NovelToon NovelToon
PENDEKAR DEWA MATAHARI

PENDEKAR DEWA MATAHARI

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi Timur / Dan budidaya abadi / Budidaya dan Peningkatan / Tamat
Popularitas:27.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: A Lubis

Up setiap jam 8 malam.

Seorang bayi dilahirkan tanpa orang tua dengan berkah api matahari dilengan kanannya.
Dia kemudian ditemukan seorang janda yang merawatnya dengan kasih sayang yang tulus, namun tanpa sadar dia mengeluarkan api yang membakar seluruh rumah yang membuat ibunya meninggal.
Karena itulah dia menjadi pemuda yang jahat dan gemar menghancurkan perguruan diwilayahnya.
Namun seorang guru akhirnya menunjukan jalan kebenaran, dan akhirnya dia dapat mengendalikan api mataharinya.
Namun bersamaan muncul kekuatan besar akan ada kekuatan jahat yang juga terlahir, mampukah dia memenuhi panggilan takdirnya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Lubis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhir Pertarungan

Sungsang Geni memang selalu berhasil menghindari pukulan yang diberikan Budak itu, dengan kecepatannya. Namun apabila pukulan itu mengenainya, tubuh Sungsang Geni dapat dipastikan terluka dalam.

“Pendekar muda kau sangat cepat dan lentur,” puji sang Budak.

“Kau juga, tubuhmu sangat keras, aku belum pernah melihat kulit sekeras itu.”

Kemudian keduanya kembali beradu kekuatan jurus dan teknik bertarung. Semakin lama, pertarungan ini semakin berat, mereka berdua sudah mulai mengeluarkan jurus-jurus andalan masing-masing.

“Tinju Dewa Perang!” Sang Budak mengeluarkan sebuah energi berbentuk tinju yang mengarah cepat pada Sungsang Gani.

“Tebasan Dewa kematian” Sungsang Geni menyambut serangan Mahesa, terjadi ledakan yang membuat keduanya terpundur beberapa lengkah.

Sungsang Geni menyadari Budak didepannya bukan berada dilevel pendekar pilih tanding, tapi pada level pendekar tanpa tanding. Seluruh serangan yang diberikan Sungsang Geni tidak membuat kulitnya terluka sedikitpun.

Sungsang Geni melesat cepat, diantara dua kaki sang Budak. Setelah berada dibelakang, dia menekan kakinya ketanah untuk menghentikan lajunya. Sungsang Geni kemudian, berbalik badan dengan cepat, mengalirkan tenaga dalamnya lalu mengincar tengkuk sang budak.

Sang budak tidak bergeming, seakan mengizinkan tengkuknya menjadi sasaran pedang Sungsang Geni.

Ting. Pedang seakan menebas baja keras, tidak ada luka sayatan ditengkuk sang budak. Sungsang Geni cukup yakin telah mengalirkan tenaga dalam cukup besar, namun usahanya sia-sia saja.

Sang Budak berbalik badan, menoleh kearah Sungsang Geni. Dia memutar lehernya, lalu terdengar retakan dari ruas-ruas leher tersebut.

Senyum tipis keluar dari bibir budak itu, senyum yang merendahkan.

“Ah, kenapa pertarungan ini menjadi membosankan? Apa kau tidak memiliki pedang lain, yang sedikit lebih tajam?” Budak itu berkata sombong.

Sang Budak tampaknya telah berhasil menyempurnakan ilmu pengeras kulit, dia menyadari bahwa cara bertarungnya terlalu banyak celah, karena itu dia menutupi kekurangannya dengan ilmu pengeras kulit.

“Sekarang giliranku!” lanjut budak itu.

Dia menyilangkan tanganya didepan dada, menghimpun kekuatan pada kepalan tinjunya. Urat-urat biru menghiasi lengannya yang kekar, seperti cacing yang melekat diantara kulit dan daging.

Lalu kepalan tinjunya berubah warna menjadi merah dengan asap tipis keluar dari pori-pori kulitnya.

Setelah itu, dia mulai menyerang Sungsang Geni. Mendapatkan serangan yang begitu kuat, Sungsang Geni berusaha menghindar dengan cepat, hampir saja kepalan tinju itu menghantam dadanya.

Tidak berhenti disitu, sang Budak terus melancarkan pukulan demi pukulan, membuat Sungsang Geni berada diposisi bertahan, lalu tersandar pada sebuah pohon.

Sebuah pukulan keras, melaju dengan cepat kearah wajah, tapi Sungsang Geni memiliki cukup waktu untuk berkelit. Dia menarik kepalanya sedikit kesamping, membuat kepalan tinju budak meleset 1 jari dari wajah Sungsang Geni, lalu menghantam pohon dibelakangnya.

Kekuatan Sang Budak membuat pohon berlubang seukuran kepalan tinjunya, dan mengeluarkan asap dan bau sangit.

“Nyaris saja!” gerutu Sungsang Geni, “Jika terlambat sedikit saja, kepalaku mungkin sudah berlobang. Benar-benar pukulan yang mengerikan.”

Sudah hampir satu jam mereka bertempur, terkadang Sungsang Geni dalam posisi bertahan, terkadang Budak itu yang berada diposisi bertahan.

Namun sekeras apapun Sungsang Geni melakukan serangan, pedang yang digunakannya tidak sanggup melukai kulit Budak itu.

“Anak muda aku akan mengakhiri pertempuran ini dengan serangan terkuatku.” Ucap budak it, lalu mulai melakukan gerakan, kemudian dari telapak tangannya keluar cahaya keemasan, “tapak dewa perang.”

Sungsang Geni menyadari, menyerang budak itu dengan kekuatan setengah hati tidak akan membuahkan hasil, malah mungkin akan membuat dirinya celaka.

“Aku harus menggunakan jurus tarian dewa angin,” batin Sungsang Geni.

Setelah selesai melakukan gerakan masing-masing, mereka berdua melakukan serangan dengan bersamaan.

Benturan kekuatan yang sangat dahsyat terjadi, asap tebal menyelimuti tempat pertempuran mereka, beberapa pohon tumbang dan beberapa lainnya terpotong dengan rapi.

Mereka berdua sama-sama terpundur kebelakang, hanya saja Budak itu terpundur cukup jauh sedangkan Sungsang Geni hanya beberapa langkah saja.

‘Jurus tarian dewa angin masih sangat lemah’ Gumam Sungsang Geni merasa kesal.

Disisi lain budak itu nampaknya tidak mampu lagi bergerak, kekutan Sungsang Geni akhirnya berhasil merobek dadanya cukup dalam.

Pria itu kemudian jatuh berlutut, darah segar keluar dari mulut dan luka didadanya.

Sungsang Geni segera melayang menghampri Budak itu

“Aku mengaku kalah...” dia berkata lirih, “Sekarang sesuai kesepakatan, hidupku adalah milikmu. Kau boleh membunuhku.”

“Boleh aku tahu siapa namamu, dan dari mana asalmu?” tanya Sungsang Geni.

“Namaku Mahesa, dari Perguruan Tapak Bayangan...” budak itu yang bernama Mahesa, terbatuk-batuk, setiap batuknya mengeluarkan darah segar. Dia masih memegangi luka didadanya yang sangat parah.

‘Aku sungguh belum bisa menguasai jurus ini, luka yang kuberikan ternyata lebih parah dari yang kuduga’ Sungsang Geni menyesal.

Mahesa sama sekali tidak menyangka dia dikalahkan oleh anak muda, sepanjang dirinya hidup dia hanya dikalahkan dua kali, yang pertama salah satu komandan Kelelawar iblis, dan sekarang adalah Sungsang Geni.

“Sekarang hidupku adalah milikmu! Kau bebas melakukan apapun padaku, termasuk membunuhku...” suara Mahesa terdengar parau dan berat, dia menundukan kepalanya besegera menyambut tebasan pedang Sungsang Geni.

“Kalau begitu ceritakan padakau tentang Kelelawar Iblis!” Sungsang Geni menyarungkan pedanganya, dari awal dia memang tidak pernah berniat bertarung dengan Mahesa, jika saja Mahesa mau berbicara baik-baik.

“Ternyata kau hanya tertarik dengan informasi itu? Baiklah karena hidupku adalah milikmu, maka dengarkan baik baik, tapi sebelumnya aku tidak memiliki informasi yang banyak mengenai Kelelawar Iblis.”

Kemudian Mahesa mulai menceritakan segala yang dia ketahui mengenai Kelelawar Iblis, dan alasannya menjadi seorang budak.

Mahesa berasal dari Perguruan Tapak Bayangan. Sebuah perguruan aliran putih yang sempat terkenal. Tapi itu sebelum penyerangan Kelelawar Iblis, yang membunuh semua orang di perguruan itu.

Tidak ada yang selamat dari penyerangan Kelelawar Iblis yang datang secara tiba-tiba. Mereka menyerang ketika tengah malam, disaat para murid dan ketua perguruan sedang beristirahat.

Hanya hitunga jam saja, Perguruan yang hebat dan terkenal itu hancur ditengah malam. Ketua Perguruan yang merupakan Ayah kandung Mahesa, bahkan mati menyedihkan, dengan daging terkelupas menujukan tulang belulang.

Kala itu Mahesa yang masih berumur 25 tahun, berniat menuntutut balas atas kematian ayahnya, namun nahasanya dia dikalahkan oleh komandan Kelelawar Iblis dengan satu serangan saja.

Setelah 5 tahun hidup tidak tahu arah dan tujuan, Mahesa mendapat kabar bahwa salah seorang sahabatnya masih hidup dan sekarang berada di Kerajaan Surasena.

Namun sayangnya, dia tidak memiliki akses untuk masuk kewilayah Kerajaan itu. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menjadi budak, berharap ada bangsawan kaya dari kerajaan Surasena yang membelinya.

“Terima kasih telah menceritakan semuanya, sekarang aku mengetahui salah satu informasi mengenai komandan kelelawar iblis yang mempunyai ilmu yang lebih mengerikan daripada Pendekar Pemabuk. Bahkan ketua tapak bayangan tidak berkutik menghadapinya.” Sungsang Geni mengelus dagunya.

“Hanya itulah yang bisa aku berikan, selebihnya tergantung dirimu mau menilainya seperti apa?” ucap Mahesa.

“Tidak masalah, itu lebih dari cukup.” jawab Sungsang Geni.

“Sekarang kau bisa membunuhku, setelah kehancuran keluargaku, aku memang tidak memiliki tujuan untuk hidup.”

“Aku tidak akan membunuhmu,” Sungsang Geni berjalan meninggalkan Mahesa, “jika kau ingin, kau boleh mendempingiku mengawal pangeran Majangkara menuju Kerajaan Surasena. Bukankah kau ingin kesana?”

“Tapi aku...”

“Dia kekasihmu, bukan?” Sungsang Geni segera memotong ucapan Mahesa “teman yang kau sebutkan itu? Kenapa kau tidak terus hidup demi dirinya?”

1
Sis Nurhayati
👍👍😍
Leo Ligorius
menegak atau meneguk min ☺️
Leo Ligorius
saya suka dengan tokoh karakter utama dalam novel ini sungsang Geni kasi bintang 4 sebenarnya saya sudah baca kk novelnya kk dri pertama rilis sampe tempat sekarang saya mengulangi nya lagi
Leo Ligorius
penulisan nya di setiap eps selalu salah mohon di perhatikan lagi ya soal kalu baca agak lain karena penulis kekurangan huruf seperti mengangkat ditulis mengangkat seperti itu🙏
Garuda Phoenix
terbaik
merah putih
kemana keris pusaka?
Aufaaaaa
widih autor nak panen kawe😄😄😄
Lily
ada" aja kakek satu ini 🤣🤣🤣
diina acuy
Luar biasa
zayick
mnjijikan
zayick
novel paling menjengkelkan adalah ktika mc lemah trhadap musuh wanita sungguh menjijikan jikapun ada dlam kehidupan nyata dengan senang hati saya membunuh mc macam ini walau dia hamba tuhan palih salih skalipun
Hidayat Dayat
Luar biasa
Hidayat Dayat
Lumayan
ridzuan yusoff
Luar biasa
Sudar Manto
asu
Malim Rieza DiWa
the best one
Yurnalis Yurnalis
pokuslah duly sama mcnya supaya kuat thor
Yurnalis Yurnalis
ini makananya ibis gak ada yg lain
Adian Oe
dari sekian bnyk cerita yg ku baca..ku akui ini yg plin the best..👍👍👍
Andre Oetomo
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!