Ye Xinyue, mahasiswa hukum tingkat akhir, meninggal karena kelelahan mengerjakan skripsi. Namun, bukannya masuk surga, ia justru terbangun sebagai Selir ke-20 Kaisar Tianyu dalam webtoon *** yang sering dibacanya. Mengetahui bahwa tokoh ini akan mati di tengah perebutan kekuasaan, Xinyue bertekad mengubah takdir. Ia memilih hidup tenang, menjauhi kaisar, politik istana, dan para selir. Sayangnya, rencananya gagal ketika Kaisar Tianyu mulai memperhatikannya. Lebih buruk lagi, alur cerita perlahan berubah: tokoh yang seharusnya mati masih hidup dan kejadian baru bermunculan. Kini Xinyue harus bertahan hidup sambil mencari alasan mengapa kedatangannya telah mengubah seluruh takdir Tianyu dan rahasia besar di balik semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The Night Everything Changed
Angin malam yang membawa aroma tanah basah berembus kencang di sepanjang lorong sunyi menuju Paviliun Bayangan Salju. Langkah kaki Xinyue terasa tegas dan mantap, setiap ketukan tumitnya menembus keheningan malam yang pekat. Penemuan rahasia tentang Zhao Fengting sebagai seorang regressor atau transmigrator gelap tidak lagi memicu kepanikan, melainkan menyulut ketajaman otak forensiknya hingga tingkat tertinggi.
Jika sang Kaisar adalah seorang pemain yang memanipulasi aturan alur cerita, maka seluruh tindakan, bukti, dan pola keputusan politiknya pasti memiliki kelemahan metodologis yang terstruktur.
"Nona," bisik Mingzhu seraya setengah berlari kecil menyamai langkah Xinyue. "Wajah Nona tampak amat tenang setelah kembali dari Kediaman Bunga Plum. Padahal... penenggat waktu satu minggu yang diberikan Yang Mulia sudah mulai berjalan sejak fajar tadi."
Xinyue menyunggingkan senyum tipis yang penuh perhitungan. "Dalam dunia hukum dan kriminal, Mingzhu, musuh yang paling berbahaya bukanlah orang yang memegang belati secara terbuka, melainkan orang yang merasa dirinya tidak bisa tersentuh oleh hukum. Pria itu merasa menguasai dunia ini karena dia sudah tahu alurnya. Tapi dia lupa... setiap kali dia mengubah alur untuk membunuh transmigrator sebelum kita, dia meninggalkan jejak anomali."
Ketika Xinyue mendorong pintu gerbang Paviliun Bayangan Salju, ia tidak langsung menuju kamar tidurnya. Langkahnya berbelok ke arah ruang perpustakaan pribadi di sayap barat paviliun.
"Siapkan lilin ekstra dan ambil semua dokumen pencatatan log perjalanan Kaisar serta buku pengeluaran kas kekaisaran lima tahun terakhir," perintah Xinyue tegas seraya melepaskan selendang gaun ungu tuanya.
"Baik, Nona!" Mingzhu bergegas menjalankan instruksi tanpa bertanya lebih lanjut.
Di dalam ruang kerja yang diterangi pendar cahaya lilin, Xinyue membentangkan peta jaringan birokrasi kekaisaran di atas meja perunggu raksasa. Menggunakan tinta merah dan hitam, ia mulai memetakan retakan-retakan garis waktu. Jika Zhao Fengting telah membunuh tiga transmigrator lain sebelum dirinya, pasti ada peristiwa kematian misterius atau eksekusi janggal yang dicatat sebagai kasus pembunuhan biasa atau penyakit mendadak dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Jemari lentik Xinyue bergerak cepat menelusuri gulungan berkas medis Istana Dalam.
"Dua tahun lalu... Selir Rong mati mendadak karena gagal napas saat festival musim semi," gumam Xinyue, menganalisis catatan medis tabib istana. "Satu setengah tahun lalu, Kasim Kepala Wang ditemukan gantung diri setelah dituduh menggelapkan dana militer utara. Dan delapan bulan lalu... Puteri Anle meninggal karena jatuh dari kuda saat berburu."
Xinyue meletakkan kuasnya. Matanya berkilat tajam.
"Tiga kematian yang sangat berbeda, namun terjadi tepat pada momen-momen kritis ketika Faksi Barat dan Faksi Utara mulai memperkuat posisi mereka," analisis Xinyue pelan. "Gejala gagal napas Selir Rong sama persis dengan efek racun ekstrak daun Hemlock racun yang membutuhkan pelarut minyak kelapa hijau. Ini bukan tindak kejahatan terpisah. Ini adalah pola pembunuhan berantai yang dieksekusi oleh Zhao Fengting menggunakan faksi-faksi istana sebagai kambing hitamnya!"
Tiba-tiba, api lilin di atas meja bergetar hebat. Hawa dingin yang luar biasa mendadak merayap masuk dari celah jendela, membawa serta keheningan abnormal yang tidak alami. Suara jangkrik dan embusan angin malam di luar paviliun mendadak senyap total.
Naluri bahaya Xinyue membunyikan alarm keras.
Seseorang telah mengisolasi area ini, batin Xinyue cepat.
Ia perlahan berdiri, jemarinya secara refleks menyentuh gagang pisau bedah perak yang disembunyikan di balik lipatan lengan baju lebarnya.
"Analisis yang sangat mengagumkan, Pengawas Ye," sebuah suara berantai yang dingin dan dalam bergema dari sudut kegelapan ruangan.
Dari balik bayangan tirai sutra merah, sesosok tubuh tinggi melangkah keluar. Namun kali ini, pria itu tidak mengenakan jubah kebesaran kaisar bersulam naga. Ia dibalut pakaian tempur serhitam malam tanpa lambang kerajaan, dengan topeng perunggu setengah wajah yang menutupi mata hingga hidungnya.
Meski begitu, aura keberadaan dan postur tubuhnya yang dominan membuat Xinyue mengenali sosok itu dalam sekali pandang.
Zhao Fengting. Sang Kaisar sendiri yang turun sebagai pemimpin bayangan Matahari Hitam.
"Anda tidak perlu bersembunyi di balik topeng itu, Yang Mulia," sahut Xinyue dingin, berdiri kokoh di balik meja perunggu tanpa menunjukkan sedikit pun rasa gentar. "Wangi kayu cendana dan minyak pedang kekaisaran Anda terlalu mencolok untuk disembunyikan dari indra penciuman forensik."
Zhao Fengting tertawa rendah sebuah suara yang menggema berbahaya di dalam ruangan tertutup tersebut. Ia menjangkau topeng perunggunya dan melepaskannya dengan gerakan lambat, menampakkan paras tampan bertatap mata sehitam jurang maut.
"Aku tahu kau cerdas, Xinyue. Tapi aku tidak menyangka kau akan menemukan pola kematian mereka hanya dalam waktu beberapa jam setelah mengunjungi Selir Lin," tutur Zhao Fengting seraya melangkah mendekat. Setiap langkah kakinya tidak menghasilkan suara sedikit pun di atas lantai batu.
"Anda membunuh para transmigrator itu karena mereka mencoba memainkan alur webtoon ini," potong Xinyue, suaranya jernih membelah keheningan. "Anda menganggap dunia ini sebagai papan catur pribadi Anda di mana hanya Anda satu-satunya pemain yang berhak memegang kendali penuh."
"Dunia ini memang papan caturku!" tegas Zhao Fengting, matanya berkilat memancarkan kegelapan yang pekat dan kepemilikan yang obsesif. "Aku telah mengulang kehidupan ini sebanyak empat kali, Xinyue. Dalam kehidupan pertamaku, aku hanyalah kaisar boneka yang diracuni oleh klan Liang dan Faksi Utara! Aku menyaksikan istanaku terbakar dan rakyatku dibantai! Jadi aku bersumpah pada iblis bahwa aku akan merebut seluruh kendali garis waktu ini, menghancurkan semua musuhku, dan mengeksekusi siapapun yang mencoba mengacaukan rencanaku—termasuk para 'jiwa asing' seperti kalian yang menganggap tempat ini sekadar cerita hiburan!"
Xinyue menarik napas panjang. Beban trauma, dendam, dan kegilaan yang menumpuk dari empat kali pengulangan hidup Zhao Fengting kini terpapar jelas di hadapannya. Pria ini bukan lagi sekadar kaisar otoriter; dia adalah sosok yang telah rusak oleh siklus pengulangan waktu.
"Jadi..." Xinyue memiringkan kepalanya sedikit, menatap Zhao Fengting dengan tatapan dingin penuh profesionalisme. "Malam ini adalah malam di mana Anda berniat membunuh transmigrator keempat?"
Zhao Fengting berhenti tepat di depan meja Xinyue. Ia mengulurkan tangannya, ujung jarinya yang dingin menyusuri garis rahang Xinyue dengan kelembutan yang mengerikan.
"Aku berniat melakukan itu saat melangkah masuk ke sini," bisik Zhao Fengting rapat di depan wajah Xinyue. "Tapi kau berbeda dari mereka semua, Xinyue. Mereka bertindak berdasarkan ingatan komik yang dangkal, sementara kau... kau bertindak berdasarkan logika murni dan ketajaman yang nyata. Kau melihat kebenaran di balik jebakan yang kubuat."
Zhao Fengting menarik pedang tipis dari pinggangnya, lalu meletakkannya di atas meja—tepat di antara dirinya dan Xinyue.
"Aku memberimu pilihan terakhir malam ini," ujar sang Kaisar, matanya mengunci pandangan Xinyue tanpa ampun. "Serahkan Segel Pengawas Hukum itu padaku, tanda tangani tuduhan pemalsuan untuk Faksi Utara, dan jadilah Permaisuriku yang berdiri di puncak kekaisaran ini di sisiku. Atau... jadilah mayat berikutnya yang tercatat mati karena serangan jantung mendadak malam ini."
Xinyue menatap pedang mengkilap di atas meja, lalu perlahan mengangkat matanya menatap langsung ke dalam manik mata Zhao Fengting. Senyum dingin dan berani yang menjadi ciri khasnya kembali mengembang sempurna.
"Tawaran yang sangat dramatis, Yang Mulia," bisik Xinyue tajam. "Tapi Anda melupakan satu hal penting tentang seorang pemburu kejahatan."
Sebelum Zhao Fengting sempat bereaksi, jemari Xinyue bergerak secepat kilat. Ia tidak meraih pedang di atas meja, melainkan menghantamkan pisau bedah peraknya langsung ke arah titik syaraf di lengan kanan Zhao Fengting, bersamaan dengan tangan kirinya yang menyiramkan cairan kimia beraroma menyengat dari botol kecil di balik lengan bajunya tepat ke arah lilin utama!
BLAAM!
Ledakan cahaya kilat beracun membumbung tinggi, menenggelamkan ruangan dalam kegelapan total dan asap tebal.
"Malam ini memang mengubah segalanya, Zhao Fengting," suara Xinyue bergema dari balik asap seraya tubuhnya melompat mundur melewati jalur rahasia di balik rak buku. "Tapi bukan sebagai malam kematianku... melainkan malam di mana aku resmi berburu seorang Kaisar!"