NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisikan di ambang batas

Bau karbol yang tajam dan bunyi ritmis dari mesin electrocardiogram (ECG) menjadi satu-satunya melodi di dalam ruang ICU yang dingin itu. Elfesya terbaring lemah di tengah tumpukan selimut putih. Kepalanya dibalut perban, dan berbagai selang medis terhubung ke tubuhnya yang kini tampak begitu kecil di atas ranjang rumah sakit yang besar.

Ravion tidak pernah beranjak. Selama empat puluh delapan jam terakhir, ia tidak menyentuh makanan, tidak mengganti pakaiannya yang sudah kusut, dan tidak memejamkan mata. Ia duduk di kursi kecil tepat di samping ranjang Elfesya, menggenggam tangan istrinya yang terasa sangat dingin dan pucat.

"Jangan menyerah, Elfesya," bisik Ravion, suaranya serak dan pecah karena kelelahan. "Aku baru saja menemukanmu. Aku baru saja belajar bagaimana cara mencintaimu dengan benar. Kamu tidak bisa pergi begitu saja setelah membuatku menjadi pria yang lebih baik."

Ravion mendekatkan tangan Elfesya ke pipinya. Ia merasakan kulit kasar istrinya—bekas perjuangan mereka di desa nelayan—yang kini terasa tidak berdaya. Air mata yang selama ini ia tahan akhirnya jatuh, membasahi jemari Elfesya.

"Elric menunggumu. Dia menolak makan kalau kamu belum bangun. Dia terus bertanya kapan Kakaknya akan mengomel lagi soal tugas fisikanya," Ravion mencoba tertawa kecil, namun yang keluar justru isakan. "Dan aku... aku butuh kamu untuk mengingatkanku menutup gorden saat senja datang. Aku butuh kamu untuk menunjukkan bahwa dunia ini tidak hanya berisi transaksi dan angka."

Di luar ruangan, detektif sewaan Ravion datang memberikan laporan melalui pesan singkat. Calista sudah ditemukan bersembunyi di sebuah gudang tua di pinggiran kota, bersiap untuk menyeberang ke luar negeri lewat jalur ilegal. Polisi sudah mengepungnya. Namun, Ravion bahkan tidak peduli. Seluruh amarahnya pada Calista terasa tidak berarti jika dibandingkan dengan satu embusan napas Elfesya.

Ravion kembali menatap wajah Elfesya yang tenang namun pucat pasi. Ia teringat saat-saat mereka di pesisir. Saat Elfesya berkeringat di bawah matahari, saat ia menyodorkan gelas plastik berisi air, dan saat ia mengobati luka di tangan Ravion di bawah atap yang bocor.

"Kamu bilang kita akan mulai dari awal yang jujur," gumam Ravion lagi, terus berbicara meski tidak ada jawaban. Dokter bilang pasien koma terkadang bisa mendengar suara orang-orang yang mereka cintai, dan Ravion memegang harapan itu sekuat tenaga.

"Aku sudah menyiapkan segalanya, Elf. Sertifikat tanah ayahmu sudah atas namamu. Perusahaan lamamu akan kubangun kembali. Aku akan menghapus nama Arshaka dari hidupmu jika itu yang kamu mau, asalkan kamu tetap di sini. Kamu bisa menghukumku seumur hidup, kamu bisa mendiamkanku, tapi tolong... jangan tinggalkan aku dalam kegelapan ini sendirian."

Tiba-tiba, mesin di samping ranjang berbunyi lebih cepat. Garis di monitor mulai naik turun secara tidak teratur. Ravion panik. Ia berdiri dan menatap layar itu dengan ketakutan.

"Elfesya? Elfesya!"

Para perawat dan dokter jaga segera berlari masuk ke ruangan, meminta Ravion untuk mundur.

"Pak, tolong tunggu di luar! Pasien mengalami sesak napas akut!" seru salah satu perawat.

"Tidak! Aku tidak akan pergi!" bentak Ravion, namun ia dipaksa mundur oleh petugas keamanan rumah sakit.

Dari balik kaca pintu yang kecil, Ravion melihat tim medis sibuk memberikan tindakan darurat. Ia bersandar di dinding koridor, perlahan merosot hingga terduduk di lantai. Pria yang selama ini mengendalikan perusahaan bernilai triliunan rupiah itu kini tampak hancur, menutupi wajahnya dengan kedua tangan sambil berdoa—sesuatu yang sudah sangat lama tidak ia lakukan.

"Tolong," bisik Ravion pada kekosongan. "Jangan ambil cahaya itu dariku."

Di dalam ruangan, di antara bunyi mesin yang memekakkan telinga, jemari Elfesya yang berada dalam genggaman imajiner Ravion bergerak sedikit, seolah sedang berusaha meraih kembali tangan pria yang terus memanggil namanya di ambang batas antara hidup dan mati.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!