NovelToon NovelToon
ELINA

ELINA

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:900.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Asni J Kasim

Mohon untuk tidak membaca novel ini saat di bulan puasa. Terutama disiang hari. Untuk malam hari, silahkan mampir jika berkenan.


"Aku tidak mau menikah dengan Pria tua itu, Ibu" kata Elina pada Ibu tirinya.

Elina di jual oleh Ibu tirinya pada seorang Pria yang tidak diketahui identitas aslinya. Sakit, jelas Elina merasa hatinya sangat sakit.

Apakah Elina bisa mendapatkan kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Elina berdiri di balkon, menatap jauh ke arah Kota. Kenyataan yang ia anggap adalah mimpi membuatnya tersenyum. Ia bahagia di saat Jonathan hadir dalam mimpinya. Bahkan, ia terus berharap agar mimpi itu selalu hadir di setiap malamnya. Menemani dirinya di saat rindu itu menghampiri.

"Apa yang kamu lakukan di situ?" tanya Melisa menghampiri sahabatnya.

Elina menoleh menatap Melisa, senyum masih terukir diwajahnya. "Aku bahagia, Mel" kata Elina lalu memanglingkan wajahnya dan kembali menatap ke Kota.

"Apa Elina tahu kalau Jonathan bermalam di sini!" batin Melisa.

"Sekalipun hanya dalam mimpi tapi aku bahagia," kata Elina.

"Kamu mimpi apa?" tanya Melisa menyelidik. Ia berdiri disamping sahabatnya.

"Kamu akan menertawakan aku jika tahu apa yang aku mimpikan semalam," balas Elina tersenyum.

"Cepat katakan! Aku penasaran nih!" kata Melisa dengan mimik majah cemberut.

"Aku bermimpi kalau semalam Jonathan datang dan tidur bersamaku. Mel, aku bahagia bisa bermimpi seperti itu. Jujur, aku sangat merindukannya. Bisa dikata kalau aku sudah jatuh cinta padanya" ujar Elina tersenyum.

"Kamu tidak bermimpi, Elin. Tapi itu adalah kenyataan, kenyataan bahwa semalam kamu tidur bersama suami kamu" batin Melisa.

Melisa menatap Elina. "Elina. Seandainya mimpi itu adalah kenyataan, apa yang akan kamu lakukan?" Melisa kembali melontarkan pertanyaan. Elina terdiam, namun masih dengan senyum yang terukir di wajahnya. Ia tahu apa yang harus ia jawab, tapi ia memilih diam.

"Jawab pertanyaanku!" ketus Melisa. Melisa berjalan menuju sofa yang ada di balkon, merebahkan tubuhnya di sana.

"Aku tidak perlu menjawabnya. Aku yakin kau pasti tahu apa jawabannya," ujar Elina kemudian berjalan menghampiri Melisa.

"Mel, ayo kita latihan. Aku harus berlatih agar suatu hari nanti di saat ada orang yang menjahatiku, aku bisa menaklukan mereka dengan pukulanku dan keterampilanku dalam membidik pistol," kata Elina serius.

Di basement, Jonathan memegang dadanya. Ia menghembuskan napasnya dengan pelan. Jonathan merasa lega karena Elina tidak tahu jika Jonathan tidur bersamanya. Jonathan tidak tahu bagaimana jadinya jika Elina tahu kedatangannya.

"Aku harus kembali, sebelum Ibu menyadari kalau aku tidak di rumah. Jika Ibu tahu aku tidak di rumah maka semua rencanaku akan sia-sia" gumam Jonathan.

Jonathan mencari Taxi untuk kembali ke rumah. Selang beberapa detik, ia melihat Taxi lewat. Dengan segera, Jonathan menghentikan Taxi lalu masuk ke dalam. kendaraan roda empat perlahan bergerak meninggalkan area Penthouse At The Piere. Di dalam mobil, Jonathan menghubungi seseorang, yang tak lain adalah Prof Alnero.

"Terimakasih karena sudah memberitahuku," ujar Jonathan pada seseorang disebrang sana.

"Kamu tidak perlu berterima kasih. Kamu adiku dan aku siap membantumu untuk menjaga istrimu," ujar Prof Alnero.

"Kamu kakak sepupu terbaik yang aku sayangi" ujar Jonathan lalu tertawa.

"Ingat! Jangan sampai Bibi tahu pernikahanmu dengan Elina. Kamu tahu bagaimana Bibi, dia tidak akan membiarkanmu bersama wanita lain. Kamu ikuti saja permainanya, tapi ingat! Kamu juga harus berhati-hati" kata Alnero.

"Aku sudah memiliki rencana agar Elina tetap aman. Carikan aku seseorang yang dapat dipercayai," ujar Jonathan.

"Kamu tenang saja. Oh ya, aku matikan panggilan, ada sesuatu yang harus aku urus" ujar Prof Alnero lalu memutuskan panggilan.

Kediaman Javelis

Jonathan sampai di rumah. Ia sengaja naik Taxi agar ibunya tidak tahu kalau dia tidak tidur di rumah. Bahkan saat ke apartemen, Jonathan memilih naik Taxi untuk ke sana.

"Sepertinya ibu masih tidur" gumam Jonathan pelan. Jonathan berjalan mengendap endap agar tidak ketahuan.

"Kakak kenapa?" tanya Klara dengan bingung.Tidak biasanya kakak tersayangnya itu bertingkah aneh.

"Ssssstttt, jangan berisik." Jonathan memberi kode pada adiknya. Klara semakin bingung dengan sikap kakaknya tapi ia membiarkan kakaknya pergi dan masuk ke dalam kamar.

"Apa kakak menyembunyikan sesuatu? Aku harus mencari tahunya," batin Klara.

Klara berjalan menuju kamar Jonathan. "Kakak," panggil Klara saat melihat Jonathan hendak membuka pakaiannya. "Aku ingin bercerita," kata Klara lalu duduk ditepi ranjang.

"Cerita apa?" tanya Jonathan, menghampiri adiknya lalu mengambil tempat disampingnya.

"Kemarin aku hampir menabrak seorang wanita, dia cantik dan aku menyukainya" kata Klara dengan mata berbinar.

Tik... Jonathan menyentil jidat adiknya. "Apa kamu sudah gila, kamu itu perempuan mana bisa menyukai sesama jenis" ujar Jonathan.

"Ih kakak!!" Klara mendengus kesal. "Maksud aku, aku setuju jika kakak menikah dengan wanita yang kemarin hampir aku tabrak"

"Apa kamu mau Ibu memanggang wanita itu," ujar Jonathan disertai kekehan kecil.

"Hahahahaha," mereka berdua tertawa bersamaan.

Penthouse At The Pierre

Doorr... Doorr... Doorr...Tiga bidikan pistol tepat sasaran, Elina sudah sangat pandai dalam membidik. Elina mempelajari cara menembak sejak ia melihat ibunya mati tertembak di depan matanya sendiri, saat ibunya hendak menyelamatkan seseorang. Sejak saat itu, Elina berjanji pada dirinya untuk membalaskan kematian ibu dan wanita yang hendak ditolong oleh orang tuanya.

"Wah! Kamu hebat Elin" Melisa tercengang saat melihat tiga bidikan yang tepat sasaran.

"Siapa dulu kalau bukan Elina, hahahahah" balas Elina sembari menepuk dadanya yang disertai tawa. "Coba kamu," Elina menyerahkan pistol pada Melisa.

"Aku takut, Elin" kata Melisa, ia takut memegang pistol.

"Lawan rasa takutmu. Kamu tahu kan, ibuku mati tertembak. Di saat pembunuhan itu terjadi, ada pistol disamping ibuku. Tapi dia tidak mempergunakannya dan akhirnya dialah yang tertembak" jelas Elina agar Melisa bisa melawan rasa takutnya.

Elina menunduk, matanya mulai merah. Saat mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, ingin rasanya ia menangis. Namun dengan sekuat tenaga, Elina melawan rasa sedihnya.

Dorr... Doorr... Dua bidikan berhasil Melisa luncurkan tapi sayangnya meleset. "Aku gagal" kata Melisa, ia terlihat lesuh.

"Kamu sudah berusaha, kapan-kapan kita akan latihan lagi" kata Elina. Ia meraih botol air yang berada di atas meja lalu meneguknya.

Malam hari

Rindu yang tidak akan terbalaskan adalah merindukan mereka yang telah pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Apa yang harus kita lakukan di saat rindu itu hadir? Mungkin hanya bisa melihat foto dan mengenang kembali masa indah saat bersama dulu.

Malam ini, Elina menatap foto ibunya saat ibunya masih muda. Terlihat senyum di wajah sang ibu saat ia menatap seorang wanita yang sedang bersamanya. Mereka berteman sejak kecil hingga dewasa. Ya, dia sahabat dari orang tua Elina. Keduanya terlihat bahagia dan nampak terlihat cantik.

Tangis Elina pecah. Ia menangis meraung raung. "Ibu, aku kangen Ibu. Saat aku kecil dan terjatuh, Ibu selalu menompangku. Sekarang aku sendiri, Ayah tidak menghubungiku lagi. Aku sendiri, Bu. Aku kangen Ibu," ujar Elina disela sela tangisnya.

Elina jatuh tersungkur di lantai, air matanya bercucuran. Ia menangis sejadi-jadinya. "Ibu, tahu. Lukaku bukan lagi di kaki, Bu. Tapi ia sudah berpindah ke hati. Aku terluka, Bu..."

"Tuhan, kenapa engkau mengambil ibuku dan kini, engkau memisahkan aku dengan suamiku" gumam Elina, ia menangis histeris.

Waktu menunjukan pukul 11 malam, Elina masih menangis sambil memeluk tubuh mungilnya di sudut kamar. Bahkan, saat pintu kamar terbuka, Elina tak menyadarinya. Tangisnya lebih kencang dibandingkan suara pintu yang terbuka.

"Maafkan aku," terdengar suara seseorang yang mengucapkan kata maaf.

"Maafkan aku," untuk yang ke dua kalinya, Elina mendongak lalu menoleh ke arah suara.

"Kaukah itu Jonathan?" tanya Elina. Wajah Jonathan tak terlihat jelas karena lampu kamar sengaja Elina matikan dan ia menyalakan lampu tidur.

"Maafkan aku," lagi-lagi Jonathan mengucapkan kata maaf.

Elina bangkit dari sudut kamar, berlari memeluk suaminya. "Kenapa kamu meninggalkan aku" ujarnya sesegukan. "Aku sudah memberimu izin untuk menikahi wanita itu. Apa lagi yang kamu inginkan" kata Elina sembari memukul dada suaminya, Jonathan hanya dia membiarkan Elina melampiaskan kemarahannya.

"Jangan tinggalkan aku," pintah Elina. Kalimat itu ke luar begitu saja saat ia lelah memukul suaminya.

.

.

.

.

Bersambung....

1
angel
musuhnya cm gt aj matinya ..gk seru
Irfan kurniawan
Lumayan
Riska Desi
biar cemburu si jonatan
Deistya Nur
keren 👍
Yeti Susanti
penasaran cpa sih prof stevin sbnr nya
Masmini Ketut
Tks Thor telah menyajikan cerita klh yg harmonis dg berbagai perbedaan nya. Lope U poll untkmu dn untuk karya mu
Asni J Kasim: Terima kasih banyak, Kak. Jika berkenan, silahkn mampir di Novel saya yang lain, yang ada tulisan Endnya. Yang belum ada, jangan dulu di Baca.

Yang sudah End, ada "Istri Nakal Dokter Aziz" "Wanita Pengganti" "Awal Tanpa Cinta"

😁😁
total 1 replies
Masmini Ketut
jd jengkel sm Tuan Javelis. Menyebalkan!! Tua tua keladi huhhh,,!!!
Masmini Ketut
Aq setuju semoga Elina dn Jonathan segera dikaruniai anak, jgn ada pelakor diantara mereka Thor
Masmini Ketut
Betul-betul, kecuali kondisi darurat atau bencana, barulah lelaki beristri boleh menggendong wanita lain selain istrinya. Setuju Thor eh Annie
Masmini Ketut
Ikut bahagia Thor Elina dn Jonathan bersatu dlm mahligai rumahtangga yg bahagia
Coretan Senja: Hai Ka, kalau berkenan mampir juga yuk di ceritaku judulnya MENIKAH DENGAN MAFIA ARROGANT hehehe 🥰
total 1 replies
Asni J Kasim
Kakak Paham? Karena kebanyakan pembaca bilangnya mereka sulit mengerti ini isi novel 🤣🤣
Masmini Ketut
akhirnya mereka sdh tdk salah paham lagi. Sdh tau isi hati masing-masing yg sesungguhnya. Tks Thor. Aq ikut bahagia, pengacau sdh tertbk
Masmini Ketut
Kasian Jonathan dn Elina thor. Jonathan sampe berlutu tpi jati Elina sdh sekeras batu tdk mau mendengar penjelasan Jonathan. Hadduh jgn pisahkn Elina dn Jonathan Thor. Tolong kasi buka kasi jln biar kesalah pahaman ini tdk berlanjut. Kasihani lah sy Thor, eh Elina dn Jonathan Thor
Masmini Ketut
aq jd nyesek bacanya thor. Jgn pisahkn Elina dn Jonathan thor. Luruskan kesalahan pahaman diantara mereka thor. Mereka saling mencintai mengapa harus saling menyakiti? Aq jd sedih baca ceritamu Thor
Masmini Ketut
mestinya kamu jujur Jonathan sebelum terlambat, sebelum rasa cinta berubah jd benci
Masmini Ketut
Kamu harus jujur sm suamimu kalau kamu tak ingin berpisah. kalau kamu ada rasa sm sama suamimu
Masmini Ketut
apa Jonathan itu Prof Steven ya?
Lisha Azza
lanjut
Ermelinda Marisa
semoga sja prof stevin adl jonatan....wkwkwkwk...maf ya thor...
Vinna_hot mommy
kok gak bikin part belah durennya Thor...
secara walopun udah nikah lama kan mrk selalu berantem n terpisah trus...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!