NovelToon NovelToon
ORANG KETIGA

ORANG KETIGA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Zian Bachri

Kisah ini hanyalah fiktif belaka. Sekedar untuk hiburan.

***

Ari seorang pemuda tampan penakluk wanita, suatu hari bertemu dengan gadis yang tak mudah ia taklukkan. Ia pun jatuh hati pada gadis polos bernama Vidya. Kesederhaan Vidya telah memikat hatinya dan iapun menikahi sang gadis.

Namun ternyata pernikahan tak mampu menghentikan petualangan cintanya. Ia merasa hambar dengan perasaannya terhadap Vidya. Diana, mantan kekasih terindah yang tak mampu ia hapus dari ingatannya, telah hadir menjadi orang ketiga dalam biduk rumah tangganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian Bachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar dari Mama

Vidya mengernyitkan mata, alisnya saling bertautan, bukankah tadi Ari sudah membawa serta ponselnya saat dia berangkat kerja?lalu milik siapa benda yang terjatuh ini?ia bertanya pada dirinya sendiri.

Ia segera memungut benda yang terbungkus kertas pink itu. Dibolak baliknya benda ditangannya itu. Sebuah kado?buat siapa?lagi-lagi ia bertanya pada dirinya sendirinya.

Ia letakkan benda itu diatas nakas yang ada disamping ranjang. Ia beralih memungut benda hitam berbentuk persegi panjang itu.

Diluar terdengar suara deru mobil berhenti tepat di depan rumah, seperti suara mobil suaminya?jam berapakah ini?kenapa jam segini dia pulang kerumah? Ia membatin dalam hati.

Keburu waktu, ia segera menyalakan ponsel yang kini sudah ada di dalam genggamannya itu. Ponselpun menyala dengan baterai hanya tersisa 2%, dengan cekatan ia segera menggeser menu, tangannya segera mengklik Aplikasi whatsApp. Sekilas ia melihat dari jendela kamar, sang suami telah memasuki halaman rumah mereka, dan ada Aira bersamanya.

Pikirannya tak fokus, satu sisi bertanya kenapa Aira dan suaminya pulang sesiang ini?sisi lain ia bertanya ponsel apa ini?

Gemetar tangannya saat aplikasi berwarna hijau itu telah terpampang di depan matanya, ada deretan pesan dari Diana dan Dista. Ia hendak membuka puluhan pesan yang belum dibuka dari sebuah kontak yang diberi nama Diana, belum sempat ia membaca satu persatu isi pesan itu, Ari sudah berdiri di hadapannya dan segera merampas ponsel itu dari tangannya, tampak Aira mengekorinya dari belakang.

Ia masih tak mengerti dengan apa yang terjadi, apakah suaminya memiliki dua ponsel?

Apakah artinya selama ini suaminya menyembunyikan ponsel itu dari dirinya? Hatinya kembali bergemuruh, seolah ada sesuatu yang sedang mendidih di dalam dada sana. Ia kini paham apa yang sedang terjadi. Ternyata selama ini Ari memiliki ponsel yang ia sembunyikan darinya, ponsel untuk berkomunikasi dengan Diana serta dengan Dista perempuan bersuami itu, atau mungkin masih ada perempuan-perempuan lain yang ia tidak tahu. Nafasnya kini naik turun, amarahnya seolah siap meledak dari ubun-ubunnya.

Kring.....kring...kring

Tiba-tiba ponsel Ari berdering.

"Halo, iya Ma, iya, ini Ari sudah selesai jemput Aira, kami sudah berkumpul di rumah Ma, bentar lagi kita bersiap-siap untuk berangkat. Ari sudah memesan tiket, dapat penerbangan dini hari nanti"

"................."

"Iya Ma, Waalaikumsalam" Ari menutup telfon.

Vidya menatap lekat lelaki yang ada dihadapannya itu. Ia menyadari siapa yang baru saja menelfon suaminya itu, sang Mama yang ternyata meminta Ari segera pulang serta menjemput Aira, dan mereka diminta untuk segera berangkat. Keadaan ini menyiratkan bahwa kondisi sang Papa sedang tidak baik-baik saja, karena mana mungkin Mamanya meminta mereka jauh-jauh datang bila kondisi Papa sedang baik-baik saja.

Hatinya kalut, rasa sakit akan bayangan pengkhianatan suaminya yang bertubi-tubi bercampur menjadi satu dengan rasa khawatir atas keadaan sang Ayah.

Terasa tak mampu raganya menampung segala beban yang dia rasakan. Haruskah ia diam dan mereka segera berangkat untuk menemui sang papa yang mungkin kesehatannya sedang memburuk? Tiba-tiba timbul rasa sesak yang teramat dari ulu hatinya. Sudut mata itu terasa memanas, lalu air bening itu kini lolos dari pelupuk matanya. Melihat sang Mama menangis, Aira meraih tangannya.

"Mama sedih karena kakek sakit ya?Mama sabar ya, nanti kita berangkat menemui kakek sama nenek, semoga kakek segera sehat kembali" Suara Aira membuat Vidya mampu mengerem amarahnya yang sudah siap ia tumpahkan.

"Aira ganti pakaian, lalu makan, tunaikan solat dzuhur dan segera tidur siang, tutup pintu kamar ya, Papa dan Mama sedang ingin bicara di atas" Ia menghela nafas, mencoba menetralkan hatinya.

"Kita harus segera berangkat sekarang agar tak terlambat pesaw..."

"Kita harus bicara" Vidya memotong kalimat Ari, ia menarik tangan suaminya itu dan mereka menaiki anak tangga menuju lantai atas. Lantai atas dirumah itu hanya terdapat satu kamar tidur yang dilengkapi kamar mandi di dalamnya, serta ada ruang tv kecil yang di depannya dilengkapi sofa panjang. Disamping ruang tv, ada pintu kaca lebar yang menghubungkannya ke sebuah balkon kecil yang menghadap ke taman di halaman rumah.

"Apa yang selama ini kamu sembunyikan dariku, Mas???" tanya Vidya sesaat setelah mereka duduk di sofa panjang yang ada di depan tv lantai atas rumah tersebut

Pria yang sedang menjadi terdakwa itu hanya duduk diam mematung.

"Jawab jangan hanya diam kau Mas!!!" entah dapat kekuatan dari mana Vidya membentak laki-laki yang selalu dihormatinya itu.

Plakkkk.....

Satu tamparan ia layangkan dipipi pria tampan itu.

"Jadi selama ini, diam-diam kau masih berhubungan dengan Diana di belakangku?! cerdas sekali akal bulusmu! kau memiliki ponsel lain yang kau sembunyikan dariku"

Plakkkkkkk...Plakkkkkkkk...

Dua tamparan kembali mendarat.

Ari masih tak berkutik, ia meremas pipinya yang terasa panas akibat tamparan wanita yang telah melahirkan dua buah hatinya itu.

"Sinikan ponsel itu?sinikan!!!" Vidya berusaha merebut ponsel yang ada di genggaman suaminya itu.

Namun pria itu justru menjatuhkan benda hitam pipih itu ke lantai, lalu ia berdiri dari duduknya dan menginjak-injak ponsel itu kuat-kuat hingga benda retak di beberapa bagian.

Nafas Vidya tersengal, ingin rasanya ia menjerit sekeras-kerasnya untuk melepas segala beban yang ada dihatinya. Belum selesai masalah pengkhianatannya dengan perempuan bernama Dista, lalu muncul lagi kenyataan pahit yang lain, ternyata ia masih menjalin hubungan diam-diam dengan Diana, mantan kekasih yang selalu jadi orang ketiga disepanjang usia pernikahannya. Dan bersamaan dengan itu, ayahnya sedang jatuh sakit, tak mungkin sang Mama memintanya untuk datang jika kondisi ayahnya baik-baik saja.

Tuhan takdir apakah ini? desisnya dalam hati. Rasanya ia ingin menyalahkan takdir atas segala kenyataan pahit yang terjadi dalam hidupnya.

"Allah aku tak pernah berzinah di masa mudaku. Allah aku tak pernah terperosok ke dalam lembah nista, aku tak pernah menjadi wanita panggilan apalagi menjadi pengguna narkoba. Allahku, Tuhanku, aku tak pernah meminum setetes pun khamr selama hidupku. Tapi kenapa Engkau berikan ujian seberat ini kepadaku Ya Allah? kenapa?" suaranya pilu menyayat hati.

Seolah ia tengah menggugat Allah Tuhan yang maha teliti, atas nasib buruk yang menimpanya. Padahal wanita sesolehah Aisiyah, yang sudah dijamin surga, diuji dengan bersuamikan seorang Fir'aun, Raja dzolim yang bahkan mengaku dirinya Tuhan.

"Jahat kamu, Mas! laki-laki macam apa kau!!! kenapa Allah masih beri hidup manusia laknat ini" Mata sembab penuh air mata itu menengadah menatap langit-langit rumah.

Ia memukuli pria dihadapannya itu membati buta, sementara sang pria hanya diam mematung, membiarkan wanitanya melampiaskan segala emosi yang membuncah, dua tangan lemah itu memukul dada bidang pria berwajah kharismatik itu, ia diam saja menerima tamparan dan pukulan bertubi-tubi dari sang wanita, karena ia menyadari salahnya tak layak untuk dimaafkan. Tak sadar air matanya pun tumpah menyaksikan betapa perbuatannya selama ini telah menggores luka yang teramat dalam dihati wanita yang kini tengah mengandung darah dagingnya itu.

"Pukul aku sepuasmu jika itu mampu menebus kesalahanku" suara laki-laki itu kini bergetar

"Apa salahku padamu!jelaskan apa salahku sampai kau tega melakukan ini padaku?kenapa dulu kau mendekatiku, kenapa kau menikahi bila aku tak pernah berarti buatmu!" suara tangisnya terasa manyayat hati

Tak sadar wanita itu kemudian memukul-mukul perutnya sendiri, rasa frustasi dan kecewa begitu mendalam ia rasakan. Dengan kencang ia memukul perutnya yang di dalamnya tengah tumbuh janin dari pria yang ada dihadapannya ini.

"Vidya hentikan! aku mohon hentikan. Maafkan aku...maafkan aku???" Pria itu berusaha mendekap tubuh yang sedang rapuh itu, mereka sama-sama larut dalam sedih, yang satu menyesali segala perbuatannya, saat ia ingin memperbaiki diri, justru segala dustanya terbongkar. Benarlah kata pepatah, sepandai-pandai menyimpan bangkai akan tercium juga busuknya.

Sementara sang wanita menyesali takdirnya, kecewa yang timbul akibat ia terlalu banyak berharap pada Mahkluk, padahal sejatinya hanya Allah tempat menggantungkan segala asa.

Mereka bertangisan bersama. Ari meraih tangan istrinya, menguncinya erat agar ia tak lagi memukuli perut yang tengah berisi benih cintanya itu.

"Biarkan saja aku dan anak ini mati agar kamu puas melihat kami tiada!" kembali ia hendak menghantam perutnya dengan kedua tangannya. Namun Ari berhasil menahan tangannya.

"Vid..aku mohon, jika memang nyawaku mampu menebus kesalahanku, aku rela. Tapi aku gak akan membiarkanmu dan anak kita celaka. Aku gak mau melihat kamu semakin menderita. Tolong, tolong kali ini dengarkan aku. Aku tau aku salah, tapi bisakah kita lupakan sejenak masalah ini?bukan karena aku ingin lari dari kesalahanku, tapi sekarang kita harus berangkat, kondisi papa kritis Vid"

Bersambung

💔💔💔💔💔💔💔

Yang kuat ya Vidya!

Dear Pembaca, harap sabar ya..namanya juga cerita, harus dibuat berliku, menanjak,menurun dan berbelok, Kalau langsung ke intinya, misal cerai atau tobat, ya tamat donk..hehe

silahkan tinggalkan saran dan kritik nya. Insya Allah ditampung dan akan dijadikan sebagai masukan serta bahan pertimbangan untuk menulis bab selanjutnya.

Semua kota dan nama tempat dalam cerita ini hanya fiktif belaka. walau ada beberapa perilaku tokoh yang terinspirasi dari kisah nyata curahan hati teman-teman, kemudian kisahnya digabung menjadi satu cerita sehingga terkesan Ari sangat jahat. Padahal kisah dari tokoh berbeda, dijadiin satu dalam diri Ari. Haha..tapi asli banyak yang lebih jahat dari Ari loh..

Oke selamat menunggu part selanjutnya.

1
Densi dama Yanti
lanjut Thor
Cis Siu
sumpah cerita ini banyak memberiikn kita pelajarannya tentang artii sebuah kesetiaan
Zian Bachri🍁: terimakasih atensinya kakak...support author ya..lg kehilangan ide nih..huhu
total 1 replies
Cis Siu
bagus
Dewi Maqil
sangat bagus cerita nya kena ke hati
angel
alurnya munafik
angel
sy malah gk respek Ama kakaknya ...sok jd kakak yg benar ..gk ada yg benar di dlm ceritan ini bawahan agama Mulu ..munafik
angel
nasehat gk masuk akal ..org bodoh yg mau ikut saran macam gt...hadeeeh pelajaran apa nih
angel
cerai aj kog ribet
angel
bolak balik aj
angel
kenapa sih di cerita novel2 kebanyakkan kaum hawa yg tidak boleh ini itu tp lakinya fine2 aj ngelakuin dan klu sdh gk suka langsung talak ...maaf yaaa sy emang kurang gerti soal agama ...tp di satu sisi si kaum hawa slalu di bilang bawaannya dosa ..gk layani laki dosa ,padahal jelas2 lakinya main celup sana sini dan ...
ine
Luar biasa
momnaz
Udah lama aku cari novel yg kayak gini kisah nya realistis gak halu berlebihan....
Zian Bachri🍁: Tengkyu 🙏
total 1 replies
Della Avista
Sorry author, numpang lapak yah.
Yuk baca karya pertamaku " Aku Seorang Mafia" silahkan cek di profilku. semangat berkarya author ♥️
kavena ayunda
giliran dista dpet karma
kavena ayunda
laki bejat minggat aja sana
dian w
aroma2 ari mau selingkuh lagi.
🌻Ruby Kejora
Q mampir kak dan udah q favorotin karya kk😊
Indah
thor kpan up lg
Rabiatul Addawiyah
wah.. jgn2 vidya dipaksa neh utk terima Seruni jd istr Ari, demi menolong Seruni dr penyakitnya biar bisa sembuh.
Apriyanti
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!