NovelToon NovelToon
ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: HANA ADACHI

Bertemu kembali dengan Althan Alaric, mantan pacarnya yang sekarang menjadi aktor terkenal, bukanlah kabar baik bagi Vivi. Ia berusaha menjauh, tapi pria itu seolah sengaja mendekatinya untuk membalas dendam.

Vivi bisa memahami alasan Althan bersikap demikian. Namun masalahnya bukan itu. Jika Althan terus berada di dekatnya, Vivi takut pria itu akan mengetahui keberadaan Mikaila, anak yang dirahasiakan Vivi selama ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Sanggupkah Vivi terus menyembunyikan anak itu dari sang superstar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HANA ADACHI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 : Om Jahat!

Buakkk!

Tinju Althan mendarat telak di pipi pria itu. Suara benturan keras membuat suasana depan sekolah yang tadinya ramai mendadak hening sekejap, lalu berubah ricuh.

Pria itu terhuyung, hampir jatuh kalau saja tidak segera menahan tubuhnya sendiri. Wanita yang sejak tadi bergandengan dengannya langsung berteriak kaget.

"Mas! Ya Allah, kamu nggak apa-apa?!"

Althan tidak memberi kesempatan. Amarah yang selama ini ia pendam seolah meledak sekaligus.

"Bajingan! Udah punya istri masih berani selingkuh di depan umum?!"

Ia kembali mengayunkan tinjunya. Sekali lagi. Dan lagi.

Pria itu mencoba menahan, tapi jelas tidak siap diserang tiba-tiba.

"Hei! Apa-apaan sih kamu?!" bentaknya, berusaha mendorong Althan menjauh.

Namun Althan justru semakin beringas.

"Lo pikir gue nggak tahu?! Lo udah selingkuhin Vivi, kan?!"

BUGH!

Satu pukulan lagi hampir mendarat, tapi kali ini tertahan.

Wanita yang sejak tadi panik akhirnya berdiri di antara mereka, mendorong tubuh Althan sekuat tenaga.

"BERHENTI!"

Suasana makin riuh. Beberapa orang tua murid mulai mendekat, sebagian mencoba melerai.

Wanita itu berdiri melindungi pria yang kini tampak kesakitan, wajahnya memerah.

"Apa masalah kamu, hah?! Kenapa mukul suami aku?!"

Kalimat itu seperti petir yang menyambar tepat di kepala Althan.

Suami… aku?

Althan membeku.

"A… apa?" suaranya berubah, tidak lagi sekeras tadi. "Dia suamimu? Bukannya dia suami Vivi?"

Wanita itu menatapnya tajam, matanya berkaca-kaca karena emosi.

"Aku istrinya! Bukan Vivi!" tegasnya. "Kamu salah orang!"

Detik itu juga, semua amarah Althan seperti runtuh begitu saja, digantikan rasa kaget yang menusuk.

Pikirannya berputar cepat.

Kalau… ini istrinya…

Lalu… Vivi?

Pria itu mengusap sudut bibirnya yang berdarah, menatap Althan dengan emosi tertahan.

"Orang gila!" teriaknya kesal.

Althan mundur satu langkah. Nafasnya memburu. Tatapannya kosong, masih mencoba mencerna situasi.

"Tunggu... Sebenarnya apa yang terjadi…" gumamnya pelan, lebih pada dirinya sendiri. "Bukannya waktu itu Mika memanggilnya Ayah?"

Keramaian semakin menjadi. Beberapa guru mulai keluar dari gerbang sekolah, mencoba menenangkan keadaan.

Di tengah kekacauan itu, pintu kelas terbuka.

Suara anak-anak yang tadi berdoa mulai keluar satu per satu.

Dan di antara mereka…

Mikaila.

Gadis kecil itu berdiri di ambang pintu, matanya langsung menangkap sosok Althan.

"Oom mukul Ayah?"

Suara polos itu terdengar jelas di tengah keributan.

Althan menoleh.

Tatapan mereka bertemu.

"Oom jahat," ucap gadis kecil itu lagi, kali ini berhasil menembus jantung Althan.

...----------------...

Vivi muncul di ruang kepala sekolah sekitar tiga puluh menit kemudian.

Pihak sekolah sempat kesulitan menghubunginya karena Vivi kehilangan ponselnya. Beruntung, saat pendaftaran Mikaila dulu, Vivi mencantumkan nomor pemilik kontrakan pada formulir. Dari sanalah pihak sekolah akhirnya bisa mengabarkan kejadian tersebut Dan meminta Vivi segera datang.

Alangkah kagetnya ia saat dikabari kalau Johan baru dipukuli orang asing karena salah paham. Dan yang lebih mengagetkan lagi, yang memukulnya adalah Althan.

"Mama!" Mikaila menoleh ke arah mamanya dengan wajah sembab. Sepertinya anak itu habis menangis.

"Ada apa ini?" Vivi menghampiri putrinya sembari bertanya kepada semua orang yang ada di sana.

"Oom ini jahat, dia mukul Ayah," kata Mikaila sambil menunjuk ke arah Althan. "Padahal waktu itu aku udah baik kasih dia roti,"

Vivi agak tidak mengerti dengan kalimat terakhir Mikaila, tapi perhatiannya sudah tertuju pada wajah Johan yang babak belur.

"Astaga, bagaimana kejadiannya? Kenapa bisa seperti ini?" tanya Vivi dengan nada khawatir.

"Untuk masalah itu, coba Kamu tanya langsung ke dia," jawab Anita. Tatapannya masih sengit ke arah Althan. "Aku sama Mas Johan baru aja turun dari mobil, Tiba-tiba orang ini nonjokin Mas Johan. Dia bilang, Mas Johan selingkuh dari kamu,"

Vivi menghela napas panjang. Astaga, bagaimana bisa ada kesalahpahaman seperti ini? Sejak kapan Althan mengira dirinya adalah istri Johan?

"Althan," Vivi menatap tajam ke arah pria yang sedari tadi menundukkan Kepalanya itu. "Kamu nggak mau jelasin sesuatu ke aku?"

Althan mendongakkan kepalanya sejenak, menatap Vivi yang penuh amarah, lalu menunduk lagi.

"Maaf, aku yang salah,"

"Bukan hanya minta maaf yang ingin aku dengar Althan, tapi..."

Suara ribut-ribut dari luar membuat ucapan Vivi terhenti.

Rupanya, berita tentang Althan yang menonjok orang sudah mulai menyebar, lantaran ada seorang ibu ibu wali murid yang mengunggahnya di Facebook. Sekarang, di luar sana sudah berkumpul para wartawan dan juga orang-orang yang penasaran.

Vivi mengacak rambutnya frustasi.

"Nggak bisa begini, kita harus keluar dari sini. Pakai topi dan maskermu," perintahnya pada Althan, Althan tanpa menjawab apa apa langsung menurut.

Vivi kemudian menoleh ke arah Johan dan Anita. "Mas Johan, Mbak Anita, aku benar-benar minta maaf. Aku janji akan membayar kerugian kalian,"

"Bukan kamu yang harusnya tanggungjawab, Vi, tapi dia," jawab Anita masih separuh emosi. "Kalau perlu, aku ingin dia diproses hukum supaya tidak bertindak semena-mena,"

Vivi melirik Althan dengan cemas. Ia lalu mendekati Anita dengan menunjukkan wajah memelas. "Mbak, aku mohon jangan laporkan ini kepada polisi. Situasinya rumit, dan dia juga bukan orang biasa, jadi..."

"Aku tau dia artis, tapi apa boleh dia tiba-tiba memukul orang seperti itu?"

Vivi menggelengkan kepalanya. "Memang seharusnya tidak boleh mbak. Tapi, dia melakukannya gara gara aku, jadi seharusnya aku yang bertanggungjawab,"

Anita mendengus kesal. "Jangan membelanya, Vi. Meskipun dia artis, memangnya dia siapa? Kamu kenal dengannya?"

Vivi terdiam. Ia tak menjawab, tapi lirikannya tertuju pada Mikaila. Melihat hal itu, Anita langsung terbelalak.

"Vi, jangan-jangan..."

"Aku akan jelaskan nanti, mbak. Aku janji. Tapi, untuk sekarang, aku mohon pamit untuk membawanya pergi dulu. Aku janji akan tanggungjawab, ya?"

Anita masih tampak kebingungan dengan situasi ini. Dia juga sebenarnya masih sangat marah kepada Althan karena memukul suaminya tiba-tiba. Tapi, melihat Vivi, sahabatnya memohon seperti itu, ia akhirnya mengalah.

"Baiklah, tapi jangan harap dia bisa lepas dari tanggungjawab,"

"Aku janji mbak, terimakasih," Vivi tersenyum pada Anita, lalu ia berbalik menghampiri Althan.

"Tadi di jalan aku meminjam ponsel sopir taksi untuk menghubungi Mas Roni. Untung aku hafal karena nomornya unik. Sekarang, seharusnya dia sudah menunggu di area belakang sekolah. Ayo, kita harus segera pergi," ucapnya.

Althan menganggukkan kepala.

"Mama," Mikaila mendekati Vivi. "Aku ikut,"

Vivi menggigit bibir. Sebenarnya, ia tak ingin melibatkan Mikaila dalam hal ini. Tapi, mau menitipkan anaknya kepada Anita yang sudah mengalami kejadian seperti ini tentu dia tidak tega. Jadi akhirnya dia mengangguk dan menggendong Mikaila.

"Kamu diam saja ya, jangan bersuara,"

"Iya Mama,"

Dan pada akhirnya, mereka bertiga pun keluar lewat pintu belakang.

Beruntung, Roni datang tepat waktu. Sehingga sebelum para wartawan sadar ada jalan belakang, mereka sudah masuk mobil dan pergi dari sana.

Di dalam mobil, suasana masih canggung.

Roni sibuk menjawab telepon dari beberapa orang yang menanyakan kebenaran kejadian hari ini, sementara Vivi, Mikaila dan Althan diam di bangku belakang.

"Mama, jangan dekat dekat, Oom ini jahat," kata Mikaila sambil menatap Althan sengit.

Althan terdiam. Ia menatap Mikaila. Tatapan gadis kecil itu terlihat sangat membencinya, dan itu membuat hatinya terasa sangat sakit.

Vivi memalingkan wajah Mikaila agar menghadap ke arah lain.

"Mikaila, apa tadi Mama bilang, jangan bicara apa apa,"

Mikaila terpaksa menurut.

...----------------...

Sementara itu, di agensi PRIME Entertainment, agensi yang menaungi Althan selama tiga tahun ini.

Selina, sang CEO, duduk di meja kebesarannya dengan tangan terkepal.

Di layar komputer, terputar video viral saat Althan meninju seseorang.

"DASAR TIDAK BERGUNA!" Wanita berusia empat puluhan itu melempar layar komputer dengan ponsel.

Pranggggg!

Layar komputer dan ponsel sama sama pecah.

"Bagaimana bisa ada kejadian seperti ini?! Apa kerja kalian, hah?!" teriaknya pada empat orang bodyguard yang ada di depannya. "Bukankah sudah kubilang untuk mengikuti Althan diam diam dan bereskan apapun yang bisa mencoreng nama baiknya?!"

"Maaf Bu, kami juga tidak tau kalau ada kejadian seperti ini. Tiba-tiba saja, Althan sudah menghajar dia. Kami sebenarnya sudah sebisa mungkin melerai, dan mencegah orang-orang merekam. Tapi ternyata tetap kecolongan,"

Selina menghela napas panjang. "Nggak, ini nggak bisa dibiarkan. Ada lebih dari lima puluh brand yang ingin bekerja sama dengan Althan. Jangan sampai semuanya dibatalkan karena ini. Kalian, cepat cari bagian IT untuk menghapus video ini, dan bungkam para media yang ingin menyebarkannya!"

"Baik bu!" Para bodyguard langsung keluar menjalankan perintah.

Selina menundukkan kepala, memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Saat itu, ada seseorang yang mengetuk mejanya dengan lembut.

Selina mendongakkan kepala, dan ternyata salah satu di antara para bodyguard.

"Maaf Bu, sepertinya Anda harus melihat ini,"

Bodyguard itu menunjukkan layar ponselnya pada Selina.

Selina mengernyitkan dahi, merasa heran. Tapi kemudian ia meraih ponsel pria itu. Setelah beberapa saat, matanya melotot kaget.

"Vivi?"

1
Muft Smoker
kayakny ny ad yg gx berees niih ,,
semoga althan segera tau kebenaran ny ,, klo vivi ninggalin dy krn Selina ,,
mungkin vivi di bawah ancaman Selina ,,

next kak
Shee_👚
andai kan roni tau kenapa mereka berpisah juga bakalan iba, selina itu emang harus di kasih pelajaran. kapan ya vivi ngaku kalau dia pergi karena atas perintah Selina
Shee_👚
bukan mantan, lebih tepatnya di paksa jadi mantan😏
kalau kamu g membuat mereka berpisah juga g bakalan mereka pisah😡
Muft Smoker: betul bgeeet kak ,,
total 3 replies
Shee_👚
sumber uang selina dari hasil kerja keras althan. dan hidup althan di buat menderita karena ulah selina😏
aliyya
ap yg udh selina katakan ke roni, tentang althan dan vivi sampai roni ky marah bgt bgtu ,,,,
Shee_👚: yang pasti mengatakan yang tidak-tidak kak, intinya dia jelekin vivi
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 yg nyuruh vivi ninggalin althan tu Selina gemezzz ,,
/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Shee_👚
tes DNA althan biar vivi g bisa ngelak lagi.
sebenarnya vivi juga pengin ngaku kalau Mikaila anak althan, tapi dia takut kejadian masa lalu terulang kembali.
harusnya Vivi terus terang kenapa dia dulu ninggalin althan, biar althan kasih pelajaran sama wanita serakah itu kalau kebahagiaan althan sama Vivi g bakalan menghambat karirnya.
Muhammad lutfi Lutfi
Bagus althan Pepet terus Vivi biar ngaku atau langsung tes DNA diam diam.
Shee_👚
selina orang serakah dan melakukan segala hal hanya demi apa yang dia mau tercapai😏
Shee_👚
astag maen gebuk aja al, sabar dan tanya dulu kenapa sih😂
Shee_👚
dan jawabnya karena althan aja bingung kenapa g melakukan itu🤭
Shee_👚
😭😭😭😭😭😭😭
yang bukan dari harga, tapi dari nilainya siapa yang memberi dan kenanganny😭😭😭😭
Shee_👚
ko sedih ya ngebayangin perjuangan mereka dulu saar kerja di resto, makan seadanya tapi bahagia. sekarang punya segalanya tapi menderita 😭😭😭
Shee_👚
emang betul, karena cinta itu masih sama seperti dulu
Shee_👚
😭😭😭😭😭
sabar vi semua pasti akan terungkap tanpa harus kamu bicara
Shee_👚
andai althan atau di balik vivi melakukan itu semua, althan pasti menyesal dan bakalan marah benget sama agensinya. dia pasti memilih meninggalkan segalanya dari pada harus kehilangan vivi dulu. nyesek nya jadi mereka 😭😭😭
Shee_👚
apa yang kamu pikirkan itu betul semua althan, tpi vivi juga punya rahasia sendiri kenapa g mau mengucapkannya. Vivi takut karir kamu hancur dengan sekejap
Shee_👚
sengaja diem-diem eh malah ketahuan, sia-sia dah gelap gelapan tau gitu tadi nyalain lampu😂
Shee_👚
cantik sekali gelangnya, walau keliatan sederhana tapi bagus
Shee_👚
dah nikmatin aja drama rumah tangga secara live🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!