Warning!!!
Banyak typo bertebaran
Sinopsis
Aku pikir kamu tulus mencintaiku, aku berjuang dan bersabar dengan sikap kasar yang kamu lakukan. Jika kamu tidak mencintaiku mengapa kamu melakukan ini semua mengapa seakan-akan kamu mencintaiku? Aku tau aku bukanlah gadis yang sempurna tapi salahkah aku mencintaimu.
Aku terus berjuang hingga akhirnya kamu mematahkan harapanku. Ternyata aku hanya bahan taruhanmu saja. Aku lelah dan aku memilih untuk pergi ~ Rain
Aku salah dan aku meminta maaf. Maaf karena telah menyakitimu terlalu dalam. Bisakah kamu untuk tidak membenciku? itu sangat menyakitkan. Dan bisakah kamu tetap berada disisiku? Walaupun kamu menolak aku akan tetap memaksa biarlah aku menjadi egois~ Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Burik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Haiss, kenapa sih Rain" ucap Mila kini yang terduduk di kursi taman rumah sakit.
"Kenapa kamu percaya aja sama perkataan cowok br**gsek itu. Dan apa yang udah kamu lakuin" guman Mila merutuki sahabatnya yang terlalu naif.
Rain yang bagus di bidang akademik berbanding terbalik dengan kisah percintaanya, Rain terlalu polos dan naif. Dengan mudahnya dia memberikan hal yang paling berharga yang ada pada dirinya kepada seorang yang hanya ingin mempermainkannya.
"Sean lo cowok br**gsek, kalo sampek lo nyakitin Rain gua bakal jadin lo prekedel" umpat Mila.
"Hai" sapa seseorang yang membuat Mila menatap ke arah orang itu.
"Boleh saya ikut duduk?" ucap pria itu.
"Duduk aja, ini juga tempat duduk umum" jawab Mila malas.
"Kenalin saya Jordan" ucap Jordan sambil mengulurkan tangannya.
"Mila" jawab Mila tanpa menyambut jabatan tangan dokter itu.
Jordan merupakan dokter di rumah sakit XXX yang di tepati Rain saat ini, selain itu dia juga merupakan dokter pribadi Sean.
"Apa kamu ada masalah?" tanya Jordan.
"Kalaupun iya emang saya harus bilang ke anda gitu?" ucap Mila super duper judes
"Hahaha kamu lucu" Jordan merasa gemes dengan tingkah laku Mila yang terlihat menggemaskan di matanya.
"Dasar aneh" guman Mila
"Tadi saya dengar kamu menyebut nama Sean?" ucap Jordan
"Iyaa,, dia pria br**gsek yang udah ngehancurin hidup sahabat saya" ucap Mila nampak emosi
"Sean?" ucap Jordan menaikan salah satu alisnya
"Iya Sean Angelo Zaskhara, pria br**gsek yang sok ganteng dan sok kaya itu" ucap Mila
*Walau sebenernya emang ganteng dan kaya sihh* batin Mila
Mendengar itu Jordan pun bingung, wanita disampingnya kini telah mengumpat tuannya. Tadi dia pikir yang disebut Mila mungkin Sean yang lain, tapi setelah mendengar nama lengkap itu tidak ragu lagi itu adalah Sean tuan muda Zaskhara.
"Hahaha memangnya apa yang telah dilakukan pria br**gsek itu?" ucap Jordan
*Maaf tuan sekali-kali saja aku berbicara seperti itu ahahaha" batin Jordan
"Dia telah.." ucap Mila namun terhenti, hampir saja dia berbicara pada orang asing dan aneh di sampingnya ini
"Bukan urusan anda" ucap Mila ketus langsung bangkit pergi meninggalkan Jordan
"Sebenarnya apa yang telah anda lakukan tuan" guman Jordan sambil menatap punggung Mila yang menjauh.
......................
"Mila" ucap Rain yang melihat Mila telah kembali
"Maaf yaa aku dah buat kamu marah" ucap Rain sedih
"Menurut kamu?, aku bakal bisa marah lama" ucap Mila
"Hehehe" Rain tertawa kikuk.
"Aku bakal dukung apapun keputusan kamu Rain, tapi kalo sampek Sean berani nyakitin kamu aku bakal kasih dia pelajaran" ucap Mila sambil memeluk Rain.
"Makasi Mil, kamu udah mau ngertiin aku" ucap Rain membalas pelukan Mila
"Inget sekarang kamu lagi membawa kehidupan di perut kamu, harus hati-hati" ucap Mila sambil mengelus perut Rain
"Hai dede bayi,, kenalin ini aunty Mila" ucap Mila
"Hahaha hai aunty Mila" ucap Rain menimpali.
Mereka pun bercakap-cakap tanpa tau bahwa ada yang mengawasi mereka yaitu dokter Jordan. Jordan merasa penasaran maka dari itu, tadi dia mengikuti Mila hingga berakhir mengintip di balik pintu seperti seorang maling.
"Bayi? hamil?" itulah yang terlintas di benak Jordan saat menguping percakapan dua sahabat itu.
"Apa wanita itu sedang hamil anaknya tuan Sean?" ucap Jordan kembali terfokus pada Rain.
Dokter Jordan Visual
NEXT