NovelToon NovelToon
Pear

Pear

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Biru Vanila

[CERITA INI MASIH DALAM TAHAP REVISI] Pear akan dikembalikan seperti versi wa**pad mulai dari status pernikahan tokoh utama dan juga agamanya, sesuai First Impression kalian di sana. Kalian bisa lihat aku baru revisi sampe mana sesuai judul-judul di part-nya ya (aku harap pada ngeh :') yang udah aku revisi judul babnya itu "Chapter ...(...)", kalo ga gitu artinya belum sampe sana ✌🏻 so, sorry kalo kalian baca ceritanya jadi ga konsisten.

***

"Kalo lo masih sayang sama Devan, terserah," ucap Rafa bergetar, seolah tak kuasa mengucapkannya, tapi jika pada kenyataannya Vallen ingin dengan Devan, ia bisa apa.

"LUPAIN JANJI LO SAMA BUNDA! Berduaan lagi sana, lakuin hal MENJIJIKAN yang udah biasa lo pada lakuin!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru Vanila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 (1)

Brakkkk!!!

"Awww!" pekik dua manusia yang saling bertabrak itu.

Setruman terasa menjalar dari area lengan hingga bahu Vallen. Ia pun meringis sembari memegangi bagian yang sakitnya. "Duh ... sorry ya," ucapnya yang masih bisa ia sempatkan.

"Gapapa."

Vallen melihat orang itu yang juga melakukan hal sama sepertinya, ia tebak bahwa orang tersebut juga merasakan sakit yang sebanding. "Lo mau ke mana? Buru-buru banget," tanyanya.

Vallen memiringkan kepala, sedangkan matanya melirik ke mana-mana. Mencari inspirasi dari berbagai sudut sekolah ini untuk memberi alasan pada sang penanya. Hingga ia pun menemukan suatu tempat.

"Itu ... gue kebelet!" Vallen menunjuk-nunjuk toilet yang dimaksud sembari berjalan tergesa-gesa. Jaraknya tak jauh, mungkin sekitar tiga meter dari persimpangan.

Setelah beberapa langkah, gadis beriris mata cokelat tua itu menoleh ke belakang. Kelihatannya Ina tidak curiga sama sekali, maka dari itu ia hilang begitu saja. Baiklah, Vallen bisa bernapas lega.

Selanjutnya, cewek itu celingukan sebelum masuk toilet. Memastikan tak ada orang yang melihat, jadi ia aman dari saksi mata yang siapa tahu diwawancara oleh Devan.

Pandangannya pun mengarah pada lorong toilet, ia menggigit bibir bawah karena ragu, tapi tetap memutuskan untuk masuk.

Ia melihat-lihat beberapa wastafel dan cermin yang terjajar di tembok bagian dalam, keadaan sungguh berdebu. Astaga, selama itukah penduduk sekolah liburan sampai petugas pun lupa membersihkan toilet ini? Sejujurnya Vallen tak pernah ke sini, lagi pula toilet ini berada di wilayah ruang Kepsek, TU, BK, dan bagian penting lain di sekolahnya.

Vallen kemudian berbalik badan karena di sini benar-benar kosong, ia melangkah maju menuju bagian depan yang ada bilik kamar mandinya.

Toilet ini rusak.

Terlihat tulisan itu menempel di keempat pintu yang saling berhadapan.

Val, tau gak kenapa toilet di area ruang kepsek udah gak digunain lagi?

Pertanyaan Nasya tiba-tiba mengiang lagi di telinga Vallen. Bahkan hal tersebut menghentikan Vallen untuk membuka salah satu pintu di sana dan sembunyi di dalamnya. Tidak, tidak, Vallen berpikir ini bukan rencana yang bagus untuk sembunyi dari Devan.

Hah lo gak tau, Val? Ok, gue kasih tau. Alesan udah gak dipakenya tuh karena ...

Ckrkkk ckrkkk ....

Mata Vallen membulat. Jantungnya langsung berdetak sangat cepat. Suara apa itu? Orang mana yang memakai toilet rusak?

Atau ada seseorang yang menggunakan toilet ini untuk ...

TIDAK!

Vallen harus lari! Lari!!!

"Aaaa!!!" teriak gadis itu.

Sret ....

Suara sepatu Vallen yang terus menolak untuk ditarik semakin terdengar saat bergesekan dengan lantai di sana. Vallen takut.

Karena pernah ada yang dilecehin trus dianiaya sama mantan guru di sini, sampe MATI!

Vallen memejamkan matanya sangat kuat. Ia menggeleng. Banyak hal yang belum Vallen lakukan. Banyak impian yang belum dia wujudkan. Orang tuanya belum Vallen bahagiakan. Tentang masa depannya, Vallen juga masih mau punya anak dengan seseorang yang baik-baik. Bukan seorang kriminal yang bejat melakukan pemaksaan itu padanya.

"Mmmph!!!" Vallen terus mencoba melepaskan diri, bahkan sampai pintu kamar mandi menutup cukup keras. Ya ampun dia dimasukkan ke sini, apakah hidup Vallen berakhir saat ini juga?

Gadis itu memekik dan berontak dengan kemampuan yang ia punya. Napasnya terus memburu, sungguh Vallen tak bisa tenang, dan sudah pasti siapa pun yang mengalami ini akan histeris juga. Namun sayang, sang pelaku penculikan tersebut malah makin mengunci Vallen agar semakin tidak bisa bergerak. Tangannya pun dengan sengaja kuat membekap mulut Vallen.

1
nickname
udah ijab kabul kok masih tunangan?
Widhi astuti
ceritanya kerennn bikin baper....
Widhi astuti
ceritanya keren bikin baper trus bikin hati campur aduk..
Senja 🌹
mulai baca semoga seru cerita nya 😘
Sity Fatmaladewi
kok tunangan sih bukannya udah sah ya 🤭😌
Galaxy_713
Knp g lnjut d wp sih?
NIF:)
gue baca, yang kedua. kangen soalnya (๑・ω-)~♥”
🇧 🇮
huwaaaaaaa othoorrr jahat,,,, np bang devannya dibuat pergi,, 😭😭.
kan kasiaann.... padahal aku lebih Suka Devan dibanding Rafa.. Devan lebih besar cintanya ke vallen... hiks. hiks. hiks.
Dewiamsyhar Julianti
biadab
Putri Salju
Statusnya istri apa tunangan yah? Di bab awalan kan udah ijab qabul, lah sekarang ganti tunangan
Aprilia Amanda
tadi suami sekarang tunangan
Aprilia Amanda
sd tadinya mesra😂 sekarang ga mesra lg gitu thor??🤣🤣
Aprilia Amanda
devan sm meisha aja udah. kasian tau🥺
Aprilia Amanda
awalnya nikah. trs tunangan. awalnya sholat maghrib ini gereja. bingung dah ah😴
Aprilia Amanda
masih tanya knpa?? gw colok juga tuh matanya si rafa😒
Aprilia Amanda
rafa ogeb😒
Aprilia Amanda
kok gw jadi gedeg ya sm rafa
Aprilia Amanda
sama aku aja yuk van🤣
Aprilia Amanda
dorong pintu yang ada tulisan tarik?? kek gw lu val🤣
Fa Rel
tunangan apa nikah sih tunangan kok tinggl. satu kamar aneh bgt hmmm authorr. jelasin napa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!