Mereka yang lemah tidak akan pernah bisa hidup dengan mudah, sedangkan mereka yang kuat akan semakin kuat.
Beberapa tahun silam, seluruh Dunia tampak tidak terkendali, terlihat kekacauan dimana-mana karena disebabkan oleh para Siluman, Datanglah seorang Pria dengan membawa sebuah Pedang bersama dengan rekannya ia membantu untuk menyelamatkan Istana Singtan yang saat itu tengah diambang kehancuran. Kedua Pria itu siapa sangka mampu mengalahkan para Iblis. Namun karena ulah dari Raja Iblis tubuh salah satu Pria harus terluka parah, setelah kejadian itu mereka menghilang tanpa jejak~
Tahun berlalu, kehidupan mulai kembali seperti sedia kala. Namun, semua terlihat tidak baik-baik saja bagi Putri Geisya, kedua orangtuanya diculik oleh Raja kejam, karena hal itu Putri Geisya harus berusaha untuk menyelamatkan mereka, ia pernah mendengar perihal Pedang yang sempat dibawa oleh salah seorang Pria, dan itulah tujuan dari Putri Geisya, ia harus merebut Pedang itu dan menyelamatkan kedua orang tuanya.
Semua dimulai dari pertemuan mereka~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Ovita Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
Changyi memperhatikan geisya yang masih tertidur di atas batu besar, tak lama kedua tangan gadis itu sedikit bergerak. Dengan tiba-tiba Gadis itu terbangun dan segera duduk di atas batu dengan terengah-engah.
Geisya memperhatikan Changyi yang berada di samping nya. Kemudian, dia menatap sekeliling dan dia begitu sangat terkejut ketika melihat sebuah pedang berwarna oranye yang tengah di genggam nya itu.
"Ini?." Geisya segera mengangkat pedang yang berada di genggaman nya itu.
"Sudah berapa lama aku tertidur?." Tanya Geisya yang memandang changyi.
"Dua hari."
Geisya terkejut dia tidak menyangka sudah dua hari dia tertidur. Kemudian, dia menatap pedang yang berada di genggaman nya itu.
"Hm, apakah ilusi mu itu sebenarnya nyata?, aku merasakan sakit di seluruh tubuh ku pada saat itu. Dan saat aku tenggelam di dalam air aku juga merasa sangat sesak. Semua itu, apakah nyata? dan juga dengan Pedang ini? lalu, kedua Orang Tua ku berarti mereka benar benar sudah tiada?!."
Ucap Geisya dengan panik. Segera dia turun dari atas batu besar itu dan berjalan meninggalkan Changyi begitu saja.
"Kau ini akan pergi kemana?." Ucap Changyi yang membelakangi tubuh Geisya.
"Tentu saja kembali ke istana! keluarga ku dalam bahaya juga Istana, mereka semua membutuhkan ku sekarang!."
Geisya segera menghentikan langkah nya. Kemudian, dia menjawab tanya changyi.
Pria itu sedikit melirik Geisya kemudian dia berjalan untuk mendekati Gadis itu.
"Jangan jadi bodoh, hanya karena ilusi. Tidak semua mimpi mu itu adalah kenyataan hanya beberapa persen saja. jadi, sebaiknya sekarang kau tetap di sini. jika kau ingin mencari ayah dan ibu mu, apa kau yakin mereka benar benar berada di istana?."
Geisya hanya terdiam dan melirik Changyi yang berada di samping nya.
"Kau benar, aku tidak tau dimana ayah dan ibu ku di sekap. lalu, sekarang apa yang harus ku perbuat?."
Changyi memperhatikan Geisya yang terlihat begitu bimbang dalam hati nya. Kemudian Pria itu mengelus rambut geisya dengan lembut.
"Hmm, sudah ku katakan tetap lah berada di sini, bersama dengan kami."
Geisya memandang Changyi yang berada di samping nya itu.
"Terimakasih karena kau sudah membantu ku, aku benar benar tindak tau apa yang harus ku perbuat untuk membalas semua kebaikan mu terhadap ku."
Changyi kemudian berjalan di depan Geisya. Gadis itu memperhatikan Changyi.
"Hmm, ada satu hal yang harus kau lakukan untuk membalas kebaikan ku."
Geisya terkejut mendengar ucapan dari pria itu.
"Apa itu?, katakan saja jika aku mampu aku pastikan keinginan mu itu akan segera terwujud."
Changyi menoleh ke arah Geisya yang bersedia menerima syarat nya.
"Apapun?."
Geisya memandang Changyi dengan pandangan yang serius.
"Iya apapun."
"Baiklah, jika kau sudah berkata begitu maka aku akan meminta satu permohonan dan itu harus kau lakukan untuk ku."
Changyi memperhatikan geisya dengan bibir tersenyum. Geisya yang mulai merasa curiga dengan Pria itu segera mengangkat satu alis nya.
"Tetapi tidak boleh yang aneh aneh!."
Changyi terkikik di hadapan Geisya sambil menggosok gosok kan kedua telapak tangan nya.
"Hehehe, tidak akan aneh aneh."
Geisya yang mulai kesal dengan gelagat pria itu segera dia mendekat ke arah nya. Dengan tatapan menyeramkan.
"Haha, ada apa dengan mu tenang saja aku benar benar tidak akan meminta sesuatu yang aneh kepadamu, aku hanya ingin tetap lah bersama kami. Menjadi satu keluarga, bagaimana tuan Puteri Geisya?."
Geisya yang terkejut mendengar syarat dari pria itu kemudian dia tersenyum memandang nya.
"Aku berjanji padamu akan menjadi seorang teman yang baik, dan dapat kau andalkan."
"Bagus."
Mereka berdua saling tersenyum memandang satu sama lain.
yuhuuuu ini lah yg aku cariiii...mc cewek yg tangguh😍😍😍
entah lah...lnjut aja dulu baca nya🤗🤗
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)