NovelToon NovelToon
Rahasia Zevanya: Benih Sang Mahendra

Rahasia Zevanya: Benih Sang Mahendra

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Perjodohan
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nia Rmdhn

Satu malam karena pengaruh alkohol, Arkananta Mahendra merenggut segalanya dari Zevanya, seorang pelayan hotel yang tak berdaya. Arkan pergi tanpa tahu wajah wanita itu, meninggalkan Zevanya dengan janin yang tumbuh di rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Rmdhn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia yang Terungkap

Arkan sedang berdiri di dekat jendela besar ruang kerjanya,

menatap langit kota yang mendung.

 Pikirannya melayang jauh ke masa satu tahun yang lalu,

Ia masih terjebak dalam memori yang tidak bisa ia lupakan.

"Sudah setahun berlalu..."

ucap Arkan pelan pada dirinya sendiri.

"Aku mencoba melupakan semuanya, tapi tetap tidak bisa.

 Wajah Zevanya, aroma tubuhnya yang persis dengan wanita di hotel malam itu... semuanya seolah terkunci di pikiranku.

 Sejak pertama kali aku melihatnya, aku merasa mengaguminya.

Apa maksud perasaan ini? Kenapa hatiku seolah tertutup untuk wanita lain hanya karena dia?

Ke mana aku harus mencarimu, Zevanya? Kenapa kamu seolah tidak mau lepas dari pikiranku?"

Ucap arkan,

Tanpa ia sadari,

Clarissa sedang berdiri di balik pintu ruangannya yang sedikit terbuka.

 Niatnya untuk masuk terhenti seketika saat telinganya mendengar ucapan Arkan.

"Arkan menyebut nama Zevanya?"

batin Clarissa dengan mata berkilat tajam.

 "Nama itu... sepertinya tidak asing.

 nama itu ada di name tag pelayan kasir yang waktu itu menabrak Arkan?

Wanita yang aromanya menempel di jas Arkan? Ada hubungan apa Arkan dengan wanita rendahan itu?"

ucap clarissa, saat mendengar pembicaraan arkan.

Clarissa langsung masuk dan menendang pintu hingga terbuka lebar,

 membuat Arkan tersentak kaget.

"Arkan! Aku sudah mendengar semua ucapanmu tadi!"

Seru Clarissa dengan nada tinggi.

Arkan membalikkan badan,

rahangnya mengeras karena kesal.

"Ucapan apa maksudmu, Clarissa? Kamu memang tidak pernah berubah, masuk ke ruanganku sesukamu tanpa sopan santun!"

"Lupakan soal itu! Sekarang aku tanya, kenapa kamu tadi menyebut nama Zevanya? Ada hubungan apa kamu dengan dia?!"

Ucap Clarissa mendekat dengan tatapan menuntut.

"Zevanya yang kamu maksud itu pelayan kasir waktu itu, kan? Yang sengaja menabrakmu? Jawab, Arkan!"

"Cukup, Clarissa! Kamu tidak perlu tahu dan itu bukan urusanmu!" bentak Arkan.

Clarissa tertawa, sebuah tawa yang penuh dengan penghinaan.

 "Bukan urusanku, kamu bilang? Justru ini urusanku! Jadi benar, karena wanita itu kamu menolak perjodohan kita? Apa istimewanya dia, Arkan? Dia hanya wanita miskin!"

"Berhenti menghina orang, Clarissa! Ucapanmu hanya semakin membuatku mengenal betapa buruknya sifat aslimu!"

Ucap arkan, sambil menunjuk wajah clarissa.

"Tapi Arkan, aku dengar sendiri! Kamu bilang wanita itu tidak mau lepas dari pikiranmu! Apa maksud semua ini?!"

Clarissa berteriak frustrasi.

"Clarissa, jangan mentang-mentang kamu anak dari sahabat ayahku dan ini perusahaan milik ayahku, aku tidak bisa bertindak tegas padamu!"

ancam Arkan dengan suara rendah yang mengancam.

"Kamu akan menyesal karena bersikap seperti ini padaku, Arkan!"

"Keluar, Clarissa!"

Clarissa menatap Arkan dengan penuh obsesi.

"Aku tidak akan pernah menyerah untuk menunggumu, Arkananta!"

Clarissa melangkah keluar dengan wajah merah padam karena amarah.

Begitu sampai di lorong,

ia segera menghubungi ibunya, Siska Wijaya.

"Mah! Sekarang aku tahu apa yang membuat Arkan terus menolakku!"

ucap Clarissa dengan suara gemetar.

"Kenapa, Sayang? Apalagi yang Arkan perbuat padamu?"

tanya Siska di seberang telepon.

"Tadi aku tidak sengaja mendengar Arkan menyebut nama Zevanya, Mah! Ada wanita lain, dan aku mengenal wanita itu. Dia hanya wanita miskin!"

"Kamu serius, Sayang?" Siska terkejut.

 "Bukannya Baskara berjanji untuk selalu mengawasi Arkan agar tidak dekat dengan wanita mana pun sampai dia mau menerima perjodohan ini?"

"Aku dengar semuanya, Mah! Arkan bilang Zevanya selalu ada di pikirannya! Wanita miskin itu mencoba merebut Arkan dariku,

 Mah! Aku sudah lama menantikan pernikahan ini, sejak pertama kali Mama bilang kita akan dijodohkan!"

Clarissa mulai menangis karena marah.

Siska Wijaya terdiam sejenak,

 suaranya berubah dingin dan kejam.

 "Tenanglah, Sayang. Jika memang wanita itu adalah penghalang bagimu,

kita akan cari tahu di mana dia berada. Mama sendiri yang akan memberinya pelajaran agar dia tahu diri!"

Setelah menutup telepon dari siska wijaya,

 Clarissa tidak berhenti di situ.

 Dengan napas memburu dan air mata kemarahan,

 ia segera menekan nomor Baskara.

Di ruang kerjanya,

Baskara yang sedang mencoba menenangkan diri kembali tersentak saat ponselnya bergetar.

"Ada apa lagi, Clarissa?"

tanya Baskara,

suaranya terdengar sangat lelah.

"Om bohong! Selama ini Om mencoba membohongiku!"

teriak Clarissa histeris,

membuat Baskara menjauhkan ponsel dari telinganya.

Baskara menaikan dahi nya, kemarahannya mulai terpancing.

"Apa maksudmu, Clarissa? Berani sekali kamu menuduh Om membohongimu?"

"Tadi aku ingin masuk ke ruangan Arkan om dan aku mendengar semuanya!

Arkan menyebut nama Zevanya! Dia bilang Zevanya selalu ada di pikirannya!"

 Teriak Clarissa.

 "Om bilang akan mengawasi Arkan agar tidak dekat dengan wanita mana pun, tapi buktinya apa sekarang, Om? Arkan masih memikirkan wanita itu!"

Baskara memejamkan mata,

menahan denyut di pelipisnya yang semakin parah.

 "Clarissa, dengarkan Om. Jika sikapmu terus-menerus seperti ini, kamu hanya akan membuat Arkan semakin menjauh.

Mungkin kamu hanya salah dengar. Selama ini anak buah Om selalu mengikuti Arkan, dan dia tidak pernah bertemu dengan wanita mana pun, apalagi yang bernama Zevanya!"

"Aku tidak mungkin salah dengar, Om! Aku dengar dengan telingaku sendiri!"

 bantah Clarissa.

Baskara menggebrak meja kerjanya.

"Sudah cukup, Clarissa! Sikapmu yang selalu menekan Om seperti ini membuat Om lelah! Sekarang,

Om akan mengikuti semua kemauan Arkan. Kamu berjuanglah sendiri untuk mendapatkan cintanya!"

"Tapi Om! Om tidak bisa lepas tangan begitu—"

Bip!

Baskara mematikan telepon secara sepihak.

 Ia melempar ponselnya ke atas sofa dengan perasaan muak.

Keinginannya untuk menjodohkan Arkan dan harapan ingin mempunyai cucu,

 kini mulai luntur karena tabiat Clarissa yang sudah hilang sopan santun terhadapnya.

Baskara menatap langit-langit ruang kerjanya yang tinggi,

 merenungkan setiap teriakan dan ketidaksopanan Clarissa di telepon tadi.

"Clarissa semakin hari semakin tidak sopan padaku,"

Ucap Baskara dengan nada dingin.

"Kalau dia terus begini, aku juga akan berpikir ulang untuk membantunya.

Kenapa aku harus bersusah payah membujuk Arkan jika calon istrinya sendiri tidak tahu cara menghormati orang tua?"

Baskara menarik napas panjang.

Ia sudah membulatkan tekad untuk bicara baik-baik dengan Hendra Wijaya.

 Ia merasa sudah cukup melakukan bagiannya selama ini.

"Aku lelah membujuk Arkan. Biarkan Clarissa yang berusaha sendiri untuk membuat Arkan mencintainya. Cinta tidak bisa dipaksakan jika sikapnya seperti itu,"

batin Baskara.

ada satu hal yang membuat Baskara merasa tidak terlalu terbebani jika perjodohan ini batal.

Sebuah fakta yang selama ini ia simpan rapat-rapat sebagai bentuk penghormatan kepada sahabatnya.

"Perjodohan antara anakku dan Hendra memang sudah ada sejak mereka kecil. Tapi... Clarissa hanyalah anak angkat,"

bisik Baskara pada kesunyian ruangan.

"Sepertinya tidak akan menjadi masalah besar jika perjodohan ini tidak berjalan. Dia bukan putri kandung Hendra wijaya,

jadi ikatan darah yang ingin kami satukan sejak dulu sebenarnya memang tidak pernah ada pada diri Clarissa."

1
Niarmdhn
bingung dengan pertanyaan zevanya yak🤣
kaylla salsabella
la binggung aku juga zevanya🤣🤣🤭🤭
Suanti
semoga baskara selesai tes DNA merestui zevanya jdi istri arkan 🤭
Niarmdhn: kita buka pengajian bareng2 yuk🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
wah jangan tuh calissa tahu rumah zevanya
Niarmdhn: bisa perang dunia yak🤭
total 1 replies
azzura faradiva
akhirnya.....☺️ semoga Arkan zevanya segera bersatu❤️
Niarmdhn: itu semua berkat kamu azzura🤣
total 4 replies
Lindu Wati
Seorang ibu yg buruk, tidak mengenal anaknya, biasanya filing ibu tajam ,
Niarmdhn: mungkin karna sudah terpisah sejak kecil🤣
total 1 replies
Suanti
nanti kalau sdh terbongkar rupa nya zevanya ank kandung siska wijaya yg hilang baru tau rasa siska nyesal pun sdh tak guna 🤭🤣🤣
Niarmdhn: harus di tungguin ending itu🤭
total 1 replies
kaylla salsabella
ealah Siska.. Siska 🤣🤣🤣
Niarmdhn: hantam siska🤣
total 1 replies
Nurdin Hamzah
to the point banget arkan nanya🤣
Niarmdhn: coba ajarin si arkan biar lebih smooth nanya nya🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
nah gitu berani tegas
Niarmdhn: bantuin zevanya hantam clarissa 🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
la bisa" si zevanya tinggal in anak sendiri gak nunggu dia sadar
Niarmdhn: arsen kan udah gede ga boleh manja🤭
total 1 replies
Suanti
zevanya harus berani melawan clarissa jgn jdi wanita lemah 🤭
Niarmdhn: coba tolong bawakan zevanya kapak suanti untuk menghantam clarissa🤣
total 1 replies
Nurdin Hamzah
tampol dia zevenye🤣
Niarmdhn: tahannn duluuu🤭
total 2 replies
Sur Yani
mantaaap thor..
gas terus sampai mereka bersatu..💪💪💪
Niarmdhn: udah yang cepet cepet aja sampe keluar🤣
total 1 replies
tia
thor udah gk sabar arkan sama zavena bersatu,,jgn lama lama thor,
Niarmdhn: udah di cepetin nanti tenang aza 🤭
total 1 replies
tia
thor udah gk sabar arkan sama zavena bersatu,,jgn lama lama thor,
Nurdin Hamzah
baskara sedang halu kah🤣
Niarmdhn: itu firasat seorang kakek🤭
total 1 replies
Nurdin Hamzah
si clarissa anak mamih🤣
Nurdin Hamzah
lanjott thor😍
Niarmdhn: heboy banget nurdin anjoy🤭
total 1 replies
Nurdin Hamzah
lanjutin torr😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!