NovelToon NovelToon
I Love You Tuan Muda

I Love You Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Detektif / Rumah Tangga-Anak Genius / Tamat
Popularitas:894.6k
Nilai: 4.5
Nama Author: Ayla Noona

Takdir Aqilla itu rumit.

Hidup Aqilla terasa monoton sekali. Namun, hadirnya si kembar membawa warna baru di hidup Aqilla.

Walaupun terbebani rasa bersalah yang membuncah, Aqilla tetap bertahan demi sang buah hati. Si kembar-lah alasan terbesar Aqilla untuk terus berjuang.

Ditambah kehadiran daddy kandung si kembar membuat hidup Aqilla sedikit banyak mengalami perubahan. Tawaran pernikahan beralasan si kembar sudah lelaki itu berikan. Namun, Aqilla ragu karena dia sering melihat rumah tangga tanpa cinta selalu berakhir perpisahan. Ditambah lagi, ada sosok lain yang menentang keras hubungan keduanya.

Haruskah dia menerima tawaran itu?

“Kamu bukan tidak mencintaiku. Kamu hanya belum mencintaiku, Aqilla.”
–Rayhan Albar Refalino–

“Aku tidak tau harus menjawab apa. Bukan karena aku tidak mau mencoba mencintaimu. Tapi, aku punya alasan lain kenapa aku takut mencintaimu.”
–Alzena Aqilla Jonesa–

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayla Noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 | Data Keluarga Aqilla

“Wake up, Girl,” pinta Aqilla seraya menggoyang pelan tubuh Jovin.

Gadis kecil itu melenguh pelan dan menggeliat. “Lima menit lagi, Mom. Jovin lelah habis main kemarin,” lirih Jovin.

Aqilla berdecak. “Udah salat Subuh belum kamu?”

“Udah, Mom. Tadi salat sama kakak, kok.”

Aqilla menghela napas panjang. Lantas ia berdiri dan pergi meninggalkan putrinya yang kembali lelap. Niat dia membangunkan memang karena tidak ingin anaknya terlambat menunaikan ibadah. Tapi, kalau sudah melaksanakan, ya sudah, deh.

Sekarang giliran kamar Jovan yang dikunjungi. Sama seperti Jovin, lelaki kecil itu sedang terlelap. Hanya saja, kakinya masih dibalut sarung dan di lantai masih ada sajadah yang tergelar.

Yaah.. kayaknya mereka emang udah salat.

Kalau begini, kan, Aqilla jadi tenang.

Selepas dari kamar Jovan, Aqilla masuk lagi ke kamarnya sendiri. Kalian jangan tanya soal Ely, ya. Gadis yang sudah beranjak dewasa itu masih berleha-leha di tempat liburan.

Niat Aqilla yang ingin bermain ponsel di ranjang buyar seketika ketika matanya menangkap beberapa barang berbau make up berjejer rapi di meja rias. Seringaian jail terpasang, ide keusilan tercetus di kepala.

Tanpa banyak tanya, Aqilla menyambar alat make up-nya, kemudian kembali ke kamar Jovan.

Beberapa menit, Aqilla selesai dengan Jovan. Ia beralih ke kamar sang putri dan bermain dengan rencananya di sana.

Siap-siap headset, nih. Pasti suara mereka keras banget nanti, hehe..

...👑👑👑...

Di Mansion Refalino...

Alvin tiba di sana dengan data yang tuan mudanya mau. Di tangannya ada map berisikan laporan mengenai Aqilla. Walaupun sebenarnya secara pribadi Alvin kurang puas dengan hasilnya, tapi memang cuma ini yang bisa ia dapatkan.

“Tuan Muda,” sapa Alvin ketika berjumpa dengan Rayhan di ruang tamu yang merangkap sebagai ruang keluarga.

Rayhan menoleh. “Sudah bawa data-datanya?”

“Sudah, Tuan.”

“Berikan.” Rayhan menadahkan tangannya.

Dengan keraguan besar, Alvin memberikan map yang dibawa pada Rayhan. Tuan mudanya itu langsung membuka. Namun, sedetik kemudian, suara Rayhan menggelegar dengan emosi yang meledak.

“Apa-apaan ini, Alvin?! Kenapa datanya sedikit sekali?!” protes Rayhan tidak terima.

Alvin membungkuk cepat. “Maafkan saya, Tuan Muda. Data milik Aqilla sangat dilindungi dan tidak bisa ditembus. Saya bahkan meminta tim IT untuk membantu, namun mereka juga tidak bisa membobol perlindungan tersebut.”

Rayhan menghela napas kasar. Ia meraup wajahnya frustrasi. Sejak tujuh tahun lalu, berita mengenai Aqilla selalu membuatnya uring-uringan. Wanita itu entah bagaimana selalu lolos dari genggamannya.

Seolah ada dinding tak kasat mata yang berperan menjauhkan Aqilla darinya.

“Ada apa ini, Ray?”

Rayhan menoleh. Ia mendapati sang papi mendekat dengan raut bingung. “Ini, Pi, data yang Ray minta, Alvin cuma kasih dikit banget. Katanya nggak bisa ditembus.”

Robert menatap Alvin dengan alis terangkat sebelah. “Tumben sekali, biasanya Alvin selalu bisa melakukan apa pun.”

Lagi-lagi Alvin membungkuk. “Maafkan saya, Tuan Besar.”

“Ya sudah, nanti aku akan coba untuk retas sendiri. Kamu udah sarapan?” tanya Rayhan.

Mendengar hal itu, Alvin tersenyum tipis. Inilah mengapa ia begitu setia dengan sosok Rayhan juga keluarga Refalino. Mereka selalu menghormati para bawahan dan jarang bertindak semena-mena. Kecuali jika memang orang lain yang mencari masalah duluan, keluarga Refalino juga tidak akan segan menghukum dengan cara yang menakjubkan.

Rayhan mungkin terlihat tegas dan galak. Tapi, sebenarnya, lelaki itu begitu perhatian. Lelaki yang tahun ini berusia 29 itu selalu memperhatikan orang di sekitarnya. Katanya, sih, untuk membalas jasa mereka.

“Belum, Tuan,” jawab Alvin.

“Sarapan dulu sana. Aku udah minta pelayan buat nyiapin makanan. Aku nggak mau kerjaan kamu keganggu kalo kamu sampe sakit.”

Alvin menundukkan kepalanya sejenak. “Terima kasih, Tuan Muda. Saya permisi sebentar.”

“Hm.”

Alvin pergi. Rayhan pun membaca data yang Alvin bawa walaupun sangat sedikit. Di sana tertulis kalau Aqilla memiliki 2 anak. Ada foto terlampir yang menggambarkan sosok Jovan dan Jovin yang mengenakan topeng bersama Aqilla.

“Kayaknya mereka kembar,” gumam Rayhan yakin. Wajah kedua anak Aqilla memang tidak terlalu jelas karena ditutupi, tapi cukup mirip jika dilihat dari bentuk hidung dan bibir mereka.

“Gimana hasilnya?” tanya Robert yang sudah duduk di sebelah Rayhan.

Rayhan melirik papinya sekilas. “Nggak memuaskan, Pi. Di sini cuma ada identitas Aqilla sama Ely, sahabatnya Aqilla. Terus.. ada tulisan kalau Aqilla punya 2 anak. Udah gitu aja.”

“2 anak? Wow.” Ya, begitu saja tanggapan Robert. Soalnya dia takjub dengan fakta itu. Aqilla sudah punya 2 anak, padahal umurnya masih muda. “Nggak ada data soal anaknya?”

“Nggak ada, Pi. Tapi.. ini ada fotonya.”

“Mana?”

Rayhan pun menyerahkan map di tangan. Robert memperhatikan sosok kedua anak Aqilla. Dari tulisan di bawah foto, sumber gambar itu berasal dari media sosial milik Aqilla sendiri.

“Kayaknya, sih, mereka kembar, Pi,” celetuk Rayhan mengemukakan pendapatnya.

Robert mengangguk setuju. Pria itu terus mengamati wajah Aqilla beserta kedua anaknya yang sedang berpose menggemaskan ke arah kamera. Tanpa Rayhan sadari, Robert tersenyum miris. Ia mengusap foto si kembar dengan sorot sendu.

Seandainya aku punya cucu selucu mereka.. pasti menyenangkan, kan..

“Papi?” panggil Rayhan menyadarkan Robert dari lamunannya.

“Eh, iya, kenapa?”

“Papi kenapa? Kok, diem aja?” heran Rayhan.

Robert tersenyum tipis. “Nggak pa pa, Ray. Cuma merhatiin wajah anak Aqilla yang emang mirip. Papi juga penasaran, kenapa mereka pakai topeng begini.”

Rayhan mengedikkan bahu. “Ray juga nggak tau, Pi.”

Tapi, entah kenapa... wajah anak Aqilla agak familiar, ya?

...👑👑👑...

“MOMMY!!”

“KYAAA!!! MUKA JOVIN KENAPAAA?!!”

Aqilla yang duduk di ruang tamu dengan camilan di tangan terbahak kencang. Wanita itu sampai menepuk-nepuk pahanya dramatis. Sudah pasti kedua anaknya terkejut melihat riasan yang Aqilla buat di wajah mereka.

Braakk!

Jovan keluar dengan riasan cantiknya. Namun, sorot matanya terlihat nyalang. Sial, dia marah!

“Ini pasti ulah Mommy, kan?” tuduh Jovan segenap keyakinan.

Aqilla pura-pura terkejut. “Ya ampun, mukamu kenapa, Boy?”

Brakk!

“MOMMY! MOMMY JAHAT BANGET SAMA MUKA IMUT JOVIN!” pekik Jovin dengan riasan ala anak metalnya.

Aqilla cekikikan melihat keduanya. “Salahnya sendiri nggak bangun-bangun. Ya udah, Mommy kerjain aja.”

Jovan mendengkus kesal. “Nggak gini juga, Mom. Jovan anak cowok, masa iya dirias jadi anak cewek?!”

“Hish! Tangan Mommy usil banget, sih,” kesal JOVIN merengut.

Aqilla terkekeh. “Udah, udah, mandi sana. Habis ini kita mau ke sekolah buat ngurus pendaftaran kalian.”

Jovan dan Jovin tidak terima. Mereka berjanji dalam hati akan membalas perbuatan Aqilla lebih gila dari ini.

“Punya mommy, kok, jail banget sama anak sendiri,” gerutu Jovan. Sepanjang ia mandi hingga berpakaian, bibir kecilnya terus mengoceh kesal. Bahkan, otaknya sudah bekerja keras memikirkan cara terbaik untuk membalikkan keadaan.

Ketika Jovan ingin keluar kamar, sepasang matanya menangkap kelipan lampu merah dari komputernya yang selesai dirangkai semalam. Dengan bantuan Aqilla, seluruh komponen komputer miliknya siap digunakan dalam sekejap.

“Ini kenapa?” gumam Jovan bingung. Ia mendekati komputernya dan menyalakan benda itu.

Manik bulat Jovan semakin membulat melihat tanda peringatan yang terpampang di layar.

Siapa, sih, yang mau retas data kami? Apa orang jahat?

^^^To be continue...^^^

1
Qaisaa Nazarudin
MENURUT KU ALASAN KENZIE MEMUSUHI RAYHAN ITU GAK LOGIS,HANYA KARENA AQILLA HAMIL,ITU JUGA BUKAN KESALAHAN RAY DOANG KAN,TERUS NGAPAIN JUGA NYALAHIN RAY..ANAK AQILLA JUGA UDAH LAHIR DAN GEDE SEKARANG,MASIH AJA GAK OUAS HATI,CKK ALASANNYA, GAK MASUK AKAL MAKIN KESINI..🙄
Qaisaa Nazarudin
TAPI CANTIK DAN IMUT BANGET LHO AY,AKU SUKA,SESUAI UMUR SI JOVIN LHO..🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Cucu2 oma lagi sholat tuh..
Qaisaa Nazarudin
Waahh udah disiapkan aja..Emang niang banget ya ninggalin anaknya disana..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Handsome boy..😍😍😍🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
SEPERTI NYA KEKUASAAN KELUARGA REY GAK BERGUNA,MENDING KELUARGA MAFIA,SETEBAL APAPUN BENTENGNYA ORANG YG MAU DI CARI,PASTI AKAN DIDAPATKAN SELAMBAT2 NYA DLM WAKTU 1 MINGGU,SI MAFIA NYA BAKALAN BISA MENYUAP PIHAK DLM DEMI MENDAPATKAN DATA ORANG YG DI TARGET,.LHA INI MALAH BERTAHUN2 MASIH AJA GAK BISA TEMBUS..😂
Qaisaa Nazarudin
Gumusshh banget aku dengan si kembar💋💋💋💋💋💋
Qaisaa Nazarudin
Untung nya Aqilla udah ceritain semuanya ke si kembar,Jadi gak bakal ada kesalahpahaman lagi nantinya..
Qaisaa Nazarudin
Berarti diagnosa DOKTER nya yg gak becus,darimana DOKTER mendiagnosa Rey mandul? Noh si kembar aja udah gede gaban kayak gitu..
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget putus asa nya..harusnya kamu cari tau ttg Aqilla dan si kembar,Anggap aja Allah ngasih kamu peluang kedua untuk mendapatkan Qilla,ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Baguslah karena mmg Rey ditakdirkan untuk jadi bapak nya di kembar doang..
Qaisaa Nazarudin
Lho thor cepat banget?? Kenapa gak dipertemukan Jovin dan Jovan dengan bapaknya cepat?? sampai 5 tahun masih belum dipertemukan mereka? ckk ketetlaluan Aqilla..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣MENURUN BAR-BAR MOMMY NYA SEMUA..
Qaisaa Nazarudin
Muslim,Tapi kenapa anaknya semua bule..Nama indo banyak lho yg keren2 tapi pastikan gabungkan sekalian nama keluarga bapaknya..
Qaisaa Nazarudin
Sekarang baru ku tau umur Aqilla itu berapa,Aku pikir umurnya udah 26-27 gitu,aku sebenarnya kurang suka baca alur yg peran ceweknya umur di atas 20an apalagi udah 25+ kayak udah tua banget,Kecuali alurnya bagus..
Qaisaa Nazarudin
Waaahh kembar sepasang😍😍😍
Qaisaa Nazarudin
Ngerti banget thor,aku udah ngelahirin 4X juga,jadi tau banget gimana rasanya..😁
Qaisaa Nazarudin
Waahh outhor mah curang,Kenapa aku gak dapat feelnya Aqilla hamil dan melahirkan ya?? 😭😭
Qaisaa Nazarudin
Apa selama Qilla hamil Rey tidak mengalami hamil simpatik gitu,Atau merasa apalah gitu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!