NovelToon NovelToon
Aku Wanita Terhormat

Aku Wanita Terhormat

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:330.8k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Pernikahan yang berdasarkan untuk menghindari kesalahpahaman, hingga membuatku terpaksa harus menerima pernikahan yang sama sekali tidak kuinginkan.

Pernikahan yang ku fikir akan menyelamatkan ku dari fitnah ternyata justru membuatku hidup dalam kesengsaraan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25. Malam Kelam

Sorot lampu mobil yang masuk menerpa isi rumah yang tampak menyambut kedatangan sosok pria di tengah malam itu kini tak membuat Meisa terbangun dari tidurnya.

Aldi turun dari mobilnya, matanya menatap ke arah pintu rumah itu. "Astaga." ucapnya segera berlari saat mendapat istri tercintanya yang terlelap di atas meja makan.

"Mei..." panggilnya sembari menepuk pelan wajah istrinya.

Sepertinya Meisa terlalu mengantuk hingga tak bisa lagi membuka matanya. Ia masih tetap memejamkan matanya.

Aldi melirik makanan yang di hidangkan di atas meja itu. Ia menutup perlahan lalu membawa tubuh Meisa ke dalam gendongannya.

Sesampainya di kamar Aldi terduduk, ia menatap wajah istrinya yang begitu nyenyak. Aldi mengusap kasar kepalanya, ini semua terjadi semakin tak terkendali. Semua rencana Aldi untuk tetap akan melindungi Meisa perlahan tergeser semenjak kehadiran Rere.

Belum sempat Aldi beranjak untuk ke kamar mandi, langkahnya terhenti ketika suara Meisa terdengar.

"Mas... sudah pulang yah? Meisa siapin air hangat dulu yah buat Mas Aldi."

Saat Meisa ingin beranjak dari tempat tidurnya dengan wajah letih, seketika itu juga tangan Aldi mencegah gerakannya. "Sudah, Mei. Mas biar langsung mandi sendiri sekarang. Kamu istirahat yah. Mas tahu kamu pasti mengantuk sekali, kan?"

"Beneran, Mas?" tanya Meisa meyakinkan.

Aldi tersenyum mengangguk, ia meminta Meisa kembali tidur. Sementara ia sudah masuk ke kamar mandi. Di bawah siraman shower Aldi mengusap kasar beberapa kali wajahnya.

"Aku pulang selarut ini tapi Meisa tidak berkata-kata kasar. Justru dia ingin menawarkan pelayanan dengan lembut padaku. Ya Tuhan, mengapa seperti ini perlakuan ku. Mei...Maafkan aku, aku sungguh telah melukai hatimu."

Beberapa waktu Aldi menikmati siraman air di tubuh yang lelah itu, kini kembali terdengar suara ketukan pintu di luar kamar mandi.

"Mas...Aku siapin makanan hangat yah? kamu lapar kan?" tanya Meisa di luar kamar mandi dengan setengah berteriak.

Aldi yang sedari tadi tampak meratapi kelemahannya kini seakan kembali mendapatkan tamparan keras dari sang istri.

"Tidak, aku harus mengatakan semuanya. Aku yakin Meisa akan lebih memahami semua ini dari pada mendengar dari orang lain."

Aldi segera bergegas keluar kamar mandi dengan jubah handuk miliknya. Ia melangkah ke arah Meisa yang masih menampilkan senyuman terindah meski ia sangat paham jika Meisa tengah menahan kantuknya.

Kedua tangan Aldi meraih wajah Meisa dan mendaratkan satu ciuman di kening sang istri. "Aku mencintaimu, Mei. Aku sangat mencintaimu. Kau istriku yang sangat sempurna." tuturnya penuh ketulusan.

Meisa kembali menarik lebar senyumannya, ia masuk ke dalam tubuh suaminya memberikan pelukan yang begitu hangat dan menenangkan.

"Aku juga sangat mencintai, Mas Aldi. Sangat sangat sangat mencintai mu Mas."

Keduanya lama berpelukan hingga akhirnya Aldi melepas pelukan mereka. "Ayo kita istirahat, Mas sudah kenyang. Lagi pula besok Mas harus segera berangkat ke luar Kota untuk pekerjaan." tuturnya hingga membuat wajah Meisa menengadah untuk bisa meraih wajah suaminya.

"Mas Aldi, mau keluar Kota? apa tidak terlalu cepat untuk di berikan tugas? lagi pula ini saja hari pertama Mas Aldi kerja sudah pulang selarut ini, Mas."

Aldi menghela nafasnya kasar. "Mei, saat ini aku menjabat sebagai sekertaris di kantor baru itu. Dan aku ingin bicara sesuatu dengan mu." ucap Aldi menampilkan wajah gugupnya.

"Sudahlah, Mas kita sebaiknya tidur saja. Pasti Mas Aldi kelelahan kan? nanti kita bicara-bicaranya setelah Mas Aldi pulang dari luar Kota saja. Kita akan lebih banyak waktu luang."

"Yang di katakan Meisa ada benarnya juga. Mungkin dengan waktu yang tidak tepat seperti ini dia akan kesulitan mengendalikan emosi. Aku akan menceritakan semua setelah dari luar Kota saja."

Akhirnya keduanya memutuskan untuk segera berisitirahat, Aldi yang sudah terlelap begitu cepatnya membuat Meisa gelisah. Ia membuka kembali matanya menatap wajah manis suaminya itu.

Tangannya perlahan mengusap lembut wajah pria di hadapannya ini. "Aku tidak tahu kapan perasaan ini hadir, Mas. Yang jelas aku percaya kau tidak akan memberikan luka di hatiku. Kau suami yang sempurna untukku. Aku percaya Tuhan telah memberikan cobaan di awal pernikahan kita, tapi tidak untuk sekarang."

Ia mengecup lembut kening sang suami lalu mengeratkan pelukannya yang sebentar lagi akan memisahkan keduanya dalam waktu singkat. Mungkin. Yah hanya kata itu yang bisa mewakili keadaan keduanya saat ini.

Tidak akan ada yang tahu apakah kepergian Aldi hanya sebentar atau dengan waktu yang lama.

"Aku sangat tenang tiap kali berada di pelukan mu, Mas. Tapi mengapa rasa gelisah itu kembali hadir tiap kali aku jauh dari mu? apa itu pertanda jika aku takut kehilanganmu? sebenarnya ada apa ini?"

Meisa kembali berbicara di dalam hati sembari memegang dadanya yang berdetak semakin teratur, berbeda seperti tadi sebelum kedatangan suaminya.

Sungguh benar yang dikatakan orang pada umumnya, feeling seorang istri tidaklah pernah salah. Meski terkadang belum ada ikatan pernikahan, seorang wanita kerap kali menggunakan perasaan saat mencintai lawan jenisnya.

Perasaan itulah yang akan ia gunakan untuk menuntun langkahnya untuk terus mencintai atau harus meninggalkan kekasihnya. Meski terkadang kelemahan seorang wanita ketika cintanya lebih besar dari akal dan pikirannya. Ia bahkan rela menyakiti dirinya demi mempertahankan rasa cintanya.

Dikala hatinya mampu membuka jalan jika yang ia pilih adalah lelaki yang tidak sepantasnya untuk di pilih, ia akan mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan dengan pertimbangan menerima segala kekurangannya.

Jika di kamar ini keduanya saling melepaskan lelah dan rindu, berbeda halnya dengan rumah yang setiap hari bahkan setiap waktu selalu terasa hawa panas.

"Baru pulang?" Diana membuka pintu rumah saat mendapati Bimo yang lagi-lagi pulang dalam keadaan sudah di bawah pengaruh alkohol.

"Minggir!" hardik Bimo yang menepis kasar tubuh Diana di tengah-tengah pintu.

"Mau sampai kapan kamu mabuk-mabukan seperti ini, Pah? aku capek lihat kamu seperti ini." teriak Diana sembari berlari kecil mengejar suaminya yang melangkah gontai ke arah kamarnya.

Bimo merebahkan tubuhnya yang berkeringat di atas kasur yang ia tempati jika keadaan mabuk saja. Diana mendekat padanya dan menatap marah.

Bimo masa bodoh, bahkan ia terkekeh melihat raut wajah Diana yang memerah menahan emosinya.

"Hahaha ada apa? mengapa menatapku seperti itu? bukankah yang kau butuhkan keutuhan rumah tangga seperti yang sudah kau tetapkan? kau tidak perduli dengan ku, kan? hahahaha."

Diana marah ia merasa di ejek oleh suaminya. Diana mengganti pakaiannya lalu meraih tas miliknya. Terdengar suara pintu kamar yang ia banting dengan kasar.

"Kau pikir kau saja yang bisa seperti itu, Bimo? aku jauh lebih bisa melakukan yang tidak kau duga." Senyuman menyungging terlihat jelas di wajah Diana. Ia melajukan mobilnya ke arah jalanan Kota yang begitu tampak ramai.

Di tengah malam yang hampir subuh, kendaraan semakin ramai. Para pengendara penikmat suasana malam dan pagi. Diana memarkirkan mobil tepat di depan sebuah hotel berbintang yang terkenal tempat hiburan malamnya. Dengan tampilan elegan ia melenggang masuk menuju lift. Tepat di lantai delapan, sebuah bar yang hanya di sediakan orang-orang kelas atas untuk mencari hiburan.

Beberapa mata melirik ke arah Diana yang baru saja masuk di tempat itu. Gaun seksi dan terbuka yang ia kenakan seakan menambah gairah para lelaki hidung belang di tempat itu.

"Wah... sepertinya ada yang lebih hot." gumam seorang pria muda yang tampak memijat dagu berbulu tipis itu. Tatapannya begitu fokus ke arah dada Diana yang padat.

Secepat kilat ia sudah berdiri di belakang Diana. "Ada yang ingin aku bantu?" tanyanya setengah menggoda di telinga Diana.

"Ish." rintih Diana tanpa sengaja keluar dari bibir merah merekahnya ketika merasakan sentuhan menggelikkan di daun telinganya.

Ia berbalik menatap ke belakangnya. Tampak pria tampan dengan tubuh tinggi atletis sangat-sangat menggoda di mata Diana.

"Namaku Alexander, panggil saja Ale." ucapnya lembut dan mendaratkan satu ciuman di punggung tangan mulus Diana yang ia genggam.

Diana masih terdiam mematung, ia memperhatikan gerak gerik pria di hadapannya ini. Sungguh sangat menggoda, memperlakukan wanita dengan begitu lembut.

Yah seperti itulah memang yang seharusnya Ale lakukan pada setiap pelanggan.

Manik mata Diana terpanah tanpa bisa berpaling dari Ale.

"Diana." tuturnya.

Ale berjalan menuntunnya ke sebuah ruangan VIP, "Ayo duduk. Biarkan aku yang membantu mu malam ini, Oke?" tanya Ale sembari mempersilahkan Diana.

1
falea sezi
kn bukan anak. aldi ngapain tanggung jawab
falea sezi
karma di byar kontan akirnya si pelacur mati
falea sezi
kapok karma pelakor wanita gatel itu perebut suami orang
falea sezi
g jijik apa ya Mei ma aldi tukang celup
falea sezi
bukannya uda di talak ya males kalo mau. balikan aldi bekasss jalang
falea sezi
mencintai Mei tp enak enak. ma jalang munafik
Erni Nofiyanti
rumit jga tuh hubungan,Rere mulai ada rasa Ama dion,sedangkan kail suka Ama dion.pusing jadinya
siti rohimnah
hemmm mengapa harus berjanji dan kembali dengan Aldi yang kasar hanya karena selaput darah, cowok sok suci 😡
Jue
Jaga-jaga Aldi esok Aldiva benci padamu dan berimbas pada Meisha , Menjadi seorang bapak yang tidak Aldi , Dan Aldi tu bukannya cemburu tapi tiga suku , Lebih baik pasang gerigi besi kurung saja terus si Meisha buat selamanya
Jue
Wah tambah zuriat ni lagi Aldinya subur sungguh , Hai senangnya dalam hati bila beristeri dua fikir Aldi
tata 💕
kata'a tokoh disini pada ancur deh ya aldi & ortu'a, rere & ortu'a, meusya yg g tegas, diana & bimo. yg bener cm ibu nirmala, bu risa dan aditya
tata 💕
ni mah keluarga hancur nama'a
tata 💕
ish..... 😡
tata 💕
thor ko aku jd males y 😕
tata 💕
dah lah Na tinggalin tuh aldi, laki2 egois, g jujur dan g berprinsip, mau'a enak sendiri
tata 💕
kenapa y novel ni kumpulan orang2 bodoh y, maaf y thor
tata 💕
dah lah mending pisah aja nana, tinggalin aldi, lelaki egois 😐
tata 💕
ko menyebalkan y
tata 💕
masih abu2 nih thor
lanjut baca lagi lah
semangat thor 💪
Marlina Lina
kena azab nya tu tooorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!