JONES, gelar yang cocok untuk Melani dan Assisten Raffa, dipaksa untuk saling jatuh cinta oleh pasutri jahil. memaksakan kehendak hati sang pemilik raga untuk saling mencintai.
Bagaimana bisa begitu? sedangkan hati tidak bisa dipaksakan. walaupun berusaha, namun akal dan hati terkadang tidak sejalan.
Hingga saat itu tiba, cinta mulai tumbuh. namun ada lika liku perjalanan cinta yang harus ditempuh. Raffa harus merasakan perihnya hati saat perempuan barbar itu berhasil menaklukkan hatinya dan sayangnya ia tengah dekat dengan pria lain.
**
Cerita ini adalah sekuel dari novel 'Selir, Gairah Pria Kesepian'
boleh baca lebih dulu, boleh juga tidak 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yudha Group
🌴🌴🌴
Raffa bergegas ke ruang kerja Presdir untuk memberitahukan bahwa hari ini ada rapat bersama para pemegang saham. dengan langkah tegap nan tegas, ia melewati beberapa pegawai yang menatapnya dengan damba. Raffa sedikit risih dengan pandangan itu, namun ia tidak ingin membuang-buang waktu hanya untuk mereka. pria itu masuk ke ruangan Presdir setelah mendapat sahutan dari dalam sana.
"Ah, Kakak, aku juga jadi pengen ngedate sama si ice." rengek salah seorang pegawai wanita yang mendekati Sekretaris Jasmin
"Sssstt! jangan mimpi, cukup aku saja yang merasakannya." ucap Jasmin seraya tersenyum imut kepada temannya, lalu beralih menatap ponsel yang menampikkan beberapa foto milik Raffa
"Is! kalau Kakak bisa, kenapa aku tidak?"
"Kamu tau? dia susah untuk ditaklukkan. hanya dengan cara ilmu magic kita bisa dekat dengannya."
"What! apa Kakak main dukun?"
Pletak!
"Aw!"
"Mana mungkin. yang benar saja kamu!" gerutu Jasmin, ia kembali menatap ponselnya seraya tersenyum.
Melihat pintu ruangan yang mulai dibuka, pegawai wanita itu pun bergegas kembali ke meja kerjanya sebelum ia ketahuan. ia hanya bisa menatap Assisten Raffa yang baru saja keluar dengan wajah datarnya, seperti itulah dia. hingga sepasang netra milik pegawai wanita itu pun terbelalak tatkala Assisten Raffa mendekati Sekretaris Jasmin yang masih belum sadar akan kehadiran seseorang disisinya.
Raffa memicingkan mata tatkala menatap gambar dirinya berada di ponsel wanita itu. kemudian pandangannya beralih kepada wajah cantik yang tengah tersenyum-senyum seolah sedang jatuh cinta.
"Kalau kamu ingin mendekatinya, pakai cara licik, seperti aku." ucap Sekretaris Jasmin, ia menyangka orang yang ada di sisinya adalah pegawai wanita itu
Raffa mengangguk paham sembari menatap tajam sang Sekretaris ini.
"Oh begitu,"
Sontak saja Sekretaris Jasmin menghentikan kegiatannya dan diam terpaku mendengar suara itu. ia pun menoleh dengan ragu, terbelalak kaget melihat pemandangan mengerikan ada dihadapannya. Raffa bergegas merebut ponsel tersebut, tanpa berpikir panjang ia segera menghapus gambar dirinya.
Sekretaris Jasmin hanya bisa terpelongo sembari tepuk jidat dan gigit jari, ia menatap beberapa pegawai yang tengah menertawainya, membuat perempuan tersebut berdecak kesal.
Tap!
Raffa menaruh ponsel ke atas meja dengan kasar, tatapan membunuh menghunus tajam ke arah Jasmin.
"Jangan lancang kamu!" peringatnya, kemudian Raffa berlalu pergi meninggalkan tiga kata yang berhasil membuat Jasmin mematung
**
Disisi lain, Melani mendapat pesan dari seseorang yang ternyata itu adalah suami sahabatnya. meminta dirinya untuk mengantarkan 50 pieces cake yang terenak, hanya saja dibagi dua macam jenis cake yang berbeda.
Hal itu semakin membuat mata Melani berbinar-binar, ia segera mempacking pesanan tersebut ke dalam box dengan dibantu oleh Ratih tentunya.
"Alhamdulillah, stoknya cukup, Kak." seru Ratih yang telah selesai mempacking Muffin Cake.
"Yaaach, yang ini kurang dua lagi, Tih." keluh Melani
"Pai aja lebihnya, Kak." saran Ratih. Melani mengangguk dan mengambil beberapa Pai.
"Kok banyak, Kak?"
"Bonus aja, hehehe ... lagi pula kata Chika, perusahaan Yudha akan mempromosikan dagangan kita."
"Wah? serius??"
Melani mengangguk kegirangan. "Iya lho, buktinya saja ada beberapa orang yang memotret cake kita tadi."
"Alhamdulillah, Kak, senang banget punya sahabat kayak gitu."
"Alhamdulillah, padahal kakak sempat menolak lho, tapi dia maksa." gerutunya
Hingga obrolan keduanya terhenti tatkala ada seseorang yang menghampirinya. Melani menoleh dan mengulas senyum ramah padanya.
"Nona, saya salah satu pegawai Yudha Group, diutus Presdir untuk menjemput Nona." ucapnya
"Benarkah? kebetulan ini sudah siap."
"Mari saya antar, Nona." ajaknya
Melani mengangguk dan menoleh ke arah Ratih yang tersenyum padanya.
"Pergilah, Kak, aku jaga toko." usirnya secara halus
Melani mengangguk dan mengangkut beberapa box yang berisi tiga macam cake didalamnya. tentu saja dengan bantuan pria utusan tersebut.
Mobil melesat laju memecah jalanan Ibukota pada hari yang mulai terik itu. jalanan yang tidak padat, membuat mobil yang Melani tempati pun lebih leluasa dalam menguasai jalanan. hingga beberapa menit kemudian, mobil yang membawanya telah tiba di Perusahaan Yudha Group.
"Hhh ... rasanya aku jadi rindu dengan tempat ini, apalagi kantin. apakah Kak Mai masih kerja disini ya?" gumam Melani memikirkan rekan kerjanya dulu.
"Pasti masih. setelah ini aku akan mampir dulu ke Kantin." sambungnya
Hingga mobil telah terparkir di basement, Melani bergegas turun dan mengangkut box yang ia bawa.
"Saya bantu, Nona." tawar pria tersebut
"Terima kasih." Melani sedikit membungkukkan tubuhnya pada pria tersebut, yang hanya dibalas dengan senyuman.
Melani dan pria yang bersamanya telah tiba di lantai tujuan, berjalan beriringan sembari menatap lekat setiap sudut tempat ini. masih sama seperti dahulu, dan ia begitu rindu dengan tempat yang kini ia pijak.
"Kita ke Pantri dulu, Nona."
Melani mengangguk paham
"Tapi--Presdir meminta Nona untuk disini dulu sampai rapat selesai, ada yang ingin dibicarakan." ujarnya
"Baiklah, saya akan menunggu dimana?" tanyanya
"Di ruang Assisten Presdir, Nona."
Assisten Presdir? berarti ruangan Mas Raffa dong? batin Melani
🌴🌴🌴
Ayo beri aku Hadiah nya kaka ... like dan koment jangan lupa 😅🙏