Berkisah tentang seorang pria berumur 23 tahun bernama Reynald, yang biasa saja kehidupannya namun di suatu hari di siang bolong ketika ia ingin pergi keuniversitas untuk belajar, ia melihat seorang wanita yang sedang melamun di jalan, lalu tiba-tiba saja ada sebuah mobil truk yang ingin menabraknya, Reynald yang tak memikirkan apapun lagi secara spontan ia berlari dan mendorong wanita tersebut, di akhir hayatnya ia bisa melihat wanita tersebut selamat, Reynald sedikit bangga dengan itu, lalu tiba-tiba semuanya menjadi gelap dalam hatinya ia berkata "Apa ini akhir dari kehidupan seorang perjaka?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NOTHING TO LOSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25 BAIK TAPI KEJAM
SUDUT PANDANG REYNALD
Aku berteleport tepat di depan Gisel dan Giselen, aku tersenyum pada mereka berdua seolah-olah semuanya baik-baik saja.
Mereka berdua terlihat sangat khawatir bahkan seperti ingin menangis.
"Reynald!" Teriak mereka berdua yang berlari dan langsung memelukku.
Aku membalas pelukan mereka berdua yah bisa dibilang kesempatan dalam kesempitan.
"Tenang semuanya baik-baik saja kok ayo pulang." Ucapku mereka berdua pun menganggukan kepala mereka.
Sepertinya mereka syok berat, ya wajar sik mereka berdua juga masih kecil.
Ngomong-ngomong ntah kenapa sekarang aku sudah mulai terbiasa membunuh orang tidak seperti pertama kali.
Aku melambaikan tanganku pada kedua orang kaki tangan Alphonso itu, aku memberikan kode ke mereka "Tolong bereskan sisanya."
Singkat cerita aku kembali kekediaman Alphonso, aku melihat sepertinya Alphonso memiliki tamu.
Ntah kenapa aku merasa curiga dengan tamunya Alphonso.
Soalnya ketika aku kembali bersama dengan Gisel dan Giselen tamu itu terlihat seperti khawatir dan terlihat seperti ketakutan aku sama sekali tidak mengerti.
Kenapa tamu Alphonso seperti itu.
Untuk sekarang aku berpura-pura tidak tau saja, aku Gisel dan Giselen pun memperkenalkan diri pada tamu Alphonso.
Ouh yah tamu Alphonso hanya 1 orang saja dia terlihat seperti seorang bapak-bapak yang berumur tua mungkin sekitar 40 tahun dia memiliki kumis yang tebal dan mukanya menyebalkan sumpah aku tidak boong.
Setelah perkenalan itu aku Gisel dan Giselen pergi untuk beristirahat karna lelah, sebenarnya aku tidak lelah aku hanya basa-basi saja.
Tak butuh waktu lama tamu itu pun pamitan karna suatu alasan.
"Reynald ada apa?" Alphonso yang sepertinya dia tau aku berada di sekitar sini.
Aku pun keluar dan tersenyum sambil menggaruk-garuk kepala bagian belakang "Hehehehe."
"Kemarilah duduk."
Aku pun duduk tepat di depan Alphonso.
"Apakah ada yang ingin kau bicarakan denganku?" Tanya Alphonso dengan sikap yang seperti tidak menganggapku sebagai anak kecil.
"Ya ini tentang kejadian yang kualami tadi."
"Maksudmu?" Tanya Alphonso yang penasaran.
"Jadi ketika aku pulang tadi terjadi sebuah penyerangan tapi untungnya Gisel Giselen dan aku baik-baik saja walaupun sebenarnya Gisel dan Giselen sedikit ketakutan."
"Terus?" Alphonso yang sedikit terkejut namun dia seperti ingin mendengarkan dulu semua penjelasanku
"Dalam penyerangan itu ada hal yang aneh yaitu jalan disana seperti dikosongkan alias sepi tidak ada orang sama sekali."
"Hmm apa yang kau katakan itu benar itu sangat aneh padahal daerah yang kau lewati itu adalah perumahan dan seharusnya biasanya 1 atau 2 orang pasti jalan lewat sana kau mengertikan?"
"Ya aku mengerti, mmmmmm paman apa paman tidak merasa aneh dengan tamu tadi?"
"Ouhh rupanya kau menyadarinya juga ya."
"Ya tentu saja paman dia sangat aneh, paman tau sendiri bukan ekspresi dia ketika melihat aku Gisel dan Giselen"
"Gilan terlihat ketakutan dan seperti khawatir, sepertinya penyerangan tadi ada hubungannya dengan Gilan." Ucapnya sambil minum yang kemudian dia berpikir keras dengan tangan menyentuh dagu
Aku merasa Alphonso ini benar-benar orang yang sangat cerdas, dia bisa memanipulasi segalanya, dia adalah orang yang paling menakutkan.
"Baiklah aku akan melakukannya ouh yah Reynald terima kasih karna telah memberitahuku tentang hal yang sepenting itu."
"Sama-sama paman dan yah paman aku juga membawa tahanan yang bisa paman introgasi." Ucapku yang kemudian aku mengeluarkan orang tadi yang menyerangku.
"Hooh sekali lagi terima kasih Reynald." Ucapnya yang tersenyum hangat tapi kesannya mengerikan.
Kemudian secara tiba-tiba ada dua orang di belakang Alphonso kemudian mereka berdua mengambil orang itu, setelah itu mereka berdua pergi kembali.
Mereka berdua terlihat seperti seorang ninja, aku disini tidak berbicara sama sekali.
"Apa kau tau dua orang tadi?" Tanya Alphonso.
"Ya mereka berdua adalah orang yang mengikuti aku Gisel dan Giselen." Ucapku yang jujur karna bagaimana pun juga aku tidak bisa berbohong pada Alphonso jika aku berbohong maka itu akan menjadi sangat bahaya.
"Sudah kuduga Reynald kau ini adalah orang yang sangat jenius." Ucapnya sambil minum kembali.
"Paman apa aku boleh bertanya?"
"Ya tentu saja apa yang ingin kau tanyakan?"
"Apa maksud dari baiklah aku akan melakukannya?"
"Hahahahah sudah kuduga kau ini sangat jenius hahaha sepertinya aku tidak bisa berbohong padamu."
"Aku akan membunuh seluruh keluarga Gilan." Ucap Alphonso tanpa ragu.
Aku yang mendengar itu Syok dan terkejut aku terdiam mematung, dia mengatakan hal sekejam itu tanpa beban sama sekali?
"Kenapa Reynald kenapa kau terlihat terkejut seperti itu?"
"Ah tidak itu paman."
"Hahaha aku mengerti aku mengerti, biarkan aku memberikanmu beberapa saran Reynald, dengarkan aku dunia ini tak seindah yang kau lihat."
"Dunia ini sangat busuk dan sangat kejam jadi janganlah jadi orang Naif jika kau jadi orang naif maka percayalah padaku kau akan menyesalinya." Ucapnya sambil meminum kembali minumannya.
Aku tidak percaya orang sebaik Alphonso bisa berkata seperti itu, untuk beberapa alasan aku merasa dia adalah orang yang sangat menakutkan.
Dia baik tapi kejam, ya walaupun dia kejam pada orang yang menganggu keluarganya untuk beberapa alasan juga Alphonso tetap baik dia adalah tipe orang yang mengutamakan keluarga lebih dari apapun.
"Baiklah paman aku akan mengingat selalu nasehat dari paman."
"Ya baguslah."
Aku sama sekali tak mengerti orang baik seperti Alphonso ini kenapa bisa berubah menjadi kejam apa mungkin ada hubungannya dengan kisah masa lalunya?
Hmmm apa memang benar dunia ini sekejam itu?
Dunia ini aku tak mengerti sama sekali.
"Paman ada satu hal lagi yang aku ingin tanyakan."
"Hmm tentang apa?"
"Gilan apa dia orang berpengaruh di kerjaan ini?"
"Iya tentu saja jika tidak, tidak mungkin bukan jalan seramai itu bisa dikosongkan secara tiba-tiba."
"Paman benar juga."
"Apa kau khawatir?"
"Ya sedikit paman."
"Hahhaha kau tenang saja aku sudah sering melakukan pembantaian seperti ini." Ucapnya yang tertawa tanpa beban.
"Ah begitukah kalau begitu paman aku ijin pamit dulu aku ingin beristirahat."
"Ya Reynald sekali lagi aku ucapkan terima kasih." DIa yang tersenyum penuh makna yang membuat hatiku seperti tersentuh.
"Ya sama sama paman" Balasku dengan senyuman yang serupa.
Aku pun pergi dari sana dan segera kekamar.
buat author semangat nulisnya
buat author semangat nulis nya