Berkisah mengenai seorang pria miskin, berparas buruk rupa bernama Johan Gabriel Hutomo dengan penampilannya yang tak kekinian membuatnya selalu tak dianggap oleh Sherly, gadis cantik yang dia sukai selama ini ternyata kekasih sahabatnya yang bernama Rey.
Suatu ketika Johan mengetahui kenyataan bahwa Rey ternyata berselingkuh dari Sherly.
Johan pun segera memberitahu Sherly tentang perselingkuhan kekasihnya, namun Johan tak dipercaya Sherly.
Johan pun sangat terluka akan penolakan yang terus dilakukan oleh Sherly, sehingga dia meminta bantuan kepada temannya untuk mendapatkan pekerjaan baru dan keluar dari cafe bucin,namun siapa sangka pertemuan tak terduga dengan Kakek Gilbert mengubah hidupnya.
ikuti kisah perjalanan cinta Johan mendapatkan hati Sherly!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fanie Liem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Menyerang markas
Johan menyelinap masuk melalui jendela pinggir dengan hati yang berbinar, dia yakin akan mampu menyelamatkan sherly dan yasmine
"Kamar yang mana sherly dan Yasmine di sekap." Gumam Johan dalam hatinya
Satu persatu pintu di ruang bawah di buka, namun batang hidung sherly tak juga di temukan
"Tidak ada di mana-mana, pasti ada di lantai atas"ucap Johan
Sementara Johan ke lantai atas, Richardo mendengar ada suara-suara jejak langkah kaki orang.
"Bruno." panggil Richardo
"Ada apa, Tuan muda memanggil saya?" tanya bruno menghidangkan cangcimen
"Wow, sepertinya ramen cuankie ini begitu menggiurkan" ucap richardo sambil melahap hidangannya
"Bagaimana, Tuan muda? apakah makanannya lezat?" tanya bruno yang menelan ludahnya karena tercium aroma ramen
"Tentu lezat, lo bisa bikin lagi atau mau mencicipi hasil hidanganmu?" tanya richardo
"Boleh aku coba mencicipinya" pinta bruno
"Baiklah, ini cicipi," ucap richardo yang memberikan mangkoknya
"Wah, benar ini sangat lezat. saya akan membuat sendiri" ucap bruno
"Buatkan lagi juga untuk gw, gw mau nambah"ucap richardo
"si
S
"Siap, Tuan muda." Ucap Bruno
Sementara bruno sedang sibuk memasukan bumbu-bumbu ramen cunakie ke dalam mangkok, Richardo lupa akan mengatakan bahwa dia mendengar langkah kaki seseorang.
"Huh! gw lupa mengatakan kepada bruno kalau ada penyusup" ucap richardo yang tiba- tiba sangat mengantuk dan tertidur di ruang makan
"Tuan muda, ini hidangannya" ucap bruno sambil membawakan ramen cuakie untuk kedua kalinya
"Waduh!" kaget Bruno yang melihat Tuan muda malah bobo cantik di ruang makan
"Tuan muda, ayo bangun kenapa tidur di sini?" tanya bruno
Sementara Bruno membangunkan Tuan muda Richardo, Johan mulai menaiki anak tangga untuk mencari keberadaan Sherly dan Yasmine
"Hanya tinggal pintu ini yang tersisa, pasti sherly ada di sini" ucap Johan.
Begitu terbuka ternyata sherly dan Yasmine tidak di temukan di ruang terkahir kamar atas tersebut
"Sherly! Yasmine! kalian dimana?"teriak Johan
Dj sebuah ruangan gelap...
"sherly, kamu denger suara orang memanggil namamu?" tanya yasmine
"Paling si tukang culik itu." Ucap Sherly
"Itu seperti suara Johan." Ucap Yasmine
"Mana mungkin si buluk itu mau menolong kita." Ucap Sherly
"Nggak usah kepedean jadi orang, dia itu hanya akan menolong diriku bukan lo" Ucap."Yasmine
"Masih saja di situasi ini lo mau berdebat denganku." Ucap Sherly
"lo yang selalu mancing kerusuhan." Ucap Yasmine
"Ikan kali di pancing bukannya lo duluan yang tadi membicarakan Johan" Ucap sherly
"Seriusan, gue denger suara Johan." Ucap Yasmine
"kalau itu memang suara Johan, kenapa lo tidak memanggil balik supaya dia tau keberadaan lo."Ucap Sherly
"Benar juga kata lo, sekarang gw akan coba berteriak."Ucap Yasmine
"Memang gue selalu benar dan lo selalu salah." Ucap sherly
"ck! Johan, ini aku yasmine Tolong aku," teriak Yasmine
"Yasmine, kamu dimana ? kenapa hanya ada suaramu tapi ragamu tak ada?" tanya Johan
"Aku di sini" teriak Yasmine
Johan mencari arah suara Yasmine yang terdapat di sebuah lemari buku
"Jangan-jangan ini adalah sebuah pintu menuju lorong di mana sherly dan yasmine di sekap,"ucap Johan yang menabrak dirinya di rak buku
bersambung...
...Jangan Lupa untuk memberikan dukungan dengan cara Like di setiap episode, vote sebanyak- banyaknya, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite...
...Terima kasih banyak telah setia membaca Novel ini...
Penulisan huruf kapital, tanda baca, masih banyak yang perlu diperbaiki, begitu pula masih ada penempatan huruf yang salah pada beberapa kata,contoh nya kata "kemari" dalam percakapan Johan dan kakek ditulis "kemarin".
Lebih teliti ya dalam proses editing nya, overall cukup bagus, terus tingkatkan perbaikan nya dan terus semangat ya untuk berkarya.
sampai season ketiga mantap kak
mngkn harus ada revisi dikit
ayo semangat kak