gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
PLAK
Tamparan keras mendarat di wajah mulus seorang gadis remaja yang berdiri mematung
sejak tadi, bahkan saat tamparan keras itu melayang dia masih saja tak bergeming.
hanya kepala nya saja yang sedikit tertoleh
Tidak ada air mata atau pun raut wajah kesakitan di wajah cantik nya, seolah semua itu sudah biasa dia dapatkan.
"Dasar anak tidak berguna, anak kurang hajar. "teriakan dan makian yang terus saja dia dengar dari pria paru baya yang dia sebut sebagai seorang ayah.
"Saya sungguh muak melihat wajah kamu anak siala*."ucap pria itu murka.
Pria paru baya yang murka itu mendorong keras tubuh kecil putri kandung nya itu hingga terjatuh ke lantai, tak lupa dia menendang tubuh kecil yang ringkih itu.
Gadis itu sendiri hanya diam, tak ada ringisan yang keluar dari mulut nya, seolah rasa sakit itu tidak ada arti nya.
Dan kejadian itu di saksikan oleh tiga manusia, seorang wanita paru baya dan juga dua remaja berbeda jenis.
Sedari tadi ketiga nya hanya diam menyaksikan penyiksaan yang di alami oleh gadis malang itu, tak ada rasa kasihan sedikit pun di wajah ketiga nya.
"Sekarang kamu pergi dari hadapan saya siala*."ucap pria itu menatap tajam gadis malang itu.
Gadis itu pun pergi tanpa menunggu perintah dua kali dari ayah nya itu, si gadis pun menaiki motor sport milik nya dan segera meninggalkan tempat itu.
Beberapa lama menit berkendara gadis itu pun memilih duduk di taman kota untuk istirahat sejenak setelah kejadian di rumah nya.
Gadia itu mengeluarkan sapu tangan kecil dari jacket yang dia kenakan, tangan nya dengan kasar menghapus darah di tangan dan kening nya, raut wajah nya masih sama datar nya seolah dia adalah mayat hidup.
Gadis itu pun kembali berkendara menuju lokasi tempat dia akan mendaftarkan diri untuk ikut balapan liar.
"kata nya lo ga mau ngambil malam ini. " ucap pria muda di hadapan gadis itu.
"lagi bosen aja. " jawab gadis itu dengan seenak jidat nya.
"Tapi lo oke kan? kalau iya gue daftarin sekarang juga. " ucap pria itu yang di angguki oleh si gadis.
"Oke, lawan lo malam ini King racing yang paling di takuti dan juga belum ada yang bisa ngalahin dia. " ucap pria itu menjelaskan lawan si gadis.
"Hmm." ucap si gadis dengan deheman.
"Udah gue daftarin, entar malam di tempat biasa. " ucap si pria yang di angguki oleh si gadis.
***
"Al, ada lawan nih jadikan lo turun malam ini.? " tanya seorang pria pada teman nya.
"Siapa.? " tanya pria itu dengan wajah datar dan tatapan mata dinginnya.
"Tuh yang make motor warna hitam di ujung sana. " tunjuk pria itu membuat Al menoleh.
"Oke." jawab si pria yang setuju untuk balapan malam ini.
Kini mereka sudah di garis star, gadis berpakaian sexi sudah berdiri di tengan jalanan sambil memegang sebuah bendera.
"Tiga"
"Dua"
"Satu" teriakan gadis itu melemparkan bendera yang ada di tangan nya ke udara dan di susul dengan dua motor yang melaju di sisi kiri dan kanan nya.
"AL" teriakan para penonton mendukung jagoan mereka malam ini.
Kedua nya semakin memacu motor mereka saat garis finish sudah di depan mata dan saat sampai di garis finish kedua nya bersamaan, tidak ada yang kalah.
"Gila lawan si Al hebat juga, baru kali ini ada yang bisa ngalahin Al." ucap Nino sahabat Al sekaligus anggota inti Geng Venom.
"Gue sih penasaran sama lawan si Al, soal nya engga ada yang neriakin nama dia. " ucap Bagas yang juga teman Al dan anggota inti geng Venom.
Al sendiri duduk diam di atas motor nya, tapi mata nya tak lepas melihat lawan nya yang mampu mengimbangi skil balapannya.
"Cabut." ucap Al mengenakan helm fullface nya.
***
Sedangkan di sisi lain seorang gadis baru saja sampai di apartemen,gadis itu pun meletakkan semua barang yang dia bawa dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah dari area balapan tadi, selesai mandi gadis itu pun memakan makanan yang sempat dia beli sebelum pulang.
Gadis itu segera masuk kamar setelah makan, dia tertidur tanpa mengobati luka di wajah nya, selama ini dia sudah terlalu sering mendapatkan luka seperti ini, seolah sudah menjadi kebiasaan seperti makanan sehari hari baginya.
Lama kelamaan dia tidak lagi merasakan sakit, tanpa di obati sama sekali dan di biarkan saja sembuh dengan sendiri, begitu lah setiap dia mendapatkan luka dari papa nya.
Dulu dia selalu mengatakan kepada diri nya sendiri untuk selalu menjadi kuat dan tidak lemah, karena itu seiring berjalannya waktu dia benar-benar tumbuh menjadi gadis yang kuat, dan sanggup menahan rasa sakit nya sendiri, ini lah dia seorang gadis bernama Gabriela Mahaputri Leandra, Lahir ke dunia ini hanya untuk merasakan sakit tidak membuat El membenci takdir hidup nya.
Disaat orang di luar sana merasakan sakit dan meminta kematian atau bahkan bunuh diri, El justru ingin tetap hidup.
El ingin tau kebahagiaan apa yang akan dia dapatkan nanti nya sehingga begitu banyak luka yang dia terima.
Bukankah sebelum manusia lahir ke dunia ini sudah di perlihatkan jalan hidup nya, dan karena itu tetap memilih untuk lahir.
Dan El ingin melihat bagaimana kehidupan yang dulu di perlihatkan kepada nya, kebahagiaan apa yang sedang menanti nya di depan sana, sehingga begitu banyak duri dan kaca yang melukai nya selama perjalanan menuju kebahagiaan itu.
Atau justru dia memilih lahir kedunia ini memang untuk mendapatkan rasa sakit saja, dan berujung dengan kematian tanpa ada kebahagiaan di dalam hidup nya.
El pun memejamkan mata nya, mata nya terasa sangat mengantuk sekali, bukan hanya tubuh saja yang lelah tapi fikiran dan batin nya juga lelah dan butuh istirahat sejenak.
Tidur adalah salah satu hal untuk menjauh sejenak dari berisik nya dunia dan berisik nya isi fikiran nya sendiri.
ah andai saja El masih memiliki mama nya, mungkin saja dunia nya tak akan seperti ini, tapi ya sudah lah El akan tetap melanjutkan hidup nya, mengikuti alur yang sudah di takdir nya untuk nya.
Mengeluh pun tak akan merubah takdir nya, jadi jalani saja sampai kamu benar-benar merasa lelah dan ingin menyerah pada kehidupan.
Dan kata menyerah itu lah yang belum terlintas di dalam benak El sendiri, entah karena apa dia tidak ingin menyerah pada kehidupan nya.
*****