Kematian kakaknya membuat Ayu memiliki hubungan percintaan dengan Angga, polisi tampan yang bertugas mengungkap kasus kematian tersebut, Herman sahabat sekaligus teman kuliah yang telah lama mencintai Ayu ternyata adalah anak dari suami almarhum kakak, apa yang terjadi selanjutnya dengan hubungan Ayu dan Herman, mungkinkah hubungan persahabatan mereka tetap terjalin baik setelah mereka tahu latar belakang masing masing, bisakah Angga mengungkap pembunuh kakak Ayu yang sesungguhnya ikuti kisah Ayu, Herman dan Angga dalam kisah mawar kali ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Robbiyana Widiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ketemu sahabat lama
Tibalah hari yang di nanti nanti oleh Angga, besuk pagi dia akan berangkat ke Semarang, sore ini setelah jam kantornya selesai Angga sengaja singgah ke mall untuk membeli oleh oleh untuk Ayu. Dia sempat kebingungan apa yang akan di beli yang pantas untuk di berikan kepada ayu jam tangan? Sepatu? apa boneka? Mana yang pantas? Angga garuk garuk kepalanya yang tidak gatal, kenapa tiba tiba otaknya terasa bebal. Tanpa sengaja kakinya melangkah masuk di salah satu Toko boneka, dia melihat ada boneka beruang memakai kostum polisi, sangat lucu. Entah kenapa Angga sangat tertarik dengan boneka itu. Dan dia memutuskan untuk membelinya, dia membeli sepasang. Dia berencana menyimpannya satu dan memberikan pasangannya kepada Ayu. Setelah membayar boneka tersebut Angga segera pulang menuju apartemennya, dia ingin segera istirahat, dia tak ingin terlambat bangun besuk pagi.
Sesampainya di apartemen Angga segera mandi dan mempersiapkan koper yang akan di bawanya, tak lupa dimasukkannya boneka berjuang berkostum polisi ke dalam kopernya. Angga tersenyum melihat boneka Itu. Dia hanya geleng geleng kepala menyadari kekonyolannya kali ini.
Kenapa aku seperti abg yang baru mengenal cinta begini.
Diambilnya hp yang tergeletak di meja kamarnya, ia ingin menghubungi Ayu.
Terdengar nada sambung dàri ujung sana, beberapa saat kemudian terdengar suara menyapanya.
" Hallo..'
"Hallo Yu.. aku jadi ke Semarang ya, besuk aku sampai di A.yani jam 11 siang, jadi di jemput?"
" Iya mas, besuk Ayu pasti jemput."
" Nggak ada acara lain kan?"
" Nggak ada mas, katanya Ayu mesti kosongin jadwal kalau mas ke Semarang?" kata Ayu
" Iya, harus ..hehehe" jawab Angga tertawa
" Emang sudah nggak ada jadwal kok mas, aku sudah selesaikan semuanya urusan urusanku, aku siap jadi tour guidenya mas Angga, jangan lupa ya mas, aku minta honor gede lo untuk kerjaanku ini." canda Ayu
" Hahahaha...jangan kuatir kalau soal itu, gajiku kamu minta semuapun aku kasih, kamu tenang aja kalau soal Itu." jawab Angga
"Sudah ah mas...sekarang mas Angga istirahat dulu ya, besuk kita ketemu."
" Ok, sampai jumpa besuk Yu.'
Angga tersenyum memandang hpnya, dan dia segera berbaring di tempat tidurnya sambil membayangkan wajah Ayu. Ia tak sabar menunggu pagi.
****
Suasana bandara A. Yani siang itu sangat ramai. Ayu sudah menunggu Angga di pintu kedatangan dari 10 menit yang lalu dan kalau tidak ada kendala pesawat akan datang 5 menit lagi. Sambil membuka pesan yang ada di hpnya, Ayu sesekali melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Tiba tiba ada suara yang menegurnya dari arah belakangnya.
" Ayu... kamu benar Ayu kan?"
Ayu menoleh memperhatikan gadis manis dengan lesung pipinya.
". Iya..maaf aku lupa, kamu siapa?"
" Astaga... Ayu, kamu lupa ya? aku Dewi..temen smp. Kita pernah sebangku lo di kelas 3."
" Dewi...smp.. ampunnnnn kamu Dewi Anggraeni, heiiiii...apa kabar? maaf aku pangling, kamu cantik bangettttt."
mereka tertawa sambil berpelukan, tidak memperdulikan orang orang yang lewat sambil memperhatikan mereka.
" Suer Dew....kamu cantik banget sekarang"
" Halahhh...bisa aja, kamu kali yang cantik banget, nggak bosen apa jadi orang cantik terus? " canda Dewi
kembali mereka tertawa
" Mana ada bosen jadi cantik, yang ada bosen di php in iya?"
" Hadduhhh...siapa yang berani php in kamu ? sini aku beri," jawab Dewi sambil menyingsingkan lengan bajunya seolah siap untuk berkelahi.
" Hahaha...kamu nggak berubah ya Dewi, masih aja bar bar, kabar gimana? sekarang tinggal dimana?"
" Kamu nggak berubah, wajah tetep cantik, mama juga tetep Ayu, pembawaan kalem, sekalinya ngomong di borong semuanya." jawab Dewi sambil tersenyum
" Habisnya ...kita kan lama banget ya nggak pernah ketemu, sini bagi nopenya."
"Iya...ada kali 7 tahun kita nggak ketemu, aku tinggal di Surabaya, cuma ini mau jemput temen aja yang mau main ke Semarang."
"Sama dong, aku juga mau jemput temen, dia juga pingin main ke Semarang." jawab Ayu
" Mana hpmu? aku kasih nope ku. Tapi janji ya..jangan cuma di koleksi, dihubungin orangnya, nggak kangen apa sama orang yang manis dan imut ini." canda Dewi
Ayu memberikan hpnya pada dewi dan Tak lama kemudian dewi sudah menulis nomernya pada hp Ayu, dan melakukan panggilan pada hpnya sendiri. Setelahnya diberikan hp Itu kepada Ayu kembali sambil berkata
" Nih sudah beres, aku juga sdh simpan nomermu."
konflik antara Anya - Wira - William yg asli dan bener tuh gimana. Trs Wira bilang "Anya itu perempuan ular" , itu jg ga dijelasin lebih detail ularnya dimana.
trs Wira bilang "kalau ttd berkas, jgn pas terburu-buru. Jgn mudah percaya sama siapapun meski asisten pribadimu sendiri" itu jg ga dijelasin gimananya :(
Trs Wira kok tiba2 meninggal tuh gimana
huhh masih ganjel bgtt :(