NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merampas akar spiritual bawaannya, Lin Tian—sang jenius nomor satu dari Kota Daun Gugur—jatuh menjadi "sampah" yang dilumpuhkan dan dihina oleh klannya sendiri. Selama tiga tahun, ia menelan segala penderitaan dan penindasan dalam diam, bertahan hidup hanya demi mencari kebenaran tentang orang tuanya yang hilang dan membalas dendam pada mereka yang merampas masa depannya.
​Namun, roda takdir berputar ketika darahnya tanpa sengaja membangkitkan jiwa Kaisar Alkemis Surgawi yang tertidur di dalam liontin peninggalan ibunya, Mutiara Kekacauan Primordial.
​Mendapatkan warisan kuno dan merombak fisiknya menjadi Tubuh Pedang Kekacauan, Lin Tian kembali menapak jalan kultivasi yang kejam. Di dunia di mana hukum rimba berlaku mutlak dan kekuatan adalah satu-satunya kebenaran, Lin Tian harus menggunakan akal, taktik, dan kekuatan barunya untuk membelah segala rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Penempaan Tulang dan Meridian, Api Kelahiran Kembali

​Ruang hampa di dalam Mutiara Kekacauan Primordial bergejolak. Energi abu-abu yang pekat berputar bagaikan badai raksasa, berpusat tepat pada tubuh Lin Tian yang tengah duduk bersila.

​Di depannya, bayangan ilusi Kaisar Alkemis Surgawi melayang dengan ekspresi serius. Tangannya membentuk segel-segel rumit yang meninggalkan jejak cahaya keemasan di udara.

​"Tubuh manusia adalah wadah, dan meridian adalah sungainya," suara Guru bergema, membawa tekanan absolut. "Su Yue menghancurkan meridianmu dan meracuni Dantianmu. Bagi kultivator fana, ini adalah akhir hidup. Namun, dalam Hukum Kekacauan, kehancuran adalah prasyarat mutlak untuk penciptaan!"

​Mata Lin Tian terpejam rapat. Urat-urat menonjol di leher dan dahinya. Ia bisa merasakan energi abu-abu itu menyusup melalui pori-pori kulitnya, merobek otot, menghancurkan tulang, dan meleburkan sisa-sisa meridiannya yang sudah cacat.

​Rasa sakitnya berada di luar nalar manusia. Seolah-olah ada ribuan semut api yang menggerogoti sumsum tulangnya, sementara pisau-pisau kecil mengiris setiap jengkal dagingnya dari dalam.

​"Argh!"

​Erangan tertahan keluar dari sela-sela gigi Lin Tian yang terkatup rapat. Darah segar mulai merembes dari sudut bibir, hidung, dan telinganya. Namun, punggung pemuda itu tetap tegak lurus, menolak untuk tumbang. Ia memaku pikirannya pada memori malam pengkhianatan itu—tatapan dingin Su Yue dan tawa sinis para tetua klan yang membuangnya.

​"Bagus! Tahan tekadmu!" Guru berteriak, matanya memancarkan kilau persetujuan. "Tubuh Pedang Kekacauan tidak dilahirkan dari bakat, melainkan ditempa dari neraka penderitaan. Biarkan energi Primordial memakan racun di Dantianmu dan membangun kembali fondasimu!"

​Seiring dengan instruksi tersebut, Lin Tian memusatkan sisa-sisa kesadarannya untuk memandu energi buas itu. Alih-alih melawan rasa sakit, ia menerimanya. Di dalam tubuhnya, sebuah keajaiban sedang terjadi. Meridiannya yang hancur perlahan-lahan dirajut kembali, bukan dengan jaringan daging fana, melainkan dengan benang-benang energi berwarna abu-abu keperakan yang setajam pedang.

​Dantiannya yang layu dan dipenuhi racun hitam perlahan mulai terbakar oleh api spiritual dari Guru, menyisakan sebuah ruang kosong yang kini memancarkan cahaya keemasan samar.

​Proses ini berlangsung tanpa henti. Waktu seakan kehilangan maknanya di dalam ruang Mutiara Kekacauan. Lin Tian tidak tahu apakah ia telah duduk di sana selama satu jam, satu hari, atau satu abad. Ia hanya berpegang teguh pada satu pikiran logis: jika ia gagal di sini, ia hanya akan menjadi debu. Jika ia berhasil, seluruh langit dan bumi akan berada di bawah kakinya.

​Krak... Krak...

​Suara retakan tulang yang halus terdengar berulang kali dari dalam tubuh Lin Tian. Tulang-tulangnya yang semula berwarna putih kusam kini memancarkan kilau seperti logam giok yang tak dapat dihancurkan.

​Tiba-tiba, mata Lin Tian terbuka lebar. Sepasang matanya memancarkan seberkas cahaya yang setajam pedang, menembus kehampaan di depannya.

​Bum!

​Gelombang kejut energi spiritual meledak dari tubuhnya, menyapu area sekitarnya.

​Lin Tian mengambil napas dalam-dalam, merasakan udara yang masuk mengalir dengan lancar melalui meridian barunya. Sensasi sesak dan menyakitkan yang selalu menyertainya selama tiga tahun terakhir telah lenyap tanpa sisa. Sebaliknya, ia merasakan kekuatan yang padat dan murni mengalir deras di dalam Dantiannya.

​"Pengumpulan Qi... Tingkat 2?" gumam Lin Tian, mengepalkan tinjunya.

​Meskipun ia pernah mencapai Tingkat 5 di masa lalu, kualitas energi yang ia miliki sekarang berada di dimensi yang sama sekali berbeda. Qi di dalam Dantiannya bukan lagi gas putih yang tipis, melainkan energi abu-abu pekat yang menyerupai kabut padat. Ia merasa, dengan kekuatan fisik dan kepadatan Qi-nya saat ini, satu pukulannya cukup untuk meremukkan batu pualam.

​"Jangan cepat puas, Bocah," tegur Guru, perlahan melayang turun hingga sejajar dengan Lin Tian. "Hukum langit itu adil. Tubuh Pedang Kekacauan memberimu fondasi yang seratus kali lipat lebih kuat dari jenius fana mana pun, namun itu juga berarti kau membutuhkan seratus kali lipat lebih banyak sumber daya spiritual untuk naik tingkat."

​Lin Tian mengangguk mengerti. Ini sangat masuk akal. Tidak ada kekuatan absolut yang datang tanpa harga yang setimpal. Wadah yang lebih besar dan lebih kokoh secara alami membutuhkan lebih banyak air untuk diisi penuh.

​"Guru, terima kasih atas anugerah ini. Lin Tian tidak akan melupakan budi ini seumur hidup," ucap Lin Tian tulus, membungkuk memberi hormat.

​"Hmph, simpan kata-kata manismu. Jiwaku masih sangat lemah. Membuka segel Mutiara dan menempa ulang tubuhmu telah menghabiskan sebagian besar energi spiritual yang kukumpulkan selama ribuan tahun. Aku harus kembali tertidur lelap untuk memulihkan diri. Ingat, jangan pernah perlihatkan Mutiara ini kepada siapa pun, atau bencana dari Alam Ilahi akan turun menimpamu bahkan sebelum kau bisa melihat matahari terbit besok!"

​"Murid mengerti."

​"Satu hal lagi. Kultivasi yang solid dibangun dari pertempuran darah dan daging, bukan sekadar bermeditasi di ruangan tertutup. Pergilah. Hadapi dunia dengan pedangmu." Setelah mengatakan itu, bayangan Guru perlahan memudar dan menghilang menjadi titik-titik cahaya yang terserap kembali ke dalam prasasti kuno. Bersamaan dengan itu, ruang hampa di sekitar Lin Tian mulai terdistorsi.

​Matahari pagi baru saja menampakkan diri dari ufuk timur ketika Lin Tian membuka matanya di dunia nyata. Ia masih berada di sudut pelataran yang sama. Udara pagi yang dingin menyapu kulitnya.

​Ia segera menyadari bau busuk yang menyengat. Ketika ia melihat ke bawah, seluruh tubuhnya tertutup oleh lapisan lendir berwarna hitam pekat dan berbau anyir. Itu adalah kotoran dan racun dari dalam tubuhnya yang berhasil dikeluarkan selama proses Pembilasan Sumsum.

​Dengan gerakan cepat yang jauh lebih ringan dan gesit dari sebelumnya, Lin Tian menyelinap kembali ke gubuk tuanya di pinggiran kompleks klan. Ia menimba air dingin dari sumur tua dan mengguyur seluruh tubuhnya.

​Saat kotoran itu luruh, kulit Lin Tian tidak lagi pucat dan sakit-sakitan. Otot-ototnya terbentuk dengan proporsi yang sempurna, liat dan menyembunyikan daya ledak yang mengerikan. Saat ia mengenakan kembali pakaian abu-abunya yang bersih, temperamennya telah berubah drastis. Ia tidak lagi terlihat seperti pemuda yang putus asa, melainkan sebilah pedang yang baru saja diasah, tenang namun mematikan.

​Hari ini adalah hari pembagian sumber daya klan.

​Setiap bulan, anggota klan tingkat bawah menerima tiga Batu Spiritual tingkat rendah. Bagi kultivator biasa, tiga batu ini hampir tidak cukup untuk berlatih selama beberapa hari. Namun bagi Lin Tian, tiga batu ini adalah nyawa. Ayahnya, Lin Zhen—mantan Kepala Klan Lin yang dikudeta oleh tetua lain—kini terbaring lumpuh dan sakit parah akibat racun misterius. Batu Spiritual itu digunakan untuk ditukar dengan ramuan pereda nyeri di Aula Pengobatan kota.

​Lin Tian berjalan keluar dari gubuknya, mengarah ke Aula Aula Sumber Daya. Langkahnya tenang, namun matanya memancarkan niat membunuh yang dingin.

​"Tiga tahun aku menelan penghinaan ini demi melindungi nyawa ayahku. Tapi kompromi tidak pernah membawa keselamatan di dunia bela diri. Mulai hari ini, aku tidak akan mundur satu langkah pun."

​Sesampainya di pelataran luar Aula Sumber Daya, kerumunan anggota klan tingkat bawah sudah mengantre. Suasana mendadak hening ketika mereka melihat sosok berpakaian abu-abu berjalan mendekat.

​"Itu Lin Tian? Kenapa dia berani datang ke sini? Bukankah Lin Feng sudah memberinya peringatan kemarin?" bisik seorang pemuda bertubuh kurus.

​"Mungkin dia sudah bosan hidup. Dia bahkan tidak bisa menyerap secuil Qi pun. Jika Lin Feng melihatnya, kakinya pasti benar-benar akan dipatahkan kali ini."

​Lin Tian mengabaikan tatapan meremehkan dan bisik-bisik di sekitarnya. Ia berjalan lurus menuju meja pendaftaran tempat seorang diakon klan bertugas membagikan kantong kecil berisi Batu Spiritual.

​Namun, sebelum Lin Tian sempat menyebutkan namanya, sebuah tangan besar dan kasar tiba-tiba mencengkeram bahunya dari belakang. Cengkeraman itu begitu kuat, sengaja dialiri Qi untuk meremukkan tulang bahu manusia biasa.

​"Heh, Sampah! Ternyata telingamu sudah tuli. Bukankah sudah kubilang jatah bulan ini adalah milikku?"

​Suara arogan itu tak lain adalah milik Lin Feng. Di belakangnya, dua pengikut setianya menyeringai lebar, bersiap melihat pertunjukan yang menyenangkan.

​Di masa lalu, cengkeraman ini pasti sudah membuat Lin Tian berlutut menahan sakit. Namun kali ini, bahu Lin Tian terasa sekokoh baja. Energi abu-abu di dalam Dantiannya secara otomatis berputar, membentuk lapisan pertahanan tipis di bawah kulitnya.

​Lin Tian menghentikan langkahnya, namun ia tidak menoleh. Ia hanya menatap dingin ke depan.

​"Lepaskan tangan kotor itu dari tubuhku," ucap Lin Tian dengan nada datar yang tidak mengandung emosi, namun entah mengapa membuat suhu udara di sekitarnya terasa turun beberapa derajat.

​Kerumunan terkesiap. Lin Tian berani melawan?

​Mata Lin Feng menyipit tajam. Ia merasa seolah cengkeramannya mengenai sepotong besi padat, bukan daging manusia. Merasa otoritasnya ditantang di depan umum, kemarahannya meledak.

​"Mencari mati!"

​Lin Feng menarik tangannya dan memutar pinggulnya, menyalurkan energi spiritual ke tangan kanannya. Udara berdesir saat ia melancarkan pukulan langsung ke arah punggung Lin Tian. Ini adalah keterampilan bela diri tingkat dasar klan, Tinju Pemecah Batu. Untuk seorang kultivator Pengumpulan Qi Tingkat 3, pukulan ini bisa melukai organ dalam manusia biasa secara fatal.

​Orang-orang di sekitar tanpa sadar menahan napas. Mereka berasumsi Lin Tian akan memuntahkan darah dan terkapar di tanah.

​Namun, yang terjadi selanjutnya membuat mata mereka terbelalak tak percaya.

​Tepat saat tinju itu berjarak beberapa inci dari punggungnya, Lin Tian bergeser ke samping dengan kehalusan yang menakutkan. Gerakannya tidak tergesa-gesa, namun kecepatannya dan ketepatan waktunya dihitung dengan presisi mutlak. Ia menghindari tinju itu dengan selisih sehelai rambut.

​Ini bukanlah sihir, melainkan insting pertempuran dari seorang mantan jenius Tingkat 5 yang telah tertanam di dalam otaknya, kini digabungkan dengan refleks mematikan dari Tubuh Pedang Kekacauan.

​Kehilangan target, tubuh Lin Feng condong ke depan karena momentum pukulannya sendiri. Keseimbangannya rusak.

​Di saat itulah, mata Lin Tian menyorotkan cahaya sedingin es. Tanpa membuang waktu satu detik pun, ia memutar tubuhnya dan melancarkan sebuah pukulan balasan yang terlihat sederhana dan tanpa teknik mencolok, langsung mengarah ke perut Lin Feng.

​Ia tidak memobilisasi seluruh Qi-nya, hanya sebagian kecil yang ia pusatkan di buku-buku jarinya.

​BAM!

​Suara hantaman tumpul bergema dengan keras. Gelombang kejut kecil menyapu debu di pelataran.

​Mata Lin Feng melotot seolah bola matanya akan keluar dari rongganya. Wajahnya yang arogan seketika berubah ungu. Ia merasakan kekuatan destruktif yang mengerikan menembus pertahanan Qi-nya bagaikan jarum tajam, langsung menghantam Dantian dan organ dalamnya.

​"Ugh—!"

​Lin Feng memuntahkan seteguk darah segar yang bercampur empedu. Tubuh kekarnya terlempar ke udara sejauh tiga meter ke belakang, mengguling di atas tanah yang keras beberapa kali sebelum akhirnya berhenti, memegangi perutnya sambil mengerang kesakitan.

​Keheningan total menyelimuti pelataran.

​Mulut para anggota klan ternganga. Diakon yang berjaga di meja pendaftaran menjatuhkan pena kuasnya. Bahkan embusan angin pagi terasa berhenti sejenak.

​Satu pukulan.

​Hanya butuh satu pukulan biasa yang masuk akal dan memanfaatkan celah lawan, Lin Tian mengalahkan Lin Feng yang berada di Pengumpulan Qi Tingkat 3!

​Lin Tian perlahan menarik kembali tinjunya. Ia menepuk-nepuk lengan bajunya dengan santai, seolah baru saja menyingkirkan lalat yang mengganggu. Ia melangkah maju mendekati tubuh Lin Feng yang masih gemetar di tanah, lalu memandang rendah ke arahnya.

​"Aku sudah memperingatkanmu untuk menyingkir," suara Lin Tian menggema jelas di tengah keheningan. "Mulai hari ini, siapa pun yang berani mengambil hakku, atau menyentuh orang yang kulindungi... aku akan memastikan tulang mereka hancur menjadi debu."

​Lin Tian kemudian berbalik ke arah meja pendaftaran, menatap diakon klan yang masih terpaku.

​"Tiga Batu Spiritual. Jatahku."

​Hari itu, di pelataran yang sama tempat ia diinjak-injak selama tiga tahun, berita tentang kembalinya kekuatan Lin Tian menyebar bagaikan api liar ke seluruh penjuru Klan Lin. Namun, Lin Tian tahu, mengalahkan semut seperti Lin Feng barulah awal yang sangat kecil.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayooooo naikkan kekuatan bantaaaaaaaiiiiii 👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe akhir nya bisa lebih kuat ada kesempatan 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo terus kuat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
cerita diawal dan alur ceritanya bagus👍👍
yos helmi
💪💪💪👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪🙏
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣3🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪
yos helmi
💪💪💪💪🤣🤣🤣👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!