gio menelan sotonya, lalu mengaduk es jeruk di depannya, sebelum menyeruputnya hingga setengah gelas. "Itu, si maba jakarta, MBG-my beautiful girl kata Janu."

Keandra yang mendengar itu agak terusik, telinganya sedikit geli. Sementara Bian sudah tertawa terbahak mendengar istilah alay yang Janu berikan untuk gadis yang disukanya.

"Sekarang masih my beautiful girl, 2 tahun ke depan bisa aja my bini gue kata Janu," lanjut Gio dengan santainya.

"Geli anjing, belum apa-apa udah MBG-MBG," ujar Bian menggelengkan kepalanya.

"Namanya juga jatuh cinta, yang alay-alay gitu justru berasa romantis." Gio menimpali seakan membela Januar. "Tapi emang cakep tuh maba, sayang aja udah keduluan si Janu, kalau belum, gue pepet juga," celetuknya sambil terkekeh.

Keandra diam, menyimak obrolan mereka tentang salah satu temannya yang semakin gencar mendekati Jeviza. Ada yang menggelitik perasaannya, tetapi Keandra tidak bisa berbuat banyak, menunggu sampai Jeviza memberinya kesempatan dan tidak menghindar lagi. Dari pada mendekat tetap terkesan memaksa.

...****************...

Pukul setengah 3 sore, harusnya Jeviza sudah sampai rumah dari tadi, tetapi karena menuruti keinginan Sisil untuk makan siang dulu di kantin fakultasnya, akhirnya Jeviza terjebak hujan, tidak bisa pulang dan berdiri sendiri di depan selasar kampus. Suasana sudah semakin sepi, tinggal mahasiswa yang mungkin memiliki jadwal kuliah siang, juga beberapa anak yang sedang berkegiatan dengan kesibukannya.

Hujan yang semakin mengguyur dengan deras membuat niat Jeviza yang tadinya ingin menerobos hujan terurungkan, apa lagi beberapa kali ia mencoba memesan ojek online tetapi selalu dibatalkan, mungkin karena hujan besar yang mulai disertai dengan gemuruh petir.

Jeviza meremas lengannya sendiri, mencoba memberi kehangatan pada tubuhnya, ia melihat ke sekitar yang sangat sepi, di ujung sana, cukup jauh, ada beberapa mahasiswi yang juga sama seperti dirinya, terjebak oleh hujan, tetapi Jeviza tidak mengenal mereka, ia masih bertahan di tempatnya seorang diri.

Sudah satu jam lebih Jeviza masih di sana, dengan wajah pasrah karena hari sudah semakin sore, tadi Sisil menawarinya untuk menjemput Jeviza dengan payung, tetapi sebelum Jeviza membalas pesan Sisil lagi, batre diponselnya sudah habis, menyisakan kesunyian yang semakin pekat di sekikatr, tidak ada lagi benda yang bisa Jeviza gunakan sembari menunggu hujan reda, bahkan beberapa mahasiswi yang tadi sudah mulai nekat untuk menerobos hujan.

Jeviza melihat mereka berlari-larian, semetara dirinya masih berada di tempatnya, menunggu hujan yang sebenarnya akan bertahan entah sampai kapan.

Memejamkan matanya, Jeviza berniat meyakini dirinya, jika ia akan menerobos hujan untuk ke halte depan kampus.

Jeviza menghembuskan napasnya dengan kasar, lalu membuka matanya secara perhalan, bersiap diri untuk menerobos hujan seperti yang dilakukan oleh beberapa mahasiswi tadi.

Niat Jeviza harus terurungkan saat tiba-tiba sebuah tangan menarik pergelangan tangannya, mencegah langkah Jeviza. Sontak saja Jeviza mendongak, ia melihat wajah Keandra dengan almamater miliknya yang sudah siap untuk menutupi mereka dari air hujan.

"Pegangan, gue nggak bawa payung," ujarnya menarik tangan Jeviza untuk berpegangan pada kemeja putih yang masih dikenakannya.

Tanpa menjawab ucapan Keandra, Jeviza menuruti perintah Keandra, keduanya kini mulai menerobos hujan dengan almamater Keandra sebagai pelindung. Meski tubuhnya sangat bisa diajak bekerja sama, tetapi pikiran Jeviza entah melayang kemana, ia seperti setengah sadar sedang melakukan itu dengan Keandra. Menerjang hujan berdua dengan almamater Keandra sebagai pelindung.

1
deeRa
Duhh, Ken fist nights nanti gimana ya Ama si jepii 😆
Riria Raffasya Alfharizqi: eh, gimana? gimana? kaaa???
total 1 replies
It's me💓💓
k riria kpn romantis" sannya lma bgt dh
Riria Raffasya Alfharizqi: ya gimana ya kak, ini kan permantanan bukan percintaan hihi.. sabarrr duluu
total 1 replies
deeRa
Kapus, kita nyeblak yukk.. /Grin/
Riria Raffasya Alfharizqi: sambil ngegosip ye?
total 1 replies
Dian Rahmawati
masih saling cinta
Riria Raffasya Alfharizqi: keknya iya deh ka
total 1 replies
deeRa
Akun ku baru bisa dibuka lg🤭
bomloppp deh😍
Nikita
🧡
uwong
kalo menurutku,fotonya yang ada tulisan seatap dengan mantan itu bagus yang kemarin itu deh kalo yang sekarang itu kek norak gitu maap ya tapi ini cuma menurutku aja thor🙏
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
takut sma si zemi,, takut pria brkacamata kek di film" yg apasih namanya.. obses , dia kek pngen apa" yg dimiliki kean
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  : iyaa kaann😫
total 2 replies
Nikita
bang ke ayo tembak jepizza dong
Riria Raffasya Alfharizqi: tembak kamu aja, mau ngga?
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
udah bab 35 mereka masih diem" bae pdhl masih cinta,gue jorogin lama" berdua biar pada ngaku🤣
It's me💓💓: udh sebulan lbih diem diem nya😂😂
total 2 replies
dwi alfiah
ayo dong balikan
dwi alfiah: gemes aja kak ri
total 2 replies
Nikita
😘
Riria Raffasya Alfharizqi: hehehe
total 1 replies
Dian Rahmawati
wah Kean pengen cium jeviza
Riria Raffasya Alfharizqi: masa si ka? hee
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
nafsu...nafsu...
tahan ke,,, tahan!!!
Riria Raffasya Alfharizqi: bilangin tu ka ke keandrul
total 1 replies
Dian Rahmawati
wah Kean pergi lagi nih
Lestary Tri
kak riri aku tampung dulu ya . tak baca nek nanti udah bnyak bab . .pasti slalu wow ceritanya . love u kak .
Nikita
eits tunggu🎶 tunggu🎶 tunggu🎶 Daleman ? 🤭
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
hehh🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
Nita Nita
😄😄😄🤣🤣🤣🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
Dian Rahmawati
hahahahhaha. 🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!