NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewi Takdir

Reinkarnasi Dewi Takdir

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Iblis / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:23.1k
Nilai: 5
Nama Author: ShinZa_17

Sejak ribuan tahun lalu, dunia telah diatur oleh sang Dewi Takdir. Namun sang Dewi harus mengorbankan kehidupannya yang pada saat itu tengah terjadi perang di alam dewa, antara kubu dewa dewi dengan kubu iblis.

Namun, pengorbanannya itu tidak bertahan lama, sang Dewi harus melakukan reinkarnasi untuk kembali menyeimbangkan dunia.

Akankah sang Dewi Takdir mampu kembali menyatukan takdir yang telah dijaganya beribu tahun yang lalu?

ikuti kisahnya dalam bab berikut ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Satu helai bulu api terlepas dari sayap Phoenix dan melayang turun ke hadapan Ling Xi. Panasnya membuat udara di sekitar Gunung Yanhuo bergetar.

Kemudian, bulu api itu menyentuh telapak tangannya.

Dalam sekejap, nyala api menyelimuti seluruh tubuh Ling Xi, lalu terbentuklah sebuah kepompong api raksasa di atas Gunung Yanhuo.

Jeritan tertahan bergema dari dalam api, bukan jeritan kesakitan, melainkan jeritan suara tekad yang diuji hingga batasnya.

Bai Hu menggeram cemas, walaupun di dadanya terasa hangat. "Ling Xi..."

Sedangkan Paman Yun dan Lian pun menatapnya tak kalah cemas. Mereka takut Ling Xi gagal melewati ujian ini. Tapi mereka berharap, semoga Ling Xi bisa melewati ujian ini dengan selamat.

Phoenix Api menatap kepompong itu tanpa ada ekspresi sama sekali.

"Jika tekadnya murni," ucapnya perlahan. "Ia akan terlahir kembali... dan kontrak kita akan dimulai."

Api terus berkobar semakin hebat, hingga menelan langit. Api itu membentuk sebuah pusaran raksasa di atas kawah Gunung Yanhuo.

Kepompong api yang menyelimuti Ling Xi berdenyut seperti jantung, kadang mengembang kadang menyusut.

Di dalam kepompong itu, dunia terasa sunyi.

Ling Xi tidak lagi mendengar suara gemuruh dari lautan magma, bahkan suara dari orang-orang sekitarnya.

Yang ada hanyalah kesadaran dirinya sendiri yang terapung di atas lautan cahaya merah keemasan.

Panas meresap ke setiap urat nadinya, menembus daging, tulang, hingga jiwanya.

Panas... sakit...

Itulah yang dirasakan Ling Xi. Kemudian, bayangan-bayangan mulai bermunculan.

Ia melihat masa dewasa ketika ia berada di dunia modern, latihan tanpa henti, tatapan sinis dari orang-orang sekitar, hingga ia melihat sesuatu ketika sudah berada di zaman kuno bahwa ia tengah dibakar dalam api karena kesalahan.

Api itu terus menjilat bayangan-bayangan itu, dan mencoba untuk membakarnya hingga habis.

"Jika kau ingin kelahiran kembali," suara Phoenix bergema dalam kesadarannya. "Kau harus melepaskan segala keresahan, ketakutan dan keraguanmu."

Ling Xi mengepalkan tangannya.

"Jika aku melepaskan semuanya... lalu apa yang tersisa dalam diriku?"

Api kawah bergejolak.

"Tekad," dengan tegas Phoenix Api itu menjawab. "Hanya tekadmu yang tersisa dalam dirimu."

Ling Xi menarik napas dalam-dalam. Ia tidak melawan api, tidak pula mencoba untuk mengendalikannya.

Ia pun membiarkan dirinya terbuka sepenuhnya, membiarkan api kelahiran mengalir, membakar dan meninggalkan esensial yang rapuh.

"Aku tidak meminta untuk menjadi kuat demi diriku sendiri," bisiknya.

"Aku ingin cukup kuat... demi bisa membahagiakan keluargaku dan rakyat Kekaisaran Qin."

Craaasshhhhh!

Api meledak dari dalam.

Di luar kepompong, Bai Hu merasakan sesuatu yang hangat dalam dirinya. Ia merasakan bahwa aura Ling Xi yang sebelumnya kokoh, kini telah bercampur dengan hangatnya api purba.

Kepompong yang menyelimuti Ling Xi, perlahan mulai retak.

Retakan pertama memancarkan cahaya emas. Lalu muncul lagi retakan kedua, yang mengeluarkan kilauan merah menyala. Hingga akhirnya -

BOOOOMMMM!

Kepompong itu pecah.

Ling Xi melayang perlahan di atas kawah. Rambutnya berkibar, di setiap ujung rambutnya memantulkan cahaya kemerahan.

Di punggungnya, pola cahaya menyerupai sepasang sayap api samar muncul, lalu menghilang masuk ke dalam tubuhnya.

Dan api di sekelilingnya tidak lagi saling menyerang.

Ling Xi menjejakkan kakinya di udara, lalu turun ke pelataran dengan langkah ringan.

Bai Hu menghembuskan nafas lega. "Syukurlah... dia berhasil."

Lian dan Paman Yun kini bisa bernafas lega. Akhirnya Ling Xi berhasil melewati ujian kontrak dari Phoenix Api. Namun rasa terkejut akan perubahan Ling Xi pun tak terelakkan dari wajahnya.

Aura Ling Xi kini terasa lebih dalam dan tenang, namun mengandung unsur panas yang terkendali.

Phoenix Api mengepakkan sayapnya perlahan, dan api yang berada di sekeliling tubuhnya kini berpendar lembut.

"Tianming Shennu ataukah sekarang aku harus memanggilmu Putri Ling Xi," ucapnya kini dengan nada yang berbeda. "Kau telah melewati ujian Api Kelahiran dengan baik tanpa kehilangan dirimu."

Satu nyala api kecil terlepas dari dada Phoenix Api dan melayang ke arah Ling Xi, membentuk sebuah simbol kontrak kuno.

"Mulai hari ini, aku mengikatkan diriku padamu sepenuhnya. Dan aku akan menjadi sayap kirimu," ucap Phoenix Api.

Simbol itu menyatu ke dalam dada Ling Xi, tepat di atas jantungnya. Panas sedikit menyebar, lalu menetap sebagai kehangatan abadi.

"Sekarang masuklah ke dalam ruang dimensi bintang dan bulan sabit."

Ling Xi kemudian mengipaskan tangannya, dan seketika, Phoenix Api menghilang dari pandangan.

Keheningan pun langsung tercipta.

Paman Yun menghela napas panjang. "Satu hewan suci lagi telah mengakui mu."

Bai Hu melangkah mendekat pada Ling Xi, matanya bersinar bangga sekaligus khawatir. "Ling Xi, apa kau baik-baik saja? Aku takut sekali kamu gagal."

Ling Xi yang mendengar itu langsung menepuk kepalanya, "Aku baik-baik saja, Bai Hu. Kau jangan khawatir. Bukankah kamu sekarang melihatku baik-baik saja?"

"Iya... Tadi khawatir sekali. Tapi syukurlah, kau bisa melewati ujian kontrak itu."

Menghela napas pelan, Bai Hu berucap, "Rasanya aku ingin bejek-bejek tuh Phoenix Api, apa susahnya tinggal langsung melakukan kontrak, huh!"

Ling Xi langsung terkekeh. "Sudah. Kalian kan saudara, jangan ada acara ngambek-ngambek lagi, oke?"

Paman Yun yang mendengar kata asing, langsung mengernyitkan dahinya. "O-ke? Apa itu?"

Ling Xi terkejut, namun dia segera mencairkan suasana kembali. "Itu, oke. Tanda persetujuan."

Paman Yun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

"Sekarang, tujuan berikutnya sudah jelas," ucap Lian memecahkan keheningan.

Ling Xi menatap ke arah utara, tempat angin dingin samar mulai berhembus, sangat kontras dengan Gunung Yanhuo.

"Phoenix Es," ucapnya pelan. "Aku akan segera menemuimu."

...... to be continued ......

1
Ita Xiaomi
Auto shock 😁
Ita Xiaomi
Lg digendong 😁
Alia Chans
🌹✍️👈😉
Mamah Nissa
wooow
🌹Widian,🧕🧕🌹
permaisuri dan raja sudah setuju....jadi aman kau berteman dengan rubah dan membuat kontrak .
🌹Widian,🧕🧕🌹
putri Lin xi akhirnya punya teman meskipun seekor rubah
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: done... aku kurang ngerti bola jadi pusing/Cry//Pray//Pray/
total 1 replies
Senja
😍 keren banget
SANG
Semangat, jangan kendor, pantang mundur👍💪
SANG
Lanjutkan aksimu Thor👍💪
SANG
Like, iklan plus komentar👍💪
ANDANA
semangat kk
SANG
Lanjutkan aksimu👍💪
SANG
Lanjut👍💪
SANG
Semangat👍💪
SANG
Seri ceritanya👍👍....
SANG
Mampir Thor👍
SANG
Aku kasih like, beserta semangat.
SANG
Aku kasih suka, ya thor
Dewi Payang
Xue Yun Jun, daku kehilangan satu iblis ganteng nahhhhh🙈🙈🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!