NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:727
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5

Kedatangan Keluarga Xiao

Di Dalam salah satu kereta kuda keluarga Xiao dua orang gadis terlihat keluarga Xiao sedang bercakap-cakap. Satu orang berusia remaja sekitar lima belas tahun dan satunya lagi gadis kecil berusia kurang dari sepuluh tahun.

"Adik, nanti kau akan bertemu dengan tunanganmu. Bersikaplah yang baik dan jangan membuat malu keluarga."

"Huh, itu tergantung apakah bocah itu pantas atau tidak nantinya menjadi pendampingku." Balas gadis kecil itu dengan cuek menjawab perkataan kakaknya yang bernama Xiao Xinxin.

"Dengar adikku yang manis, kau beruntung dijodohkan dengan super jenius seperti dia. Apa kau tahu, kata ayah ia segera akan menjadi kultivator tahap awal Pemurnian Tubuh. Orang-

Orang bilang kalau dia juga anak yang tampan."

"Haaah... "gadis kecil itu sedikit penasaran dengan sosok calon suaminya kelak.

"Kalimat mana yang membuatmu penasaran? Dia akan berkultivasi atau di tampan?." Bisik Xiao Xinxin menggoda adiknya.

66 Huhg, aku tidak tertarik. Paling dia hanya mendapat bawaan inti spiritual yang buruk" gadis itu malah menoleh kan kepala keluar jendela karena kesal pada kakaknya.

"Hmmm,,,adik ternyata kau bisa malu juga. Lihatlah pipimu memerah seperti buah tomat."sambil mencubit pipi adiknya yang terlihat menggemaskan.

"Kalau kau tidak mau kakak tidak keberatan menikahi laki-laki yang lebih mudah, fufufu?"

"Sudah sana kakak saja yang jadi

Tunangannya." Gadis itu malah bertambah kesal dengan ulah kakaknya itu.

"Nona, kita akan segera sampai di kediaman Huang." kusir kuda memotong pembicaraan kedua gadis itu.

Kedua gadis itu akhirnya melongokkan kepala mereka keluar jendela kereta.

"Waahh, ternyata kediaman klan Huang sangat besar, ini lebih terlihat seperti sebuah kota kecil." Xiao Fengying dengan kagum melihat pemandangan di sekitarnya.

"Ya, sekarang kakak mengerti mengapa keluarga Huang disebut sebagai Klan. Mereka sangat besar dan juga memiliki benteng untuk melindungi diri mereka sendiri. Ditambah lagi kediaman mereka dikelilingi perbukitan yang tinggi." Ucap Xinxin menjelaskan pada adiknya.

Tidak berapa lama rombongan

Tunangannya." Gadis itu malah bertambah kesal dengan ulah kakaknya itu.

"Nona, kita akan segera sampai di kediaman Huang." kusir kuda memotong pembicaraan kedua gadis itu.

Kedua gadis itu akhirnya melongokkan kepala mereka keluar jendela kereta.

"Waahh, ternyata kediaman klan Huang sangat besar, ini lebih terlihat seperti sebuah kota kecil." Xiao Fengying dengan kagum melihat pemandangan di sekitarnya.

"Ya, sekarang kakak mengerti mengapa keluarga Huang disebut sebagai Klan. Mereka sangat besar dan juga memiliki benteng untuk melindungi diri mereka sendiri. Ditambah lagi kediaman mereka dikelilingi perbukitan yang tinggi." Ucap Xinxin menjelaskan pada adiknya.

Tidak berapa lama rombongan

Keluarga Xiao sampai di depan gerbang aula keluarga Huang, semua orang segera turun dari kereta dan kuda yang ditunggangi.

Kepala keluarga dan juga para tetua Huang sudah menunggu tepat di depan gerbang.

Semua anggota keluarga Huang langsung memberi hormat dan dibalas oleh keluarga Xiao.

"Selamat datang paman Xiao, maaf bila ada yang kurang berkenan dari penyambutan kami." Ucap Huang Minshi. "Mari bawa semua keluarga anda masuk kedalam" ia membentangkan tangannya mengarahkan keluarga Xiao masuk ke dalam kediaman.

Hahaha, sungguh penyambutan yang luar biasa, sungguh kami dari keluarga kelas tiga tidak menyangka akan disambut semeriah ini oleh keluarga Huang."Xiao Yong sambil menunduk kembali memberi salam pada

Pihak Huang sebagai ungkapan terima kasih.

"Paman Xiao tidak perlu sungkan, bukankah kita juga akan menjadi keluarga pada akhirnya. Hmmm, gadis cantik ini pastilah Fengying'er menantuku." ucap Huang Mingshi menatap Fengying sambil tersenyum.

Sementara yang ditatap justru tertunduk malu sambil menggoyangkan badan dan menggenggam jari-jemarinya.

itu. "Ying'er" tegur ibunya pada gadis

"Salam paman Huang" ucap Fengying dengan malu-malu.

Huang hanya menganggukkan kepala sebagai balasan dan tertawa.

"Hahaha, Fengying'er memang gadis yang baik "ucapnya kemudian.

Huang Mingshi memutar kepalanya mencari seseorang yang tak lain putranya sendiri. "Dimana dia, dimana bocah nakal itu?" Tanya nya dengan

Geram.

"Hah, aku takut bocah nakal itu malah ke bukit belakang untuk berlatih." ucap tetua utama Huang Lishu sambil menggelengkan kepala.

"Yunshang kau tidak lupa bukan untuk memberi tahu Kai'er akan kedatangan keluarga Xiao kemari?"

tanya Lishu pada Yunshang.

"Aku sudah mengatakannya kemarin, aku rasa dia hanya lupa akan hal ini. Paman Xiao kuharap kau tidak tersinggung atas perilaku Kai'er. Bocah nakal itu terlalu gila latihan dan sudah tidak sabar untuk membuka seluruh jalur meridian tubuh ke Dantian-nya."

Yunshang mengajukan permohonan maaf pada kepala keluarga Yong.

"Hahaha kalian tidak perlu khawatir, bukankah para jenius memang memiliki karakternya sendiri." Ketua Yong menanggapi dengan santai.

"Baiklah, sebaiknya kita masuk dulu

Aku sudah menyuruh pelayan untuk menjemputnya." Huang MingShi kembali mempersilahkan mereka semua masuk.

Semua orang akhirnya masuk kedalam kediaman, mereka terlihat gembira sambil sedikit berbasa-basi.

Setelah beberapa waktu mereka berbicara Huang Kai belum juga datang, Xiao Xinxin meminta izin pada Huang Mingshi untuk melihatnya berlatih. Ia sangat penasaran dengan kekuatan anak yang disebut jenius dari yang jenius itu.

"Bocah nakal itu belum juga muncul, bahkan pelayan yang menjemputnya juga belum kembali?.

Huang Mingshi memukulkan tinjunya ke sandaran tangan saking kesalnya. "Baiklah aku akan meminta pelayan untuk mengantarkan nona Xinxin ke bukit belakang tempat ia biasa berlatih"

Setelah pamit Xinxin mengikuti

Pelayan yang ditugaskan untuk mengantarkan. Tak lama setelah ia keluar dari ruangan terdengar suara Fengying berlari mengikuti mereka dari belakang.

Butuh waktu bagi tiga orang itu untuk sampai di puncak bukit, di tengah jalan mereka sempat berselisih jalan dengan pelayan yang ditugaskan menjemput Huang Kai sebelumnya. Menurut pelayan itu ia sudah berusaha membujuknya untuk turun menemui tamu, tapi ia beralasan akan selesai sebentar lagi.

Menurut cerita dari pelayan yang mengantar mereka, Xinxin mengetahui kalau Huang Kai sudah tiga bulan memenuhi syarat untuk membuka jalur meridian menuju dantian-nya, tapi kepala keluarga serta tetua melarangnya untuk memulai berkultivasi.

Adik, kau sungguh beruntung kakek menjodohkanmu dengannya.

Kakak dulu baru bisa membuka seluruh

Jalur meridian ke arah dantian di usia menjelang tiga belas tahun. Seorang anak dianggap jenius biasanya membuka jalur meridian paling cepat di usia dua belas tahun, tapi bocah ini baru berusia sepuluh tahun." Bisik Xinxin pada adiknya Feng Ying.

"Huh, jenius apanya. Hanya bocah bodoh yang hanya tahu berlatih," balas Feng Ying kesal mendengar kakaknya yang sedari tadi selalu memuji Huang Kai.

Setelah sampai di pelataran pelatihan di atas bukit Xiao Xinxin mengucapkan terima kasih pada pelayan dan memintanya untuk kembali ke aula pertemuan.

"Kakak menurutmu dia sedang apa?" tanya Feng Ying saat melihat sosok Huang Kai hanya diam mematung sambil memejamkan mata.

"Entahlah, kita perhatikan saja dulu. Kurasa dia sedang melakukan

Pemahaman akan sesuatu. Mungkin suatu teknik atau entahlah," balas Xinxin pada adiknya.

Lalu tiba-tiba Huang Kai membuka kedua matanya, dengan pelan ia memundurkan kaki kanan dan menekuknya kebelakang. Sedangkan tangan kanan terkepal berada di sebelah pinggang dan tangan kiri ia bentangkan ke depan.

Ia menahan gerakan itu beberapa saat kemudian meneriakkan namanya sendiri.

"HUANG KAI....." saat ia menyebut namanya sendiri terpancarlah energi keemasan dari tubuhnya. Energilah itulah yang disebut Berkah Nama.

"Kakak, apakah berkah nama klan Huang memang sebesar itu.?" Fengying sedikit bingung dengan berkah nama yang terpancar kuat dari tubuh Huang Kai.

"Klan keluarga besar biasanya

Memang dianugerahi berkah nama lebih kuat, tapi tidak akan sekuat ini," ucap Xinxin pelan sambil menatap berkah nama Huang Kai takjub.

Sementara itu Huang Kai terlihat meluncur ke arah batu besar setinggi orang dewasa. Tampaknya ia ingin memukul batu besar itu.

"Hiyaaaa Pukulan Taring Naga."

Huang Kai meneriakkan teknik pukulannya.

Sesaat sebelum Huang Kai memukul batu itu mendadak berkah nama menjadi naga kecil, mungkin hanya sebesar ular kobra. Ular itu terlihat berputar di lengannya selaras dengan pukulan yang meluncur ke arah batu besar itu.

Boom, Batu besar itu hancur berkeping-keping.

Bukan hanya dua orang gadis yang menyaksikan saja yang terkejut bahkan, Huang Kai sendiripun terkejut akan kejadian barusan.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!