Kisah ini tentang seorang gadis polos bernama Aluna George yang terjebak dalam pernikahan bersama seorang mafia berdarah dingin. Alexandre Graham seorang pria tampan yang tidak pernaheduli soal cinta, baginya wanita mainan.
Harta, tahta dan kekuasaan membuatnya mampu memilih wanita manapun yang ia inginkan. namun semuanya berubah saat ia bertemu dengan gadis manis dari acara lelang.
Hubungan yang awalnya baik, akhirnya rusak karena sebuah kesalahan. kesalahan yang membuat keduanya harus terikat, kesalahan apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhy7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan pernikahan impian
Keesokan harinya, Aluna sedang duduk di atas tempat tidurnya. Gaun pengantin berwarna putih melekat di dengan indah di tubuhnya.
Pagi tadi ia di bangunkan oleh bibi untuk segera bersiap, wanita itu tidak menyangka jika saat ini ia sudah menjadi istri dari seorang Alex.
Yah sebelum ia duduk di tempatnya sekarang, ia dan Alex sudah saling mengucap janji suci pernikahan.
Meski sudah melakukannya gadis itu masih saja tidak percaya, kemarin ia adalah orang beruntung yang di selamatkan oleh Alex. Dan sekarang ia sudah menjadi istrinya, nyatanya takdir tidak bisa di tebak.
Tidak ada pesta atau apapun yang menjadi tanda pernikahannya, hanya beberapa orang suruhan Alex yang hadir di gereja untuk menyaksikan mereka saling mengucap janji. Janji untuk saling menerima, dan mencintai.
Wanita itu menghela nafasnya, semuanya berlalu dengan sangat cepat. Seolah Alex takut jika ada yang melihat pernikahannya itu, pria itu terlalu takut untuk menunjukkan bahwa ia sudah menikah.
"Kau sudah bersiap, kita harus ke tempat catatan sipil." Bahkan pria itu tidak menanyakan apakah ia lelah, seolah semuanya harus selesai tanpa di sadari oleh siapapun.
Aluna berdiri dengan malas, untuk apa ia menggunakan gaun pengantin jika hanya untuk terburu-buru seperti ini. Ia jadi merasa menikah dengan suami orang, dan suaminya itu takut jika sang istri sah mengetahui pernikahan ini.
"Ayolah, Aluna kita harus cepat," ucap pria itu lagi, saat melihat langkah malas Aluna.
Tapi sayangnya wanita yang baru saja menyandang status istrinya itu tidak mendengar, benar-benar menyebalkan.
Seandainya Aluna tau yang ia nikahi adalah orang yang memiliki musuh dengan senjata lengkap, apakah ia akan tetap bermalas-malasan seperti ini.
Tanpa banyak bicara pria dengan setelan jas berwarna hitam itu langsung menghampiri Aluna, menarik wanita itu ke dalam gendongannya.
"Sudah ku bilang nyonya Alex, cepatlah!" ucap Alex saat wanita itu sudah ada di dalam gendongannya.
Aluna yang tidak siap langsung menjerit dan melingkarkan tangannya di leher pria itu, takut jika dirinya jatuh.
"Apakah kau sudah gila, turunkan aku!" tegas Aluna tapi sayangnya bukan menurunkan wanita itu Alex malah mempercepat langkahnya menuju mobil.
Semua tatapan pelayan dan penjaga yang ada di sana tertuju ke arah mereka membuat Aluna menjadi malu, dan untuk menyembunyikan hal itu ia mengelakkan wajahnya di dada bidang milik Alex.
Alex tersenyum, wanita dengan gaun pengantin dalam gendongannya itu rupanya bisa malu juga.
....
Setelah selesai mengurus semuanya di catatan sipil Alex dan Aluna akhirnya pulang dengan membawa buku nikah mereka, gadis itu masih terus menatap buku yang bertuliskan namanya itu.
"Apakah kau bahagia setelah menikah denganku? Sampai buku itu sedari dari kau tatap terus," tanya Alex yang saat ini sedang duduk di samping Aluna.
Mereka sedang berada di mobil, tapi kali ini Alex tidak menyetir ada Bagas yang sedang duduk di kursi kemudi.
"Aku tidak menyangka mendapatkan buku ini di usia delapan belas tahun," jawab Aluna sambil menunduk.
"Memangnya kau ingin menikah di usia berapa?" Tanya Alex lagi.
"Bukan soal usia tapi kesiapan, lagipula aku selalu memimpikan pernikahan seperti Cinderella bukan pernikahan yang seolah aku sedang menikah dengan suami orang," jawab Aluna membuat Bagas tidak bisa menahan tawanya.
"Bagas!" Tegas Alex membuat pria itu kembali fokus menyetir, baru kali ini ia melihat dua orang yang telah menikah bertingkah seperti ini.
"Apa maksudmu dengan menikahi suami orang, aku masih Single," ucap Alex membuat Aluna menatapnya.
"Kalau kau Single kenapa kita menikah seperti di kejar an**ng? aku bahkan tidak sempat berfoto-foto," jelas Aluna lagi-lagi membuat Bagas tertawa.
"Semua ini ada alasannya Aluna, sudahlah aku berjanji padamu akan memberikanmu pesta pernikahan seperti Cinderella tapi nanti tidak sekarang."
"Terserah kau saja," ucap Aluna tanpa menoleh ke arah Alex.
"Bagas kita ke studio foto sekarang," ucap Alex membuat kedua orang itu bingung, meski begitu Bagas tetap menjalankan mobil ke tampar tersebut.
"Alex aku mau pulang bukan ke studio foto," ucap Aluna sambil merengek. Hal baru yang di dapati Alex, apa wanita itu baru saja merengek padanya?
"Kau bilang ingin berfoto-foto, jadi kita ke studio foto," kata Alex membuat Aluna akhirnya paham.
"Sungguh? akhirnya make up ini tidak sia-sia," seru Aluna sambil mengambil handphonenya dan berkaca di sana.
"Apa semua ibu hamil sifatnya berubah-ubah, tadi dia marah seorang senang dan nanti apa lagi?" batin Alex sambil menatap wanita berstatus istrinya yang sedang sibuk menatap dirinya di kaca itu.
Alex memang sedikit banyak tahu tentang ibu hamil, semalam ia habiskan untuk membaca semua hal yang berbau ibu hamil di mbak Google bahkan pria itu hampir saja lupa untuk tidur saking serunya.
"Kenapa kau menatapku? Apa aku terlihat jelek?" tanya Aluna membuat Alex gelagapan, sedangkan pria yang sedang mengemudi tersenyum kecil.
Alex langsung terdiam dari yang dia baca ibu hamil itu sangat sensitif, jadi ia harus menjawabnya dengan tepat.
"Kau... kau cantik apalagi dengan make up," ucap Alex membuat Aluna langsung menatapnya tajam
"Jadi kalau aku tidak menggunakan make up, aku jelek?" tanya Aluna membuat Alex lagi-lagi gelagapan.
"Tidak! maksudku kau cantik bagaimanapun gayamu, mau pake make up atau tidak kau tetap cantik," jawab Alex membuat wanita itu langsung kembali menatap dirinya di cermin, huh syukurlah.
Dari sebuah artikel ia juga membaca, ibu hamil jika marah itu menyeramkan. Tapi satu hal yang tidak Alex mengerti Aluna tidak mengalami mual ataupun pusing, padahal rata-rata yang ia baca kebanyakan wanita akan mengalami hal itu.
Tiba-tiba pria itu tersenyum, Alunanya kan wanita tangguh. mungkin bayi mereka mengerti jadi tidak ingin menyiksa ibunya, ah anak baik.
"Kenapa kau tersenyum? oh aku tau kau tersenyum karena baru saja berbohong kan?," pertanyaan bertubi-tubi dari Aluna membuat Alex menghela nafas.
"Kau juga menghela nafas apa kau tidak suka duduk denganku? baiklah aku akan pindah ke depan," sambung ibu hamil itu sambil menatap tajam ke arah suaminya.
"Bagas berhenti aku mau pindah ke depan," ucap Aluna membuat Alex langsung menghentikannya.
"Tidak, tadi aku tersenyum membayangkan perkembangan janin yang ada di perutmu," jelas Alex membuat gadis itu menahan gerakannya.
"Aku tetap ingin pindah ke depan, aku sudah kesal denganmu sana jauh-jauh," ucap wanita itu sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
"Baiklah, menurut artikel yang aku baca jika kau membenciku maka anak kita nanti akan sangat mirip denganku," jelas Alex membuat Aluna menghentikan gerakannya.
"Bodo amat,"
TBC
jangan lupa untuk meninggalkan jejak....