NovelToon NovelToon
PUTRI MAFIA YANG TAK TERSENTUH.

PUTRI MAFIA YANG TAK TERSENTUH.

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Mafia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Thahara Maulina

Liora William Anderlecht, putri dari keluarga konglomerat terbesar di Italia, tumbuh dalam luka akibat pengkhianatan ibunya sendiri.
Sejak kecil, ia dipaksa menjadi kuat melindungi tiga adik laki-lakinya dan menggantikan peran seorang ibu yang telah pergi.

Dingin. Tegas. Tak tersentuh.
23 tahun berlalu, setelah kematian sang ayah, Liora mengambil alih kekuasaan keluarga. Namun dunia yang ia hadapi bukan hanya tentang bisnis…

Melainkan juga bayang-bayang masa lalu.

Karena ayahnya… adalah mantan ketua mafia.

Kini, Liora bersumpah akan melindungi keluarganya dengan segala cara.
Dan siapa pun yang berani menyentuh mereka…

Akan merasakan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thahara Maulina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25.

“ Tante bilang… apa?” Viora tertegun begitu memasuki mansion sambil menggandeng tangan Robert Pattinson.

Wajahnya langsung menegang setelah mendengar penjelasan dari Liora.

“Itu benar,” ujar Liora dengan tenang. “Pria yang mencoba membunuh sepupumu, juga yang mengatur penyerangan terhadap Robert sepulang dari perusahaan… adalah Brian McKnight.”

“Sekarang dia di mana?” tanya Viora lirih namun penuh amarah yang tertahan. “Aku ingin dia merasakan balasannya!”

“Viera sudah membawanya ke markas,” jawab Liora. “Dia mengaku menyimpan dendam pada kakekmu karena nenekmu memilih kembali kepada kakekmu, bukan padanya.”

Tangan Viora mengepal kuat.

“Tapi itu tidak cukup! Dia sudah melukai orang yang aku cintai!”

Tanpa ragu, Viora langsung melangkah cepat menuju mobil. Robert segera menyusulnya.

“Viora, tunggu sebentar,” panggilnya lembut.

Langkah gadis itu terhenti, namun napasnya masih berat.

“Sayang, tolong tenang dulu… kamu tidak boleh bertindak gegabah,” ucap Robert sambil menggenggam tangannya dengan hangat.

“Aku tidak bisa tinggal diam setelah dia menyakitimu,” balas Viora.

“Aku baik-baik saja sekarang,” jawab Robert lembut. “Dan orang itu sudah menerima akibatnya. Kamu tidak perlu melakukan lebih jauh.”

Perlahan-lahan, emosi Viora mulai surut.

“Kenapa kamu selalu setenang ini…” gumam Viora pelan.

Robert tersenyum menatapnya.

“Karena sejak kamu hadir, hidupku berubah. Kamu membuat semuanya terasa lebih berarti.”

Wajah Viora langsung memanas.

“Om… kenapa mengungkit itu lagi…” ucapnya malu.

Robert menahan tawa kecil melihat reaksinya.

“Besok kita ada meeting. Jangan lupa, ya.”

“Iya, Om…”

“Aku pulang dulu. Sampaikan salamku untuk keluargamu, gadis manisku.”

Pipi Viora semakin memerah.

“Iya… nanti Viora sampaikan…”

Dalam hati, Robert tersenyum puas.

Seandainya bisa… aku ingin segera menjadikannya istriku.

Setelah mobil Robert menjauh, Viora kembali masuk ke mansion.

“Hei, Viora!” seru Viera sambil menggoda.

“Apa lagi?”

“Wajah kamu merah banget… habis digombalin, ya?”

“Viera!” Viora menutupi wajahnya. “Berhenti ganggu aku!”

“Kenapa malu?” suara berat tiba-tiba terdengar.

Heron William Anderlecht dan Willia Perista rupanya sedang memperhatikan dari jauh.

“Eh… nggak, kok…” Viora makin gugup.

“Hanya apa?” tanya Willia lembut.

“Victor,” panggil Heron.

“Iya, Ayah?”

“Kenapa putrimu begini?”

Victor mendekat, lalu berbisik pada kedua orang tuanya.

“Putriku lagi jatuh cinta,” ujarnya santai.

Heron dan Willia spontan tertawa.

Viora hanya bisa menunduk, menahan rasa malu yang memuncak.

“Sayang, kenapa kamu menangis?” tanya Victor saat melihat mata putrinya berkaca-kaca.

“Aku cuma… nggak terima ada yang berani menyakiti orang yang aku sayang,” ucap Viora lirih. “Aku benar-benar mencintai Robert… aku takut kehilangan dia.”

Victor mengusap kepala putrinya dengan lembut.

“Kalau begitu… bagaimana kalau Ayah menikahkan kalian?”

“Pa?!” Viora membelalak. “Kok tiba-tiba begitu?”

“Kita bahas nanti malam,” jawab Victor santai.

Heron mengangguk setuju.

“Keputusan tetap di tanganmu, Viora.”

Malam pun tiba.

Seluruh keluarga berkumpul di ruang keluarga.

Robert duduk di samping Viora, tampak tenang namun penuh keseriusan.

“Robert,” ucap Heron. “Apakah kamu bersedia menikahi cucuku?”

Ruangan seketika menjadi hening.

“Saya mencintai Viora,” jawab Robert mantap. “Saya ingin menjadikannya istri saya… dan ibu dari anak-anak saya kelak.”

Air mata Viora jatuh tanpa bisa ditahan.

“Aku bahagia… sangat bahagia…” ucapnya tergugu.

Heron tersenyum dan mengusap rambut cucunya.

“Itu memang sudah menjadi jalanmu, nak.”

Victor menarik putrinya ke dalam pelukan.

“Mulai sekarang, tanggung jawab Ayah diserahkan kepada calon suamimu.”

“Aku sendiri tidak pernah menyangka…” bisik Viora. “Dulu aku bahkan tidak percaya pada pernikahan… tapi sekarang… aku mencintainya.”

Robert menatapnya penuh rasa.

“Heron!” terdengar suara dari pintu.

Bram Alexander muncul.

“Kita juga harus membicarakan cucu keduamu,” tambahnya.

Heron tersenyum kecil.

“Baiklah, mari kita bahas.”

Kini perhatian beralih ke pasangan berikutnya.

Javi Alexander melangkah maju bersama Viola.

“Javi,” ucap Heron. “Apa kamu benar-benar ingin menikahi Viola?”

“Saya sudah mencintai dia sejak lama,” jawab Javi tanpa keraguan.

“Viola?” tanya Heron.

Viola tersipu malu.

“Saya juga mencintainya, Kek.”

Heron tersenyum puas.

“Kalau begitu, kedua keluarga sepakat.”

Bram tertawa lebar.

“Persahabatan kita akan semakin kuat, Heron.”

“Benar,” balas Heron. “Dan semoga tetap begitu sampai ke generasi berikutnya.”

Malam itu, dua ikatan cinta terbentuk.

Satu terjalin karena takdir yang lembut.

Satu lagi tumbuh perlahan dalam diam.

Dan keluarga Anderlecht kembali dipenuhi kebahagiaan.

1
Meri Nofrita
segampang itu memaafkan wanita yg sudah menyakitinya walau bergelar seorang ibu...
Thahara Maulina: karena anaknya kesabaran dan sifat pemaaf nya lebih besar Dari pada sang ibu kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!