Aqila dan Arga adalah sepasang suami istri yang terpaksa menikah. Ini adalah keinginan dari Sherly sahabat dan juga calon istri dari Arga.
"Kumohon ini adalah permintaan terakhirku." Kata kata itu yang membuat mereka bersatu. Meskipun awalnya mereka terpaksa untuk menikah. namun lama kelamaan meraka merasa nyaman satu sama lain.
Apakah mereka akan selalu bahagia? Bagaimana jika Sherly kembali? Siapa yang akan di pilih Arga pada akhirnya?
Yuk simak cerita selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhila dila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 25
Ketika mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumahnya. Aqila segera membuka pintu dan melihat Arga sedang di papah oleh Dimas. Begitu melihat Aqila Arga segera melepaskan rangkulan Dimas dan menghambur memeluk Aqila.
"Ini kenapa Kak? Kok Mas Arga aneh?"Tanya Aqila.
"Mega memasukkan sesuatu ke dalam minuman Arga. Arga saat ini sangat membutuhkan kamu Qila. Kumohon berilah yang ia inginkan. aku gak mau melihat Arga tersiksa seperti ini."
Mendengar penuturan itu Aqila sedikit termenung. sedangkan Arga masih asik dengan aktifitasnya. ia menciumi leher jenjang Aqila. bahkan ia hendak membuka baju tidur Aqila. namun Aqila dengan segera menahan tangan Arga.
"Besok aku jelasin ke kamu Qila. sekarang bawa Arga ke kamar kalian. berikan ia pelepasan." ungkap Dimas.
Aqila mengerti dengan maksud dari Dimas. tapi ia juga merasa belum siap. ia merasa tidak mau menghianati Sherly. Tapi sekarang Arga sedang membutuhkannya. Ia merasa dilema.
Aqila membawa Arga ke kamar mereka. Saat masuk ke kamar Arga langsung menghujani Aqila dengan ciuman. Arga menciumi setiap inci dari wajah Aqila.
"Mas.." Ucap Aqila.
"Kumohon Qila.. Kumohon.." jawab Arga.
Akhirnya Aqila hanya bisa pasrah dengan segala perlakuan suaminya. Arga segera menjatuhkan Aqila ke atas kasur. Ia membuka pakaian nya sendiri. Lalu ia membuka paksa pakaian Aqila sehingga tidak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuh mereka.
Arga melanjutkan aksinya dengan menciumi setiap inci tubuh istrinya. Aqila awalnya berontak. ia mendorong tubuh Arga. tapi ia sadar ini adalah kewajibannya sebagai seorang istri. hingga akhirnya Aqila menerima semua perbuatan suaminya. dan malam panjang mereka pun terjadi malam itu.
Saat membuka mata, Arga melihat Aqila yang sedang tertidur dalam dekapan dirinya. Ia memeluk Aqila dan bergumam kata maaf berkali kali. Aqila ikut membuka matanya saat Arga berbisik di telinganya.
"Ga perlu minta maaf mas. aku ikhlas kok. ini udah jadi kewajiban aku mas. aku yang harusnya minta maaf karena baru bisa memberikannya kepada mas." Aqila lalu mengeratkan pelukan nya. "Sekarang ayo tidur lagi. ini juga baru jam 2 malam. baru 1 jam juga kita tidur."
"Terima kasih sayang karena telah mengerti keadaan ku saat ini. Maaf aku mengambil paksa dari kamu." bisik Arga di telinga Aqila.
Mereka saling menyelimuti tubuh masing masing dengan dekapan yang sangat erat.
"Aw.." Pekik Aqila.
Aqila yang hendak bangun kembali ke posisi semula, tertidur di samping suaminya.
"Kenapa sayang?"
"Aku pengen buang air kecil mas. tapi bagian bawahku sakit."Ucap Aqila malu malu.
Tanpa pikir panjang Arga lalu menggendong Aqila dengan bridal style membuat ia menelan ludahnya sendiri melihat Aqila yang tanpa busana sedikitpun.
"Mas ih.. malu tau. aku kan gak pake baju."Ucap Aqila sambil menelusupkan wajahnya di dada suaminya.
"Kenapa mesti malu sayang. udah liat semuanya ini. udah ngerasain juga tadi malam. Lagi yuk sayang. adik kecilku bangun lagi loh liat kamu kayak gini."
"Jangn mesum deh mas.."
"Biarin lah mesum sama istri sendiri ini. Ga akan ada yang ngelarang. justru kalau mamih tau dia pasti seneng dengernya. Anaknya telah berhasil membobol gawang."
Mendengar ucapan suaminya Aqila semakin menelusupkan wajahnya ke dada suaminya. Arga menurunkan Aqila mendudukannya di atas closet. Ia lalu mengatur suhu air yang akan mengisi bak mandinya. setelah dirasa suhunya pas. ia membawa Aqila berendam dengan air hangat.
"Katanya kalo berendam air hangat itu bisa mengurangi rasa tak nyaman di area wanita."
"Kamu kok tau banget mas. kamu sering ngelakuin itu?"
"Kamu yang pertama ku sentuh sayang."
"terus kamu tau dari mana?"
"Dari mbah google lah. dia kan tau segalanya."
"Kamu gak mandi mas? sebentar lagi waktu subuh loh."
"Aku mandi bareng kamu aja. biar irit air."
Arga lalu masuk ke dalam bak mandi bersama istrinya.Aqila hanya geleng geleng kepala melihat Arga yang langsung masuk dan mandi bersamanya. Mandi yang harusnya hanya berlangsung sekitar 15 menit. sekarang karena mereka mandi bersama waktu mandi mereka menjadi 1 setengah jam. karena di dalam Arga kembali menyerang Aqila.
"Mas cepet.. udah jam setengah 6 loh ini. nanti keburu habis waktu salat subuhnya."
Arga menghampiri Aqila dan mereka pun melaksanakan salat subuh berjamaah. setelah selesai, Aqila memilih membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya. Arga yang melihat Aqila terbaring ikut membaringkan tubuhnya. Arga memeluk Aqila dari belakang. Lalu mereka kembali tertidur karena kelelahan.
Pagi pagi sekali mamih Elisa telah sampai di kediaman putra kesayangannya.
"Mereka belum bangun bi?" Tanya Mamih ke Bi Susi
"Belum Nyonya. biasanya Non Aqila sudah turun dari tadi untuk menyiapkan sarapan."
"Baiklah biar saya yang bangunkan mereka."
Mamih Elisa menuju ke kamar anak dan menantunya ia membangunkan dua insan yang sedang berkelana di alam mimpi mereka masing masing.
Tok.. Tok.. Tok..
"Sayang bangun.. kayaknya Bi Susi di luar deh sayang. aku masih mau tidur. kamu tolong bukain pintu ya." Ucap Arga.
Aqila berjalan ke arah pintu dan membukanya. ia kaget melihat ibu mertuanya berada di hadapannya.
"Mamih kapan dateng? kok gak ngasih kabar kalau mau dateng?"
Mamih Elisa menelisik leher Aqila yang terdapat beberapa kissmark disana.
"Maaf Mamih ganggu kalian. Tadinya mamih mau ajak kalian sarapan. ini udah jam 9 loh. tapi kalo kalian mau buat cucu buat mamih. silahkan di lanjutkan saja."
"Mamih apaan sih mih. siapa yang lagi bikin cucu?" Arga menjawab pernyataan mamih.
"Itu tanda merah di leher istri kamu apa kalo bukan bikin cucu buat mamih?"
Arga melihat leher jenjang istrinya.
"Itu bekas tadi malem mih." Ucap Arga sambil tersenyum.
Aqila menunduk malu dengan ucapan suaminya.
"Ya udah sana bikin lagi. biar mamih cepet dapet cucu." Ucap mamih sambil melenggang pergi menuju meja makan..
"Mas.. ini gimana ngilanginnya. trus besok aku ke kantor gimana?" Ucap Aqila sambil melihat beberapa tanda yang dibuat suaminya di depan meja rias di kamarnya.
"Biarin aja biar orang orang tau kamu tuh udah ada yang punya."
Aqila segera mengambil fondation untuk menutupi kissmark perbuatan suaminya. Setelah itu mereka turun ke bawah menuju meja makan untuk sarapan bersama mamih.
"Loh ga jadi bikin cucu lagi? Ayo bikin lagi biar cepet cepet jadi"
"Mamih udah deh ngeledeknya. Kasian istri aku mih. liat mukanya udah merah banget." Ucap Arga
Melihat ekspresi Aqila semua tertawa terbahak bahak. Aqila hanya bisa menunduk sambil menyuapkan sarapan ke mulutnya. Setelah mereka selesai sarapan. mereka menuju ruang keluarga untuk menonton tv karena sekarang hari minggu. Mamih melihat Arga selalu menempel kemana pun Aqila pergi. Tak berselang lama Dimas datang untuk memastikan keadaan Arga dan Aqila.
"Pagi semua.. Eh ada tante.. tante kapan dateng?" Ucap Dimas sambil mencium punggung tangan Mamih Elisa
"Tadi pagi.. mamih pakai pesawat pertama dari sana. Pas mamih dateng mamih bahagia loh Dimas."
"Emang kenapa tante?"
"Dim. bisa gak manggilnya mamih aja?"
"Baik tan eh mamih. emang apa yang bikin bahagia?" Tanya Dimas.
"Mamih udah di bikinin cucu sama mereka. mudah mudahan cepet jadi. liat tuh Arga makin nempel sama istrinya semenjak mereka benar benar bersatu." Jawab mamih.
"Hebat dong ponakan aku hampir jadi. berapa ronde kalian melakukannya semalam?"
Mendengar perkataan mamih dan Dimas, Arga dengan santainya hanya tersenyum. sedangkan Aqila langsung menutup mukanya dangan kedua tangannya. Melihat reaksi Aqila semua yang ada di ruangan itu tertawa terbahak bahak.
cuman kurang greget ceritany,tp tetap semangat ya thor,dan semoga banyak yg baca ceritamu 😊😊😊
pahit ditengah
ending yg maies