Dirumah sakit Camilla bertemu Tante Itoh. tantenya yang kebetulan bekerja disana. Tiba-tiba tanpa sepengetahuan Camilla, Tante Itoh merencanakan pernikahan Camilla dengan anak temannya yang merupakan seorang dokter yang bekerja di Belanda. Yang dimana pernikahan mereka harus segera terjadi secepatnya.
mengapa Tante Itoh bersikeras menikahkan Camilla dengan teman anaknya?
baca terus sampai habis jika ingin mengetahui kisahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
*Jam 22.30, Apartemen Amstelveen*
Camilla udah selesai mandi, rambut masih setengah basah. Dia selonjoran di sofa sambil nonton hasil vlog tadi. Sesekali ngakak sendiri.
Raffa keluar dari kamar mandi, pake kaos sama celana training. Rambut masih netes. Dia liat Camilla selonjoran, kakinya hampir nyenggol meja.
"Kaki."
"Kenapa mas?" Camilla noleh, polos.
"Turunin. Nanti meja kegeser, gelas jatuh."
"Ih mas, aku kan nggak nyenggol" Camilla tetep selonjoran, malah goyang-goyang kaki. Ngelunjak.
Raffa diem. Jalan ke dapur, ambil air putih, balik lagi ke kamar. Lewat depan Camilla tanpa komentar.
Camilla cemberut. "Mas kok balik kaku lagi sih. Tadi di dapur kan udah manis."
15 menit kemudian, Camilla matiin TV. Ngantuk. Dia jalan ke kamar, buka pintu pelan.
Raffa udah di kasur, posisi nyamping, punggung ke arah pintu. Lampu tidur doang yang nyala.
Camilla naik kasur pelan-pelan, narik selimut. Dingin. Dia ngelirik Raffa. Jaraknya... satu meter. Padahal kasurnya nggak segede itu.
"Mas..."
"Hm."
"Dingin."
"Selimutnya tebelin." Suara Raffa datar, masih ngadep tembok.
Camilla ngedumel dalam hati. "Kaku, kaku, kaku."
Dia narik selimut sampe dagu, tapi matanya nggak merem-merem. 10 menit. 20 menit.
"Mas," panggilnya lagi, lebih pelan.
"Apa."
"Kemaren pas aku kedinginan, Mas selimutin aku..."
Raffa diem.
Camilla nunggu. Nggak ada gerakan.
Akhirnya Camilla nyerah. Dia balik badan, juga ngadep tembok. Ngambek. "Ya udah, biarin aja. Dokter es batu."
Hening 5 menit.
Sreeek.
Ada tarikan pelan. Selimut bagian Camilla ketarik dikit. Terus ada yang anget.
Raffa nggak ngomong, nggak ngadep, nggak meluk. Cuma... lengannya nyodor, narik selimut Camilla biar nutup sampe pundak. Terus tangannya dibalikin lagi ke posisi semula.
Kaku. Kaku banget. Kayak robot abis update software.
Camilla diem. Terus senyum sendiri di kegelapan.
"Mas," bisiknya.
"Hm."
"Makasih."
Raffa nggak jawab. Tapi semenit kemudian, suaranya kedengeran pelan banget, hampir nggak ada.
"...jangan sakit. Repot."
Camilla ketawa kecil, ditarik selimut. "Iya mas dokter kaku."
*H-2 Wisuda Camilla
Keesokan Pagi, Camilla bangun. Kaki selonjoran lagi di sofa.
lagi enak enak santai, HP Camilla geter nonstop di atas meja.
Raffa lagi bikin kopi di dapur, ngelirik sekilas. Grup WhatsApp “Communication K19” meledak.
*Dira*: GENGS LUSA WISUDAAAAA!!! Siapa yang udah persiapan?
*Rian*: Gue udah bro. Toga nya gue setrika 3x biar kinclong
*Dira*: Camilla!!! Camillaaaaa!!! Kamu dateng kan?! Kamu yang nilai skripsinya A+ loh!
Camilla yang baru setengah sadar itu pun membacanya, Dia baca chat sambil senyum kecil.
Raffa nyodorin kopi. “Minum. Jangan di-scroll doang.”
“Mas… lusa wisuda aku” bisik Camilla. Suaranya pelan, kayak nggak percaya.
Raffa diem 2 detik. Terus ngangguk kecil. “Iya. Udah aku pesen tiket. 6 jam lagi berangkat.”
Camilla kaget. “apasi mas, aku aja baru tau kabar wisuda lusa, kamu udah lebih dulu beli tiket pesawat. Kan aneh?!”
“Besok jam 10 pagi wisuda. Penerbangan 23.30 malam ini. Transit Dubai. Sampe indonesia jam 9 pagi. Pas.” ucap raffa
HP Camilla geter lagi. Foto di grup: semua temen udah fitting toga, di kampus Limau Manis. Ramai, berisik, ketawa-ketiwi.
Tiba-tiba dia ngerasa kosong di dada.
Dia ada di Belanda. 10.000 km dari Indonesia.
Raffa liat muka Camilla berubah. Dia taro kopi, jongkok di depan Camilla.
“Kenapa?”
Camilla geleng. “Nggak apa-apa. Cuma… rasanya aneh. Wisuda itu kan harusnya rame-rame. Ada ortu, ada temen, ada…”
“Ada suami?" potong Raffa.
Dia ngambil HP Camilla, ketik sesuatu di grup.
*camilla: Camilla Putri Wijaya, S.Sos akan hadir beserta suaminya Jangan lupa siapin kursi paling depan. suka ngantuk kalau jauh"
Camilla bengong. “Mas ikut?
"Ya ikut, kamu berharap aku ga ikut?"
"bukan gitu, mas emang nggak kerja?”
Raffa narik napas. “Tuker shift sama Adrian. 3 hari. Dia yang jaga ICU, aku yang jaga kamu.”
Camilla yang mendengar itu seketika mengerutkan dahinya ,
Chat grup langsung meledak.
*Dira*: ANJIRR ITU PASTI RAFFA YANG CHATKAN?!
*Rian*: SUAMI DOKTER KULKAS DATENG?!
*Dira*: CAMILLA KAMU BENERAN BAWA DIA?! KITA MAU FOTO BARENG!
"apaansi mas ngetik gitu,malu ihh"
Raffa tidak menjawab. Cuma narik selimut kecil di sofa, nutupin kaki Camilla yang lagi selonjoran.
“Kaki. Nanti kedinginan. Besok nggak boleh batuk di foto wisuda.”
Camilla ketawa ketahan. “Iya dokter kaku.”