Sekar tidak menyangka jika dirinya harus mendatangani surat kontrak pranikah.Kesalahannya yang berawal tidak sengaja menabrak mobil mewah seseorang.Mengakibatkan dirinya harus rela menjadi istri kontrak seorang duda kaya.
Abizhar Malik, laki-laki tampan berumur 30tahun yang menawarkan kesepakatan pernikahan kepada gadis yang baru ditemuinya karena ingin membuktikan jika isu tentang dirinya adalah laki-laki lemah gemulai atau impoten tidaklah benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Cywill", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harus pisahkah?
Dimalam yang sama, ditempat yang berbeda. Jika wajah Sekar dan Abi saling menampakan raut wajah canggung, berbeda dengan wajah Ibu Abizhar, dia terlihat sangat bahagia sehabis menerima laporan dari orang kepercayaannya yang di tugaskan di rumah pribadi milik putranya.
Sebelumnya Ibu sempat bingung dan curiga dengan laporan dari orang kepercayaannya tentang Sekar yang di tempatkan di kamar yang berbeda, belum lagi jika di kaitkan dengan berita baru yang di unggah Risa tadi pagi jika Sekar hanya wanita yang di bayar Abi untuk menutupi semua kekurangannya.
Namun semua kecurigaannya lenyap begitu saja, saat bibi melaporkan jika Abi menarik Sekar ke kamarnya.
"Sepertinya malam ini Tuan muda meminta Nona Sekar menemaninya di kamarnya Nyonya." Begitulah kira-kira yang dilaporkan bibi pada majinkannya. Bagaimana dia melihat Tuan mudanya menarik Sekar kedalam kamarnya.
Dan lagi-lagi ibu berspekulasi sendiri jika anak dan menantunya didalam kamar yang sama pasti akan melakukan sesuatu yang berkeringat, dan entah kenapa ibu sangat bahagia saat mendengarnya.
"Ayah,,,Ibu bilang juga apa, kita harus cepat mensahkan pernikahan mereka sekaligus mengumumkannya. Karena perut Sekar pastinya akan semakin bertambah besar, bibi juga bilang kalau mereka malam ini tidur di kamar yang sama." Ibu berbicara menghampiri pada suaminya yang baru Sampai tadi sore. Mereka terlihat sedang duduk di teras belakang. Dari nada suaranya ibu sangat bersemangat ketika membahas putranya.Karena selama perpisahan anaknya ibu adalah orang yang paling tau bagaimana terpuruk nya Abi saat berpisah apalagi di tambah dengan bumbu berita yang mempermalukan dirinya.
"Iya,,nanti Ayah bicarakan dengan anak itu." Ayah berbicara sambil menerima secangkir teh yang di suguhkan Ibu padanya, mereka belum tidur ingin membahas tentang pernikahan putra mereka.
Tuan Rasyid menyeruput teh hijau yang dibuat istrinya berharap bisa membuatnya lebih tenang.Kabar pernikahan siri anaknya cukup membuatnya kaget dan ada kekhawatiran tersendiri saat istrinya mengatakan jika wanita itu berasal kalangan bawah, sama seperti mantan menantunya dulu.
"Ayah setuju kan dengan gadis itu?" Ibu menatap khawatir pada suaminya, karena suaminya terlihat hanya diam.
Bahkan suaminya tidak menjawab melainkan malah mengalihkan pembicaraan dengan mengajak istrinya masuk kedalam rumah.
"Nanti saja kalau Ayah sudah melihat gadis itu, ini sudah malam Bu sebaiknya kita tidur, besok ibu suruh Abi untuk menemui Ayah." Ayah beranjak dan mengajak istrinya masuk. Ibu terlihat menghela nafasnya.
Dia merasa ini tidak baik, dia tau bagaimana suaminya yang mungkin masih trauma dengan wanita dari kalangan biasa.Tapi ibu tetap berharap jika Ayah mau menerima Sekar sebagai menantu terlepas darimana dia berasal.
Semoga semuanya baik-baik saja.
🍊
🍊
Paginya keheningan terlihat di meja makan, hanya terdengar suara dentingan alat makan yang mereka pakai. Abi dan Sekar terlihat sama-sama diam, sesuatu yang terjadi tadi malam benar-benar membuat mereka canggung, walaupun hanya untuk sekedar menyapa.
Bibi yang melihat mereka hanya senyum-senyum sendiri, berpikir jika mereka habis melakukan hubungan suami-istri, makanya mereka masih tampak malu jika. Terbukti wajah Sekar yang lebih merona dari biasanya.
Aku jadi kangen suami di rumah.
Karena tidak ingin ketahuan senyum-senyum bibi pergi meninggalkan dua orang yang masih diam membisu.
Selepas Bibi pergi, Abi terlihat menyeka bibirnya dengan tisu makan. Lalu tanpa menatap Sekar dia bersuara.
"Bersiaplah nanti malam, kita akan ke rumah orang tuaku karena ibu mengundang kita untuk makan malam." Abi beranjak menyudahi sarapan paginya karena sekretaris Johan sudah menunggunya di luar.
Sementara Sekar masih terdiam, dia hanya tersenyum tipis saat mendengar ucapan Abi. Entahlah, dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Masih saja merasa malu saat mengingat dirinya yang terlalu percaya diri jika Abi tengah menggodanya.
Misi untuk memberi batas antara Abi dan sekretaris nya pun ia lupakan, saat ini Sekar tidak berani untuk bertatapan langsung dengan Abi.
Sekitar setengah jam lebih mobil Abi sudah masuk ke area perusahaannya, seperti biasa dia akan di sambut beberapa karyawannya yang berada di lobi kantor.
Dari kejauhan masih saja terlihat ada yang tengah berbisik ketika melihatnya, mungkin mereka tengah membicarakan tentang unggahan mantan istrinya tentang Sekar.
"Jo,,,kau sudah membereskan berita unggahan wanita itu?" Ucap Abi pelan namun masih terdengar sekretarisnya karena Johan berada di balik kemudi, mereka masih didalam mobil.
"Maaf tuan, sama seperti sebelumnya jika hanya nona Risa lah yang bisa menghapus berita tersebut dan_" ada jeda karena Johan tampak ragu, namun dipikir memang sudah tugasnya sebagai sekretaris memberi solusi.
"Sebaiknya Anda mengklarifikasi secara langsung di media dan mengenalkan siapa Nona Sekar Tuan." Lanjut Johan lagi, dia mencengkram kemudi karena dia paham jika Tuannya sama sekali tidak menyukai yang berbau media.
Namun saat kembali melihat karyawan yang tadi, Abi sedikit terganggu.Jika biasanya Abi tidak perduli dengan berita yang diunggah mantan istrinya.
karena ini bukan hanya tentang dirinya tapi juga tentang Sekar wanita yang ia seret kedalam masalahnya.Karena itu dia merasa harus melindunginya.
"Tunggu perintah ku nanti, yang terpenting urus mereka yang masih membicarakan tentang Sekar."
"Baik Tuan." Johan langsung keluar dan langsung mengikuti Abi dari belakang, karena mobil sudah ada yang bertugas membawanya ke area parkiran.
Melihat pemilik perusahaan datang, setelah menyapa sang Presdir karyawan tadi yang tengah bergosip berniat langsung pergi karena tidak ingin Samapi kena teguran dari sang sekretaris. Namun belum juga melangkah suara sekretaris Johan menahannya, terlebih meminta mereka untuk datang ke ruangannya. Tentu saja wajah mereka langsung pucat, karena mereka tau hanya karyawan bermasalah saja yang masuk di zona itu.
Kira-kira ada apa Pak Johan memanggilku? salah satu suara karyawan dalam hati.
Di ruangan Abi duduk di meja kebesarannya. Memikirkan solusi apa yang akan ia lakukan, masalah Sekar yang di sebut sebagai wanita bayaran, Sekar yang dikira hamil oleh ibunya.
Mengingat soal hamil, Abi lupa bukan hanya dengan menikah saja jika ingin menghapus pemikiran masyarakat tentang dirinya yang mempunyai kelainan tetapi juga harus membuat Sekar hamil sungguhan, lalu apa Sekar akan setuju? bukankah soal itu tidak ada di surat perjanjian.
Meskipun mereka sudah menikah, tapi tetap saja melakukan hubungan itu harus ada persetujuan dari masing-masing.
Sungguh dia menyesal karena tidak memperhitungkan atas apa yang di lakukan nya.
Niatnya ingin menghapus stigma masyarakat
tentang keburukannya dengan memperistri Sekar, malah menjadi Sekar yang difitnah sebagai wanita bayaran.
Aku salah mengancamnya dulu, lalu apakah aku harus memulangkannya saja?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dgn kekayaan dan kuasa dia menjatuhkan harga diri wanita...