Tidak ada seorang pun yang menginginkan kehidupan yang memasygulkan.
Tapi, siapa yang bisa menyalahkan takdir.
Semuanya sudah di atur oleh sang Pencipta.
Walaupun, separuhnya kadang menggodot hati.
Begitu pun dengan Afrina, menjalani semua masalah yang datang tanpa menjamin kebahagian yang mehadang.
Namun, tidak semuanya memilukan.
Dia pantas bahagia, dengan seorang lelaki idaman banyak orang.
#Novel ini ditulis tidak untuk memburukkan atau menyudutkan seseorang di kalangan tertentu, semua yang sudah saya tulis tidak lain hanyalah untuk menghibur dan memberi pengetahuan semata. Dan cerita ini hanyalah fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, atau alur cerita, semua hanya kebetulan dan tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya.
Note : Update setiap hari, kecuali Senin dan Jum'at (Jadwal seakan-akan bisa berubah)
Ig : @Rahmaniahhh___
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmaniah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 26
Hari yang sangat cerah.
Pagi ini Afrina memasak Waterzooi bersama Bi Sri.
Karena badan Afrina sudah baikan setelah pingsan kemaren.
Afrina sedang sibuk memasak, sedangkan Bi Sri menyiapkan piring di meja makan, untuk sarapan pagi, serta mengambil tiga dua Gelas.
"Bibi mau buat apa?" tanya Afrina.
"Ini Non, Bibi mau buat kopi untuk Tuan dan Pak Andi ," jawab Bi Sri.
"Enggak usah Bi, biar Afrina saja yang membuatnya," pinta Afrina.
"Tapi non??" sergah Bi Sri.
"Enggak apa-apa Bi,
Udah sini Afrina yang buat, dua kan Bi, sama buat pak andi juga? ucapnya.
"Iya non," sahut Bi Sri.
Setelah beberapa menit menyiapkan sarapan akhirnya selesai juga.
"Huuuu, harum sekali arumanya, pasti rasanya akan lezat;" gumam Afrina, sambil membawa msngkok berisi Waterzooi ke meja makan.
"Bibi tolong panggil Ayah dan Pak Andi, ya."
Bi Sri pun langsung pergi ke kamar Bpk Andika dan Andi meminta agar mereka pergi ke bawah untuk sarapan.
Tidak beberapa ama mereka sudah duduk di kursi yang menghadap ke meja makan.
"Wah, pagi-pagi kalian sudah masak Waterzooi," tutur Bpk Andika.
"Loh emang kenapa, Yah? Heheehe, ya enggak apa-apa kali, kalau pagi kita makan yang berat daripada harus makan Sandwich, dan Nasi Goreng terus kan. Kalau Afrina sih bosan, hehehehee,' sahut Afrina sambil terkekeh.
"Sudah mari makan," kata Pak Andi.
"Pak Andi Lapar ya? hehee," canda Afrina
"Iya iya lah, Pak Andi Lapar. Liat itu perutnya tinggal tulang. hehee," kelakar Bpk Andika.
"Ini masih ada dagingnya tuan, kalau hanya tinggal tulang , terus saya tengkorak dong, hahaha," timpal Pak Andi.
Mereka semua pun tertawa, termasuk Bi Sri yang dari tadi hanya diam. Mereka pun Akhirnya makan dengan lahapnya.
"Oh ya Bi Sri, Afrina sudah lama mau tanya pada Bi Sri. Padahal udah dari awal kenal, Afrina mau tanya. Tapi enggak ingat-ingat juga, mungkin terlalu sibuk kali ya jadi lupa mulu. Hehehe," Kata Afrin, yang merusak keheningan setelah orang-orang selesai makan.
"Emang kamu mau tanya apa kepada Bi Sri, Afrina," sahut Ayahnya.
"Iya Non, tanya aja," ucap Bi Sri.
"Afrina itu, awal ketemu Bi Sri di Rumah ini sebagai pembantu baru Afrina, awalnya Afrina enggak mau dekat-dekat Bibi karena masih tidak asing dengan orang lain di Negara ini. Terus lama kelamaan Afrina tahu kalau Bibi sangat baik.
Tapi yang aku ingin tanyakan bukan berkaitan dengan itu. Afrina cuma mau nanya, Bibi itu asal Negara apa, Jadi awal kita ketemu Bibi sudah bisa bahasa Indonesia? " tanya Afrina kepada Bi Sri.
"Oh, Bibi Ini asal Negara Indonesia, Bibi awalnya bekerja di Malaysia, terus Majikan Bibi di Malaysia itu pindah ke Belgia, dan Bibi ikut aja.
Tapi sampai di Belgia kami mengalami kecelakaan yang mengakibatkan majikan Bibi meninggal dunia, dan Bibi akhirnya tidak tahu harus kemana, Bibi berusaha bertahan hidup di Negara ini, saat itu Bibi sangat bingung karena Bibi tidak terlalu memperdalam bahasa luar negeri, jadi Bibi kesulitan untuk mencari pekerjaan, dan tempat tinggal. Akhirnya bibi memutuskan tinggal di aebuah Mesjid di Negara ini, dan Bibi mempromosikan jasa Bibi lewat Internet. Tidak beberapa hari Bibi tiggal diMesjid itu, sudah ada yang mau meminta Jasa Bibi, dan ternyata itu Kalian. Setelah Bibi ketemu kalian, ternyata kalian semua berbahasa indonesia, dan saat itu juga Bibi sangat bahagia, dan merasa terselamatkan, Bibi sangat berterima kasih kepada kalian semua," ungkap Bi sri; sambil menahan air mata yang ingin keluar.
"Bibi jangan sedih, maafkan Afrina yang sudah bertanya. Bibi tenang aja ya, anggap saja Kami ini keluarga Bibi," kata Afrina untuk menenangkan Bi Sri
"Iya Bi, Bibi jangan sedih. Kalau bibi mau pulang ke Indonesia, Bibi bilang saja kepada kami," ucap Bpk Andika.
"Terima kasih. Kalian sudah banyak membantu Bibi," kata Bi Sri kepada mereka.
"Sama sama Bi Sri," jawab mereka serentak.
"Ayah, ngomong-ngomong Ayah jadi ke Indonesia?" tanya Afrina kepada Ayahnya.
"Tidak Afrina, Ayah tidak mau kamu kenapa-napa lagi," jawab ayahnya.
"Terima - kasih ayah," ucapnya.
"Apakah kamu tidak mau lagi menjadi Direktur di Perusahaan ayah? tanya Bpk andika.
"Afrina bingung, Yah. Sepertinya tidak, karena Afrina sangat trauma atas kejadian dua bulan yang lalu di Thailand, lagi pula Afrina masih muda kayaknya enggak akan sanggup memimpin Perusahaan Ayah," jawab Afrina.
"Ayah mengerti Afrina, kalau gitu Ayah mau siap-siap pergi ke kantor," jawab Bpk andika sambil mengajak andi juga.
" Ayoo, Pak andi kita siap-siap," serunya.
Setelah itu, mereka pun meninggalkan Afrina, dan Bi Sri di dapur yang sedang sibuk membersihkan meja makan dan mencuci alat-alat makan setelah sarapan tadi.
Tidak beberapa lama, Bpk Andika, dan Andi pun pergi ke kantor menggunakan mobil .
#Hello guys!! Makasih ya udah baca novel aku sampai Up ke 26, Tetap baca nya sampai tamat nanti.
Oh iya, Tolong bantu aku ya biar semangat upnya, dengan cara Like 😘dan koment😍 dan yg belum rate serta jadikan favorite buruan yaa🤗 biar tau kapan aku Upnya lagi😉