NovelToon NovelToon
Mendadak Menikah

Mendadak Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:734.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dek La

Sekuel Terpaksa Menikah.

Yang langsung mau baca season dua juga boleh, ada di sini semua ya gaes.

Chelsi Amira Putri berusaha menghindari perjodohan yang dibuat oleh ayahnya. Namun, dia malah terjebak dalam kesalahannya sendiri. Dia menjadikan Alaska Lencana kambing hitam untuk menolongnya agar terhindar dari perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dek La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Sepasang mata tak henti-hentinya memerhatikan seseorang yang tengah makan di depannya. Amira terus mengamati wajah tampan Laska, tampak sekali pria itu risi. Berulang kali Laska memalingkan wajah, menghindari tatapan dari istri.

“Kamu ngapain lihatin saya terus?” Pertanyaan Laska membuyarkan lamunan Amira. Lekas gadis itu mengalihkan wajah sambil tersenyum-senyum malu.

“Tidak ada! Ke-ge-er-an Om,” balas Amira, membuat Laska membuang napas kesal.

“Terserah.”

Akhirnya pria itu kembali melanjutkan aktivitas makannya. Dia akui, masakan buatan Amira sekarang ini memang lumayan enak. Berbeda dengan insiden nasi goreng beberapa Minggu yang lalu itu.

“Kira-kira Om pulangnya jam berapa?” tanya Amira setelah beberapa menit dia bergelut dengan pikirannya sendiri.

“Jam sepuluh malam,” cetus Laska. Amira langsung membeliakkan matanya.

“Yang benar saja.”

Tak ada percakapan lagi. Amira memilih menatap lurus ke depan, tepatnya bangunan menjulang tinggi yang terlihat dari kaca transparan.

“Kerja di sini enak ya Om?”

“Menurut kamu?” tanya Laska balik.

“Gak enak,” jawab Amira cepat.

“Tuh tahu.”

“Kalau enggak enak, kenapa Om masih bekerja di sini?” Sungguh Laska ingin sekali menutup mulut Amira, sok polos kali gadis ini.

“Kalau saya tidak bekerja, kamu gak bakalan makan,” cetus Laska sembari menyusun rantang kembali.

“Is, ‘kan bisa cari pekerjaan lain gitu. Yang lebih gampang,” usul Amira.

“Mana ada pekerjaan yang gampang. Kalau ada, pengangguran tak ada di negara Indonesia,”

“Iya juga ya.” Amira menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Selesai menyusun bekas makannya, Laska memilih balik ke kursi kebesarannya. Dia masih belum menyelesaikan beberapa berkas lainnya. Sedangkan Amira, gadis itu hanya bisa duduk di sofa sembari melihat aktivitas Laska.

Semakin lama, rasa bosan terus bertambah. Dari mulai mengambil gambar sampai scroll-scroll beranda, Amira masih tetap merasa bosan. Bolak balik dia melihat ke arah jam yang menempel di dinding.

“Masih lama Om?” tanya Amira membuyarkan kefokusan Laska.

“Tentulah, kenapa memangnya?” tanya Laska balik, membuat Amira mencebik kesal.

“Bosan tahu, pulang yuk,” ajak gadis itu.

“Pulang sendiri sana,” cetus Laska sembari melanjutkan aktivitasnya.

“Hih, dasar!”

Karena memang sudah tak tahan lagi, akhirnya Amira memilih pulang sendiri. Dia tak lupa mengambil rantang di meja, melangkah pelan menuju pintu.

“Mau ke mana?” Pertanyaan Laska menghentikan langkah kaki gadis itu. Dengan cepat Amira berbalik badan.

“Pulang,” jawabnya cepat dengan nada kesal.

“Ya sudah sana,” usir Laska. Ingin sekali Maira memukul kepala pria ini kalau saja tak ingat, bahwa Laska suaminya.

Dia pikir pria yang sedang sibuk itu ingin mengantarnya pulang, ternyata hanya basa-basi dan mengusir.

“Dasar suami gadak akhlak! Tetapi tampan,” gerutunya dalam hati.

**

Amira menyenderkan kepalanya di sandaran kursi mobil. Dia masih berpikir ingin ke mana karena memang bosan kalau harus balik ke rumah. Akhirnya dia memilih ke rumah Cinta setelah bergelut dengan pikiran.

Tak lupa dia mengirim pesan pada Laska, untuk izin pergi ke rumah Cinta. Untungnya pria itu sedang baik, alhasil dia mengizinkan.

Saat sudah sampai di depan pagar rumah Cinta, dengan cepat Amira mengambil selembar uang merah dan langsung memberikannya pada sopir taksi.

“Kembaliannya Neng,” ucap sopir itu saat Amira sudah berlari menjauh dari mobil.

“Ambil aja Pak! Itung-itung sedekah!” teriak Amira dan langsung mengetuk pintu rumah Cinta.

Lama sekali dia menunggu, akhirnya Cinta membukakan pintu. Awalnya gadis itu terkejut, tetapi langsung mengajak Amira untuk masuk.

“Silakan diminum tehnya Nona Muda,” ucap Cinta sambil terkikik geli.

“Apaan sih kamu?” Amira meringis malu. Sedangkan Cinta semakin tertawa.

“’Kan memang Nona Muda? Hahaha.”

“Sudah Cinta, jangan buat moodku hancur deh,” cetus Amira sembari memajukan bibirnya, persis seperti bocah yang sedang merajuk karena tak dibelikan es krim.

“Hahaha, ampun Nona,”

“Abangmu mana?” tanya Amira sambil celingukan ke sana kemari.

“Masih kerjalah, memangnya kenapa? Jangan bilang kamu mau selingku sama abangku,” tuding Cinta sambil melotot.

Amira mengentakkan kakinya di lantai. “Is, apaan sih kamu. Suami aku lebih tampan.”

“Ciee, sudah ngakuin suami. Ciee,” ledek Cinta seraya menunjuk-nunjuk Amira dengan senyum manis khasnya.

“Cinta! Jangan ledekin aku terus dong!” teriak Amira sambil menutup wajahnya karena malu.

“Hahaha, iya iya sudah.” Cinta langsung memeluk Amira, yang dibalas oleh gadis cantik itu.

Setelah melepas pelukan, Amira memilih menyesap tehnya. Jujur, dia memang haus sejak di kantor Laska tadi. Ingin minta minum dengan pria itu, tetapi takut akan mengganggu pekerjaannya. Sedangkan di perjalanan menuju rumah Cinta, dia tak berpikir untuk membelinya.

“Hubungan kamu dengan Alfa, gimana?” tanya Amira pada Cinta setelah menaruh kembali gelas berisi teh di meja.

Cinta menghembuskan napas kasar, dia memilih membenarkan letak hijab dari pada menjawab pertanyaan sang sahabat.

“Cinta?” panggil Amira.

“Eh, iya?”

“Ada masalah?” tanya Amira lagi, Cinta lekas menggeleng.

Menghirup napas perlahan, Cinta menghembuskannya kembali. Dia menggenggam jemari Amira dengan erat.

“Sepertinya kami tidak cocok, apa tidak masalah jika aku melepaskannya? Maksudnya memutuskan dia?”

“Kenapa Ta? Kasian Alfa, aku tahu betul, pria itu menyukaimu.” Amira mengelus genggaman jemari mereka.

“Tetapi aku tidak mencintai dia Amira. Tak ada getaran-getaran yang kamu maksud itu, hatiku masih sama seperti dulu. Beku.” Cinta menundukkan kepala, merasa bersalah.

Amira memilih diam, dia pun bingung ingin memberikan tanggapan seperti apa. Kalau sudah menyangkut masalah cinta, jujur dia lemah. Dia jadi berasa di posisi Alfa, mencintai orang yang tak mencintainya.

“Kamu memberikan saran padaku untuk tetap bertahan dan berusaha agar om Laska membalas cintaku. Entah pria itu sedang berusaha mencintaiku juga atau tidak. Tetapi, kamu harus berjuang juga Cinta. Berikan sedikit saja cinta untuk Alfa,” ucap Amira sembari mengelus pelan punggung kecil Cinta.

“Aku tidak tahu Amira. Rasanya aku ingin lepas dari hubungan ini, agar kak Alfa tidak terus tersakiti. Tetapi aku kasihan,” ungkap Cinta.

“Maka biarkan saja hubungan kalian berjalan.”

“Tetapi aku tidak mau, dikasihani karena mencintainya setulus yang aku bisa.”

Perkataan seseorang membuat Amira dan Cinta sontak mengalihkan pandangan ke arah pintu yang memang terbuka. Terlihat Alfa berdiri di ambang pintu dengan wajah merah padam, menahan marah.

“Aku ingin berjuang, untuk bisa meruntuhkan dinding pertahanan hatimu itu. Tetapi, jika aku tahu kenyataan kamu menerima ini karena kasihan, aku tidak bisa menerima. Tak ada rasa kasihan untukku di kamus kehidupanku,” ucap Alfa dengan lantang, membuat Cinta terdiam dengan perasaan tak menentu.

“Alfa, dengarkan dulu penjelasan Cinta,” usul Amira berusaha menenangkan adik iparnya itu.

Alfa tertawa miris, lalu menatap ke arah Cinta yang masih diam saja.

“Kenapa kamu yang harus menyuruhku? Sedangkan dia saja hanya diam, apakah sahabatmu tak tahu. Hatiku begitu sakit, hancur dan mati.”

 Bersambung

1
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
CEWEK LEMAH,BODOH DAN EGOIS..MENGORBAN KAN SAHABAT DEMI KEBAHAGIAAN SENDIRI,APA ITU YG NAMANYA SAHABAT,Pantes aja Laska dan juga Alfha gak tertarik sama kamu,kayak cewek murahan..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa peran Amira disini kayak cewek tukang pengemis sih,Kesel aku lama2..
Qaisaa Nazarudin
MENDING BERSAMA DENGAN ORANG YG MENCINTAI KUTA DARI ORANG YG KITA CINTAI MIRA..DI CINTAI DIA AKAN MERATUKAN KITA DLM ISTANA CINTANYA, SEDANG KAN MENCINTAI KITA YG AKAN TETLUKA KARNA TDK PERNAH DI ANGGAP,CINTA ITU TDK BISA DIPAKSA.
Kamu masih muda,Kamu juga cantik,kamu juga gak benaran hamil kan,terus kenapa harus ngemis2 cinta sama orang..
Qaisaa Nazarudin
Kalo udah tau begini,Kalo aku jadi Amira, Bikin perasaan Laska jungkir balik, Setelah itu tinggalkan dia,Biar tau rasa,kalo emang dia suka biarkan dia yg ganti berjuang mendapatkan hati mu..
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampe menjilat ludah sendiri..Aku sih gak apa2 Kalo bilang gak CINTA, Bisa aja seiring waktu dan dengan seringnya bersama,bisa saling MENCINTAI,Tapi jangan bilang KAMU BUKAN TIPE KU,Aku gak terima aja,Seakan hina banget seorang isteri di bilang gitu,Sedang kan ntar hujung2 nya kamu sendiri yg Bucin dan jilat Ludah sendiri..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Rasain tun Glora emang enak di tolak mentah2 , Kepedean banget..
Qaisaa Nazarudin
Ya salam..Semakin di hindarin kok malah makin dekat aja..
Qaisaa Nazarudin
Sholat..
Qaisaa Nazarudin
Pasti ini Laska kan..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Alaska akan balas dendam nih akibat Amira menjebaknya dlm pernikahan..
Qaisaa Nazarudin
Kasian Laska yang gak tau papa langsung dapet nogem mentah..Ckk Amira..
Azizach
Q terharu sama benda panjang berwarna putih ada kepalanya trus ad daunnya 2🤣🤣
Nur Adam
lnjht
said191
lanjutan'a mna ya?
Eva kusrini
gaje singkatan ga jelas... semangat
Gratika Anandita
Aku juga pernah bahkan sampai hampir 3 tahun, walaupun seminggu/ 2 minggu sekali ketemu tergantung kesibukan suami dulu. Rasanya ya nano nano deh. Cuma kuncinya 3, yaitu komunikasi, kepercayaan dan kejujuran klo lagi LDR-an. jika menerapkan 3 hal itu insya allah semua akan akan terkendali saat LDR-an.
Gina Putri Dental
ringan ja kak
Gina Putri Dental
Amira bikin ngakak 😂😂
Gina Putri Dental
Amira
awas Lo bucin sama om om 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!