NovelToon NovelToon
Di Batas Senja

Di Batas Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Contest / Balas Dendam / Spiritual / Iblis / Dunia Lain / Chicklit / Tamat
Popularitas:134k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dwi Rinee

"Jika bukan kita yang memusnahkannya, maka dia yang akan memusnahkan kita nantinya."

Demi menjaga kehormatan leluhurnya, keluarga Hambali terus melakukan ritual Karena mereka percaya dendam masa lalu leluhurnya tidak akan pernah selesai sebelum mereka menghabisi musuhnya yaitu keluarga Bisri.

Dari keturunan keluarga Bisri yang terakhir berusaha untuk melupakan semua karena dianggap tidaklah berguna.

Namun tidak dengan keluarga Hambali, apalagi sampai sekarang mereka percaya jika keluarga mereka lah yang paling berkuasa.

Bagaimana cara Raya sebagai keturunan terakhir keluarga Bisri menanggapinya?

Apalagi sekarang Raya dan Ali yang merupakan keturunan terakhir keluarga Hambali ternyata sama sama memiliki perasaan sebagai kekasih?

Simak kelanjutannya hanya di sini🤗☺️

Semoga berkenan🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Rinee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 25(mulai berulah)

Raya dan Manda hanya menyimak pembicaraan papanya dengan kyai Arifin. Raya pun mengajak Manda pergi ke teras untuk menceritakan tentang Ali.

"Papa, pak kyai..kami mohon ijin ke depan dulu!" Raya pamit pada orang orang di sana. Lagipula dia juga tidak tau apa yang dibahas oleh orang tua.

"Ya sudah pergilah! kalau mau pulang bilang dulu!" pesan papa Sigit.

"Ya pa.." jawab Raya.

Raya dan Manda menuju bale yang ada di halaman depan rumah kyai Arifin. Raya pun menceritakan kejadian yang dialaminya bersama Ali.

"Memangnya apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan bang Ali?" Manda pun semakin penasaran karena Raya tak kunjung bercerita.

"Tapi kamu janji untuk tidak menceritakannya pada Lily. Aku takut dia jadi benci padaku lagi."

"Iya aku janji!" jawab Manda serius.

"Jadi, bang Ali sudah menyatakan isi hatinya padaku!" cerita Raya. Manda pun terkejut mendengarnya. Dia sudah menyangka jika Ali memang ada hati pada Raya dan itu ditunjukannya dari sikapnya setiap bertemu Raya.

"Lantas apa jawaban kamu?" tanya Manda.

"Aku tidak menjawabnya. Lagipula bang Ali menyuruhku untuk meninggalkannya dan tidak boleh jatuh cinta padanya." jelas Raya.

"Maksudnya apa coba?" Manda pun heran. Tentu saja! Raya sendiri juga tidak paham dengan Ali. Jika dia tidak mengijinkan untuk mencintainya, lantas kenapa Ali harus mengungkapkan perasaannya pada Raya.

"Sepertinya bang Ali penuh misteri! kita harus mencari tau kebenarannya!" Manda pun sangat antusias ingin tau rahasia yang dimiliki Ali. Mengapa dia malah menyuruh Raya pergi. Jika cinta, bukankah seharusnya Ali memperjuangkannya?

" Bang Ali bilang, dia tidak ingin kejadian yang sama terjadi padaku sama seperti yang terjadi pada Tata tunangan bang Ali dahulu!" jelas Raya.

"Apa itu artinya memang benar apa yang dikatakan warga. Jika keluarga bang Ali menjadikan wanita sebagai tumbal kejayaan keluarganya?" Manda pun mulai berpikir.

"Kejayaan darimana? kamu gak lihat keluarga bang Ali biasa biasa saja sampai saat ini?" kata Raya.

"Berarti memang keluarga bang Ali penuh misteri. Bagaimana kalau kita mengungkap misteri tersebut?" usul Manda. Sepertinya dia sangat ingin menjadi detektif dan mengungkap sebuah misteri.

Raya hanya menggeleng kan kepalanya melihat antusiasme Manda yang ingin menjadi detektif.

Mereka berdua pun bercanda seru hingga tak menyadari jika Ilham mendekati mereka.

"Sepertinya seru! boleh bergabung?" tanya Ilham mengagetkan Raya dan Manda.

"Eh..bang Ilham bikin kaget saja!" jawab Manda.

"Daripada hanya duduk di sini, bagaimana kalau kita jalan jalan ke kebun ayahku. Tak jauh kok dari sini, ada di pinggir jalan sebelah sana!" tunjuk Ilham ke jalan arah menuju rumah nenek Sari.

Raya dan Manda saling pandang, mereka pun tersenyum.

"Iya boleh! sekalian cari udara segar!" jawab Raya.

"Tapi kita pamitan dulu. Kan gak enak kalau tiba tiba menghilang!" lanjutnya.

"Tidak perlu, aku sudah ijin akan mengajak kalian, tadi sebelum ke sini!" ucap Ilham.

"Baiklah! Ayo!" Manda pun semangat turun dari bale dan berjalan mendahului Ilham dan Raya. Mereka bertiga pun berjalan menuju kebun yang ditunjukkan oleh Ilham.

Mereka bertiga sudah sampai di kebun melon milik kyai Arifin. Ada beberapa pekerja sedang panen melon. Ilham pun meminta satu buah melon pada pekerja untuk dinikmati mereka bertiga.

Manda mengamati kerja para petani melon di sana. Saking asiknya berbincang dengan petani, Manda meninggalkan Raya dan Ilham yang masih menikmati melon. Manda sengaja mencuri ilmu bercocok tanam buah melon. Siapa tau dia bisa menanam melon di pekarangan rumahnya di kota.

Raya dan Ilham malah asik bercerita berdua, namun Raya tetap memperhatikan Manda dari tempatnya.

Tak terasa Raya dan Ilham sudah semakin akrab. Raya memang orangnya supel dan pandai bergaul. Maka tidak khayal jika dia cepat akrab dengan siapapun yang diajaknya bicara.

"Bang Ilham masih sekolah? dimana?" tanya Raya ingin tau.

"Aku SMA kelas XII di kota X. Setiap Sabtu pasti pulang ke sini." jawab Ilham.

"Gak capek bang, tiap Minggu pulang. Kan jauh?" tanya Raya lagi.

"Enggaklah! kan mau bertemu orang tua. Lagipula sekolahku hanya Senin sampai Jumat. Jadi libur dua hari." jawab Ilham lagi.

Mereka berdua pun bercanda tawa. Saling bercerita tentang pengalaman sekolah mereka masing masing. Tak ada canggung sama sekali diantara mereka berdua.

🌸🌸🌸

Sementara itu..

Setelah mengetahui bahwa kedua pamannya tetap bersikukuh ingin balas dendam pada keluarga Bisri. Ali ingin sekali mengabarkan perilaku kedua pamannya pada papa Sigit. Ali ingin papa Sigit tau jika kedua pamannya sangat terobsesi ingin menghancurkan tuntas keluarga Bisri karena merasa terancam dengan kekuatan tersembunyi yang dimiliki keturunan terakhir keluarga Bisri tersebut.

Saat kedua pamannya pergi ke sebuah ruangan di dalam rumah, Ali segera pergi ke rumah nenek Sari hendak mengabarkan sesuatu pada papa Sigit sebelum pergi ke kota.

"Semoga Raya dan keluarganya belum berangkat!" batin Ali. Dia pun bergegas ke rumah nenek Sari melalui jalan setapak di belakang rumahnya.

Sesampainya di rumah nenek Sari, rumah itu terlihat sepi. Tak terlihat ada orang disana, namun dua mobil terparkir di halaman. Berarti Raya dan keluarganya masih di rumah. Ali segera mengetuk pintu rumah nenek Sari yang masih tertutup.

"Permisi.." sapa Ali. Sunyi tak ada suara.

"Kemana mereka?" batin Ali.

Tak lama pintu pun terbuka, ternyata Lily yang membukakan pintu dan terlihat acak-acakan karena baru bangun tidur. Lily pun jadi salah tingkah begitu melihat Ali sudah berdiri di depannya.

"Eh..bang Ali! silakan masuk bang. Maaf keadaan saya seperti ini!" ucap Lily gugup sambil merapikan rambutnya yang berantakan.

"Aku ingin bertemu pak Sigit. Apa beliau ada di rumah?" tanya Ali.

"Om Sigit dan yang lainnya sedang ke rumah kyai Arifin. Bang Ali kesana saja jika memang ada yang penting!" jawab Lily. Dia sadar mana mungkin Ali kesana mencarinya.

Setelah mendapat penjelasan dari Lily, Ali segera pergi ke rumah kyai Arifin untuk mencari papa Sigit.

Sesampainya di rumah Kyai Arifin, Ali celingukan mencari keberadaan Raya, namun tak menemukannya. Dia pun kecewa karena tak bisa melihat Raya.

"Ada apa Ali? ada yang kamu cari? atau sesuatu yang ingin kamu sampaikan?" tanya kyai Arifin melihat Ali kebingungan. Begitu juga dengan papa Sigit memperhatikan Ali dengan seksama. Sepertinya papa Sigit tau perasaan Ali terhadap Raya. Namun beliau tidak berani mengambil kesimpulan.

Papa Sigit tau Ali adalah anak yang baik. Buktinya selama ini Ali lah yang merawat rumah ibunya dengan telaten.

"Bicaralah Ali!" ucap papa Sigit membuat Ali merasa bersalah.

"Sebenarnya..." Ali pun langsung menceritakan kedatangan kedua pamannya kepada papa Sigit dan kyai Arifin. Dan apa yang akan dilakukan kedua pamannya saat ini. Papa Sigit dan semua yang di sana menjadi tercengang. Separah itukah?

"Bagaimana menurut pendapat kyai? apa yang harus saya lakukan?" tanya papa Sigit merasa khawatir.

"Ali..saya mau minta tolong padamu. Tolong jemput Ilham, Raya dan temannya di kebun. Suruh mereka segera pulang kesini. Semoga tidak terjadi apapun pada putrimu!" kata kyai Arifin.

"Baik!" jawab Ali.

1
dewi
bagus banget, ending yg sempurna
Dwi Rinee: terimakasih sudah berkenan mampir🙏🙏☺️
total 1 replies
TDT Angreni
ceritanya bagus.
TDT Angreni
cerita misterinya bagus. lumayan merinding.... nenek sari mencurigakan.... badan dingin biasanya bukan manusia.
👑Keluarga author
⭐⭐⭐⭐⭐
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
seketika perasaan ga enak
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
ya ampun ternyata mimpi
VLav
seruuu jadi pengen baca terus yaa
salam dari keluarga besar arsgaf 🙏
👑keluarga author
⭐⭐⭐⭐⭐
Citoz
lanjut sis.. 😊
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂
⭐⭐⭐⭐⭐
Risfa
sukses ya ka karyanya 🤗
Risfa
mangatt ka
Risfa
Hadir ka
Axella
ceritanya bagus kak
Hanum Anindya
Keren abis kak! sukses selalu ya kak. aku udah fave, Like, bunga, vote juga semoga tetap semangat terus ya kak.
Hanum Anindya
wow ceritanya bagus kak tentang misteri sepertinya, penasaran.juga sih masa lalu dari keluarga papa Sigit. dalam kenal dari keluarga ASGRAF. semangat ya kak.
👑Keluarga author
⭐⭐⭐⭐⭐rate 5
👑keluarga author
keren
👑keluarga author
⭐⭐⭐⭐⭐
Author Halu
semangat kak.. salam dari anggota arsgaf.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!