NovelToon NovelToon
Aku Bukan Dukun Cabul

Aku Bukan Dukun Cabul

Status: tamat
Genre:Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:184.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kang Haji RIS'

Terlahir dari Keluarga yang sangat religius serta kedua orang tua nya ahli dalam agama dan di hormati oleh para warga, sungguh berbeda jauh dengan anaknya.

Jaya Jaeludin pemuda lajang berusia 23 tahun yang hobinya berpetualang ke tempat tempa seram dan penuh dengan ke mistikan. Selain Ia suka berpetualang Jaya pun bergaul dengan para preman yang hobinya mabuk mabukan dan berjudi... Sampai titik dimana Ia membantu seorang wanita yang berstatus sebagai wanita yang di tinggalkan oleh suaminya, memasang kan sebuah susuk ilmu Hitam. Ia di kampung nya sampai tingkat desa di cap sebagai Dukun Cabul.

Ikuti kisah nya Novel Aku Bukan Dukun Cabul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang Haji RIS', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan di alam ghaib.

Tanpa di sadari oleh Fani. Tangan Indra mulai menjamah membuka kancing baju Fani dari kancing yang paling ujung bawah. Satu dua kancing ujung bawah sudah di lepas nya. Fani tidak menyadari nya sama sekali. Dia masih larut dalam buaian romantis yang di ciptakan oleh pemuda tampan berkulit putih itu.

Dengus napas Indra terasa memburu di telinga Fani, begitu pun dengan Fani sendiri seperti tersengat aliran gairah yang menggelora hingga mendadak mendidih seluruh darah Fani.

Karna terlena dengan suasana itu, tanpa di sadari kancing baju Fani tinggal satu lagi yang akan di lepaskan nya. Tetapi di saat bersamaan dengan terlepas kancing baju Fani yang terakhir sebuah kilatan cahaya putih menghantam punggung Indra dengan telak hingga kedua nya terdorong ke depan dan kedua nya terjatuh di atas ranjang. Tubuh besar Indra menindih di atas perut Fani di atas kasur.

"Arhk................ !! Teriak Fani dan Indra bersamaan kesakitan!!

Indra pun buru buru bangkit berdiri dengan raut muka yang sangat murka. Mata nya yang sedari tadi lembut kini berubah dengan tatapan yang sangat tajam dan memerah serta menyala nyala.

Kepalanya memutar kesana kesini mencari sumber hantaman. Belum juga berhasil menemukan nya. Kini kembali terdengar suara yang menderu lebih keras datang dari dua kilatan cahaya putih dan menghantamnya bersamaan.

"Nyeet............. Nyeet..........!! Suara kesakitan Indra kini berubah seperti suara monyet.

Indra terpental meja riasan di sisi kirinya hingga hancur porak poranda dan berserakan dimana mana. Tubuhnya terhuyung huyung sambil memegangi dadanya setengah membungkuk..Ada darah yang keluar dari mulutnya lalu segera darah itu di seka nya dengan lengan baju sebelah kanan nya.

"Aa Indra.....,!! Fani memekik panik melihat Indra kesakitan akan tetapi suaranya tidak terdengar oleh nya, hanya bergerak bibir nya saja.

Fani berusaha hendak bangun dan menolong Indra yang terhuyung akan tetapi tubuhnya tidak mampu bergerak. Ia mencoba sekuat tenaga untuk bangun namun tetap saja tidak bisa.

Tubuhnya seperti terpaku dan menempel di atas ranjang. Fani berusaha dengan meronta ronta kepalanya berputar liar tidak terkendali. Fani mendongak menengok kan kepala nya ke kanan dan ke kiri dengan sangat panik. Ia pun mencoba kembali berteriak dengan sangat kencang mengerahkan seluruh tenaga nya tapi tetap hanya mulutnya saja yang mengap mengap seolah olah mengatakan sesuatu.

Sementara pemuda jadi jadian itu sudah kembali berdiri dengan tangan mengepal. Dia nampak geram, wajahnya memerah di selimuti kemarahan yang tak terbendung lagi. Sorot mata nya dan berubah merah menyala dengan beringas terus mencari sebuah hantaman itu. Sambil menggeram menahan sakit dan amarah nya. Tubuh Indra mendadak perlahan berubah mengerikan.

Dari pantatnya keluar ekor menjulur panjang di susul bulu bulu berwarna hitam pekat bermunculan memenuhi sekujur tubuh dan muka nya. Kini seringai nya menampilkan taring taring di kanan kiri di antara gigi nya.

Kini Indra telah berubah menjadi seekor monyet besar dengan tubuh tujuh kali lipat dari ukuran monyet dewasa biasa nya. Kepalanya liat tidak henti hentinya mencari sumber hantaman yang telak menghantam dirinya.

"Siapa yang telah mengganggu kesenangan ku..!! Cepat keluar jangan jadi pengecut yang bisa menyerang dari belakang." Teriak Indra suara nya menggelegar.

Fani yang melihat semua perubahan Indra dan di tambah suara yang memekakkan telinga nya bergidik ngeri. Fani pun langsung pingsan tergeletak di samping kiri di atas ranjang.

Indra tersudut mundur selangkah. Kini di hadapannya dua lelaki yang gagah perkasa dengan satu di antara nya memegang tasbih dan bersorban hijau yang tak lain adalah Abah Dewa yang pernah di kalahkan oleh Indra, sementara satu lagi seorang pemuda yang begitu tampan mengeluarkan pancaran sinar terang benderang dari wajah nya.

"Hahahaha......... Rupanya kau membawa teman mu bangsat." Tawa Indra menggema.!!

"Heeiiiiiiiii.... Siluman Cabul...... Akan ku musnah kan saat ini juga." Kata Lelaki yang berdiri di samping Abah Dewa.!!

Indra pun semakin tersulut emosi nya dengan satu hentakan Indra melayang menerjang lelaki yang dengan santai nya berdiri di samping Abah Dewa tanpa membaca mantra mantra, dengan satu pukulan tangan kanan Indra mengarah ke arah dada nya. Mendapatkan serangan itu lelaki itu hanya tersenyum dan langsung dan bergerak sedikit memiringkan tubuhnya ke kiri hingga pukulan dari Indra pun lolos hanya mengenai tempat kosong.

Ketika serangan dari Indra tak membuahkan hasil, Abah Dewa yang mempunyai dendam karena kekalahan yang sebelumnya pas waktu itu untung nya ada Eyang Guru yang membantunya. Kini dengan peluang terbuka lebar, menggerakkan tangannya di arahkan kepada dada Indra.

"Bughh....!!

"Terdengar sangat jelas suara hantaman tangan Abah Dewa mengenai dada Indra dengan telak.

Tubuh Indra terpental ke belakang dengan sangat keras, tapi tiba tiba sekelompok dedemit yang menyerupai setengah badan nya manusia dan setengah lagi seekor ular datang membantu Indra... Hal itu membuat Abah Dewa berkerut kening nya...!!

"Akhirnya kalian datang juga.... Mana raja kalian. Apakah dia bersembunyi atau takut menghadapi ku." Kata pemuda itu dengan sorot mata yang tajam.. Abah Dewa semakin tak mengerti dan ada rasa ketakutan dalam dirinya. Jelas lah siluman siluman' yang datang secara tiba tiba membantu siluman monyet itu, kini tak.bisa di anggap remeh kali ini.

Berbeda dengan pemuda yang ada di samping nya, tidak ada rasa takut terpancar dari wajah nya itu.

"Cuih........... Manusia laknat..... Serahkan pusaka keris Cakra Buana yang telah kau curi dari kerajaan ku." Kata Dedemit yang menyerupai seekor ular itu.

"Ohk........ Ohk........ Ohk.......... Jadi kalian membantu siluman Cabul dengan muka jelek dan badan besar berbulu hitam itu, tujuannya untuk meminta keris Cakra Buana itu." Kata Jaya seraya menghina siluman monyet itu.

"Sialan...... Setan alas berani berani nya kau menghina ku. Apakah kau sudah bosan hidup hah..... Ayo kawan kawan kita serang bersama sama." Titah Indra kepada sekelompok dedemit penunggu Gunung Kencana itu.

Sesaat Indra dan para dedemit lainnya sedang memusatkan alur nafas nya untuk mengeluarkan kekuatan yang sangat besar. Lalu kemudian dengan teriakkan nyaring. Mereka bangsa dedemit mendorong kan telapak tangan mereka kearah Abah Dewa dan pemuda itu.

"Hiaaaaaaaaat......!!

Puluhan hempasan angin keras menderu menuju tubuh Abah Dewa dan pemuda itu. Mereka berdua refleks mengibaskan sorban hijaunya. Berbeda dengan pemuda itu yang hanya menatap tajam serangan itu dan dari sorot mata pemuda yang bernama Jaya dan pun keluar kilatan cahaya berwarna putih.

"Duarrrrrrrr.....!!

Suara dentuman keras terdengar terdengar akibat benturan dua energi berkekuatan besar beradu. Untungnya Jaya dengan sigap langsung menahan Abah Dewa yang akan terpental akibat serangan itu. Sedangkan Indra dan dedemit lainnya terbanting keras membentur dinding kamar.

Bersambung.

1
Siti Choiriyah
kok ceritanya mirip cerita yang ono yak🤔... cuma beda judul tahun pembuatan...
Endro Budi Raharjo
bisa dipelajaru nih..
Endro Budi Raharjo
nah agak nyesel, jaya bertarung gak lama....
Endro Budi Raharjo
ternyata msh blm mampu....
Endro Budi Raharjo
Allohu Akbar....
Endro Budi Raharjo
senjata ampuh yg terlalu dihubung2kan....
Endro Budi Raharjo
dimulai pertempuran lawak....
Endro Budi Raharjo
sapa dia...
Endro Budi Raharjo
daging yg menggetarkan....
Endro Budi Raharjo
ragu2 lbh baek kembali....
Endro Budi Raharjo
kena sdh...
Endro Budi Raharjo
nah klo cara halus gak bisa....gmn..????
Endro Budi Raharjo
ternyata begitu critanya....
Endro Budi Raharjo
sementara slesai....
Endro Budi Raharjo
nenek lampir....
Endro Budi Raharjo
siap-siap....
Endro Budi Raharjo
kok lewat....
Endro Budi Raharjo
tambah pasukan...
Endro Budi Raharjo
utk sementara bisa tidur/Grin/
Endro Budi Raharjo
brp nomor nya....????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!