Alisya adalah seorang gadis berhati lembut yang disukai oleh banyak orang. Dia adalah pemeran utama dalam sebuah novel yang mengisahkan tentang cinta yang berawal dari dare atau tepatnya tantangan.
Sedangkan Risa adalah gadis tertutup dan hidup dengan menyendiri. Bukan, bukan berarti dia bodoh dan miskin, tapi dia adalah seorang hackers terkenal diperkalangan Ahli IT..
Maka kenapa dia bisa masuk kedalam tubuh gadis bernama Alisya itu?
Kenzie lardfiez :"kau membuat aku tergila-gila kepadamu"ucapnya dengan seringai yang menjengkelkan
Yak!. itu bukan dialoqnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penyakit
“aku minta nomor’mu”
Alisya merogoh koceknya untuk menarik headphone kemudian melemparkan asal ke-arah Kenzie. Untung saja reflek pria itu baik, kalau tidak mungkin ...tamat:'
Saat Kenzie sibuk dengan menyalin nomor HP-nya. Alisya berkata “Dengar, jika pun aku hanya sendiri dirumah. Besok-besok-nya tidak perlu kesini lagi”ujar Alisya meminum teh-nya dengan perlahan.
Kenzie menyeringai dia menaruh kedua hp itu dan perlahan mendekat kearah Alisya dengan mata tertuju pada iris gelap gadis itu. Dia mengurung badan Alisya ketika gadis itu telah menabrak penyanggah sofa.
“Kalau begitu. Aku akan sering berkunjung”
Tak bisa. Alisya menatap Kenzie memikirkan Alasan yang cocok untuk membuat pria itu tidak datang ke-rumahnya lagi. Mau bagaimana-pun Ayah gadungannya itu pasti tau siapa Kenzie termasuk seluk beluk-nya. Alisya yakin itu tidak akan mudah. Hari ini beruntung semua orang rumah pergi kecuali dirinya dan pelayan rumah. Jika mereka melapor?, Akan Alisya pecat;. Akhirnya Alisya berkata “kau bisa berkunjung ke-hotel kemarin”ucap Alisya agak ragu.
Kenzie menatap Alisya tak percaya, tak lama senyuman lebar tersungging dibibir sexy-nya. Seakan awan menjadi sangat cerah hari ini karena Kenzie.. Alisya lupa untuk berkedip atau-pun menendang Kenzie menjauh, perubahan yang dialami Kenzie sungguh mempengaruhi Alisya juga.
Seperti saat ini, Alisya memejamkan mata-nya ketika Kenzie menubruk tubuhnya dengan badan yang masi diatas-nya. Pria itu memeluk erat dirinya sampai seberkas kenyamanan hadir dan membuat keduanya tertidur dalam posisi yang ambigu.
Kenzie sadar, ada dua gunung yang lembut dan cantik berdempet dengan dada bidang-nya;"
Tiga jam berlalu. Kenzie membuka matanya dan melirik sekitar, dia ingat memeluk Alisya Sampai tertidur.. tapi sekarang mereka berdua berbaring miring dengan saling pelukan. Mata Kenzie menjadi sangat cerah, dia kembali mengeratkan pelukan sehingga mata Alisya mengerjab.
Alisya mendorong dada Kenzie menjauh, dia menutup mulut-nya untuk menguap. Matanya menatap Kenzie sayu “jam berapa sekarang”tanyanya. Kemudian Alisya menarik diri untuk berdiri, namun tak semudah itu.. Kenzie memeluk pinggang ramping Alisya tanpa mau melepaskan “Lepas dulu”
“Tidak bisa”
Alisya mendelik melihat kelakuan Kenzie yang semakin hari semakin imut..eh? Alisya berdehem“Apa mau-mu?”... Hanya itu yang bisa Alisya ucapkan, karena Alisya tau betul sifat Kenzie oke?. Lelaki yang tidak akan mau melepaskan ketika dia tidak ingin melepaskan dan bahagia ketika orang menanyakan apa maunya.
“itu mudah. Kiss me”
“lepas dulu”
Kenzie membiarkan Alisya menduduki dirinya kemudian gadis itu berbalik dan menangkup kedua pipinya. Perlahan bibir itu mengecup kening-nya lembut. Kenzie menegang, dia merasa ada kupu-kupu menari-nari diperutnya hingga Kenzie tak sadar Alisya telah menjauh.
“apa ini semacam dejavu?”
Kenzie berlari menyusul keberadaan Alisya berada. Tepat sekali, gadis itu tengah meminum air dingin dari kulkas, Kenzie melangkah namun langkah-nya terhenti oleh suara yang memanggil nama Alisya ah, atau tepatnya lili..
“Li!?”
Alisya mengalihkan tatapannya begitu juga dengan Kenzie yang berbalik. Mendapati jovan dan Zein, kedua orang itu menatap Kenzie dari atas sampai bawah sangat TELITI..
“ada apa?”tanya Alisya berjalan santai menuju sofa diikuti Kenzie dibelakangnya. Jovan dan Zein tak tinggal diam, mereka berdua memberi tas kantor milik mereka kepada pelayan dan berjalan menyusul Alisya dengan dasi yang dilonggarkan.
“Semalam kau benar-benar menginap dirumah teman-kan?”tanya Zein mengharapkan kepastian. Kenzie yang mendengar itu justru menatap Alisya dengan gurat ingin tahu
“ya...”
Jovan kini mengambil alih dia berkata “sejak kapan kau punya teman pria?”tanyanya melihat Kenzie teliti. Sepertinya bocah ini, bukan bocah biasa. Auranya terlalu berkarisma dan beribawa walau dia tidak menunjukkan sedikit-pun sopan santun...
“dia kekasihku”ucap Alisya santai kek dipantaii
Mau tau bagaimana komuk Kenzie saat ini?. Berbunga-bunga, ah tepatnya seperti kembang api yang menyala-nyala dikedua bola matanya. Perubahan suasana itu membuat kedua lelaki yang notabenenya ayah dan Abang Alisya tercengang dengan mulut menganga.
“tunggu-tunggu!”sela Jovan. Ia menatap anaknya itu memastikan “kau tidak lagi bercanda?”
“apa tampangku bercanda?”jengkel Alisya
Jovan mengalihkan tatapannya menuju Kenzie “benar-benar...?”
“benar”bangga Kenzie.
Jovan beralih ke-zein yang sedari terdiam, dia sedikit berbisik“kau telah mengetahuinya anak sulungku?”
Zein mengangguk. Dia beranjak ingin mendekati Alisya, namun seperti yang diduga.. Alisya memilih mundur dan berdempetan dengan Kenzie. Alis-zein menukik heran “aku pernah dengar kau mengatakan tidak suka disentuh. Dan sekarang?”
Alisya menghela nafas. Pada akhirnya dia tidak bisa berlama-lama menyembunyikan hal ini dari semuanya. Jari-jarinya mendingin, itu disadari Kenzie sehingga pria itu membantu dengan menggenggam tangan Alisya
“duduk dulu, aku ingin mengatakan hal penting”
Zein segera duduk dan Jovan menatap Alisya penuh tanda tanya. Alisya menarik nafas kemudian berkata cepat “Aku punya penyakit mysophobia”
Walau Zein dan Jovan memasuki jurusan bisnis, tapi mereka pernah melakukan hal-hal yang berbau sains sehingga juga mengetahui apa saja penyakit berbahaya dan termasuk yang sulit disembuhkan.
Ini adalah pernyataan yang menggemparkan. Jovan dan Zein syok.
Sejak kapan?
...
*benar, ada kesalahan teknis dalam author mengingat alur cerita. sebenarnya mereka sama-sama sudah bertukar nomor di chapter ‘sapu tangan‘ itu kalau gak salah. dan satu lagi, cerita ini tidak murni dilapak Noveltoon, tapi ******. harap maklum jika sebagian chapter tidak diamati dengan baik.
terimakasih telah mampir**^^