NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:114.5k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Dalam ingatan pemilik asli, tak ada informasi soal Rumah Pegadaian itu, meski Song Aran sudah beberapa kali ke kota. Lagi pula, gadis desa sepertinya tidak ada kepetingan untuk datang ketempat seperti itu.

"Kenapa datang kesini..? jika kau kehabisan uang, aku masih memiliki beberapa perak." tanya Song Aran.

Xiao Jian tersenyum misterius "disini kita bukan cuma menggadaikan sesuatu, tapi juga bisa membeli barang dengan kualitas bagus.Kau pasti membutuhkan cermin perunggu untuk merias wajahmu yang sangat cantik ini."

Siapa wanita yang tidak berbunga-bunga jika dipuji cantik oleh pasangannya, bahkan Song Aran sekali pun yang jiwanya seorang wanita dewasa dengan segudang pengalaman percintaan.

Bukan cuma senyum tersipu yang terpatri, rona merah jambu menyembul malu-malu diwajah Song Aran.

"Tidak perlu, itu sangat mahal. Cermin perunggu bahkan tidak sejernih pantulan di baskom air, untuk apa boros-borong cuma demi barang seperti itu..?." Song Aran berkomentar.

Meski membutuhkan cermin itu, tapi Song Aran masih berpikir realistis.

Jika apa yang dikatakan suaminya beneran terjadi, akan lebih baik jika uangnya digunakan untuk membeli lebih banyak palawija.

Keluarga Song memiliki cermin perunggu yang dibeli oleh mending ibu Song Aran, bertahun-tahun yang lalu.

Konon harganya satu tael perak.

Cermin itu di ambil Zhao Jie, saat perempuan itu menjadi bagian keluarga Song. Pada hari pernikahan kemarin, Aran meminjamnya untuk merias wajah, itu saja mesti adu mulut dulu dengan si ibu tiri.

Lihat saja, nanti jika memang harus pergi mengungsi, Aran bersumpah akan mengambil kembali semua barang-barang mendiang ibunya.

"Jangan khawatir, barang gadaian tidak mahal." balas Xiao Jian lembut.

"Bukankah kau juga menginginkan senjata..? kita bisa mendapatkannya di sini." bisik Xiao Jian.

Song Aran menyipitkan matanya aneh "bukannya pegadaian tidak menerima senjata ya..?"

"Kau akan segera mengetahuinya." Xiao Jian tersenyum manis.

Melihat suaminya bersikap sok misterius, Aran dengan patuh mengangguk "kalau begitu, ayo masuk..! aku sudah tidak sabar ingin melihat ada apa saja disana."

Begitu mereka memasuki pegadaian, pemilik toko yang biasanya pendiam langsung berbinar ramah.

"Jian, kau datang..! ini pasti istrimu..? hidupmu sungguh sangat terberkati." ucap tulus pemilik pegadaian melihat visual Song Aran.

"Salam tuan Zhao..!" sapa Xiao Jian, lalu memperkenalkan sang istri.

"Aku ingin membelikannya cermin perunggu kecil, sekalian untuk melakukan transaksi."

"Baik, ayo, masuk bersamaku..!" tuan Zhao melirik Song Aran, melempar senyuman ramah.

Mereka memasuki sebuah ruangan, dimana ada bermacam barang terpajang rapi.

"Ini barang-barang dari para putri tuan tanah yang dulunya kaya tapi kini mengalami kesulitan. Ambil apa pun yang kau suka, anggap saja ini hadiah pernikahan dari saudaramu." tuan Zhao murah hati.

Didepan Song Aran ada meja yang ukurannya tidak besar, tapi penuh sesak dengan berbagai macam barang khusus perempuan.

Ada sisir, cermin, perhiasan, berbagai kosmetik, sapu tangan bersulam indah, kantong wewangian, rempah-rempah, dan sebagainya.

Banyak dari barang itu yang belum pernah Aran lihat sebelumnya.

Kalau ditelisik dari rupanya, benda-benda tersebut pasti berharga mahal.

Dalam warisan ingatan pemilik tubuh, disana Aran melihat beberapa benda mirip seperti barang-barang yang pernah ia lihat dipakai mending ibunya.

Meski pada saat itu ia masih kecil, tapi dia sangat ingat betul sebab sejak dari sana Aran tidak lagi melihat benda-benda tersebut.

Melihat istrinya yang tampak serius memilih, Xiao Jian pun angkat bicara.

"Ada yang ingin aku bicarakan dengan tuan Zhao, pilih saja apa pun yang kau mau."

"Akan ada pelayan yang menemani nyonya disini. Jika butuh bantuan, jangan sungkan untuk mengatakannya." tuan Zhao menimpali.

"Kami ada diruangan sebelah. Kalau terjadi sesuatu, panggil saja aku." pungkas Xiao Jian, mengusap lembut puncak kepala sang istri.

"Baik..!"

Song Aran kembali melihat-lihat barang yang teronggok dimeja begitu Xiao Jian dan Tuan Zhao pergi.

"Ck, ini kalau diabad modern termasuk benda antik. Harganya bisa ratusan miliar jika dilelang." cicit Aran berbisik terkesima.

Benda-benda itu dibuat dengan sangat indah, ukurannya unik serta dikerjakan dengan teliti dan memiliki kualitas bahan yang baik.

Song Aran teringat akan liontin giok warisan sang ibu. Itu harta karun, ia amat beruntung bisa memilikinya.

Setelah melihat sekeliling, pilihan Aran jatuh pada cermin perunggu kecil polos dengan bagian belakang yang halus dan sederhana.

Aran melihat bayangannya di cermin, wajah oriental dengan hidung bangir, sama cantiknya jika disandingkan bersama wajah Pamela Anderson tapi dengan versi berbeda.

Kecantikan Asia dan Eropa dengan vitur dan ciri khas tersendiri.

Song Aran ala abad modern, berkulit eksotis, kalau dimasa ini, putih merona bak pualam mutiara.

Setelah memilih cerminnya, Aran tidak lagi berniat untuk melihat lebih banyak lagi. Ia berjalan disisi ruangan untuk duduk menunggu, dengan ditemani terh dan camilan.

Dari tempatnya duduk, Aran bisa mendengar sayup-sayup obrolan dua pria berbeda generasi yang berada dibalik dinding.

Meski tidak berniat menguping, disana amat sunyi. Pendengaran Aran menjadi jauh lebih sensitif, setelah mengkonsumsi mata air spiritual. Sehingga banyak kata masih tertangkap di telinganya.

Sayangnya suara kedua orang itu sangat pelan, sehingga Aran tidak bisa mendengar dengan jelas.

Song Aran cuma menangkap kata-kata seperti senjata, peleburan, dan agen pengawalan, yang membuatnya semakin khawatir.

Aran mengambil cangkir, menyesap teh perlahan untuk meredakan ketegangan yang mendadak menggerogoti hatinya.

"Ah, enak sekali teh ini..!" gumam Aran berbinar.

Wanita itu teringat sesuatu, bertanya dalam benaknya, apa rasanya bisa jauh lebih sedap lagi jika diseduh dengan mata air spiritual.

Song Aran mendesis, menyadari jika telah melupakan sesuatu yang sangat penting.

Dulu, Aran berencana memberi Song Dahuan dan Qing Bao mata air spiritual setiap hari.

Tapi sekarang ia sudah menikah, bagaimana caranya agar kedua pria itu bisa mengkonsumsi cairan ajaib itu sesering mungkin.

Song Aran tidak bisa mengunjunginya setiap hari, itu bisa menimbulkan prasangka dan masalah.

Taoi setelah meminum teh barusan, sebuah ide melintasi otaknya. Ia bisa mencampur mata air spiritual ini dengan anggur.

Jika semua berjalan lancar, arak beras akan siap dalam tujuh hari jika. Ia bisa mengirimkan satu atau dua teko untuk ayah dan kakaknya.

Anggur beras itu juga akan sangat berguna jika mereka benar-benar harus mengungsi.

Terlebih lagi, mendiang sang ibu mewariskan juga alat penyuling anggur untuk dirinya dan sang kakak, yang bahkan ayah mereka pun tidak tahu.

"Sebenarnya siapa ibu..? kenapa memiliki banyak benda berharga..?" rancu lirih Aran.

Dalam ingatan yang tersimpan, sang ibu adalah sosok yang lembut dan baik hati, terpelajar, pandai terampil dalam menyulam, serta berpengetahuan luas.

Andai saja ibunya tidak meninggal muda akibat sakit berkepanjangan, Aran dan Qing Bao pasti akan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik sekarang.

Tapi sang ibu tidak sekali pun menyebutkan keluarganya. Song Dahuan juga melarang mereka untuk bertanya tentang wanita yang telah melahirkan kakak-beradik itu.

"Sudahlah, biar waktu yang mengungkapkan kebenarannya." oceh Aran tak mau pusing.

Aran memusatkan pikiran, memfokuskan kesadarannya ke Ruang Saji.

Ayam-ayam di kandang telah bertelur cukup banyak. Aran gegas menyimpannya kegudang.

Lalu ia memandang kebun sayur yang rimbun dan hijau. Beberapa tumbuh dengan cepat, sebagian besar bisa dipanen besok.

Setelah memeriksa dimensi ruangnya, Aran kembali kedunia luar, memakanan camilan yang tersaji.

Tidak lama kemudian, Xiao Jian kembali sembari membawa keranjang besar di punggungnya.

1
Fauziah Daud
lanjuttt
Sribundanya Gifran
lanjut
chataleya
wah jangan2 anak tuan besar tuh
Memyr 67
𝖽𝖾𝗁. 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗁𝗎𝖺. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂, 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝖺𝖽𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗇𝖾𝗁
Memyr 67
𝗍𝖺𝗆𝖻𝖺𝗁 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌. 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝖺𝗇𝖾𝗁 𝖻𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺𝗂𝖻, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝗂𝗍𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗃𝖾𝗅𝗆𝖺𝖺𝗇 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀
Memyr 67
𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝖾𝗋𝗆𝗎𝗅𝗎𝗍 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆, 𝗌𝗈𝗆𝖻𝗈𝗇𝗀 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖺𝗉𝖺 𝗌𝗂𝗁 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝖻𝖾𝗍𝗂𝗇𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝗈𝖼𝖺𝗄 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Andira Rahmawati
thorr knp blm up...dr kemarin kutunggu2 ..
Memyr 67
𝗒𝖺𝖺𝗁, 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗆𝖺𝗌𝗎𝗄 𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗇𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺, 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉𝖾𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍
Memyr 67
𝗁𝖺𝖽𝗈𝗈𝗁. 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗂𝗇𝗂, 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗄𝖾𝗉𝖺𝗅𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀
Memyr 67
𝖺𝗉𝖾𝗌 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀. 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗁𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗁𝖺𝗋𝗍𝖺 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍𝗉𝗎𝗇 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀.
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗇𝗂? 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗌𝗁𝖺𝗇?
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗄𝖾 𝗀𝗎𝖺 𝗁𝗂𝗋𝖺 𝗒𝖺? 𝗅𝗂𝖺𝗍 𝗌𝗍𝖺𝗅𝖺𝗄𝗍𝗂𝗍 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆?
Memyr 67
𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇 𝗇𝗀𝖺𝗉𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺? 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗋𝗎𝖺𝗇, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗌𝗄𝗂𝗇? 𝗍𝗎 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝖺? 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗇𝗂 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺.
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
dari awal praduga itu ternyata benar, kalo Xiao Jian bukan anak kandung mereka
miss blue 💙💙💙
curga lian keturunan pedagang chen. 🤔🤔🤔
chataleya
Wang Lian ini ternyata lebih buruk daripada tuan crab
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!