NovelToon NovelToon
Our Love Story

Our Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Duda / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:765.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Nena Layla (20 tahun) yang harus pindah ke Jakarta dan hidup bersama Malik (29 tahun) sang Kakak. Nena harus terlibat dengan Janu Arsana (32 tahun), seorang duda yang berprofesi sebagai pejabat pemerintah dan terlahir di keluarga mapan. Sebagai asisten rumah tangga di apartemen Janu, akhirnya mereka saling tertarik dan muncullah benih-benih cinta. Namun, prasangka mengalahkan logika Janu hingga ia melukai Nena. Nena akhirnya hamil. Berbagai polemik dan intrik yang terjadi diantara kisah cinta keduanya, mengingat perbedaan, usia, status sosial juga gaya hidup. Tanpa mereka ketahui ada keterkaitan antara orangtua Janu dan Nena. Bagaimana kelanjutan kisah cinta Janu dan Nena?

18++

=======
Instagram : dtyas_dtyas
Facebook : dtyas auliah
Murni hasil imajinasi author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belum Berhasil

“Nena,” panggil Malik sambil membuka pintu kamar adiknya. “Jangan dengan emosi,” ucap Dea menahan lengan Malik. Menyingkap selimut Nena, “Bangun!” teriaknya. Mengamati leher Nena dan benar yang dikatakan Dea.

“Kamu berpacaran di belakangku? Siapa laki-laki itu?” tanya Malik.

Nena tidak menjawab, ia memilih keluar dari kamar melewati Malik. Malik mengikuti Nena dan menghentikan Nena yang akan keluar rumah. 

"Aku bertanya padamu, siapa laki-laki itu?" tanya Malik sambil memutar tubuh Nena agar berhadapan dengannya. "Aku enggak ngerti maksud Abang," sahut Nena. 

"Apa ini?" tanya Malik, "Jangan-jangan dibalik bajumu ternyata masih banyak lagi  jejak seperti ini," ujar Malik. 

Nena bergeming, dia hanya menunduk. "Nena jawab aku. Kamu adalah tanggung jawab aku, saat aku bawa kamu ke Jakarta aku sudah berjanji pada diriku termasuk pada dunia ini kalau kamu adalah tanggung jawabku." 

Nena mulai terisak, "Aku sudah bilang tidak ingin ikut Abang ke Jakarta, aku enggak mau hidup di sini, aku mau pulang, aku mau Abah." Nena meraung sambil memukuli dada Malik, Malik hanya menatap pilu Nena yang kini berada dalam rengkuhannya. Dea yang berada di sana pun tak kuasa menahan air matanya, hatinya seakan ikut merasakan perihnya hidup yang Nena alami. 

"Ada aku, katakan apa yang terjadi," ujar Malik pada Nena yang masih terisak dipelukannya. Mereka kini duduk pada kursi meja makan. Nena tidak menjawab dengan suaranya hanya terkadang menggelengkan kepala atau mengangguk saat Malik melontarkan banyak pertanyaan. Bahkan Malik sempat menghela nafasnya agar tetap sabar menghadapi Nena. 

"Jadi, siapa Janu Arsana?" tanya Malik, "Di mana aku bisa menemukan pria itu?" tanyanya lagi sambil berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya. "Duduklah, jangan menyelesaikan masalah dengan emosi," ujar Dea sambil menarik lengan Malik agar kembali duduk. 

"Kita harus cari solusi untuk Nena bukan mau baku hantam," ujar Dea. Nena menatap Dea dan Malik bergantian. "Aku enggak mau ketemu Om Janu lagi," ucap Nena sambil menatap Dea. 

"Tapi Janu harus tanggung jawab sama kamu," sahut Dea, "aku tau kalian saling menyukai hanya caranya saja yang salah." 

Dea menjelaskan siapa Janu dengan segala kekuasannya pada Malik, "Katakan di mana aku bisa menemukan Janu!" 

"Untuk apa Bang? Pokoknya aku enggak mau ketemu Om Janu lagi," tutur Nena kemudian kembali ke kamarnya. 

"Malik, apa tujuan kamu menemui Janu? Balas dendam ? Memenjarakan dia ? Atau apa? Karena dari ketiga hal itu kamu tidak akan menang lawan Janu." 

"Menghabisi Janu hanya buat Nena makin terpuruk, karena kamu juga bisa dipenjara atau bahkan meninggal. Janu punya banyak orang yang melindunginya. Lalu apa yang didapat Nena, enggak ada selain hidupnya makin hancur."

"Lalu, aku harus diam ketika pria itu sudah menyentuh Nena dan memanfaatkan kamu. Kenapa kalian bisa terlibat dengan pria itu, yang hanya berani dengan wanita." 

Malik, menangkup wajah Dea, "Aku pasti akan membalasnya, untukmu dan Nena." 

.

.

.

Nena kembali beraktifitas seperti sebelumnya, karena tidak ingin Malik semakin emosi pada Janu melihat Nena terpuruk. Karena mereka bukan lawan yang seimbang dengan Janu. 

"Lo kemana aja? Sakit apa sih, sampe enggak masuk empat hari. Kayak yang udah enggak butuh  duit aja," tutur Tata saat melihat Nena berada di ruang ganti pagi ini. "Enggak apa-apa, cuma butuh healing," jawab Nena sambil tertawa. 

"Gaya lo, Nena. Orang kayak kita itu enggak kenal libur, enggak usah refreshing apalagi healing. Enggak boleh ada sakit, gas terus cari dollar." Nena menepuk bahu Tata, "Aku ke depan duluan ya."

Nena berencana mengajukan pindah cabang, dia tidak ingin terus bekerja di cabang tempatnya sekarang. Karena besarnya peluang bertemu Janu "Na, hubungan lo sama Hyun Bin gimana?" tanya Tata saat mereka sedang berada di ruang ganti pada jam istirahat.

Nena menghindari pertanyaan ini, tetapi Tata malah bertanya. "Hyun Bin siapa?" tanya Nena, ia tau yang dimaksud oleh  Tata lalu membuka lokernya lalu mengambil botol minum dan kotak bekal. “Hah, lo bawa bekal Na? Macam anak TK aja,” sahut Tata yang sudah lupa akan pertanyaannya tentang Janu. Nena hanya tersenyum, “Lo mau makan apa? Gue enggak bisa nemenin ke food court ya,” tutur Nena.

Nena tidak ingin saat ia dan Tata beredar sekedar mencari menu yang menggugah selera tapi harus berjalan ke sana ke mari di Mall ini lalu bertemu Janu. Koordinator Cabang tempat Nena sekarang berada menemuinya, “Nena, kamu yakin pengajuan pindah cabang?” tanyanya. “Iya, Pak,” jawab Nena. “Tapi kamu tau konsekuensinya ya, kalau cabang kita berada di luar pusat perbelanjaan biasanya ada tiga shift.” Nena mengangguk dan menjawah bahwa hal itu tidak akan menjadi masalah untuknya.

Di tempat berbeda, Janu baru saja tiba di Jakarta dan langsung pulang ke apartement. Saat duduk bersandar di sofa dan memejamkan matanya, merasa seakan ada yang hilang di sana. Biasa menemukan Nena yang selalu tersenyum atau membuatnya tersenyum, Janu menghela nafasnya.

Kembali teringat apa yang sudah ia perbuat pada Nena, memberanikan diri untuk menghubungi gadis itu tetapi kontak Janu rupanya sudah di blokir oleh Nena hingga ia tidak dapat menghubungi Nena.

Seminggu kemudian, Tata menghampiri Nena yang berada di gudang mengecek stok. “Nena, parah lo ya,” ujar Tata dengan berkacak pinggang. Nena yang dalam posisi duduk dilantai menghadap rak persediaan menengadah menatap Tata,. “Kenapa?”

“Ada perombakan jadwal dan ternyata nama lo enggak ada, katanya lo minta mutasi?”

“Iya, Bang Malik yang minta. Sepertinya kita akan pindah, jadi aku duluan yang menyesuaikan tempat kerja,” jawab Nena asal karena tidak ingin Tata bertanya lebih dalam yang membuat Nena harus bercerita lebih banyak lagi.

“Wah, ini sih parah, kita temenan di sini udah lebih dari setahun, Na.”

“Memang kenapa? Kita masih bisa berteman kok, atau kamu udah enggak mau kenal aku,” sahut Nena sambil kembali fokus pada lembar ditangannya.

Saat jam pulang, Tata terus mengoceh pada Nena sepanjang menuju parkiran. Nena hanya menanggapi dengan senyum dan sesekali tertawa. Mereka berpisah saat motor yang dikendarai masing-masing harus berbelok beda arah.

Nena berhenti di mini market tidak jauh dari ujung gang tempat tinggalnya, mengambil beberapa camilan dan ice cream lalu duduk di kursi pada salah satu meja kosong di halaman mini market. Sambil membuka ponselnya ia menikmati ice cream stik yang ia pegang.

Seorang pria berjalan menuju mobil yang diparkir pada halaman mini market tersebut, tetapi saat melihat Nena pria tersebut sempat terpaku. “Bukannya perempuan itu yang pernah dekat dengan Pak Janu, kenapa dia ada di sini,” gumamnya. Setelah masuk ke dalam mobil, pria tersebut membuka ponselnya dan menghubungi seseorang.

“Halo, Pak. Belum berhasil, laki-laki itu masih menolak bertemu dengan Pak Radja dan Ibu Halimah.” 

1
Paramita Mita
wali nya tetap wali hakim donk. kakak laki2 dari ibu tidak berhak sebagai wali nikah
istri darmayanty
kisah lanjuta janu nena dengan Ben dan aeuna, judulnya apa kak
dtyas (ig : dtyas_dtyas): Ben gak ada lanjutannya kak

kalau Juna ada di kukira kau cinta, tapi kisah anaknya
total 1 replies
Tamirah Spd
, Supaya seru aja keluarga yg tadinya harmonis dari kecelakaan dibuat amnesia, gak kenal dgn istrinya yg sdh mempunyai 3 anak kok yg diingatkan mantan istri durjana nya,yah nama nya cerita fiksi suka suka Author saja biar cerita nya gak panjang.😄😄😄😄
Tamirah Spd
Ceritanya sih bagus yg gak bagus alurnya kok selalu hubungan intim wanita wanita nya los dol sebelum halal , kelihatan Novel ini gak menyisipkan norma norma agama . Setelah membaca novel entah mungkin sdh puluhan atau hampir seratus novel banyak para author yg tidak menyisip kan pesan moral.
LikCi Vinivici
kurang ajar emang si janu
LikCi Vinivici
Halimah lagi... sdh tau arina berulah.. masih diberi tempat aja deh
LikCi Vinivici
emang janu pikirin?? kurang kerjaan deh..
LikCi Vinivici
arina coming ni kayaknya🤭🤭
LikCi Vinivici
malik nikah yg ke2 jg sih... anaknya dibawa rita, istri pertamanya yahh??
LikCi Vinivici
dasar mulut janu... ombree
LikCi Vinivici
nggletek e janu gemblung
LikCi Vinivici
akkkh begini nih yg bikin kesel
LikCi Vinivici
tawaran sedeng nii
LikCi Vinivici
janu libur, alih profesi jd mentor nya nena😄😄
LikCi Vinivici
dih nggemesin... 🤣🤣sdh rada2 candu morning kiss... trus masuk bucin dah.. sumpah si dea... bakal terwujud kah??
LikCi Vinivici
payah om janu niih.. 🤭🤭
LikCi Vinivici
biar sdh lama, ceritanya asik aja sih👍👍
LikCi Vinivici
astaga janu!! 🤓🤓
Dewi Sri
Luar biasa
Dewi Sri
wah cerita novel ini sudah 3 tahun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!