ini kisah anak bungsu dari 6 bersaudara dia bernama laras.laras gadis SMA berumur 17 tahun yang periang dan memiliki suara yang indah yang dijodohkan dengan seorang anak pengusaha besar yang kaya raya.dewa adalah anak pengusaha besar dia anak tertua dari 3 bersaudara.cerita ini bermula saat perjanjian yang dilakukan kakek mereka saat muda dulu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kamar dulu
dalam perjalanan Laras berbicara pada dewa
"aku mau tidur dikamar ku yang dulu" ucap Laras cetus
"ada apa kamu marah dengan kejadian tadi" ucap dewa melihat kearah Laras
"aku tidak marah aku hanya tidak mau tidur satu kamar apalagi satu ranjang itu sangat sempit dan tidak leluasa untuk bergerak".ucap Laras cetus
"benarkah hanya itu alasannya,maafkan aku atas kejadian tadi siang di kantor.aku benar benar minta maaf" ucap Laras sambil meraih tangan
"kenapa minta maaf,kamu tidak perlu minta maaf itu adalah kekasihmu" ucap Laras
"lagian kita juga hanya suami istri Perjodohan kita juga telah menandai tanda tangan kontrak untuk tidak ikut campur urusan pribadi masing masing.apakah kamu lupa dengan perjanjian itu" ucap Laras pelan dan menolak genggaman dewa
"bukan aku lupa tapi aku benar benar tidak enak" ucap dewa meliahat kearah Laras
"tidak perlu merasa tidak enak.besok aku print dan tempel kertas perjanjian itu dan kami harus mengingatnya" ucap Laras cetus namun dewa hanya terdiam mendengar perkataan Laras
"oh ya berikan kunci kamar ku,aku tau kalau kamu membawanya kemana mana" ucap Laras sambil meminta kunci kearah dewa
"ini kuncinya" ucap dewa memberi kunci
sesampai di rumah Laras langsung masuk kamar dewa dan melakukan tugas seperti biasanya tanpa suara.dan masuk kedalam kamarnya
"asisten Devi tolong sampaikan pada bik Ina kalau hari ini biar dia saja yang memasak makan malam" ucap Lars sambil melepaskan ikatan rambutnya
"baik nyonya saya permisi dulu" ucap Asisten Devi menundukan kepalanya
setelah asisten Devi keluar Laras langsung masuk kamar mandi dan berendam.dan mengingat kejadian di kantor
"beraninya dia mencium dan bercinta dengan pacarnya di kantor" ucap Lars kesal
"dia juga melakukannya didepan ku ,dan pacarnya siapa Jessica melihat ku seperti diriku menjijikan apa dia kira dirinya tidak menjijikan mencium suami orang didepan istrinya sendiri" ucap Lars kesal sambil menagis
"dasar bodoh kenapa aku menagis sih,Laras kamu harus ingat kamu dan dewa adalah suami istri dengan perjodohan tanpa saling mencintai jadi kamu tidak perlu menagis" ucap Laras kesal
"tapi kenapa setiap kali aku memikirkannya air mata ku jadi jatuh" sambil memejamkan mata
setelah mandi Laras keluar dan duduk di sofa .Laras teringat mengenai tugas powerpointnya
"dari pada aku trus memikirkan kejadian itu,sebaiknya aku mengerjakan tugas sekolah ku saja" sambil mengambil laptop dan duduk di kasur
tiba tiba terdengar suara ketukan pintu ternyata asisten Devi
"nyonya Laras anda ditunggu tuan dewa dibawah untuk makan malam". ucap asisten Devi
"aku sedang mengerjakan tugas,tolong bawa makanannya keatas ya" ucap Laras melihat keatas Asistennya
"baik nyonya" menutup pintu kamar dan kebawah
"asisten Devi dimana Laras,dia tidak turun makan" ucap dewa dengan mata bertanya tanya
"tidak tuan nyonya Laras meminta makan dikamar karena nyonya sedang mengerjakan tugasnya" ucap asisten Devi sambil meminta bik Ina menyiapkan makanan
"benarkah apa dibenar benar mengerjakan tugas" ucap dewa
"benar tuan nyonya Laras sedang mengerjakan tugasnya dan sangat banyak" ucap laras menjelaskan
"yasudah".ucap Laras datar
"apa dia marah padaku dengan kejadian di kantor" ucap dewa dalma hati
asisten Devi keatas dan masuk kedalam kamar Laras
"tok tok tok permisi nyonya" ucap asisten Devi membawakan makanan
"ya masuklah,letakan makanannya dimeja depan tv" ucap Laras menunjuk kearah meja
"baik nyonya ,apa anda perlu yang lain" uacal asisten Devi sambil meletakkan makanan ke atas meja
"tidak perlu,kami boleh keluar dan pulang lah beristirahat besok datang lebih awal karena. besok aku ada jadwal ulangan pagi nanti" ucap Laras melihat kearah asistennya.
"baik nyonya selamat malam" ucap Asisten Devi keluar dari kamar Laras
sementara itu dewa masih mengkhawatirkan Laras dan memutuskan untuk pergi kekamar Laras
"hey sepertinya sedang serius" membuka pintu kamar laras karena tidak dikunci
namun Laras hanya diam mendengar omongan dewa
"kamu pasti marah ya,aku berbicara panjang lebar namun tidak direspon" berdiri disamping Laras yang sedang duduk di kasur
"Jagan berisik aku sedang berkonsentrasi" ucap Laras cetus
"sini biar aku bantu" mendekati kasar
"tidak perlu aku bisa sendiri, keluarlah" ucap Laras sambil menarik dewa untuk keluar dan mengunci pintunya.
"hey buka aku belum selesai bicara".ucap dewa sambil mengetuk pintu
"aku bisa mengerjakannya sendiri pergilah sana" ucap Laras kesal
"aku akan pergi tapi Jagan lupa makan makanan itu sebelum kamu sakit."ucap dewa khawatir
"Jagan mengkhawatirkan ku pergi lah nanti akan aku makan" ucap Laras teriak
dewa pun pergi masuk ke kamarnya dan istirahat
"kenapa kamu mengakhwatirkan ku jelas jelas kita hanya suami istri perjodohan, sebaiknya kamu mengakhwatirkan pasangan mu yang kamu cintai itu.aku tidak perlu kamu khawatirkan bila hanya kasian,aku tidak perlu dikasihani oleh lelaki seperti mu" ucap Laras dan menagis terisak
setelah selesai mengerjakan tugasnya sambil menangis Laras tertidur pulas agar bisa bangun lebih awal